Tidak mudah hamil di usia muda, apalagi jika itu kembar lima. itu lah yang dirasakan oleh Alya, setelah orang tua nya meninggal, mahkota Alya di ambil oleh orang yang tidak ia kenal sehingga ia hamil.
Bagaimana Alya menjalani kehidupan nya itu?
Silahkan pada mampir siapa tau suka kan,
jangan lupa like komen dan vote nya yaa makasih
Follow Instagram author
@mawarjk_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar Jk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 4
Assalamualaikum semua 🤗
Jangan lupa like dan komen nya yaa 💜
...Happy reading...
...🍁...
Semenjak Alya mengetahui bahwa dirinya tengah hamil selama tiga hari Alya seperti mayat hidup tidak ada semangat hidup dan selama itu juga Aira yang handel toko dan yang lain. Aira mengambil izin tentunya dari pihak sekolah karena Aira baru SMA
Alya pernah kepikiran untuk menggugurkannya dan itu membuat Aira marah besar "Kak yang salah bukan anak kakak, tapi kenapa dia yang di hukum" ucap Aira saat itu, karena Aira sangat-sangatlah tidak ingin kehilangan keluarganya lagi
Sehingga setelah merenung kan semua nya Alya kembali seperti biasa nya ia juga sangat berterima kasih kepada adik nya yang selalu bersikap dewasa saat Alya ada masalah dan begitupun sebaliknya
Alya juga berjanji akan menjaga janinnya agar tumbuh menjadi anak yang baik suatu saat nanti
Sekarang Alya sedang berada di toko nya, Alya sudah memperkerjakan satu karyawan untuk membantu nya di sana karena toko nya semakin hari semakin banyak pembelinya dan itu membuat ia sangat lelah, dokter mengatakan ia tidak boleh lelah karena kandungan yang sangat rentan keguguran di usia muda seperti nya
"Mbak Tina saya titip toko dulu ya saya mau jemput Aira dulu dia sudah pulang dari studi tour nya" ujar Alya pamit dan pergi menjemput Aira menggunakan motor metik nya
"Iya" ucap Tina singkat karena ia sedang melayani para pembeli, Tina adalah anak tetangga yang umur nya 3 tahun lebih tua dari Alya ia menawarkan pekerjaan ini karena saat itu Tina tidak ada kerjaan sehingga ia mengajak Tina untuk bekerja di toko nya, itu membuat Tina dan Ibu nya senang karena Ibu Tina cukup akrab sama Alya
Sekolah Aira
Alya sedang menunggu di depan gerbang sekolah Aira ia menatap para siswa dan siswi yang sedang pamit dari guru nya
"Kakak Alya" panggil Aira saat melihat kakak nya datang menjemput nya
"Kak kenapa kakak menjemput Ira, Ira bisa pulang sendiri naik angkot kak" ucap Aira saat sampai di hadapan Alya
"Sekali-kali Ra" ujar Alya singkat
"Tapi kan kakak lagi hamil kak, kakak gak boleh kecapekan kasian ponakan aku iya gak dek" kata Aira sembari mengusap perut Alya yang masih rata
"Cuma jemput doang, lagian aku pengen banget jemput kamu mungkin kemauan si baby deh" ucap Alya sembari mengelus perutnya
"Hhh wah ponakan aunty perhatian banget, masih di perut aja udah perhatian apa lagi kalau udah keluar ya" ujar Aira dan terkekeh
"Yaudah yuk pulang" ajak Alya
Alya dan Aira pun mengendarai motor nya menuju toko nya selang beberapa menit mereka sampai
"Eh banyak pembeli ya kak" ujar Aira saat sampai di toko
"Iya dek, ayo masuk mbak Tina pasti kewalahan melayani mereka" ucap Alya dan berjalan dan Aira yang mengekor di belakang
"Terima kasih atas kunjungan nya" Alya tersenyum hangat kepada pembeli terakhir
"Iya, Owh iya saya dengar kamu lagi hamil yaa" tanya si pembeli itu
"I-iya Bu" ucap Alya dengan senyum paksa sedang kan Aira dan Tina hanya diam
"Wah selamat yaa, Owh iya suami nya mana yaa gak pernah liat tuh" tanya si pembeli itu lagi
Alya diam, dia tidak tau akan menjawab apa. karena nama ayah dari anak nya saja ia tidak mengetahui nya apalagi orang nya
Melihat itu Aira angkat bicara "Kakak ipar lagi ada proyek di luar negeri jadi dia akan lama pulang nya" ujar Aira
"Owh gitu ya, yaudah deh kalau begitu saya pamit ya" ucap si pembeli
"Iya" ujar Aira dan Tina bersamaan sedang Alya masih diam
"Kak" panggil Aira seraya mengelus lengan sang kakak
"E-eh iya Ra ada apa" tanya Alya yang baru saja sadar dari lamunannya
"Kita pulang yuk, kakak pasti capek" ajak Aira dan Alya hanya menganggukan kepala pengiakan ajakan Aira
"Mbak kita dulua ya" pamit Aira
"Iya hati-hati di jalan ya" ucap Tina dan melambaikan tangan nya
Alya dan Aira melaju kan motor nya menuju rumah nya disepanjang jalan Alya diam pandangan terlihat kosong, ucapan Ibu-ibu itu tampaknya sangat berpengaruh terhadap pikiran Alya
"Semoga kau selalu bahagia Al, kamu orang baik jadi Allah akan selalu melindungi mu" batin Tina melihat kepergian Alya dan Aira
Di lain tempat terdapat seorang pria yang lemas karena ia terus muntah tapi tidak ada yang keluar
"Kamu ko bisa gini sih nak" ucap wanita paruh baya melihat kondisi putra nya
"Ma Gara mau makan rujak Ma" ujar Gara melemas, ya pria itu adalah Gara
"Tapi kamu makan dulu ya sayang setelah makan kita beli rujak nya" ucap Diana membujuk anak nya agar mau makanan
"Enggak Ma, Gara maunya makan rujak buatan Papa" ujar bara merengek seperti anak kecil yang merengek minta di belikan mainan
"Ko kamu kaya ngidam ya Ga kamu enggak macam macam kan diluar sana" tanya Diana penasaran, karena melihat tingkah anak nya ini seperti orang yang lagi ngidam apa lagi ia juga mual
Gara terdiam mendengar ucapan Mama nya, apa benar perempuan itu sedang hamil? tanya nya dalam hati
"Ayo makan dulu nanti Papa buatkan rujak nya" ujar Diana dan menyuapi Gara bubur, Gara menerima nya dengan diam dengan pikiran kemana mana
"Ma apakah wanita akan hamil walaupun satu kali melakukan itu?" tanya Gara tanpa melihat ke arah Diana
Bersambung~
sampai jumpa di chap selanjutnya 💙
Jangan lupa like dan komen nya yaa 💜
See u guys
kata ada bodyguard bayang
tapi tolong tulis San yg byk typo secara sadar dan tdk di bagusin, apalagi yg salah tulisan tolong byk cari recommend buku2 utk nambah Ilham.....mu GKI. sekedar hiburan tp jgn bikin salah penulisan nya... Villa bukan Fila, itu sangat berbeda..dll lahh..ttp smgt utk berkarya 👍🏻💪🏻💪🏻💪🏻🌹🌹🌹