NovelToon NovelToon
MARRY YOU, MY ENEMY

MARRY YOU, MY ENEMY

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: REZ Zha

Azkia dan Raffasya bagaikan tikus dan kucing yang tidak pernah bisa akur jika bersama. Kebencian Raffasya terhadap Azkia sudah tertanam saat masih duduk di sekolah dasar karena Azkia berhasil mengalahkan Raffasya yang saat itu sedang melakukan body shaming kepada Gibran, kakak kelas Azkia lainnya.

Dan setelah mereka dewasa, permusuhan itu tetap berlangsung. Azkia yang akhirnya menjalin asmara dengan Gibran terpaksa harus hidup dengan Raffasya karena suatu peristiwa buruk.

Akankah Azkia bisa bertahan dengan Raffasya atau memilih kembali bersama Gibran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ganti Rugi

Azkia terperanjat saat seseorang menutup matanya dengan telapak tangan. Dan Azkia langsung menebak siapa pelakunya.

" Kak Gibran usil banget, deh!" Azkia terkekeh seraya mengurai telapak tangan yang kini menutupi matanya.

" Ciee, nama cowoknya saja yang diingat."

Azkia tersentak kaget saat mendengar suara yang ternyata bukan milik Gibran, hingga di menolehkan pandangannya ke arah suara tadi.

" Thomas??" Azkia melihat ternyata Thomas lah yang menutup matanya tadi.

" Apa kabar, Az?" tanya Thomas menanyakan kabar Azkia yang terlihat asyik sedang menatap laptopnya di restoran friend chicken asal Negeri Paman Sam.

" Baik, lu sendiri gimana, Thom?" tanya Azkia kemudian.

" Seperti yang lu lihat, gue makin ganteng, kan?' Thomas terkekeh, lalu menarik kursi di depan Azkia.

" Lu sama siapa?" tanya Azkia kembali saat melihat Thomas sendirian.

" Sama teman gue, tuh dia lagi antri pesan makanan. Kebetulan gue juga lagi mau ketemu orang di sini." Thomas menunjuk arah antrian para pembeli yang ingin memesan makanan. " Lu sendiri sama siapa kemari? Sendirian saja?" lanjutnya.

" Gue nunggu Kak Gibran."

" Masih sama Gibran? Awet juga lu ya sama dia."

" Itu yang namanya jodoh." Azkia terkekeh. " Oh ya, Salsa gimana? Pernah dengar kabar dari dia, nggak?" tanya Azkia.

" Sudah satu tahun ini gue kehilangan komunikasi sama dia."

" Sama dong kalau begitu. Gue pikir nomer gue yang diblokir, sampai gue mikir, gue ada salah apa, ya? Tiba-tiba Salsa blokir nomer gue."

" Meja sebelah mana, Thom?" tanya teman dari Thomas membawa nampan berisi pesanan makanannya.

" Meja sebelah saja deh, Mo." Thomas menunjuk meja sebelah Azkia. " Oh ya, Az. Kenalkan ini teman gue, Bimo. Mo, ini teman SMA gue dulu, Azkia." Thomas mengenalkan temannya yang ternyata adalah Bimo kepada Azkia.

" Hai, Kia ..." Azkia mengulurkan tangannya ke arah Bimo.

" Bimo ..." Bimo menatap wajah Azkia dengan tatapan yang sulit dipahami oleh Azkia lalu berjalan menaruh makanan di meja sebelah.

" Teman lu serem juga, ya! Kayak preman," bisik Azkia membuat Thomas terkekeh.

" Mo, si Kia bilang lu mirip preman! Makanya seharusnya wajah lu mesti perawatan biar nggak bikin orang takut." Thomas justru tergelak mendengar ucapan Azkia, membuat Azkia mendelik ke arah Thomas yang membuka kartunya karena berkomentar tentang Bimo.

" Apaan sih lu, Thom! Bikin malu gue saja!" Azkia langsung mencebikkan bibirnya. Sementara Thomas masih terkekeh dan langsung berpindah tempat.

Sekitar lima menit kemudian, Gibran pun datang setelah Azkia menunggu hampir setengah jam di restoran itu.

" Sorry ya, Yank. Kerjaan padat banget jadi baru sempat keluar kantor." Gibran langsung meminta maaf sebelum kekasihnya itu mengoceh.

" Ya sudah nggak apa-apa. Aku sudah pesankan makanannya, Kak Gibran tinggal ambil saja. Tadi aku pesan nanti diambil menyusul." Azkia lalu menyodorkan struk pembelian sebagai bukti jika pesanan makanan yang tertunda.

" Oke."

" Hai, Bro. Apa kabar?" Thomas yang melihat kedatangan Thomas langsung menyapa.

" Eh, Thom. Ada di sini juga?" Gibran langsung melakukan fist bump dengan Thomas.

" Iya, lumayanlah menemani cewek lu tadi yang sendirian saja." Thomas menyeringai.

" Oh, thanks ya!" Gibran menepuk bahu Thomas. " Aku mau ambil makanan dulu."

" Oke, Bro." Thomas mempersilahkan Gibran yang mengambil pesanan makanannya.

" Thomas, sorry gue telat, ya?" Suara seseorang dari meja Thomas yang sangat Azkia kenal membuat Azkia refleks menolehkan pandangan ke arah suara pria itu.

Azkia langsung membelalakkan matanya dengan mulut terbuka saat mengetahui jika Raffasya orang yang sedang ditunggu oleh Thomas dan Bimo. Azkia pun langsung memalingkan wajahnya seraya menggerutu.

" Heran, deh! Kenapa mesti ketemu dia terus, sih?! Memangnya Jakarta sekarang menyempit, ya? Sampai harus selalu bertemu mahluk menyebalkan satu itu!" Azkia menggerutu dalam hati.

" Ah, nggak, kok. Kebetulan gue juga baru sampai." Thomas menyahuti. " Lu mau pesan apa?" tanya Thomas kepada Raffasya.

" Nggak usah, gue sudah makan kok." Raffasya menolak tawaran Thomas. " Jadi gimana? Ingin mengadakan event apa?" tanya Raffasya to the point.

" Begini, Bro! Sanggar tari milik kakak gue rencananya mau menggelar modern dance competition. Dan gue mau menawarkan kerjasama dengan Raff FM untuk mempromosikan event ini." Thomas menyampaikan alasannya bertemu dengan Raffasya.

" Kapan rencana eventnya?" tanya Raffasya.

" Dua bulan ke datang." sahut Thomas.

" Apa saja yang mesti dihandle oleh Raffa FM?" tanya Raffasya kembali.

" Yang pasti mempromosikan dan mungkin bisa menerima pendaftaran juga."

Raffasya berpikir sebentar sebelum mengambil keputusan. " Oke gue pelajari dulu, besok gue kabari," ujar Raffasya, sementara pandangan matanya melihat sosok Gibran yang berjalan dan duduk di meja bebelah dia berada sekarang. Sontak Raffasya pun langsung melirik sosok wanita yang memalingkan wajah hingga tak terlihat olehnya. Namun dia bisa menduga kalau wanita itu adalah Azkia.

Raffasya lalu bangkit ingin berpamitan pada Thomas dan Bimo. " Gue nggak bisa lama, sorry ya!"

" It's Ok. Thanks sudah datang kemari," sahut Thomas.

Gibran yang kebetulan menoleh ke arah meja sebelah langsung terkejut saat melihat ada Raffasya di sana.

" Eh, ada kamu, Raf?" Gibran lalu menyapa Raffasya karena tadi dia tidak melihat keberadaan Raffasya di meja Thomas.

" Ck, ngapain disapa sih, Kak?" Azkia langsung memprotes sikap Gibran yang menyapa Raffasya.

" Eh, lu kenal Raffa juga, Bro?" tanya Thomas pada Gibran.

" Iya, dulu kami satu SD." Gibran menyahuti. " Apa kabar, Raf?" Gibran pun melakukan fist bump kepada Raffasya.

" Baik." Raffasya membalas mengadukan kepalan tangannya dengan Gibran.

" Ikut gabung sini, Raf." Gibran menawarkan Raffasya untuk ikut duduk bergabung dengannya.

" Kak, jangan bikin selera makan aku hilang, deh!" Azkia memprotes Gibran yang justru menyuruh Raffasya untuk duduk di sampingnya.

" Thanks." Di luar dugaan, Raffasya yang biasanya acuh malah menerima tawaran Gibran dan kini menarik kursi di samping Gibran.

Sontak apa yang dilakukan Raffasya membuat Azkia terperanjat. Tentu saja dia merasa kesal dengan kekasihnya karena mengijinkan pria yang selalu berdebat dengannya kini duduk satu meja dengannya.

" Mau pesan makanan?" Gibran menawarkan.

" No, thanks."

" Gimana bisnis cafe kamu, Raf?" Gibran yang memang tidak pernah menyimpan dendam dengan Raffasya memang tidak pernah menganggap Raffasya sebagai musuhnya, walaupun sikap Raffasya selalu buruk kepadanya ketika SD dulu.

" So far so good lah," sahut Raffasya namun matanya memperhatikan Azkia yang memberengut dan tidak menyentuh makanannya.

" Syukur kalau makin maju," ucap Gibran. " Kok kamu nggak makan, Yank?" tanya Gibran kepada Azkia yang tidak segera menyantap makanannya.

" Nggak naf su! Kenapa sih, Kak Gibran pakai suruh dia duduk di sini segala?" ketus Azkia.

" Nggak boleh gitu dong, Yank. Kamu sama Raffa 'kan masih ada hubungan kekeluargaan dari Tante Mara dan Om Radit." Gibran berusaha bersikap sebijak mungkin.

" Aku nggak pernah menganggap dia itu keluarga aku!" sanggah Azkia cepat.

" Kalau lu nggak naf su karena ada gue di sini, lu pindah ke meja lain saja sana! Gue di sini lagi reuni sama teman SD gue dulu." Raffasya sengaja mengatakan kalimat yang membuat Azkia semakin kesal.

" Yang mestinya pindah itu Kak Raffa! Kak Raffa itu nggak ada kepentingan di sini!" ketus Azkia membalas ucapan Raffasya.

" Gue tadi sudah bilang, gue itu lagi reuni sama teman SD gue!" Raffasya menjawab seraya tersenyum sinis.

" Kia, Raffa, ini tempat umum tolong jangan bertengkar di sini!" Gibran meminta agar Azkia dan Raffasya menahan diri untuk tidak membuat keributan.

Ddrrtt ddrrtt

Tiba-tiba ponsel Gibran terdengar bergetar hingga membuat pria itu mengambil benda pipih itu dari sakunya.

" Halo, iya, Pak. Saya sedang di luar, Pak. Baik-baik, Pak. Saya kembali ke kantor sekarang." Gibran langsung mematikan ponselnya.

" Kak Gibran mau ke mana?" tanya Azkia saat melihat Gibran berkata akan kembali ke kantor.

" Aku mesti ke kantor, Yank. Ada yang meminta arsip mendadak dan arsip itu ditunggu secepatnya." Gibran lalu berdiri.

" Tapi Kak Gibran baru saja datang."

" Ini mendesak, Yank. Aku duluan, ya! Aku tinggal dulu, Raf. Assalamualikum." Gibran terburu-buru meninggalkan Azkia dan Raffasya.

" Waalaikumsalam ..." Azkia menjawab dengan memberengut.

" Gibran kenapa buru-buru, Az?" tanya Thomas yang melihat Gibran bergegas keluar restoran

" Disuruh balik ke kantor secepatnya," sahut Azkia masih dengan mengerucutkan bibirnya memandang kepergian Gibran.

Sementara Raffasya langsung menyeringai melihat Azkia yang mendadak ditinggalkan Gibran.

" Kasihan banget, ya! Ditinggal begitu saja sama pacarnya." Raffasya tertawa kecil mengejek Azkia. " Sudah nggak nafsu makan, ditinggal pula," sindir Raffasya kembali.

Tentu saja sindiran yang diucapkan oleh Raffasya membuat Azkia semakin emosi, hingga dia memasukan laptop ke dalam tote bag nya kemudian dia pun berdiri ingin meninggalkan restoran itu.

" Eh, kenapa ditinggal makanannya? Mubazir lho itu, buang-buang makanan." Raffasya masih saja meledek Azkia, membuat Azkia ingin secepatnya menjauh dari pria menyebalkan di hadapannya itu.

" Thom, gue duluan, ya!" Azkia berpamitan kepada Thomas dan dengan cepat memutar badannya ingin melangkah pergi.

Braaakkk

Namun saat Azkia memutar tubuhnya secara tidak sengaja dia menabrak orang yang sedang berjalan dengan membawa nampan berisi beberapa gelas minuman hingga minuman itu tumpah dan mengenai baju orang yang ditabrak oleh Azkia.

" Oh, maaf-maaf, Mbak. Saya tadi nggak sengaja." Azkia langsung menyampaikan penyesalan dan permohonan maafnya.

" Heh, kalau jalan lihat-lihat, dong!" bentak orang itu memarahi Azkia.

" Saya minta maaf banget, Mbak. Nanti saya ganti yang baru ya minumannya." Azkia langsung menawarkan penggantian minuman yang dia tumpahkan.

" Bukan masalah minumannya, baju saya kotor semua ini!" Orang tadi masih berbicara dengan nada tinggi kepada Azkia.

" Iya sudah, nanti saya ganti juga baju yang Mbak pakai." Azkia yang tidak ingin urusannya semakin panjang langsung menawarkan penggantian atas baju yang sudah dia kotori karena dia memang merasa bersalah dalam kasus ini.

" Baju yang saya pakai ini produk luar, harganya dua juta lima ratus ribu rupiah. Memangnya kamu sanggup ganti uang segitu?" Orang itu menantang Azkia untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

" Nggak apa-apa, Mbak. Nanti saya ganti." Azkia lalu mengeluarkan dompet dari tote bag nya. Namun ternyata dia tidak memegang uang tunai sebanyak itu. Dia menghitung uang tunai yang ada di dompetnya hanya sekitar delapan ratus ribu rupiah saja.

" Hmmm, Mbak. Saya nggak pegang uang tunai segitu. Saya mau ambil ke ATM dulu sebentar, ya?" Azkia meminta ijin menarik tunai di mesin anjungan tunai mandiri.

" Jangan mau, Mar. Dia pasti mau kabur." Teman wanita itu seolah memprovokasi.

" Jangan cari-cari alasan untuk kabur, ya!" hardik wanita tadi.

" Ya ampun, saya nggak berniat kabur, Mbak. Saya cuma ada uang delapan ratus ribu " Azkia mengeluarkan uang yang ada di dompetnya. " Atau Mbak pegang uang ini dulu." Azkia menyodorkan uang tunai yang dia pegang.

" Jangan mau terima, Mar." Kembali teman wanita itu memperuncing permasalahan.

" Nggak, saya mau menerima uangnya utuh senilai harga baju ini!" tolak wanita itu.

Azkia mendengus kesal menghadapi kekerasan hati wanita di hadapannya ditambah lagi provokasi teman wanita itu. Dia lalu menoleh ke arah Thomas.

" Thom, lu punya tunai dua jutaan, nggak? Nanti gue ganti." Azkia meminta bantuan Thomas.

" Nggak ada, Az. Paling juga cuma ada gopek." Thomas mengatakan jika uang tunainya cuma ada senilai lima ratus ribu rupiah.

" Hmmm, Mbak. Kalau saya Mbanking saja bagaimana? Mbak punya nomer rekening, kan?" Azkia teringat cara lain agar dia bisa cepat-cepat menyelesaikan urusannya, karena saat ini mereka sudah menjadi perhatian pengunjung restoran itu.

" Saya nggak mau! Saya cuma mau tunai!" Wanita itu tetap menolak.

" Mbak, saya mau mengganti tapi saya mau ambil tunai dulu. Kalau Mbak nggak percaya sama saya, ayo Mbak ikut saya ambil uang ke ATM nya." Azkia sudah merasa kesal dengan kelakuan wanita yang dihadapinya.

" Saya nggak mau! Itu hanya trik kamu, bisa saja nanti pas keluar dari sini kamu langsung kabur!"

" Mbak, saya ini sudah berniat mengganti rugi! Mbak jangan berbelit-belit, dong!" Azkia mulai terpancing emosi hingga kini berkata dengan nada bicara cukup ketus.

" Eh, kamu nggak usah menyentak teman saya, ya! Kamu itu memang salah!" Teman wanita itu balas membentak Azkia.

" Berapa kurangnya?" Raffasya yang dari tadi hanya melihat perdebatan antara Azkia dengan wanita yang ditabraknya kini mencoba bertindak.

" Berapa uang lu?" Raffasya kemudian mengeluarkan dompet dari sakunya. " Mana uang lu?" Raffasya meminta uang yang dipegang Azkia, hingga Azkia tidak punya jalan lain selain menyerahkan uangnya kepada Raffasya.

Raffasya mengeluarkan uang dari dompetnya sebanyak satu juta tujuh ratus ribu rupiah.

" Ini uang dua juta lima ratus ribu yang lu minta." Raffasya menyodorkan lembaran uang bergambar Sukarno-Hatta itu kepada wanita yang ditabrak Azkia.

Sudah pasti wanita itu langsung senang disodorkan uang oleh Raffasya. Dengan cepat dia mengerakkan tangannya mengambil uang yang disodorkan Raffasya, namun ternyata hanya angin yang digenggamnya karena Raffasya hanya menjebak wanita itu dengan menarik kembali uang yang disodorkan kepada wanita tadi.

" Lu mau uang ini?" Raffasya kembali menyodorkan uang itu ke dekat wajah wanita tadi yang kini memasang wajah memberengut kesal, karena merasa dipermainkan oleh Raffasya.

" Kalau lu mau uang ini, lu mesti bilang ke semua orang yang ada di sini, kalau lu sengaja memeras cewek ini," lanjut Raffasya memberikan syarat.

" Eh, saya nggak memeras, ya! Dia sendiri yang menawarkan ganti rugi! Dia sendiri yang salah!" bantah wanita itu.

" Ganti rugi? Memang baju lu rusak? Noda seperti itu dicuci pakai penghilang noda juga pasti akan bersih kembali, kok! Nggak percaya? Sini gue coba, buka baju lu! Nanti gue suruh orang beli penghilang nodanya, gue cuci dihadapan lu, bisa hilang atau nggak nodanya?" Raffasya menarik satu sudut bibirnya tersenyum sinis.

" Kamu jangan kurang ajar, ya!" geram wanita itu. " Ini namanya pelecehan! Saya bisa laporin kamu, ya!" ancam wanita tadi.

" Siapa yang melecehkan lu? Gue cuma mau membuktikan jika noda dibaju lu itu bisa hilang pakai cairan penghilang noda!" tegas Raffasya.

" Kenapa? Lu nggak terima? Mau perpanjang urusan ini? Mau melaporkan ke polisi? Gue kasih tahu lu, ya! Dia itu keponakannya Gavin Richard, pemilik hotel berbintang xxx. Coba lu buka HP lu, lihat di goo gle, Gavin Richard itu orang nya seperti apa?" Raffasya menyuruh wanita tadi membuka mesin pencari informasi di ponselnya. Dan wanita itu mau saja melaksanakan apa yang diperintahkan Raffasya kepadanya.

" Cepat lu hubungi Om lu pakai video call biar orang ini percaya!" Kini Raffasya menyuruh Azkia menghubungi Gavin, membuat kening Azkia berkerut, karena menurutnya apa yang diminta Raffasya untuk melibatkan Uncle nya adalah suatu hal yang berlebihan.

" Ngapain bengong, sih? Lu mau urusan ini cepat selesai nggak?" Raffasya yang melihat Azkia tak segera melakukan apa yang dimintanya kembali menegur Azkia.

Azkia akhirnya menuruti perintah Raffasya. Sampai tiga kali melakukan panggilan, namun panggilan video call nya tidak juga diangkat oleh Gavin.

" Nggak diangkat," ujar Azkia yang menduga jika Uncle nya itu sedang sibuk.

" Paling juga ngaku-ngaku, Mar!" cibir teman wanita tadi.

Namun sedetik setelah teman wanita itu berkomentar, suara panggilan telepon terdengar di ponsel Azkia, dan ternyata itu video call dari Gavin. Azkia segera mengangkat video call dari Daddy nya Rayya itu.

" Assalamualaikum, Uncle."

" Waalaikumsalam, Kia. Ada apa Kia hubungi Uncle?" tanya Gavin.

Azkia menoleh ke arah Raffasya seakan menanyakan apa yang mesti dia katakan kepada Gavin.

" Kasih tunjuk Om lu itu ke dia!" Raffasya menyuruh Azkia menunjukkan layar ponselnya ke wanita yang bermasalah dengan Azkia

" Lu liat baik-baik! Sama nggak orang yang ada di layar monitor itu dengan yang ada di ponsel lu?" tanya Raffasya setelah wanita itu melihat layar ponsel Azkia, membuat wanita itu melebarkan bola matanya.

" Kia, ada apa, Nak? Siapa orang tadi?" Gavin merasa khawatir saat Azkia memperlihatkan wajah orang lain di ponselnya.

" Hmmm, ini Uncle. Kia buat kesalahan menabrak orang tadi dan mengotori bajunya. Lalu orang yang tadi itu meminta ganti rugi senilai harga baju dua juta lima ratus ribu rupiah, tapi Kia mau ganti dipersulit sama dia. Sekarang orang itu bilang mau lapor ke polisi, Uncle." Azkia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

" Kamu kasih foto KTP orang itu ke Uncle, biar nanti pengacara Uncle yang urus semua. Kia nggak usah khawatir dan jangan mengeluarkan uang untuk mengganti rugi!" Gavin langsung mengambil tindakan atas apa yang dilaporkan Azkia kepadanya.

" Baik, Uncle. Maaf Kia mengganggu Uncle yang sedang bekerja."

" Tidak apa-apa, Kia. Kalau Kia ada masalah, bilang saja sama Uncle, Uncle selalu akan bantu Kia." Gavin yang menyayangi Azkia seperti dia menyanyangi Rayya tentu saja akan melakukan yang terbaik untuk Azkia. Apalagi Azkia adalah anak dari Natasha, adik sepupu yang begitu disayangi oleh Gavin.

" Ya sudah, Uncle. Kia tutup teleponnya, ya. Assalamualaikum." Azkia berniat mengakhiri percakapan video call nya.

" Jangan lupa kirim foto KTP orang tadi. Waalaikumsalam ..." Gavin pun kemudian mematikan panggilannya.

" Lu sudah dengar sendiri, kan? Sekarang mana KTP lu? Biar nanti pengacara Om dia yang urus." Raffasya mengulurkan tangannya meminta KTP wanita tadi.

Sedangkan wanita yang ditabrak Azkia tadi, setelah tahu jika Azkia bukan orang sembarangan langsung ketakutan dan bergegas meninggalkan Azkia bersama temannya.

" Ini uang lu!" Raffasya kemudian mengembalikan uang delapan ratus ribu rupiah kepada Azkia. " Makasih, ya!" Ucapan terima kasih Raffasya adalah sebuah sindiran, karena Azkia sepertinya susah sekali mengucapkan hal itu meskipun sudah dibantu olehnya. Setelah itu Raffasya pun meninggalkan Azkia yang masih berdiri tertegun.

*

*

*

Bersambung ....

Happy Reading ❤️

1
fitri anwar
Karyamu bagus, luar biasa.. sukses terus dalam berkarya kak Author tersayang.❤️🔥🔥
fitri anwar
Terimakasih banyak kak Author tersayang, tercinta..😘😘 sehat selalu sukses selalu, terus berkarya dengan novel² bagus Mu kak. ceritannya bagus gak buat bosan, love you kak Author, kak Raffa sekeluarga.😘❤️❤️❤️❤️
fitri anwar
awal yang menegangkan😍🔥🔥
fitri anwar
gersang yang selalu buat candu😍🤣🤣
fitri anwar
iya benar kia😍😍😍
fitri anwar
ihhh kasian gibran tau, author jgan kejam2 sama kak gibran plisss😭😭
fitri anwar
menyala mama lusi🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
hmmm ocha yang kami bilang jahat itu kaka kamu si hot daddy😍🔥🔥❤️❤️❤️
fitri anwar
Ya ampun thor, menyala gak tuh🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
2 tahun belum move on😭, cepat dapat jodoh ya Gibran. padahal Azkia udah hamil anak ke 2, papa Raffa tocker.🤣🔥🔥🔥
fitri anwar
sedih😭😭😭
fitri anwar
Masya Allah Raffa paket lengkap😍😍😍😍
fitri anwar
hahaha ada yg terselubung papa Raffa😍🔥🔥
fitri anwar
si Raffa paket lengkap🔥😍😘😘😘😘
fitri anwar
Masya Allah, jadi ikut senang.. selamat yah Raffa sama Kia😍😘😘😘
fitri anwar
mama Tata yg kasi ide, kok istigfar😍🤣🤣🤣
fitri anwar
tiga kata yang penuh arti.😍❤️❤️❤️
fitri anwar
aduh Raffa hobby sekali buat emosi🔥🔥🔥😍🤣
fitri anwar
Menyala papa Raffa🤣🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
ehmmm papa mode sweet😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!