NovelToon NovelToon
Love Comes From Allah

Love Comes From Allah

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:304
Nilai: 5
Nama Author: Yushang-manis

Laki-laki muda yang menikah karena perjodohan dengan wanita yang tak ia kenali dan wanita yang sedang sakit akibat kecelakaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yushang-manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Di Pesantren para santri sedang melakukan kegiatan kerja bakti. Mereka membagi tugas untuk membersihkan bekas kebakaran. Sedangkan tugas para santriwati membuat makanan untuk mereka. Fatemah tidak bisa menahan kebahagiaannya hingga membuat dirinya tidak bisa berhenti menangis bahagia. Fatemah duduk bersama para santriwati karena diminta oleh Alie untuk diam dan membantu santriwati saja yang ringa. Alie ikut turun membantu para santriwan.

"Anak-anak kalau kalian capek, istirahat dulu yah! Jangan dipaksakan, nanti kalian sakit!" Teriak Alie memberikan instruksi agar mereka tidak memforsir tubuh mereka. "Ada makanan di posko dapur. Nanti kalian minta ke umi atau ke temen-temen kalian yang santriwati.

"Na'am Abi." Balas mereka semua.

"Abi kenapa selalu memikirkan kami? Padahal Abi dan umi yang sedang terkena musibah di sini." Tanya salah satu santriwan Faqih namanya.

Alie tersenyum. "Kalian anak-anak Abi dan umi, bagaimana kita bisa tidak memikirkan kalian. Sedangkan kalian sedang terancam nyawa nya."

Faqih menitihkan air matanya, betapa beruntungnya ia dan teman-temannya mendapatkan seorang guru yang sayangnya tanpa batas kepada mereka padahal mereka bukan siapa-siapa.

"Kalian anak Abi dan umi, sebagai orang tua pastinya yang dipikirkan dan khawatirkan pertama kali yah anak-anak nya. Kalian penerus Abi dan umi yang harus kita jaga. Kalian memang tidak lahir dari rahim umi, tapi percayalah Abi dan umi menganggap kalian sama dengan putri kami Salma." Alie teringat dengan kondisi putrinya di rumah sakit. Apakah khaulah sudah sadar? Apa putrinya baik-baik saja?. Ntahlah dirinya belum mendapatkan kabar dari Fatih maupun dari Ahmed.

"Abi kenapa?" Tanya faqih. Alie kembali tersenyum. "Abi tidak apa-apa nak."

"Terimakasih yah Abi telah menganggap kami sebagai anak Abi sendiri. Kami beruntung bisa dititipkan pada Abi dan umi. Terimakasih banyak Abi." Ucap faqih jujur.

"Kembali kasih faqih, tanpa kalian ilmu Abi dan umi hanya akan menjadi angan. Tanpa kalian Abi dan umi tidak akan pernah mengerti gimana caranya bisa sabar." Alie memeluk faqih dan menangis dalam pelukan itu. Sama seperti Alie, faqih pun ikut menangis karena untuk pertama kalinya ia merasakan pelukan seorang ayah.

"Kami juga pengen di peluk Abi." Ujar salah satu santriwan yang sedang berkumpul dan memperhatikan keduanya. Membuat Alie tertawa disela sedihnya.

"Kemarilah..." Titah Alie, satu persatu mereka di peluk oleh-nya dan setiap anak Alie doa kan berbeda-beda sesuai dengan kriteria si anak.

Fatemah yang memperhatikan suaminya dari jauh mampu membuat hatinya menghangat. Kekeluargaan di sini terasa nyata, ia bersyukur tempat yang dirinya tumbuh mampu menjadi wadah untuk anak-anaknya merasakan kehangatan keluarga. Tidak hanya fatemah yang menangis haru namun para santriwati di belakangnya pun ikut terharu. Saat fatemah menoleh kebelakang ia terkejut karena anak-anaknya berada dibelakangnya.

"Astaghfirullah." Ucapnya terkekeh diakhir. "Kalian sedang apa hm?"

"Boleh peluk tidak umi?" Tanya Eva.

Fatemah mengangguk, kemudia ia berdiri lalu merentangkan tangannya. "Sini..."

Eva menjadi santriwati pertama yang dipeluk. "Makasih umi." Ucapnya.

"Kembali kasih sayang."

Kemudian dilanjutkan persatu satu hingga semua santriwati merasakan pelukan uminya.

Di rumah sakit khaulah menanti kehadiran Abi dan umi nya yang tak kunjung datang.

"Mas..., Abi sama umi mana?" Tanyanya sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.

"Abi lagi ada urusan sal." Jawab Yasmine dengan gugup.

"Sesibuk apapun Abi sama umi, akan selalu menemani aku Yasmine."

Yang dikatakan khaulah benar, dan sekarang mereka harus mencari alasan apa lagi supaya khaulah tidak khawatir dengan kenyataan sebenarnya.

"Katakan ada apa? Kenapa Abi sama umi tidak ke sini? Pasti ada sesuatu yang terjadi kan?"

Baik Fatih maupun Yasmine tidak ada yang menjawab, membuat khaulah sedikit kesal karena sekarang ia khawatir dengan orang tuanya.

Dering telepon dari handphone khaulah mengalihkan perhatian mereka.

"Ammah, zahra?" Khaulah heran saat melihat siapa yang menghubungi nya. Tumben sekali, pikirnya.

"يا عمتي، كيف حالك؟"

Zahrah sedikit bingung kenapa khaulah menanyakan kabarnya, sedangkan dirinya tadi sore menghubungi ayahnya.

"يا عمتي العزيزة، أين أنتِ؟"

"أنا في المستشفى يا خالتي."

"من المريض يا أمم؟"

"سلمى مريضة يا خالتي. لقد تعرضت سلمى لحادث بعد ظهر اليوم، حادث. ألم تخبرك أبي؟"

"إنا لله، معذرةً، لا أعرف سلمى، كل ما أعرفه أن منزل علي قد احترق. كيف حالك الآن يا عزيزتي؟"

"إطفاء ثنائي الجنس؟"

"أجل، لقد اكتشفت ذلك للتو؟"

"سلمى علمت للتو يا خالتي."

"يا إلهي، حسناً يا خالتي، غداً سأذهب إلى إندونيسيا مع بلال"

"هل أخبرتِ آبي بهذا يا خالتي؟"

"ليس الآن، لأن والدك بالتأكيد لن يسمح لك بالذهاب إلى هناك."

"يا خالتي، هل ستذهبين إلى إندونيسيا وحدك؟ ليس مع العم عثمان؟"

"سيلحق العم بنا في اليوم التالي من مصر"

"حسنًا يا خالتي، سأنتظر."

"نعم، أتمنى لك الشفاء العاجل يا بني."

1
Zenny_ Jason
wow, thor! Gak sabar nunggu karya selanjutnya!
Yu shang-manis: thank you 😍 @
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!