NovelToon NovelToon
Letting Go, My Husband

Letting Go, My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Selingkuh / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Bella kira hidupnya sangat sempurna, namun siapa sangka jika suaminya malah berselingkuh dengan pelayan di rumah mereka.

Bella sempat ingin mundur, namun kembali berusaha mempertahankan rumah tangga itu, apalagi saat sang suami memohon untuk kesempatan kedua.

Benarkah kami bisa bersatu? Batin Bella, saat melihat sang suami yang tertidur pulas disampingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LGMH BAB 35 - Inilah Dunia Bella

Sampai di depan pintu kamarnya, Bella tiba-tiba menghentikan langkah. Ia, lalu memanggil Azura.

Mengajak sang adik ipar untuk jalan-jalan di GINZA saja daripada langsung tidur.

"Tapi aku mau tidur Bell." Malah Azam yang menjawab.

"Ya sudah tidur saja, kan yang aku ajak Zura, bukan kamu," jawab Bella, membuat Arnold terkekeh.

"Ayolah, biar aku temani," timpal Arnold pula pada kedua wanita itu.

Lalu tanpa persetujuan Azam dan Julian, ketiga orang ini langsung berlalu menuju lobby hotel dan pergi ke Ginza.

"Sabar Zam, malam masih panjang," ledek Julian. Ia bahkan menepuk bahu Azam pelan, lalu terkekeh.

Mau tidak mau, akhirnya kedua pria ini pun mengikuti keinginan para wanita.

Menuju Ginza-Tokyo.

Pusat perbelanjaan termewah.

Berbicara soal Ginza rasanya tidak akan bisa memisahkannya dari kalimat “kelas atas”. Bagaimana tidak, distrik ini memang dikenal sebagai kawasan perbelanjaan khusus orang-orang kaya.

Bahkan kemewahan kawasan ini disebut-sebut mengalahkan Manhattan, Beverly Hills, hingga Champs Elyssee yang tersohor itu. Dengan pamornya yang demikian, tak heran jika seluruh jalanan dan gedung-gedung yang menjulang di daerah Ginza terlihat begitu elegan.

Bella dan Azura begitu antusias, bahkan mereka dengan senang memilih ini dan itu. Juga membeli beberapa barang yang mereka suka.

Bella, membeli lebih banyak. Beberapa baju yang pas ia gunakan saat menghadiri acara-acara mode.

Saking asiknya berbelanja, tidak terasa kini sudah tengah malam. Bahkan nyaris menyentuh jam 1 dini hari.

Julian, langsung mencekal tangan Azura dan mengajaknya pulang.

Arnold hanya terkekeh saja melihat kedua gadis itu, ternyata mereka sama saja, yang suka kalap ketika melihat barang bagus.

"Aku akan pulang bersama Julian dan Zura," ucap Arnold pada Azam, karena kini Bella sedang mencoba beberapa heels di kursi yang tersedia.

Azam, hanya menganggukkan kepalanya. Lalu menoleh pada sang istri yang masih sibuk sendiri.

Akhirnya, ia menghampiri dan ikut duduk disebelah Bella.

"Bukannya kamu sudah beli heels, kenapa beli lagi?" tanya Azam.

"Itu untuk baju yang warna merah, ini untuk baju yang warna hijau."

Azam, terkekeh. Merasa lucu dengan jawaban istrinya itu.

"Pilih yang warna netral, bisa kamu pakai di semua baju."

"Tidak mau, fans ku sangat teliti, mereka pasti tahu jika aku tidak mengganti heels."

Azam terdiam. Inilah dunia Bella yang masih sulit ia terima. Tapi kini, Azam akan coba mengerti, memahami jika ini adalah profesi sang istri.

"Tenang saja, aku tidak akan meminta uangmu untuk membeli ini semua," ucap Bella, membuat senyum Azam perlahan surut.

"Kenapa begitu, harusnya kamu habiskan uangku," balas Azam.

Sebuah jawaban yang membuat Bella mengulum senyumnya.

"Benarkah? kamu tidak marah aku banyak belanja seperti ini?" tanya Bella, bertubi.

Dan dilihatnya Azam yang menggeleng.

"Tidak," jawabnya singkat.

Saat itu juga, Bella langsung memeluk Azam erat dan Azam pun membalasnya tak kalah erat.

Ternyata, melihat Bella yang bahagia seperti ini, membuat hatinya menghangat. Ikut merasa bahagia dan tenang sekaligus.

"Besok kita kembali lagi jika masih ada yang ingin kamu beli, sekarang kita pulang ya? ini udah larut, besok adalah hari penting," jelas Azam dan Bella mengangguk dengan patuh.

Ben, memerintahkan 2 anak buahnya untuk membawa semua belanjaan nyonyanya itu.

Kembali ke kamar hotel mereka saat jam setengah 2 dini hari.

Azam langsung mengirim pesan di grup whatsapp mereka. Mengatakan jika besok pagi ia dan Bella akan sarapan di kamar. Tidak ikut turun ke restoran.

Pesan itu tidak ada yang membalas, karena semua temannya sudah terlelap. Hanya tinggal ia dan Bella saja yang masih terjaga.

Berbenah beberapa menit, baru mereka merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

Azam, langsung memasang lengannya, meminta Bella untuk menjadikannya bantalan. Dan tanpa perdebatan, Bella menuruti.

Malam itu, mereka tertidur dengan saling memeluk erat.

Bahkan saat pagi menyapa, Bella terbangun diposisi yang sama.

Azam, masih memeluknya erat.

Dengan mata yang rabun, Bella tersenyum.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sore harinya, Adam, Haura dan juga Agatha sampai di Tokyo. Mereka juga menginap di hotel Shangri-La.

Berderet dengan kamar anak-anaknya, sebelumnya mereka memang sudah melakukan pemesanan di awal.

Agatha, tidur bersama sang kakak, Azura.

"Harusnya kamu kemarin saja kesininya, tadi malam mbak takut tidur sendirian," ucap Azura, seraya membantu sang adik untuk membereskan koper miliknya.

"Kemarin kan aku masih kuliah mbak, ads bimbingan lagi," jawab Agatha yang terdengar seperti sedang mengeluh.

"Kan bimbingannya sama abang Labih, pasti dipermudah."

Agatha, langsung mencebik.

Abang Labih memang abang mereka. Tapi saat di kampus abang akan bersikap sangat profesional, tidak ada abang adik di sana. yang ada hanyalah dosen dan mahasiswa.

"Kamu sudah makan?" tanya Azura pula, saat mereka selesai berberes.

"Sudah, ayah dan ibu juga sudah. Tinggal menunggu nanti malam saja, pertunangan kak Ryu dan kak Haruka."

Azura, menganggukkan kepalanya.

Lalu keluar dari dalam kamar itu dan memutuskan mengunjungi kamar ayah dan ibunya.

masuk ke sana, kedua netra Azura langsung membola, saat ia melihat Julian sudah di sini. Duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya dengan tatapan yang serius.

Apa? jangan-jangan Julian mau bilang tentang pernikahan itu? oh my god!. Batin Azura, merutuk.

"Nah ini, yang dibicarakan datang, sini duduk," ucap Adam pada kedua anaknya.

Dengan pikiran yang berkecamuk, Azura duduk lalu disusul oleh sang adik.

"Ada apa Yah? kok serius banget," tanya Agatha, yang tidak tahu apa-apa.

Dan dengan tersenyum, Adam menjelaskan apa yang terjadi. Julian, meminta izin untuk kelak saat mereka kembali ke Indonesia Julian akan langsung melamar Azura.

Dan tak lama setelahnya menggelar pernikahan. Adam setuju setuju saja, asalkan Azura bahagia iapun akan bahagia.

dalam kesempatan itu juga Adam menanyai sang anak, benarkah Azura bersedia menikah dengan Julian.

Setelah menelan Saliva nya dengan susah payah, akhirnya Azura pun menjawab iya, dia bersedia.

Haura, langsung mengucap syukur. Ia sangat bahagia mengetahui sang anak sudah siap untuk menikah.

Apalagi dengan Julian, seorang pemuda yang ia tahu pasti memiliki kepribadian yang baik, bertanggung jawab dan bisa membimbing Azura.

"Ayah dan ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian," ucap Adam, mengakhiri pembicaraan mereka sore itu.

1
Sulati Cus
baru inget blm ksh pdhl dah lama baca
Visencia Alingga
alur ceritanya bagus
Lusiana_Oct13
Makasih thor 🙏❤️
Lusiana_Oct13
lah kan nenek azam juga kenapa azam lebih ke pak rusli dr pd nenek kandung nya kok dia malah gk daapt info nenek menigal
Lusiana_Oct13
azaammmmm mulai cari masalah tingal lo ngomong lg di luar negri kiri. org buat perwakilan kan bisa 😤😤😤😤😤😤😤
Lusiana_Oct13
Nah pak rusli waras
Lusiana_Oct13
berengsek km zaammm
Lusiana_Oct13
wlpn pernikahan di jodohkan km udah tau Bella dr kecil zam km bisa ngomong sm bela klo km tdk suka profesi Bella apa lg Bella udah niat mau berhenti dr model dan si raya juga udah tau azam udah nikah kenapa masih mau jakinin hubungan sama azaam??? pake kerja di rmh Bella dan azaam lg 😤😤😤😤 buat emosi aja
Lusiana_Oct13
Gw pikur si azaam sejenisu di novel sblm nya tau gedenya oon juga 🤣🤣🤣🤣🤣
lia
what??? organ tubuhnya keliatan dong KLO dadanya dibuka 😂😂🤭🤭✌🏼✌🏼
Sri Udaningsih Widjaya
Bagus ceritanya kak
scarlet
sangat baik
🔵◌ᷟ⑅⃝ͩ●Maldini●⑅⃝ᷟ
😘😘
Ney 🐌
geregetan
Elis Apriliyanti
benar2 ibu durjana...menjual anak spy hidup kaya...benar2 pembantu tidak tau diri
Elis Apriliyanti
buat hati bela untuk memberikan kesempatan ke 2
Elis Apriliyanti
thor buat mereka kembali bersatu...buat asam menyesal dan bucin sebucin bucinnya...seperti papa adam
Elis Apriliyanti
1 yg pasti pelakor tetap pelakor
Elis Apriliyanti
raya ttp salah...pelakor tdk tau diri... bela cpt cetai sudah biar asam bebas dgn palakor
Nita Emes: biar azam tau mana yg tulus/Sob/
total 1 replies
Elis Apriliyanti
ibunya raya tdk tau diri...bs jd ibunya sudah niat mau jd ok...sampai tdk tau diri...bpknya raya btl...kalau dipaksakan tdk akan bahagia...jgn samakan ibu haura dgn raya...mereka berbeda...jd ibu tuuu tau diri...nasihat anakmu spy jgn jd pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!