"Tuan, ayo tidur denganku?" Kalimat gila itu Dea ucapkan pada sang boss di bawah kendali alkohol.
Namun Dea pikir semuanya akan berakhir malam itu juga, namun siapa sangka satu sentuhan membuatnya dikejar selamanya oleh sang boss playboy.
"Dea, kamu harus tanggung jawab padaku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 - Nanti Malam
"Kenapa bertanya seperti itu? bukankah sudah jelas di kesepakatan yang pernah kita buat, setelah hubungan kita berakhir semuanya kembali ke posisi semula. Kamu tetap jadi sekretarisku seolah tidak pernah terjadi apa-apa," jawab Alex, Mereka bicara serius sekali dengan posisi tidur dan saling menghadap.
Mendengar jawaban itu Dea menghela nafasnya dengan pelan, sementara Alex sebenarnya sangat benci dengan pembicaraan seperti ini.
Pembicaraan yang mengarah seolah akan ada masalah di depan nanti tentang hubungan mereka berdua. Entahlah Alex bahkan tidak ingin membayangkan Dea pergi dari hidupnya.
Jika, jika suatu saat nanti Alex akan menikah dengan wanita lain dia tetap menginginkan Dea untuk jadi sekretarisnya. Harus seperti itu.
"Iya aku tahu, aku masih ingat dengan kesepakatan kita. Tapi sekarang aku tidak ingin terlalu bergantung dengan kesepakatan itu, jika setelah kamu menikah dengan nona Anita dan keberadaanku mengganggumu aku bersedia untuk mengundurkan diri," jawab Dea, suaranya tenang sekali tapi ketenangan itulah yang membuat Alex benci.
Alex mana tahu jika ada luka di hati Dea saat dia mengucapkan kalimat panjang tersebut, karena sekarang bukan hanya tentang pekerjaan yang Dea bicarakan, tapi juga tentang hidupnya dan hatinya. Bagaimana mungkin Dea sanggup bertahan Di sana saat melihat Alex akhirnya menikah dengan wanita lain.
Bagaimana mungkin Dea bisa menjalani hari-harinya seperti biasa, disaat kenangan mereka rasanya akan abadi di dalam benaknya.
Tidak, Dea pun tidak sanggup hidup seperti itu.
Jika hubungan mereka berakhir maka Dea pun akan menjauh dari hidup dari Alex. karena hanya dengan begitu mungkin dia bisa menemukan ketenangan hidupnya sendiri.
Dan ucapan Dea sangat membuat Alex tak nyaman, seolah pelan-pelan Dea pun ingin pergi dari hidupnya. Sementara Alex tak ingin mengatakan bahwa dia ingin Dea selalu berada di sampingnya bahkan setelah dia menikah dengan Anita.
"Kenapa sekarang kamu jadi seperti ini?" balas Alex kemudian, "Harusnya kita tetap fokus pada kesepakatan yang sudah dibuat, jika tidak bekerja di perusahaanku kamu mau bekerja di mana?" timpalnya pula.
Dea tersenyum getir, benar juga, dia harus bekerja di mana jika keluar dari perusahaan Alex. apalagi sekarang mencari pekerjaan adalah sesuatu hal yang sulit dan lagi posisinya saat ini juga pasti menjadi incaran banyak orang.
"Sudahlah, aku lelah sekali. Aku akan tidur sekarang," ucap Alex, segera memutus pembicaraan di antara mereka berdua karena dia tidak ingin Dea semakin ngelantur.
Malam akhirnya bergulir.
Hari ini semua masih berjalan seperti biasa, baik Alex ataupun Dea terus bersikap profesional ketika berada di perusahaan.
Saat sore hari sebelum pulang Dea dan Juan menghadap Alex untuk membicarakan beberapa hal menyangkut jadwal Alex satu Minggu ke depan. Ada beberapa pertemuan yang dibatalkan, ada juga yang jadwalnya digeser.
Ketika pembicaraan jadi makin serius tiba-tiba pintu ruang kerja tersebut dibuka oleh seseorang. Sontak saja tatapan ketiganya menuju ke arah pintu.
Dan ternyata yang masuk adalah Mama Sandra.
"Ya ampun Ma, tidak bisakah mengetuk pintu lebih dulu," ucap Alex, dia juga langsung berdiri menyambut ibunya.
Dea dan Juan juga berdiri lalu menundukkan kepala sebagai tanda hormat, ini bukanlah kali pertama Dea bertemu dengan nyonya Sandra. mereka sudah saling jumpa dalam keadaan seperti ini, mama Sandra sebagai bosnya dan dia sebagai sekretaris Alex.
"Kami permisi dulu, Nyonya, Tuan," ucap Juan, mewakili Dea juga untuk pamit dari sana. Karena jika nyonya Sandra datang maka tentang pekerjaan pasti akan dimundurkan.
"Tidak usah Juan, lagi pula aku tidak akan lama kalian di sini saja," ucap mama Sandra, bahkan menggerakkan tangan kanannya memberi isyarat agar Juan dan Dea tidak perlu meninggalkan ruangan ini.
Kali ini Juan tidak menjawab lagi, sementara Dea sejak tadi menurunkan pandangannya. Sebab bagaimanapun ada pergolakan batin di dalam dirinya. Karena bagaimanapun meski diam-diam namun dia telah menjadi istri Alex, atau lebih tepatnya simpanan pria tersebut.
Dea merasa malu, merasa hina pula.
"Untuk apa Mama datang ke sini? kalau urusannya tidak penting kan bisa telepon saja," kata Alex.
"Lex, dengarkan mama baik-baik. Kemarin kamu sudah bertemu dengan Anita, jadi alangkah baiknya jika Malam ini kamu mengunjungi rumahnya dan bertemu dengan kedua orang tuanya," ucap mama Sandra dengan tersenyum bahagia.
Jika menurut penuturan Anita, pertemuannya kemarin dengan Alex sangat lancar jadi beliau bisa mengambil kesimpulan bahwa perjodohan kali ini akan lancar sesuai dengan keinginan.
Alex sebenarnya sangat ingin menolak keinginan mamanya tersebut tapi entah kenapa jadi sulit sekali dia ucapkan karena ada Dea di sini, terlebih semalam dia pun sudah mengatakan bahwa pertemuannya dengan Anita berjalan dengan baik.
"Baiklah, nanti aku akan pergi."
"Bagus, mama senang sekali mendengarnya. Baiklah, mama pergi sekarang dan cepat selesaikan pekerjaanmu," balas mama Sandra, dia bahagia sekali. Tanpa menatap ke arah Juan dan Dea, dia pun segara keluar dari ruangan tersebut.
"Kita lanjutkan," ucap Alex yang kembali ke mode profesional.
Dea membuang nafasnya dengan kasar, "Baik, Tuan," jawabnya yang juga ingin tetap mempertahankan keprofesionalannya tersebut.
Hampir jam lima sore akhirnya pertemuan mereka selesai, Alex pergi lebih dulu seperti kebiasaannya selama ini.
Millie sudah pulang jadi di lantai atas itu seolah hanya dihuni oleh Dea dan Juan saja.
"De, kamu baik-baik saja?" tanya Juan, dia adalah saksi kunci dari semua kerumitan hidup Dea. Bahkan bisa dikatakan Juan adalah saksi pernikahannya.
"Menurutmu bagaimana?" tanya Dea kemudian.
"Menurutku berantakan."
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?"
"De, aku tahu, sangat tahu bahwa tuan Alex itu playboy pro player. Meskipun awalnya kamu berpikir tak akan pernah tertarik dengan tuan Alex tapi aku yakin sekarang perasaan mu itu sudah berubah."
Dea terdiam, lagi-lagi menghela nafasnya dengan sangat berat. karena semua yang diucapkan oleh Juan adalah benar adanya. Pertama memang benar bahwa saat ini keadaannya sedang tidak baik-baik saja alias berantakan. Kenapa? karena akhirnya dia mencintai playboy cap badak tersebut.
Pria yang diam-diam selama ini dia umpat kini justru dia cintai dengan begitu dalam.
"Apa terlihat jelas jika aku mencintai pria itu, Juan?" tanya Dea lirih.
"Tidak begitu sih, kecuali saat di Swiss waktu itu," jawab Juan apa adanya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Dea yang benar-benar buntu, tak pernah menemukan jalan keluar dari semua pemikiran di dalam kepalanya.
"Tidak tahu De, bisakah kamu memikirkannya sendiri."
"Hais! Kamu benar-benar teman yang tidak berguna."
"Nanti malam Tuan Alex akan pergi, apa kamu ingin kutemani ke klub?"
udh pergi lah sejauh mungkin de...
yg KB saja bisa kebobolan de , dan Alex juga begitu bisa jadi kbnya bocor dan menghasilkan Alex junior🫰