Seorang gadis yatim piatu tinggal dengan neneknya, bertemu dengan CEO tampan. Pertemuan yang tak di sengaja membuat mereka mereka terikat di sebuah pernikahan.
"Tuan Alex yang terhormat, jangan coba-coba menyentuhku atau kau harus ganti rugi." jari telunjuk Arie menegak tepat di wajah Alex, Arie merasa itu akal akalan Alex agar bisa menyentuhnya.
"Cih.. kau bahkan bukan levelku."
Alex menatap tak kalah mengintimidasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegagalan rencana
Pertempuran tak hanya menjadi satu atau dua ronde, mereka melakukan sampai hampir tengah hari, Arie benar benar di buat kesulitan berjalan, dengan Hujaman yang bertubi-tubi dari senjata Alex.
"lihat hasil perbuatan mu" ujar Arie kesal dia harus meringis menahan nyeri, saat dia melangkah berjalan , dia bahkan tidak bisa berjalan dengan normal.
"hehehe... iya maaf" Alex menyengir kuda, sambil memegangi satu lengan Arie membantunya berjalan.
kruuuukk....
Cacing yang sedari pagi tak dapat jatah, kini mulai berdemo dalam perut Arie. Alex yang bisa mendengar dengan jelas suara perut Arie, tersenyum Kecil.
"kau mau makan apa? kita pesan saja, kau harus banyak istirahat" ucap Alex dengan serius, Arie mengerutkan keningnya.
Sikap Alex yang mendadak hangat dan perhatian, membuat Arie heran, biasanya Alex yang suka seenaknya memberikan perintah kepada dirinya, kini berbalik menanyakan dia ingin makan apa, bukan kah ini pasti ada gajah di balik pohon.
Alex membantu Arie duduk dengan perlahan di sofa, Arie masih tak berkedip memandang heran pada Alex. Alex pun duduk di sebelah Arie dan menyandarkan kepalanya di bahu Arie.
"jangan menatap ku seperti itu, nanti bisa jatuh cinta" ujar Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.
"kamu tuh yang jangan dekat dekat, nanti lengket ga bisa lepas" seloroh Arie, Alex hanya mengedikkan bahunya.
tap ... tap....
suara langkah kaki yang sengaja di hentakan tak membuat keduanya merasa terganggu, Nuwa dengan wajah kesalnya menghempaskan tubuhnya di sofa, yang ada di depan dua sejoli itu.
"Adik ipar, maaf ya aku tidak bisa menyiapkan sarapan untukmu pagi tadi" Arie memasang senyum palsunya.
"tidak apa kak, aku juga tidak begitu lapar" Nuwa tak bisa lagi tersenyum, apa lagi matanya merasa sakit melihat Alex yang begitu nyamannya bersandar di bahu Arie. tanpa memerhatikan kehadirannya.
Ting tong....
"biar aku saja" Alex segera bergegas bangkit dari duduknya, melangkahkan kakinya berjalan menuju pintu.
"Adik ipar terima kasih, permen mu benar benar mujarab, kau lihat aku sampai kesulitan berjalan sekarang" Arie terkekeh melihat wajah Nuwa yang merah padam.
Tak lama Alex kembali dengan menenteng dua paperbag yang penuh dengan makanan.
"kenapa pesan, sebanyak ini" Mata Arie terbelalak saat Alex mulai mengeluarkan box makanan dari paperbag yang di bawanya.
"kau harus banyak makan, mulai sekarang kau harus punya cadangan tenaga extra" Alex mengerlingkan matanya nakal. Arie memutar matanya.
"Nuwa ayo makan" ucap Alex yang baru menyadari adiknya juga berada di sana.
"Aku tidak lapar, aku pergi dulu" Nuwa sudah tak tahan menyaksikan interaksi mereka berdua. Arie menatap kepergian Nuwa dengan senyum kemenangan.
"cepat makan" ujar Alex dengan mulutnya yang penuh.
"iya Tuan bawel" Arie mulai membuka satu box makanannya.
Flashback on.
Dia sudah memakan permen itu, itu akan mulai bereaksi dalam 10 menit, cepat lakukan tugasmu. Nuwa menyeringai setelah menutup sambungan teleponnya.
"suwe ne lift Iki"( lama sekali lift ini) gumam Arie tak sabar, pagi ini dia harus belanja dalam jumlah banyak, karena dapurnya benar benar kosong.
Ting..
Akhirnya pintu lift terbuka, seorang pria nampak berdiri di dalamnya, tanpa banyak berpikir Arie masuk ke dalam lift yang akan mengantarnya ke basement. Perlahan pria itu mulai mendekatinya, Arie pun mundur teratur, merasa risih dengan orang yang terus berusaha mengikis jarak dia antara mereka, sampai akhirnya Arie tak berkutik tersudut di pojok.
"hai nona.. apa aku bisa menemanimu, aku bisa memuaskan mu" bisik pria itu di telinga Arie. Arie merasa jijik dengan perkataan pria itu.
"apa maksudmu" tegas Arie.
"ayolah aku tau kau menginginkannya, tubuhmu terasa panas bukan, aku bisa membuatmu nyaman" hampir saja pria itu menyatukan bibirnya namun tamparan keras sudah mendarat di pipinya.
"kau kurang ajar" pria itu menatap Arie dengan marah, namun Arie bergeming, tak ada raut takut sama sekali di wajahnya.
Akhhh...
pria itu menjerit kesakitan, saat Arie mengigit tangannya. pria itu menarik rambut Arie agar dia melepaskan gigitannya, namun nihil gigi Arie masih tertancap kuat Arie mencengkeram kuat tangan laki-laki itu. lalu menghempaskan bersamaan dengan lepasnya gigitan Arie.
"kau wanita br***sek" laki laki itu mengibaskan tangannya yang terasa sakit, lalu hendak mendekat lagi namun naas. Arie menendang tepat di ***********, membuat pria itu tersungkur memegangi burungnya yang KO.
"jangan macam macam dengan ku" tak puas Arie menendang tubuh pria itu beberapa kali dengan sekuat tenaganya.
Ting...
pintu lift terbuka , Arie bergegas keluar, berlari ke arah mobilnya.
"Onok opo Mba Boss, kok mlayu mlayu" ( ada apa Mba Boss kenapa lari lari)tanya Ipul, saat Arie sudah berada dalam mobil.
"ga popo olahraga, ayo berangkat" jawab Arie dengan nafas yang tersengal-sengal.
"ok" tanpa banyak bertanya Ipul menancapkan gas menjalankan mobilnya.
Sepulang dari pasar Arie mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti biasanya, lalu mengantar makan siang untuk Alex dan kembali ke Apartemen, tak ada yang istimewa, hanya sekarang Arie lebih banyak menatap layar ponselnya, membaca novel atau sekedar berselancar di dunia Maya.
.
.
jam dinding menunjukkan pukul 9 malam, Alex baru saja sampai di apartemen setelah seharian bergelut dengan pekerjaan di kantor.
"Ke kau sudah pulang, apa kau mau ku buatkan segelas orange jus, kebetulan aku mau membuatnya" ujar Nuwa dengan senyum manisnya.
"boleh juga" Alex menghempaskan tubuhnya di sofa, sambil mengendorkan dasinya.
"ke.. ini minumlah" Nuwa menyodorkan segelas minuman segar berwarna oranye.
"terima kasih"Alex langsung menenggak habis minumannya.
"apa Keke bisa menemaniku nonton film"
"aku capek, Nuwa"
"kita nonton di sini, ga usah keluar" rayu Nuwa
"ok, aku mandi dulu, gerah" Alex pun bangkit dan pergi menuju kamarnya, Nuwa Tampa menyeringai menatap punggung Alex yang hilang di balik pintu kamarnya.
sebentar lagi kau akan jadi milikku , gumam Nuwa lirih.
Nuwa sudah menunggu Alex di luar kamarnya, dia sudah berdandan maximal, memakai kaos putih dengan dalam berwarna terang nampak mencolok, di padu dengan celana gemes yang pendeknya di atas paha, tak sabar Nuwa pun mengetuk pintu kamar Alex tanpa jeda.
tok...tok....
tangan Nuwa tak henti mengetuk pintu kayu itu, sampai terdengar jeritan manja Arie dari dalam kamar itu, membuat tangan Nuwa terhenti.
flashback off.
"sial... sial...sial.... "runtuk Nuwa, di dalam mobil miliknya, di berkali kali memukul setir, melampiaskan kemarahannya.
"ini belum berakhir, lihat saja aku akan membuat mu keluar dari rumah itu" Nuwa menginjak pedal gas, melajukan mobilnya dengan kencang.
cewek lain km perhatikan sedangkan istri sendiri km abaikan dasar gob**k