NovelToon NovelToon
Little Tiger : Harga Sebuah Penolakan

Little Tiger : Harga Sebuah Penolakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita / Persaingan Mafia
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Kisah Shen Xiao Han dan Colly Shen adalah kelanjutan dari Luka dari Suami, Cinta dari Mafia, yang menyoroti perjalanan orang tua mereka, Holdes Shen dan Janetta Lee.

***

Shen Xiao Han dan Colly Shen, putra-putri Holdes Shen dan Janetta Lee, mewarisi dunia penuh kekuasaan dan bahaya dari orang tua mereka, Holdes dan Janetta.

Shen Xiao Han, alias Little Tiger, menjadi mafia termuda yang memimpin kelompok ayahnya yang sudah pensiun—keberanian dan kekejamannya melebihi siapa pun. Colly Shen, mahasiswi tangguh, terus menghadapi rintangan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

Di dunia di mana kekuasaan, pengkhianatan, dan ancaman mengintai setiap langkah, apakah mereka akan bertahan atau terperangkap oleh bayangan keluarga mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Xiao Han melangkah cepat menuju ke mobilnya. Wajahnya dingin, namun sorot matanya tajam penuh kendali. Begitu duduk di kursi belakang, ia segera menghubungi seseorang.

"Hallo!" sapa seorang pria di seberang sana.

"Pa, istrimu dikejar orang!" kata Xiao Han tanpa basa-basi.

Di seberang sana terdengar tarikan napas berat, disusul suara tegas yang penuh wibawa.

"Lindungi mamamu dan jangan lepaskan mereka. Setelah aku pulang, aku akan turun tangan sendiri," jawab pria itu, Holder Shen.

"Baiklah!" jawab Xiao Han singkat.

Ia duduk di kursi belakang bersama Colly. Gadis itu masih menahan nyeri di tubuhnya.

Roy segera menyalakan mesin dan mengambil alih kemudi, sementara Monica duduk di sampingnya, siap memberi perintah kapan saja.

"Mari kita ke lokasi!" perintah Xiao Han.

Mobil melaju cepat, meninggalkan lokasi pertarungan yang baru saja berubah menjadi sunyi mencekam.

Sementara itu, di sisi lain kota, Boby dan Yohanes yang berada cukup jauh dari lokasi menahan emosi mereka. Suasana di dalam mobil terasa panas oleh ketegangan yang tertahan.

"Bukankah kau bisa menangkap gadis itu, kenapa malah kalah? Puluhan anggota pun bisa gagal menangkap seorang gadis remaja," kata Yohanes dengan nada geram.

Boby menyeringai tipis, meski rahangnya mengeras menahan amarah.

"Siapa sangka Shen Xiao Han bisa datang. Kita masih ada kesempatan, jadi tidak usah cemas," jawab Boby.

Yohanes menoleh, menatap Boby dengan tatapan penuh curiga.

"Hingga sekarang aku masih belum tahu ada dendam apa kau dengan dia?" tanya Yohanes.

Boby terdiam sejenak. Sorot matanya menggelap, penuh kebencian yang sudah lama terpendam.

"Dia berutang nyawa padaku, dan aku ingin menagihnya," jawab Boby dingin.

***

Di sisi lain, delapan mobil hitam melaju kencang mengejar Janetta di jalan panjang yang sepi. Lampu-lampu depan menyilaukan dari belakang, membelah gelapnya malam seperti bayangan maut yang terus mendekat.

Janetta menggenggam setir erat. Rahangnya mengeras saat ia menginjak pedal gas lebih dalam, mesin mobilnya meraung keras menambah kecepatan. Aspal di depannya seakan memanjang tanpa ujung, sementara dari kaca spion, jarak delapan mobil itu semakin menipis, mengepung dari berbagai arah.

Janetta tiba-tiba memutar setir dengan kasar. Mobilnya berbelok tajam, bannya berdecit keras menggesek aspal. Dalam hitungan detik, ia menginjak rem mendadak, membuat dua mobil di belakangnya nyaris saling bertabrakan.

Tanpa memberi mereka waktu bereaksi, Janetta kembali menginjak pedal gas. Mobilnya melaju liar, lalu berputar setengah lingkaran, menghadang jalur kejaran. Dengan wajah dingin dan mata penuh tekad, ia membuka pintu mobil yang masih melaju.

Janetta meloncat keluar dan berguling di aspal untuk meredam benturan. Di saat yang sama, mobilnya yang kehilangan kendali meluncur lurus ke arah para pengejar.

BRAAAKK!

Satu mobil tertabrak keras, disusul tabrakan beruntun. Tangki bahan bakar tersulut percikan api.

DUAARRR!

Ledakan besar mengguncang jalan sepi itu. Api membumbung tinggi ke udara, serpihan logam beterbangan, dan suara dentuman memecah keheningan malam.

Sebagian utusan Jacky yang berada di barisan belakang mobil segera keluar, berhamburan menjauh dari kobaran api dan puing ledakan yang masih menyebar ke segala arah. Asap hitam membumbung tinggi, disertai suara letupan kecil dari sisa bahan bakar yang terbakar.

Janetta bangkit perlahan, menahan rasa perih di tangannya yang terluka. Lecet di lengannya berdarah, namun ia sama sekali tidak menunjukkan kepanikan. Wajahnya tetap dingin, sorot matanya tajam menatap kekacauan di hadapannya.

Ia merogoh saku jaketnya, mengeluarkan sebatang rokok dan pemantik api. Dengan gerakan santai, Janetta menyalakan rokok itu, mengisapnya perlahan seolah ledakan barusan hanyalah gangguan kecil di malamnya.

Beberapa utusan Jacky mengeluarkan senjata tajam mereka, sorot mata penuh niat membunuh saat perlahan mendekati Janetta yang berdiri tidak jauh jaraknya dari mereka. Cahaya kobaran menyinari wajahnya yang tetap tenang, sama sekali tanpa rasa gentar.

"Siapa bos kalian, katakan padaku, berapa yang dia sanggup bayar? Aku akan membayar dua kali lipat," tanya Janetta dengan nada datar, seolah situasi itu hanyalah negosiasi biasa.

"Tidak perlu sombong, kau harus mati malam ini juga," ujar salah satu preman sambil menggenggam senjatanya lebih erat.

"Walau pun mati aku harus tahu siapa yang ingin aku mati, setidaknya aku tidak menjadi hantu penasaran," jawab Janetta dengan senyum tipis yang justru membuat suasana semakin mencekam.

"Kau hanya seorang wanita biasa, kenapa kau bisa lolos dan berani melompat dari mobil?" tanya salah satu dari mereka, jelas tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan.

"Pertanyaan bodoh," ucap Janetta singkat.

"Serang!" perintah salah satu preman itu.

Empat pria langsung bergerak serentak, mengayunkan senjata tajam ke arah Janetta.

Namun sebelum mereka sempat mendekat, Janetta sudah lebih dulu bergerak. Dengan gerakan cepat dan terlatih, ia mengeluarkan pistol yang biasa ia gunakan, mengarahkannya ke kaki dan tangan mereka.

Suara tembakan memecah malam. Satu per satu peluru bersarang tepat sasaran.

Keempat pria itu menjerit kesakitan, senjata mereka terlepas dari genggaman dan terjatuh ke aspal. Tubuh mereka ambruk bergantian, tidak lagi mampu melanjutkan serangan.

Janetta berdiri tegak di hadapan mereka, pistol masih terangkat, matanya dingin dan penuh peringatan—malam itu, jelas bukan dirinya yang akan menjadi korban.

Janetta menurunkan pistolnya sedikit, menatap para pria yang tergeletak sambil meringis kesakitan.

"Tidak berguna sama sekali, bagaimana kalian menjadi mafia kalau selemah ini," ucap Janetta dengan nada dingin dan meremehkan.

Ia melangkah lebih dekat, ujung sepatunya berhenti tepat di depan salah satu pria yang terluka parah.

"Katakan siapa bos kalian!" titah Janetta, suaranya tegas dan penuh tekanan.

Salah satu dari mereka menelan ludah, menahan rasa sakit sambil memegangi lengannya yang berdarah.

"Tidak tahu… kami hanya menerima panggilan dan bayaran. Kalau berhasil membawa kepalamu ke hadapannya, bayaran kami akan digandakan," jawabnya terengah.

Janetta tersenyum sinis, tatapannya semakin tajam.

"Dia tidak berani tampil. Itu artinya dia hanya seorang pengecut," katanya dingin.

Di saat itu, suara mobil berhenti mendadak terdengar dari kejauhan. Beberapa kendaraan berlogo Tiger tiba di lokasi, memecah kesunyian malam. Pintu mobil terbuka dan Colly langsung turun, berlari menghampiri ibunya.

"Ma!" seru Colly panik.

Gadis itu langsung memeluk Janetta, disusul Xiao Han yang berjalan cepat bersama Monica dan Roy.

"Ma, Mama tidak apa-apa?" tanya Xiao Han dengan wajah tegang, matanya menyapu luka-luka di tubuh ibunya.

"Tidak apa-apa, hanya luka ringan," jawab Janetta tenang. Ia membuang puntung rokok ke jalan, lalu menginjaknya perlahan hingga padam, seolah semua yang terjadi hanyalah gangguan kecil dalam malamnya.

“Tahan mereka dan siksa, sambil menunggu papa pulang!” perintah Xiao Han tanpa ragu.

Anak buah Tiger segera bergerak, menarik para pria itu dengan kasar dan memborgol tangan mereka. Tidak ada satu pun yang berani melawan.

“Mereka tidak tahu siapa yang membayar. Hanya perintah dari telepon saja. Sepertinya orang itu memang musuh kita… dan sedang menunggu waktu yang tepat untuk muncul,” kata Janetta dengan nada serius.

Monica mengangguk cepat, lalu mengangkat tangannya memberi aba-aba.

“Sita ponsel mereka dan periksa rekening mereka sekarang juga!” perintahnya tegas.

“Ma, tangan Mama terluka, lebih baik kita ke rumah sakit,” kata Xiao Han sambil menahan emosi.

Janetta melirik luka lecet di lengannya, lalu tersenyum tipis.

“Tidak perlu. Luka ini tidak apa-apa bagiku. Kita pulang saja, nanti Mama obati sendiri,” jawabnya tenang.

Xiao Han kemudian menoleh ke arah Colly yang juga tampak kelelahan dan terluka.

“Colly juga terluka. Kita obati dulu,” katanya dengan nada tak bisa dibantah.

Ia lalu menatap Monica dan Roy.

“Monica, Roy, kalian urus mereka,” perintah Xiao Han sebelum berbalik, bersiap membawa ibu dan adiknya pergi dari lokasi yang perlahan kembali sunyi.

1
Tiara Bella
wah penuh misteri ini propesor Zhou...
Tiara Bella
bagus ceritanya aku suka.....
Tiara Bella
bakalan pada kapok ini mah yg mengusik keluarga mafia satu ini.....
Tiara Bella
gk bisa berkata² aku....mafia dilawan
Bonny Liberty
situ emang orang tua ODGJ,👿
Maria Mariati
hellehhh udah ke tepi jurang ga jadi lahhh,balik lagi takutt ga bisa naik lagi,udah emosi sama authorr masa bikin mafia pekok main perempuan 🤣🤣🤣
Pikachu: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 1 replies
Tiara Bella
plot twist bngt aku suka.....diluar dugaan semua 😍💪
Tiara Bella
siapa yg dimaksud kakak....masa Jacky
Ayu lestari Ayu
sengaja baru baca ceritanya, nunggu episode banyak dulu baru baca,,, ceritanya GK kalah menarik dari yg season 1,,,😘
Bonny Liberty
kamu kira wanita itu apa😏merendahkan diri sendiri,spek Nyonyah besar aja bisa di duain, apa lagi bocil modal ngangkang doang 👿🤪🤭
Maria Mariati
kapokkkk ,baru nyesel kan telattttt 🤣🤣🤣
Mineaa
bravo mommy janetta........💪
Bonny Liberty
kaga usah di pikir,tar pala loe meledak ga kuat mikir perang elit...sok..sokkan nantangin👿👿👿🤪😏
Bonny Liberty
sudah kebayang kaga kalau harga dirimu sudah kaya penyedap rasa saset 😏🤪👿
Maria Mariati
masuk kandang singa semua 🤣🤣🤣
Inez Putri
menarik. br pertm q baca peran utama cwok,selingkuh. biasa akan bucin. apa lg dl mendptkannya,memperjuangkan menentang smua klan. apakah ada peran cwok utama yg akan muncul.
Maria Mariati
bocah ,singa di lawan,makan tuhh mangsamu janete,bodoh tuh anak,mana ada laki2 udah di bayar trus di nikahin,hehhhh bodoh
Bonny Liberty
badan sih kaga tapi ❤️‍🩹😏
Bonny Liberty
kaga perlu mengaum mba,cukup main cakar,sepi,tiba - tiba /Skull//Chuckle/
Bonny Liberty
kan ga kepikiran sampe situ,cuman mikir sampe dalam rok doang🤪 yang penting aku😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!