NovelToon NovelToon
Jodohku Ternyata Lurah

Jodohku Ternyata Lurah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Wanita Karir / Keluarga / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Menurut Azalea Laire, dirinya mempunyai bapak kolotnya minta ampun. Jaman sekarang masih saja dijodoh-jodohkan, mana pakai ada ancaman segala, dimana kalau tidak mau dijodohkan, dirinya akan ditendang bukan lagi dari keluarga, tapi di depak dari muka bumi.

Azalea geram di tagih perjodohan terus oleh bapaknya, sehingga dia punya niat buat ngelabrak pria yang mau dijodohkan olehnya agar laki-laki itu ilfeel dan mundur dari perjodohan. Tapi eh tapi, ketika Azalea merealisasikan niat itu yang mana dia pergi ke desa untuk menemui sang jodoh, ternyata dia melakukan kesalahan.

Ternyata jodoh dia adalah Lurah.

Terus kira-kira masalah apa yang udah dibikin oleh Azalea? Kira-kira masalah Azalea ini bikin geram atau malah bikin cengar-cengir?

Nyok kita pantengin aja ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wawancara Cinta

Azalea tadinya bingung mau jawab apa ketika ditanya bersediakah di wawancara. Pasalnya ia tengah tidak bersama dengan Hagia. Dan ia sadar betul terkenalnya ia sekarang tak terlepas dari peran cowok itu. Apalagi masyarakat mengenal mereka sebagai Halea, jadi apa-apa sebaiknya mereka lakukan berdua. Begitu pikir Azalea.

Namun, sebelum Azalea sempat melangkah mundur seraya mengatupkan tangan, tangan Hagia mendarat lembut di pundaknya. Cowok itu entah muncul dari mana, tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya dengan senyum tenang yang seolah mengatakan tenang, ada aku.

"Wah Mas Hagia datang, sudah lengkap ini. Bisa minta waktunya sebentar? Kita dari tim investigasi artis sosial media," seru sang reporter menyodorkan mikrofon berlogo hiburan itu tepat di depan wajah mereka.

Azalea melirik Hagia dengan kode mata tolong-ini-gimana. Hagia tersenyum, memberikan aura protektif yang justru membuat suasana semakin memanas bagi para kru kamera.

"Boleh, silahkan. Kami siap ditanya-tanya." jawab Hagia.

"Siap, Mas Hagia! Oke, langsung saja ya. Ini fans lagi heboh banget di media sosial. Soal ucapan sayang tempo hari... jujur ya, itu sebenarnya berasal dari hati yang tulus atau bagaimana? Soalnya penonton dibuat baper. Banyak yang bilang dari pancaran mata kalian itu mengisyaratkan cinta yang tidak bisa bohong," cecar sang reporter dengan semangat menggebu.

Hagia terdiam sejenak, lalu senyam-senyum. Ia melirik ke arah kamera, kemudian beralih menatap Azalea sekilas sebelum menjawab.

"Hm, gimana ya? Sebenarnya itu bentuk improvisasi di atas panggung. Kami ingin memberikan yang terbaik buat penonton. Biar apa tuh namanya... ya, biar chemistry-nya lebih dapet saja. Berusaha menampilkan sesuatu yang lebih 'wah' ke publik. Jadi, ya, kita profesional saja sih." Jawab Hagia.

Reporter itu tidak puas. Ia justru semakin mendekatkan mikrofonnya. "Profesional ya? Tapi masa sih, Mas? Tatapannya itu lho, kaya bukan cuma sekedar berlakon. Di luar sana sudah ada basis penggemar Halea. Banyak juga bukti-bukti kedekatan kalian yang tertangkap kamera. Apakah betul kalian sudah jadian? Coba jelaskan sebenarnya hubungan kalian itu sudah sampai mana?"

Mendengar pertanyaan itu, Hagia tampak bingung. Ia kembali melirik Azalea. Ia malah memberikan mic tersebut ke arah Azalea. Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya, ia tak bisa menjawab pertanyaan.

"Kalau soal itu coba kita tanyakan langsung ke Azalea," ujar Hagia sambil tersenyum lebar.

Konyol banget emang nih cowok. Bisa banget ngelemparin jawaban yang gue aja gatau jawab apa. Ini gue harus jawab apaan woy! Batin Azalea ingin menangis.

Azalea melotot kecil ke arah Hagia. Sambil cengar-cengir ia pun akhirnya menjawab.

"E-eh hubungan kami...Ya, sejauh ini kita itu teman dekat," jawab Azalea singkat. Hagia memandang Azalea dengan tatapan lain.

"Teman dekat? Maksudnya apa nih? Yakin cuma teman dekat saja?" goda si reporter sambil tertawa kecil, memancing reaksi lebih.

Azalea lalu jawab dengan nada bercanda yang ambigu "Ya... teman yang terlalu dekat sih sebenarnya. Terlalu dekat sampai kadang batasnya tipis banget, haha!" Azalea membekap mulutnya.

"Wawawaw! Apa nih? Teman terlalu dekat?" Kru kamera dan orang-orang di sekitar langsung bersorak riuh. Jawaban Azalea justru menjadi bensin dalam api rasa penasaran publik.

"Ya... itu, dibilang teman tapi terlalu dekat." Ulang Azalea, ia membatin semoga Hagia peka untuk segera menembak dirinya jadi pacar.

Sedangkan Hagia, ia tampak berfikir mencerna apa maksud dari perkataan Azalea. Ia menerka-nerka sendiri di dalam hati, namun raut wajahnya tetap tersenyum dengan jalannya wawancara cinta ini.

Wawancara berakhir dengan sejuta tanda tanya. Tim media itu pamit dengan wajah puas karena mendapatkan konten mahal, sementara publik masih akan menebak-nebak apakah Halea sudah resmi atau masih dalam fase saling nyaman tanpa status?

Setelah kerumunan itu menjauh dan suasana kembali tenang, Hagia menarik Azalea sedikit menjauh dari keramaian. Suasana desa yang asri dengan angin sepoi-sepoi itu menambah kesan romantis yang tidak disengaja.

Hagia membungkuk sedikit, mendekatkan wajahnya ke telinga Azalea. Napas hangatnya terasa menyentuh kulit serta daun telinganya, membuat bulu kuduk Azalea meremang seketika.

"Aku nggak mau punya hutang," bisik Hagia.

Azalea mengerutkan kening. Ia ngikutin Hagia, ambil posisi berbisik ke telinga laki-laki itu. "Hutang apa?"

"Hutang janji. Kamu bilang mau main ke rumahku, kan? Mumpung hari ini waktunya pas, sekarang aku mau merealisasikannya. Kamu mau nggak ke rumahku sekarang?"seru Hagia lewat bisikan lagi. Bisikan itu bagi yang melihatnya malah seperti kedekatan yang bikin meleleh.

Mata Azalea membulat. Jantungnya serasa mau copot. Beneran ini ke rumah Hagia? Itu artinya bertemu dengan orang tuanya alias calon mertua?

"Sekarang banget?" tanya Azalea.

"Iya, sekarang. Tapi kalau kamu nggak bisa ya gak apa-apa. Bisa lain waktu."

"Bisa kok bisa." Jawab Azalea cepat.

Sepanjang perjalanan di dalam mobil menuju rumah Hagia, pikiran Azalea mendadak penuh dengan bab Pelajaran Sopan Santun. Ia mendadak teringat semua petuah orangtuanya di rumah tentang bagaimana menjadi tamu yang baik, apalagi saat berkunjung ke rumah calon mertua.

Harus sopan santun. Jangan duduk sebelum dipersilakan. Kalau bicara harus menatap mata, tapi jangan menantang. Jangan terlalu banyak main HP. Tawarkan bantuan kalau di dapur.

Azalea mengecek penampilannya di cermin mobil untuk yang ke sepuluh kalinya. "Kak, kita nggak beli apa-apa dulu?"

"Memangnya kamu mau beli apa?"

"Buah, kue, atau apa gitu yang berupa makanan."

"Nggak usah, aku udah siapin tuh belakang."

Dan benar saja, di jok penumpang banyak sekali paper bag dan juga plastik kantong.

.

.

Bersambung.

1
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
kamu salah paham. tapi aku suka. biarkan kesalah paham ini, semakin panjang /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya, punya ayahmu. tapi kamu pewarisnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
heleehhhh, modus mu /Facepalm//Facepalm//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan ternyata itu ialah nomor sang penipu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebegitu khawatirnya hagia sama lea. apalagi itu, jika bukan cinta
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
ooo, lebih privasi gitu maksudnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia memang menyukai mu hagia. seharusnya bukan akting yg ditunjukkan tapi kebenaran
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
fokus leaaa, fokus /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
aku suka sama pikiranmu
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
nah kan, akhirnya kamu sadar lea
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia bukan khawatir kamu patah hati Lea. yang dia khawatirkan kamu berhasil berada di hati Hagia. walaupun itu, memang benar adanya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Sebutkan nama lengkapnya Yahh /Facepalm//Grin/
〈⎳ FT. Zira
eaaa katahuannn
〈⎳ FT. Zira
aduh alasannya/Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
lahhh... kelihatan banget jadinya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
zenuuuuuunnnnnnn nackal sekali kamuuuhhhhhhh. ihhh geeemmmeeessshhhh
Zenun: iiih ada akak😄🥳👍
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
tapi anak nya lagi ngambek lho Pak,Bu
karena Hagia salah ngomong
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez: Gak sabar liat reaksi Azalea nantinya 😆😆😆
total 2 replies
Felycia R. Fernandez
weeeeh lurah 😍😍😍😍😍😍😍😍
Felycia R. Fernandez: kk Thor jago visual nih 👍👍👍
total 4 replies
Felycia R. Fernandez
jiaaaah 😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez: aku itu 😆😆😆😆😆🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
tinie
aaah gak ada yg jujur😔😔🤔
Zenun: eps selanjutnya dikit-dikit kebuka kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!