NovelToon NovelToon
Teman Kakak Ku

Teman Kakak Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Patahhati / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Octaviandri23

18+

Milly hanya bisa memendam perasaannya terhadap seorang pria tampan yang merupakan teman kakaknya sendiri.

Pria itu dingin, sulit digapai. Pria yang irit bicara. Dan hanya kepada Milly pria itu bersikap tak acuh.

Hingga suatu ketika Milly mulai menyerah akan perasaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Octaviandri23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Aku Merindukan Mu

Belum ada kata puas bagi Sang Pencipta menguji jalan hidupnya. Ibarat tokoh Wayang yang dipapah dan dituntun untuk bergerak oleh sang Dalang sedemikian rupa, melakukan seperti apa yang diinginkannya, mengatur alur cerita yang telah ia susun. Dan saat ini alur cerita tersebut memasuki alur konflik. 

Sudah kesekian kalinya El bertatap muka dengan ibu kandungnya - yang sudah lama El tidak menganggapnya lagi - dan kali ini El harus bertatap muka secara langsung dengan seorang pria gagah yang ia temui di sebuah gerai kafe di tengah pusat kota, dilihat dari kejauhan saja El bisa merasakan aura kharismatik pada pria tersebut, tubuh tinggi nan tegap terbalut dengan pakaian kantor berwarna biru, menyeruak samar aroma parfum musk darinya ketika ia semakin dekat dengan posisi El, aromanya begitu kuat namun tidak menggangu penciuman El, menambah nilai plus dalam penampilannya saat ini.

Pria gagah tersebut seorang Investor yang tertarik untuk menanam saham di perusahaan Orang Muda Group, dan El ditunjuk langsung oleh kepala Divisi untuk mempresentasikan laporan laba dan profit perusahaan padanya, pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ayah tirinya sendiri.

Ayah tiri ? El sama sekali tidak pernah menganggapnya sebagai seorang Ayah tiri, ataupun seorang cameo di dalam kehidupannya. Mencoba untuk tidak mempedulikannya sedikitpun terhadap pria yang sudah berdiri dihadapan El dan menyapanya dengan hangat. Cukup hanya berperan penting dalam pekerjaan, tidak melebihi itu.

Di sana El tidak menemuinya sendirian, tentu ia ditemani oleh 2 staf dan salah satunya adalah Karmila. Dan pria itu juga tidak sendiri, ditemani oleh Sekretaris cantik serta staf legalnya.

Berusaha bersikap profesional, El menyambut kedatangan pria itu dengan berjabat tangan, juga sebuah senyuman khasnya. Sampai akhir pertemuan pun orang-orang yang menyaksikan mereka berdua tertipu dengan semua sikap hangat El, padahal sebaliknya El muak dan ingin segera mengakhiri pertemuan hari ini.

Pria gagah tersebut juga tak sungkan melayangkan beberapa kata pujian perihal kinerja Orang Muda Group -terutama El - mengatakan jika kepala Divisi tidak salah menunjuk El untuk menemuinya, pembawaan yang tenang namun penjelasannya begitu lugas sehingga mudah dicerna. Tanpa meminta persetujuan dari pihak legal pun, pria tersebut tak ragu untuk menandatangani surat kesepakatan yang telah disiapkan. Setelah ditanda tangani, masing-masing diantara mereka kembali berjabat tangan dan beranjak hendak untuk pamit.

"Pak Elkana, bisakah saya berbicara dengan Anda berdua saja disini ?" 2 rekan El dan staf pria tersebut saling pandang dan berlenggang pergi meninggalkan 2 pria itu, setelah El mengangguk menyetujui permintaannya. Seketika suasana disana berubah menjadi dingin, ketika El mulai menunjukkan ekspresi tidak sukanya terhadap pria itu.

"jika ada pertanyaan perihal laporan dana atau-"

"kamu tau kalau saya tidak ingin membahas tentang perjanjian kontrak. Saya ingin bahas tentang--masalah kita." kata pria itu, begitu tenang dan tegas.

"saya tidak merasa memiliki sesuatu masalah pada Anda, jadi saya-"

"bisakah kamu mendengarkan semua penjelasan saya dulu sebelum pergi ? Kenapa kau sangat pengecut El, apa nggak bisa menyelesaikan-"

"saya hanya tidak sudi berbicara dengan seorang pria yang tidak tau diri mengganggu kehidupan saya, merebut apa yang menjadi hak saya," celetuk El cukup menohok, berhasil membuat pria gagah tersebut tercekat dengan salivanya sendiri.

"jika Anda ingin saya menjauhi dari wanita itu, sudah saya lakukan ketika saya melihat wanita itu pergi bersama mu. Dan saya pun tidak mencoba untuk mencari atau menganggu kehidupan kalian, oleh sebab itu saya berhak meminta Anda untuk tidak menganggu kehidupan saya lagi. Saya tetap bersikap profesional bila kita bertemu dalam hal pekerjaan, Anda bisa pegang omongan saya." jelas El panjang lebar. Sejenak mereka saling bersitatap dengan berbagai ekspresi, lalu El memutuskan pandangannya dan melenggang pergi untuk kembali ke kantor. Tapi lagi-lagi pria itu menghalau langkahnya, mencegah El pergi.

"tapi Risma merindukan mu, El." pria itu menatap El gundah sembari membuang nafas frustasi, membayangkan isterinya tak berhenti menangis karena merindukan El setiap harinya. Beberapa kali juga terlihat suka melamun sendirian hingga kesedihannya menjelma menjadi mimpi buruk yang terus membayanginya setiap malam. Ia berharap setelah menceritakan kesedihan isterinya, El akan berpikir dan mencoba memberikan kesempatan untuk saling bertemu.

Tapi berbeda dengan El, ia sama sekali tidak memikirkan hal tersebut.

"tapi saya tidak merindukannya," ucapnya dengan suara sedikit tertahan akan geram dan ingin marah. Namun melihat pengunjung kafe semakin ramai, El berusaha menjaga sikap. Jangan sampai perdebatannya mengundang perhatian dan perjanjian kontrak antara perusahaan bersama pria itu dibatalkan secara sepihak. El tidak mau hal itu terjadi.

Ferry Irawan Halim-- seorang Investor terkenal dalam piawainya mengendalikan semua dana sahamnya. Beberapa perusahan terbuka, Vila, Resort, puluhan tanah serta hasil penanaman modal di bidang perkebunan sudah digenggam kuat oleh Ferry. Dan hasilnya ia memiliki nama besar dan  tercatat dalam salah satu dari 10 orang yang berpengaruh di dalam dunia bisnis Asia berdasarkan majalah Forbes selama 2 tahun berturut-turut.

Dan saat ini orang penting tersebut sedang berusaha keras untuk mencoba berbicara pada El, yang ia tahu hati pria itu sudah menjadi keras sejak ia melihat Risma meninggalkannya dan pergi bersama Ferry.

Ferry tahu diri bahwa hal ini adalah dampak dari semua apa yang ia lakukan pada El, sehingga pria dihadapannya ini tak sungkan untuk menatapnya nyalang. Ia pun juga merasa menyesal karena telah memaksa Risma untuk pergi meninggalkan semua masa lalunya, termasuk El.

"tapi bisakah kamu menemui Risma --walau sebentar saja-- setelah itu kamu bisa pergi. Setidaknya perasaan rindunya sudah terbayarkan sedikit,"

El membenarkan pendapat umum perihal 'orang kaya raya tidak semuanya kaya raya akan perasaan'. Hanya bisa memikirkan dirinya sendiri tanpa melihat perasaan orang lain dan keadaan sekitar. Terkadang El bingung sendiri kenapa mereka menyamakan pandangan antara pola hidup dunia bisnis dengan pola kehidupan.

El tidak mau memikirkan bagaimana jalan pikir Ferry saat ini, El ingin pria tua itu tahu bahwa ia tidak ingin bertemu dengan Risma walau hanya sedetik.

Namun sebelum El menolaknya, pandangannya sudah mendapati sosok wanita yang telah mereka bicarakan sedari tadi. El berkesimpulan bahwa mereka memang sengaja menggunakan momen ini agar mereka saling bertemu. El semakin muak.

Risma-- wanita paruh baya nan anggun tak kuasa menahan bendungan air matanya saat maniknya bertemu dengan manik El. Anak semata wayangnya, begitu ia cintai setelah dirinya, masih sama seperti dulu.

Tambah tampan dan bertubuh tinggi, begitu cocok mengenakan pakaian kantor berwarna coklat membaluti tubuhnya, bahkan lekukan otot tubuh El tercetak dibalik pakaian itu, Risma tersenyum senang akhirnya El semakin memperhatikan kebugaran badannya. Sebab dulu El begitu cuek hingga ia berkali-kali jatuh sakit. Penggalan ingatan yang terus bermunculan membuat buliran air matanya tak berhenti untuk terus berjatuhan.

Perlahan tapi pasti Risma melangkah mendekati 2 pria yang ia cintai tersebut. Pandangannya hanya terpaku menatap El yang menatapnya dingin. Awalnya Risma rahu dan takut, tapi kembali ia memberanikan diri untuk mendekati anaknya, ingin meluapkan rasa rindu dan harunya bertemu dengan El, kalau bisa ia ingin sekali memeluk pria itu.

Sebelum Risma berhasil mengikis jarak mereka, El melangkah mundur dan spontan Risma berhenti di tempat.

"saya harus segera balik ke kantor, masih banyak pekerjaan yang harus saya urus. Terima kasih,"

El membalikkan badan dan melenggang pergi begitu saja, menghiraukan panggilan Risma yang terdengar parau. Risma tahu panggilannya masih bisa didengar tapi El memang sengaja untuk tidak menoleh ke belakang, membiarkan panggilan itu bergema hinga tidak terdengar lagi ketika El sudah keluar dari kafe tersebut.

Segera El berjalan cepat ke mobil yang ia parkir di halaman depan dan melesat pergi.

Ferry segera memeluk Risma yang mulai terisak pilu, pertemuan yang sengaja mereka buat tidak sesuai dengan harapan. Dari awal Risma sudah memperingati hatinya agar tidak terlalu mengharapkan El akan menerimannya lagi, namun niatnya bertolak belakang dengan keinginannya. Risma tidak bisa membendung rasa sedih dan rasa senangnya bertemu dengan El.

Sudah beberapa tahun ia tidak bertemu, lalu ia melihat El lagi saat peristiwa pertengkaran antara El dan Nathan di depan rumahnya persis, saat itu El sedang memaksa Milly untuk pulang bersama sahabatnya yang Risma kenali sebelumnya, Adit.

Dari situlah Risma mulai mencari tahu melalui Milly dan juga Nathan, bagaimana jalinan hubungan antara El dan Milly hingga pria itu sangat marah melihat kedekatan Milly dan Nathan. Sampai Risma tahu bahwa El dan Milly saling menyukai, dan Nathan tidak menyukai kebenaran tersebut.

Bersamaan ia juga menemukan sesuatu hal yang ganjil, ia curiga Nathan sudah mengetahui siapakah Elkana sebenarnya setelah sekian lama. Ia ingin menampik tapi Risma yakin Nathan sedang menyembunyikan sesuatu darinya, dan yang ia tahu sekarang sikap Nathan mulai berubah dingin padanya sejak kejadian pertengkaran dengan El tempo lalu. Dimana Risma khilaf memarahi Nathan dan cenderung membela El.

Untuk pertama kalinya Nathan memberikan tatapan tidak suka pada Risma.

Semakin hari keadaan terus memintanya untuk segera menguak semua kebenaran, umtuk itu Risma akan mempersiapkan waktu yang tepat, semua hal yang saling berkaitan akan Risma ceritakan, baik pada Nathan maupun El. Nathan juga harus tahu bahwa Risma memiliki anak laki-laki dari mantan suaminya terdahulu, dan menjadi seorang kakak bagi Nathan, orang itu adalah El.

Dan sampai kapanpun Risma mau melakukan apa saja agar El mau memaafkannya. Sudah cukup ia menderita atas semua kesalahan dan rasa penyesalan selama bertahun-tahun, Risma ingin El kembali ke dalam pelukannya, memanggilnya lagi dengan panggilan Ibu.

Serta ia ingin dan berharap bahwa nantinya mereka bisa berkumpul bersama lagi layaknya keluarga utuh yang bahagia.

***********************************

1
Gladys Harlida
kereeen👍 dari 2025 balik lagi kesini setelah berapa tahun. sungguh romansa masa muda yang indah, penuh perasaan sekaligus menggebu2, liar & sex*y diselingi background problematika keluarga. semua plot & tokoh digambarkan dengan realistis & natural. bukannya saya mensupport se*x pranikah ya.. tapi romantika macam ini akan terkenang indah & manis kelak hingga puluhan tahun menikah. dan bagusnya El & Milly konsisten sampai nikah walau El itu tipe bad boy hot sih sampai dia punya anak gadis.. plus nya dia setia aja. se-noveltoon saya paling suka cerita ini. 😍
Muna Junaidi
😍😍😍
sakura
....
Ran Aulia
Terimakasih kak, ceritanya bagus.👍👍👍😍😍
Riri
oh, tenang El, q berhasil LDR-an 6 tahun, sekarang anakq Uda sepasang...
May Keisya
🤣🤣🤣🤣
May Keisya
😭😭😭😭😭
May Keisya
knp jadi gitu😭😭😭
May Keisya
🤣🤣🤣🤣
May Keisya
jawaban yg sgt bagus🤣🤣🤣
May Keisya
gubrak 🤣
May Keisya
🤣🤣🤣
May Keisya
sadis amat🤣
May Keisya
🤣🤣🤣
May Keisya
gubrak😂...tidak sesuai ekspektasi 🤣
May Keisya
lah kan hp Milly di pasang GPS ma Adit...bkln ketauan
May Keisya
ganggu nih org🤣🤣🤣
May Keisya
yg anteng ya dit😂
May Keisya
ya ampuuun 😂😂😂🤣...PD ngintip toh🤣
May Keisya
ih ga kebayang bau keinget🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!