Bunga Adelwis memiliki IQ di bawah rata rata , bandel , suka bolos , tentunya sering mendapat hukuman dari guru , terutama guru tampan dan galak pujaan hati siswi seantero sekolah .
Karna surat wasiat dari mendiang kakek Bunga . Ia pun harus menikah dengan seorang pria , yang ternyata guru paling galak disekolahnya ,cucu dari sepupu kakek Bunga . Dan bisa di bilang , Guru galak calon suaminya itu adalah sepupu jauhnya .
"Mama ! Bunga gak mau menikah sekarang ! titik ! , apa lagi dengan Guru galak itu , Bunga gak suka Ma !" bantah Bunga .
"Mama juga inginnya seperti itu sayang !, Tapi ini sudah wasiat mendiang Kakekmu !"
"Kenapa harus sekarang Ma !, apa gak bisa setidaknya Bunga lulus SMA dulu !" tawar Bunga .
"Apa kamu tega menolak permintaan Nenek Marni yang lagi sakit ?. Dia sangat ingin melihat cucu satu satunya menikah !" tanya Ibunya Bunga .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Bunga keluar dari dalam mobil dengan senyum yang terus terpancar dari bibirnya . Melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya dan Arya . Arya sudah benar benar membuat Bunga jatuh cinta .
"Aaa...!"Jerit Bunga , saat ia merasa tubuhnya melayang. Arya tiba tiba mengangkat tubuhnya dari belakang .
"Pak Arya !"
"Kenapa dari tadi senyum senyum ? Hayo..!" tanya Arya tersenyum . Tadi setelah ia masuk rumah , ia menunggu Bunga di balik pintu , mengintip Bunga dari jendela kaca , ia melihat Bunga berjalan senyum senyum sendiri .
Wajah Bunga langsung merah merona karna Malu ," Gak ada !" jawab Bunga , menggeleng gelengkan kepalanya , menyembunyikan wajahnya ke dada bidak Arya , ia benar benar malu karna sudah ketangkap basah senyum senyum sendiri .
Arya semakin mengembangkan senyumnya , melihat istri labilnya malu malu menggemaskan . Ingin rasanya Arya memakan habis istrinya saat itu juga , tapi ia harus menahannya .
"Sepertinya istriku lagi kasmaran !" ucap Arya .
"Gak !!" pekik Bunga manja .
"Trus kenapa tadi senyum senyum ?" tanya Arya lagi . Bunga menggeleng gelengkan kepalanya lagi .
Arya mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu membiarkan Bunga di pangkuannya , mendekap Bunga yang masih menyembunyikan wajahnya ke dalam pelukannya , mencium pucuk kepala Bunga .
"Suka ya ? ciumanku tadi !" goda Arya .
"Pak Arya..! " rengek Bunga manja , masih tak berani mengangkat kepalanya .
"Apa istriku sayang ? cintaku , gadisku !." gemas , Arya pun mendongakkan wajah Bunga ke arahnya , kemudian mengecupi pipi tembem Bunga , terakhir mengecup bibir Bunga yang mengerucut .
"Hm...?"
Bunga menggeleng gelengkan kepalanya , emang ia mau jawab apa , ia cuma malu .
Kemudian Arya pun berdiri dari sofa , menggendong tubuh Bunga , membawanya ke arah kamar Bunga .
"Buka pintunya sayang !" ucap Arya supaya Bunga memutar knop pintu kamarnya .
Bunga pun memutar knop pintunya dan Arya mendorong daun pintunya dengan lututnya , sampai pintu terbuka sembari berjalan masuk ke dalam kamar . kemudian menurunkan Bunga dari gendongannya .
"Selamat istirahat sayang !" ucap Arya , mengecup kening gadis yang lagi masa pertumbuhannya itu lama . Bunga , ia hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum .
"Aku pergi dulu , nanti aku cepat pulang !" pamit Arya . Bunga menganggukkan kepala lagi . Arya mengacak acak ujung kepala Bunga sambil tersenyum , kemudian keluar dari kamar Bunga .
Begitulah Arya setiap hari , ia sangat sibuk , membuat ia tidak punya banyak waktu dengan Bunga . Pagi sampai siang ia mengajar , setelah mengantar Bunga pulang ke rumah , ia pergi lagi mengecek usahanya , malam hari baru ia pulang .
Bunga yang di tinggal Arya di dalam kamar , langsung menghamburkan tubuhnya ke atas tempat tidur . Menenggelamkam wajahnya di bantal guling , kedua kakinya ia naik turunkan secara bergantian . Meskipun Bunga sudah pernah pacaran , tapi baru kali ini ia merasakan bagaimana yang namanya kasmaran .
Ah ! Bunga ! sepertinya kamu sudah gila , kok bisa bisanya kamu jatuh cinta sama si burung gagak itu ?, batin Bunga , tersenyum sambil mengacak acak rambutnya .
Bunga pun memegang bibirnya , ia mengingat bagaimana tadi ia berciuman dengan Arya .
Aahhh....!!! , jerit Bunga dalam hati . berguling guling di atas tempat tidur . tiba tiba...
Brukkh !!
"Aw !"
Bunga terjatuh dari atas tempat tidur .
"Aaa.. pantatku sakit..!" ringis Bunga ." kamu sih ! , kenapa membiarkanku jatuh?" ucapnya memukul tempat tidur , yang membiarkan tubuhnya terguling .
Bunga pun bangun dari lantai , dengan bibir yang mengerucut , kesal dengan tempat tidurnya .
Tanpa Bunga sadari di balik pintu kamarnya dari tadi , Arya mengintipnya .
.
.
"Sayang ! aku pergi dulu ya !, ingat ! jangan bolos." Mmmuaahhh...! , Arya mencium kening Bunga dengan sayang . Mereka sekarang di dalam mobil di parkiran sekolah .Hari ini Arya harus menemani Zoya lagi untuk pertandingan grand final cerdas cermat mapel matematika .
Bunga tidak menjawab , ia pun memanyunkan bibirnya . Ia tak suka Arya pergi dengan Zoya , Bunga cemburu , Bunga kawatir Arya terpesona dengan ke cantikan Zoya .
"Aku gak menyukai Zoya sayang ! , aku gak menyukai cewek yang cantik . Aku lebih menyukai cewek yang jelek dan langka seperti kamu !" gombal Arya tersenyum .
"Emang aku manusia yang hampir punah ?, di bilang langka" Bunga semakin mengerucutkan bibirnya .
"Coba bayangin sayang ! , dari seribu limaratus lebih siswi disekolah ini , yang pandai melompat pagar dan manjat pohon cuma kamu sayang !. Apa itu namanya kalau bukan langka ?" ujar Arya lagi .
"Au ah !" Bunga keluar dari mobil Arya , menutup pintunya agak kencang . ia sebel di bilang manusia langka sama Arya .
Di dalam mobil , Arya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum . Bunga memang bukanlah cewek yang cantik , dan bukan termasuk jelek , Bunga cantiknya dikit aja , tapi entah kenapa Arya sangat menyukai Bunga .Menurutnya Bunga sangatlah unik dengan sikap dan tingkah lakunya . Bunga si gadis tomboy imut imut manja dan menggemaskan .
Bunga memperlambat jalannya melihat Zoya datang dari arah berlawanan . Bunga menatap Zoya dengan tatapan tajam dan tidak suka .
"Hai Bunga ! , Apa Pak Arya sudah datang ?" tanya Zoya ramah dengan senyum terbaiknya , mengabaikan Bunga yang menatapnya tak suka .
"Kamu anak orang kaya , kemarin kemarin kamu kesekolah bawa mobil . Kenapa akhir akhir ini kamu gak bawa mobil ya ?. Oh ! aku tau ! , pasti kamu memamfaatkan kesempatan untuk dekat dengan Pak Arya 'kan ?" ujar Bunga .
"Kamu ngomong apa sih Bunga ! , aku lagi trauma bawa mobil , kemarin aku pernah menabrak kucing sampai mati . Makanya aku gak bawa mobil" jawab Zoya .
Bunga mendengus ," Gak mungkin 'kan ! kalian gak punya supir ?, jangan cari alasan deh !" ucap Bunga lagi .
"Supir keluarga kami lagi pulang kampung !" jawab Zoya .
"Aku gak peduli , yang penting kamu jangan pergi dengan Pak Arya . Kamu bisa naik angkot atau ojek , atau naik taxi ." ujar Bunga lagi .
"Emang kamu siapanya Pak Arya ?,istrinya ?" tanya Zoya , tersenyum licik ."Sudah ya Bunga ! , aku tau kok sekolah ini milikmu ! , tapi bukan berarti semua ada di bawah kendalimu dong !. Aku mau pergi dengan siapa juga , suka suka ku dong !. Meski dengan suami orang , kalau suami orangnya juga yang mengajak" ucapnya , memandang remeh kepada Bunga .
"Jangan pikir aku gak tau otak busukmu itu ! , kamu senang "kan di gosipi bertunangan dengan Pak Arya ?. Mungkin juga kamu berharap tunangan benaran dengan Pak Arya . Tapi jangan mimpi ! , akulah tunangan Pak Arya yang sebenarnya ." ungkap Bunga .
"Wao..! selamat ya Bunga ! , atas pertunanganmu dengan Pak Arya ! ..tapi apa kamu seyakin itu hubunganmu dengan Pak Arya akan langgeng ?" Zoya tersenyum meremehkan Bunga .
Bunga terdiam , benar yang dikatakan Zoya , apa hubungannya dengan Pak Arya dijamin langgeng , Bunga juga tidak yakin .
"Disekolah ini , guru dan siswi sangat banyak yang menyukai Pak Arya tentunya cantik dan pintar dan juga tidak kalah kaya . Lihat dirimu ! , apa kamu mampu bersaing dengan wajah dan otak pas pasanmu itu ?. Seharusnya kamu mundur deh ! , dari pada kamu nanti sakit hati . Karna tidak akan ada yang mendukung hubunganmu dengan Pak Arya." Setelah mengucapkan kalimat yang menghina itu , Zoya pun pergi meninggalkan Bunga , tentu dengan senyum kemenangannya .
Semalam Zoya memang meluruskan gosip tentang pertungannya dengan Arya , kalau dia bukanlah tunangan Arya . Tapi..entah photo kapan dan dari mana , Postingan photo Arya dan Zoya masih sering di kirim fans mereka ke grub chat mulai dari tadi malam, dan terus megatakan dukungan mereka kepada Arya dan Zoya untuk menjalin hubungan . Dibalik itu Bunga pikir Zoya lah yang bermain dengan para fansnya .
"Huuuuu...!!!"
Semua yang menyaksikan perdebatan Bunga dan Zoya menyoraki Bunga .
"Halu !" kata salah satu siswi yang menyaksikan perdebatan mereka .
Awas kamu Zoya !, batin Bunga mengepalkan kedua tinjunya , kembali melanjutkan langkahnya menuju kelasnya .
Jangan salahkan Bunga ! , ia hanyalah seorang istri yang merasa rumah tangganya terancam .