Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.
Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Sesampainya Lidia di kamarnya, wanita itu bergegas membersihkan dirinya. Cukup lama Lidia duduk di bawah guyuran shower. Berkali kali ia menggosok tubuhnya yang kotor karna telah di jamah oleh yang bukan seharusnya.
Rasa dingin membuatnya menyudahi, wanita itu perlahan berjalan gontai mengeringkan tubuhnya lalu berpakain. Di pandangi wajahnya di cermin, wajah yang begitu pucat dan ada gurat kesedihan di sana. Untuk menutupi wajahnya yang pucat Lidia memoles wajahnya dengan make up tipis dan tak lupa ia juga mengoles make up untuk menutupi bekas - bekas tanda merah di lehernya yang di tinggalkan oleh Panca.
Ponsel Lidia berdering dan tertera nama bos memanggil. Ingin rasanya ia tak mengindahkan panggilan itu tapi dering ponsel tak kunjung berhenti membuatnya terpaksa menerima panggilan itu.
"Kamu udah siapa?" tanya suara di sebrang sana.
"Sudah."
"Saya tunggu di lobby." komunikasi langsung terputus begitu saja. Lidia mendorong kopernya menuju lift untuk turun ke lobby. Rupanya bosnya sudah duduk menunggu.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Panca.
"Saya belum lapar pak."
"Kita makan dulu, baru balik." Panca menarik tangan Lidia menuju restoran yang ada di lobby. Lidia tidak bisa menolak terpaksa menurut.
"Mau makan apa?" tanya Panca.
"Terserah bapak saja." jawab Lidia tak bersemangat.
Panca sebenarnya merasa bersalah pada Lidia tapi ia pandai menyembunyikan. Ia tau kalau dirinyalah yang salah, tapi sudah terjadi ia tak bisa menolak.
Lelaki itu memesan beberapa makan agar Lidia bisa memilih makan apa yang ia sukai. Ia tak tau Lidia menyukai apa, jadi ia hanya asal pesan saja. Ia tak mau sekretarisnya itu nanti jatuh sakit karna kelalaian dirinya.
"Ayo di makan, jangan di anggurin. Setelah ini baru kita pulang."
Lidia memakan nasinya dengan acuh tak acuh, selera makanya tak seperti biasanya. Makanan enak yang ada di hadapanya terasa hambar kali ini. Panca membiarkan saja Lidia tanpa menegurnya kembali. Sepertinya wanita itu masih belum bisa menerima apa yang terjadi di antara mereka.
"Kamu kenapa diam?" tanya Panca saat mereka dalam perjalan pulang.
"Ga kenapa - kenapa, pak." jawab Lidia ketus.
"Apa kamu ga enak badan?" tanya Panca.
"Hmm...." angguk Lidia.
"Apa perlu saya anter kamu ke dokter dulu?" tanya Panca perhatian.
"Ga usah pak, sakitnya itu ga ada obatnya karna sakitnya tuh di sini." Lidia menunjuk dadanya sendiri dan kembali bulir bening itu menetes. Tapi tak lama karna Lidia buru - buru menghapusnya.
Panca terdiam, hatinya merasa tertampar dengan perkataan Lidia. Tapi ia juga tak ingin seperti itu. Hanya keheningan yang tercipta hingga mobil berhenti tepat di depan rumah Lidia.
"Butuh bantuan?" tawar Panca.
"Tidak terimakasih." Lidia turun dan membawa kopernya menuju unit apartement. Panca memperhatikan punggung wanita itu yang makin lama makin jauh dan menghilang di balik kaca. Setelah memastikan Lidia masuk ke unitnya lelaki itu memerintahkan sopirnya untuk segera membawanya pulang kerumah.
Ia juga butuh istirahat agar bisa kembali bekerja. Dan mendinginkan kepalanya yang panas karna penyesalan. Menyesal telah menyakiti hati sekretarisnya. Apa yang harus ia lakukan agar wanita itu bisa memaafkan dirinya? Akankah Lidia luluh oleh bujuk rayu Panca?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum kk, terimaksih supportnya yang di berikan.
Di tunggu saran dan masukannya serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘👍🙏
Jangan lupa mampir di karya thor yang kalian." Ku Beli Kesombongan Keluarga Suami. "
atau adit br dipindah ke kantor nya panca?
atau adit atau lidia ga pernah saling cerita mrk kerja dimana?