setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tegar dan kuat
Masih di hari yang sama, Tasya tengah menangis seorang diri, meratapi nasibnya yang sangat amat buruk. dia pikir pertemuannya dengan Ifan dapat membuatnya bahagia, tapi ternyata pertemuan nya itu malah membawa kesialan dan kesengsaraan pada nya
Tasya marah kesal dan benci pada Ifan dan juga raya, tapi yang lebih ia benci adalah dirinya sendiri
Dia membenci dirinya lantaran sudah menyia nyiakan pria yang benar benar tulus mencintai dirimu nya
"Kenapa aku begitu bodoh, kenapa!!!" Teriak Tasya
Setelah beberapa saat menangis dan merenungkan dirinya, Tasya bangkit lalu berjalan turun ke bawah untuk pulang
Saat Tasya sedang menuruni tangga dia melihat Ifan dan raya yang tengah duduk di sofa sambil bermesraan. Seperti tidak melihat tasya, mereka tak peduli akan kehadirannya
"Mas aku mau buah" ucap raya bermanja manjaan di pengakuan Ifan
"Kenapa kau harus meminta, kau bisa tinggal menyuruh pelayan mengambilnya" jawab Ifan sambil mengusap rambut raya
Tasya mengepal jari jemari tangannya, air matanya kembali mengalir, hatinya sangat hancur sehancur hancurnya melihat mereka berdua
Tasya mencoba tegar dan tak mau lagi berlama lama di sana. Dia melangkahkan kakinya dan ingin segera keluar dari rumah
"Mau di antar" ucap Ifan ketika melihat Tasya berjalan melewati mereka
Tasya langsung terhenti mendengar ucapaan Ifan
"Mas, jangan mengantar nya" rengek raya
"Tidak bukan aku, tapi supir" balas Ifan
Tasya menarik nafasnya dalam dalam dan berbalik melihat ke arah mereka berdua
"Tidak perlu, aku tidak butuh bantuan kalian" ucap Tasya
"Baguslah, jika begitu aku tidak perlu repot-repot. Oh iya karena kau sudah tau yang sebenarnya, mulai sekarang aku akan tinggal di sini bersama istriku. Aku akan mengunjungimu untuk melihat perkembangan anakku. Sekarang kau boleh pergi" Tasya langsung keluar dari rumah, dia berjalan sambil menangis
Kepercayaan nya hancur, dan hatinya amat terluka
**************************
3 hari setelah kejadian itu, Tasya termenung duduk di kursi, kantung matanya begitu besar
Matanya memerah dan keadaan nya juga berantakan
"Ibu, ayah. Dosa apa yang aku lakukan sampai aku hidup seperti ini" ucap nya. Air matanya tak kunjung berhenti, dia kembali menangis merindukan kedua orang tuanya
Sekarang Tasya benar benar seorang diri saja, tak ada siapapun di sampingnya, bahkan seorang teman pun tak ada
Tasya beranjak dari duduknya dan pergi ke pemakaman kedua orang tuanya untuk melepas rindu
"Ayah, ibu... Aku rindu kalian" gumam Tasya sambil mencabut rumput liar yang menumbuhi pemakaman orang tuanya
"Sekarang apa yang harus aku lakukan. Aku tidak tau harus berbuat apa"
Jam menunjukan pukul 16.25 sore, Setelah selesai melepaskan rasa rindu nya, Tasya kembali pulang ke rumah
Namun saat dia keluar dari area pemakaman, tiba tiba kepalanya pusing dan matanya berkunang-kunang
Tasya pun terjatuh di atas tanah
Saat Tasya terjatuh, seorang pria datang menghampiri nya dan langsung membopong Tasya
Samar samar Tasya mencoba melihat pria tersebut
"Siapa" gumam Tasya yang terus mencoba tetap sadar. Namun karena kepalanya uang pusing berat, dia pun kehilangan kesadarannya
Setelah itu Tasya tersadar dan melihat dirinya berada di rumah sakit, Tasya melihat ke sekeliling. Matanya terhenti ketika dia melihat seorang pria yang tengah duduk di samping nya
Pria tersebut tak lain adalah surya, dia duduk di samping Tasya sambil menatap dirinya
"Surya" ucap Tasya lalu mencoba untuk duduk
"Ahh hati hati" timpal Surya lalu membantu Tasya untuk duduk
Setelah itu dokter pun datang ke dalam ruangan untuk kembali memeriksa keadaan Tasya, dia mengatakan jika seorang ibu tidak boleh stres karena itu akan berpengaruh buruk terhadap bayi nya
"Ibu, tolong makan yang teratur, jaga kesehatan dan istirahat yang cukup" ucap sang dokter sambil tersenyum
Tasya tersenyum membalas perkataan dokter, dan setelah itu dokter pun kembali meninggalkan mereka
Setekah dokter pergi, Tasya berterimakasih pada Surya karena sudah menolong nya, dia juga meminta maaf pada Surya karena sudah berpikiran buruk tentang dirinya
"Jadi apa kau sudah tau semuanya" tanya Surya
Tasya menangis dan mengangguk kepalanya
"Tidak papa, semuanya akan baik baik saja" ucap Surya sambil mengusap kepala Tasya
Tasya mendongakkan kepalanya melihat Surya yang tersenyum hangat pada dirinya
"Kenapa kau baik padaku" tanya Tasya
"Emm... Tidak tau, mungkin karena aku mendnegar permohonan seseorang saat dia sedang mengunjungi makam kedua orang tuanya" jawab Surya tersenyum lebar
Tasya merasa malu akan dirinya, dia kembali menunduk kan kepalanya dan tak berani menatap Surya
"Kau harus tegar, setidak nya demi anak mu sendiri. Kau harus kuat agar kau tak di permainan lagi oleh Ifan" ucap Surya
"Ayo aku akan mengantarmu pulang, oh iya sebelum itu bisa kau berikan nomor mu. Supaya aku bisa menghubungi mu lagi nanti" setelah itu mereka pun pulang ke rumah, dan saat Tasya turun dari mobil dia melihat Ifan yang tengah berdiri di luar pagar
Ifan langsung menghampiri Tasya dan menarik nya menjauhi Surya
"Lepaskan!" Ucap Tasya lalu menarik tangannya
"Jangan dekat dekat dengan nya, dia bisa saja mencelakai mu" ucap Ifan menatap Surya
"Kau tidak berhak melarang ku" jawab Tasya
"Kau itu sangat naif dan bodoh. Kau sangat mudah untuk di permainkan, jadi coba coba dekat dengan nya apalgi mempercayai nya" balas Ifan
"Cukup! Aku memang naif dan bodoh karena sudah percaya pada pria baj*ngan seperti mu" Ifan terdiam mendengar ucapaan Tasya
"Surya kau boleh pergi, terimakasih karena sudah membawa ku ke rumah sakit" Surya tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan mereka berdua. Ifan langsung bertanya saat mengetahui jika Tasya masuk rumah sakit
"Kenapa masuk rumah sakit? Kau tidak papa, apa terjadi sesuatu" ucap Ifan sambil melihat Tasya dari ujung kepala sampai ujung kaki
Air mata Tasya kembali mengalir saat dia melihat Ifan yang sedang mengkhawatirkan dirinya
Dia bingung akan sifat Ifan
"Sekarang apa lagi, kenapa dia bersikap seperti ini setelah apa yang sudah dia lakukan padaku" ucap batin Tasya
"Kenapa kau tidak menjawab" ucap Ifan
Tasya langsung menghapus air matanya dan menatap balik Ifan dengan tajam
"Siapa yang sedang kau hawatir kan. Aku atau bayi yang ada di dalam kandungan ku" tanya Tasya
Ifan kembali terdiam, dia tak bisa menjawab pertanyaan Tasya
"Tentu saja bayi ini, iya kan. Tidak mungkin kau peduli padaku, kau hanya menginginkan bayi ini saja" ucap Tasya lalu berjalan meninggalkan Ifan
BERSAMBUNG......
Jan lupa like komen vote and pavorit nya😊