NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Mempelai

Pernikahan Tanpa Mempelai

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Percintaan Konglomerat / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Spion Off "Tuan Muda Amnesia"

Di hari yang seharusnya menjadi momen terindah, kabar buruk menyergap kediaman Alexander. Calon mempelai putra sulung mereka menghilang, tanpa jejak, tanpa pesan.

Namun, upacara tetap disiapkan, tamu tetap berdatangan, akan tetapi kursi di samping Liam Alexander kosong. Liam bersikeras menunggu, meski semua orang mendesaknya untuk menerima kenyataan.

Semakin lama Liam bertahan, semakin jelas bahwa ada sesuatu yang tak beres, dan hilangnya calon istrinya bukanlah kejadian kebetulan

Follow instagram @Tantye untuk informasi seputar novel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sabotase

Satu tangkai bunga mawar merah kembali diletakkan di atas meja rias. Berjejer rapi dengan tangkai bunga lainnya yang mulai mengering seiring berjalannya waktu. Terhitung sudah enam bunga di atas meja tersebut menandakan sudah enam hari pula kepergian Arumi Maretta. Kepergian yang meninggalkan luka sangat dalam pada seorang pria sampai pria itu tidak mampu mendeskripsikannya seperti apa.

Pria itu kini berdiri di depan cermin usai meletakkan bunga mawar merah tersebut. Menarik sudut bibirnya sehingga membentuk senyuman. Pria itu sudah tidak sabar menghadiri pameran yang diadakan istrinya hari ini.

"Akhirnya kita akan bertemu istriku," gumam Liam mengusap foto prewedding mereka yang ada di atas nakas dengan bingkai cantik.

Setelahnya pria itu meninggalkan rumah dan menuju studio Arumi. Namun, drama di perjalanan membuat pria itu tidak bisa sampai tepat waktu. Pameran telah selesai ketika Liam berpijak pada bangunan dua lantai tersebut.

"Pamerannya berjalan dengan lancar?" tanya Liam dan dijawab anggukan oleh Sevia.

"Pamerannya berjalan sesuai keinginan bu Arumi Tuan."

"Syukurlah," gumam Liam. "Sekarang istri saya di mana?" lanjutnya.

"Itu ...." Sevia langsung gugup, dia tidak tahu harus bersikap bagaimana jika Liam mempertanyakan atasannya. Apakah dia harus jujur atau berbohong demi kesenangan Tuan muda di hadapannya?

"Oke saya tahu dia pasti pergi untuk menjamu rekan bisnis," potong Liam cepat. Berbalik untuk meninggalkan pameran tersebut.

Namun, langkahnya berhenti mendengar panggilan Sevia. Ia berbalik dan memperhatikan wanita itu tampak buru-buru menghampiri salah satu gambar yang dipamerkan tadi. Mengambil dari stan dan membawa kehadapannya.

"Bu Arumi mempersiapkan gambar ini untuk Tuan Liam. Bu Arumi ingin Tuan menjaganya seperti Tuan menjaga cinta untuk bu Arumi."

"Terimakasih." Liam mengambil gambar cukup besar tersebut dan membawanya ke mobil. Meletakkan secara hati-hati seperti pesan yang disampaikan oleh Sevia.

Setelahnya pria itu melajukan mobil menuju kantor Alexander.

"Apa yang Tuan bawa?" tanya sang asisten ketika melihat Liam tiba membawa bingkai foto yang diberikan Sevia tadi.

"Pajang gambar ini di ruangan saya dan jangan sampai lecet sedikitpun!" Titahnya pada sang asisten sembari menyerahkan gambar yang dia bawa.

"Liam."

Liam mengerutkan keningnya mendapati Seaven ada di gedung Alexander, padahal tadi saat mereka bicara Seaven mengatakan ada meeting di kantor papanya.

"Ayo kita menemui Arumi." Seaven memperlihatkan buket mawar merah yang dia bawa.

"Arumi sangat sibuk, aku nggak mau menganggunya."

"Ayolah, kalau kamu yang menganggu dia nggak akan marah," bujuk Seaven menarik lengan Liam agar segera mengikutinya.

Karena memang merindukan Arumi, akhirnya Liam ikut apa yang diinginkan Seaven. Namun, raut wajah Liam berubah dingin ketika sadar Seaven membawanya ke sebuah pemakaman.

"Kenapa membawaku ke sini Ven? Jangan main-main aku sibuk asal kamu tahu!" ujar Liam dengan suara tegasnya.

"Aku akan membuatmu bertemu Arumi." Seaven meletakkan buket bunga yang ia bawa ke pangkuan Liam, kemudian turun dari mobil.

Beruntungnya Liam ikut turun atau Seaven akan menyeretnya. Dia tidak mau Liam larut dalam khayalan.

"Arumimu ada di sini dan dia sudah bahagia di surga." Seaven menunjuk nisan bertuliskan Arumi Maretta binti Rissa.

Liam bergeming, memandangi nisan Arumi dengan tatapan nanar. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya sampai akhirnya berlutut di sisi makam seolah tulang-tulangnya telah melunak.

Anehnya, sedahsyat apapun rasa sakit yang dia rasakan tidak setetes pun air mata terjatuh membasahi pipi.

Liam mengusap nisan itu dengan tangan bergetar, mengenggamnya erat sampai urat-urat tangannya menonjol.

"Sadarlah Liam, mungkin ini terdengar kejam dan menyakitkan. Tapi Arumimu benar-benar sudah pergi meninggalkanmu untuk selamanya. Jangan bersikap seolah-olah dia masih hidup dan ...."

"Tutup mulutmu Seaven!" bentak Liam. Pria itu berdiri dan langsung melayangkan kepalan tanganya di wajah tampan sang sahabat. "Arumiku ...." Suara Liam tercekat seolah kehabisan kata-kata.

"Pukul aku, pukul aku sepuasmu Liam. Tapi setelah ini tolong bersikap seperti orang yang baru saja kehilangan, bukan malah sebaliknya," pinta Seaven tetapi Liam tampak acuh.

Pria itu melempar buket bunga pada Seaven dan meninggalkan pemakaman. Karena kesal dia lebih memilih naik taksi dibandikan harus satu mobil dengan sahabatnya.

Liam memejamkan matanya setelah berada di dalam taksi, tangan di sisi tubuhnya masih mengepal siap memukul seseorang jika mengusik ketenangannya.

Deringan ponsel di saku jasnya terus terdengar silih berganti dan memuakkan bagi Liam. Akan tetapi saat akan menolak, ia terkejut menyadari panggilan itu dari kenalannya di kepolisian.

"Tuan Liam, apa anda sedang sibuk?"

"Kenapa?"

"Saya ingin berbicara empat mata dengan Anda. Ini terkait kecelakaan bu Arumi satu minggu yang lalu. Saya ...."

Liam memutuskan sambungan telepon sepihak. Tidak terima mendengar orang di seberang telepon mengatakan Arumi kecelakaan. Hati Liam menolak kenyataan itu.

Namun, sialnya ponselnya kembali berdering dan kali ini dari asisten Arumi-Sevia.

"Tuan, bisakah anda datang ke studio? Ada polisi yang menyambangi ruangan bu Arumi."

"Tentu."

Liam langsung mengubah arah tujuan pada sopir taksi dan membawanya ke studio yang ia suruh rawat dengan baik oleh Sevia.

Sesampainya di sana dia menemukan seorang polisi duduk di sofa di dalam ruangan Arumi. Pria itu tampak memperhatikan setiap sudut sebelum menyadari kedatangannya.

"Maaf karena lancang bertamu, saya hanya ingin berbicara dengan Tuan terkait bu Arumi," ujar sang polisi yang menangani kasus kecelakaan Arumi dan kebetulan dia adalah rekan kerja Alexander group.

Liam duduk tetapi ekpresi wajahnya tetap datar nan dingin, seolah ucapan polisi tersebut bagai angin lalu. Namun, tampaknya itu tidak membuat sang polisi menyerah berbicara denganya.

"Saat memeriksa mobil bu Arumi, kami menemukan baut ban yang kendur dan sepertinya sengaja di kendurkan agar kendali mobil tidak stabil."

Kali ini Liam merespon, bukan lewat kata tetapi tatapan yang seolah menutut penjelasan lebih jauh lagi.

"Sabotase," ucap sang polisi

Sabotase

Sabotase

Sabotase

Ucapan tersebut terus mengema di telinga Liam, merespon detak jantungnya yang tidak stabil dan telinga berdeging seiring suara itu memenuhi indera pendengarannya.

"Kecelakaan bu Arumi bukan murni kecelakaan tetapi sudah direncanakan, selain baut ban yang kendur, kami menemukan bahan peledak yang bereaksi saat terjadi benturan."

Fakta tersebut semakin membuat pikiran Liam kacau. Keringat dingin mulai mengusai tubuhnya sampai akhirnya jatuh tak sadarkan diri di sofa.

"Tuan Liam!" teriak Sevia menghampiri Liam yang wajahnya sangat pucat seolah tidak dialiri oleh darah.

Sevia terus menguncang tubuh kekar itu tetapi tidak membuahkan hasil apapun sehingga mau tidak mau dia dan polisi yang menemui Liam langsung menuju rumah sakit. Tidak lupa Sevia mengabari Seaven untuk membantunya.

....

Mana nih suaranya kok senyap banget👀

1
Nena Anwar
bhahaha emang enak kepergok sama camer omelin Om Rocky Tuan mudanya kapan lagi kan ngomelin Liam 😂😂
ken darsihk
😂😂😂😂😂 Di rumah tetap Rocky yng berkuasa atas anak nya
nuraeinieni
nikahkan cepat pak,supaya mereka bebas nyosor,,,😂😂😂😂
nuraeinieni
uuhh liam lagi model manja sama arumi,,,athur dan sofia seperti tommy and jerry saja,,,,😂😂😂😂
Ikaaa1605
Keciduk nih mas liam main nyosor ajaa🤣
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
Nena Anwar
Arhan anak tirinya Eril ya thor
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: iya kak, jadinya nggak sepupu seayah
total 1 replies
Dew666
👑🍎
Teh Yen
konflik ringan aj Thor kan yg berat nya udh d awal hehe
nuraeinieni
tangammu sakit liam,tunggu saja kamu di omelin sama arumi.
nuraeinieni
kwkwkw kasian dirimu athur,,pacarmu ngambek
nuraeinieni
yg ringan aja thor biar enak di baca
Teh Yen
menikah saja dengan yg hadir hanya keluarga inti itu sudah cukup yah Liam
ken darsihk
Memang nya masih ada konflik lagi tbor , yang ringan 2 saja thor
Ikaaa1605
Yang ringan aja mba othor
Arsyad Algifari.
yang ringan aja lah Thor ..
Nena Anwar
yg ringan aja thor yg berat cukup berat badan aku aja 🤣✌️
Nena Anwar: maaf maaf thor ✌️😁
total 2 replies
Nena Anwar
semoga Liam dan Arumi hidup bahagia
sryharty
jangan hadirkan seaven lg ka
jijik
nuraeinieni
nggak apa2 sederhana,yg penting sah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!