NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Sempurna

Menikahi Pria Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / CEO
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Rohyati

Lais Labib Adley seorang tuan muda yang kaya raya namun memiliki kekurangan. Ia dipaksa menikah oleh orang tuanya demi kelangsungan keluarga mereka. Namun siapa sangka setelah berkali-kali menikah, ia tak kunjung punya keturunan dan semua pernikahannya berkahir dengan penghianatan yang dilakukan oleh para istrinya.

Aruna, gadis belia berusia 18 tahun, masih duduk di bangku SMA namun harus bekerja keras menghidupi keluarga tirinya semenjak ayahnya meninggal dan harta keluarga disita untuk membayar hutang. Kepahitan hidup tidak membuat Aruna menjadi gadis lemah nan cengeng namun justru menjadikannya gadis kuat, ceria dan penuh semangat hidup.

Kedua insan itu dipertemukan dalam peristiwa yang tak terduga saat Aruna harus melarikan diri dari kejaran para rentenir yang menagih hutang ayahnya. Dengan kebaikan hatinya Lais menampung Aruna di rumah mewahnya dan membantu biaya sekolah gadis itu. Sebagai gantinya Aruna membantu pekerjaan rumah di mansion Lais.
Bagaimana kisah mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rohyati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rayuan Angela dan Tuan Robert yang aneh

Angela masih mengomel memarahi si pelayan. Ia bahkan memaki-maki pelayan tersebut.

Revan terus memperhatikan perilaku wanita itu. Rupanya Angela merasa kalau dirinya sedang diperhatikan. Matanya langsung mengarah ke meja tempat Lais dan Revan makan.

Revan langsung mengalihkan perhatiannya. Pada saat bersamaan pelayan datang menyajikan makanan mereka.

"Terima kasih." kata Revan.

Mereka mulai menyantap hidangan yang mereka pesan.

"Permisi. Kenapa anda memperhatikan saya sejak tadi?" Angela menghampiri meja Lais. Ia bertanya lalu menarik kursi dan duduk bergabung dengan mereka bertiga.

Tangan Lais menggenggam sendoknya dengan kuat. Menahan rasa takut yang mulai menyusup. Bayangan kejadian di kamar itu terbayang dalam ingatannya.

"Kamu?Apa kita pernah bertemu?" tanya Angela sambil meneliti wajah Lais. "Kenapa wajahmu serasa tidak asing." Angela mengernyitkan alis berusaha mengingat sesuatu.

Melihat itu, Revan segera mengalihkan perhatian Angela.

"Anda tadi menanyakan kenapa saya memperhatikan Anda?" kata Revan.

Benar saja, setelah mendengar pertanyaan Revan, Angela mengalihkan pandangannya dari Lais.

"Iya." jawabnya.

"Saya memperhatikan Anda yang sedang memarahi pelayan karena saya berpikir Anda pasti pemilik resto ini." dalih Revan.

Angela tertawa. "Kau salah pria tampan." katanya sambil ujung jarinya membelai dagu Revan. Dalam hati Revan mengumpat jijik dengan kelakuan Angela.

"Tapi tidak salah juga kamu beranggapan seperti itu karena meski bukan atas namaku, resto ini sudah seperti milikku. Aku bebas berbuat apa saja di sini. Bahkan aku bisa mengambil uang hasil keuntungan resto ini kapanpun aku mau." jawab Angela jumawa. Angela lalu berdiri dan berjalan ke belakang kursi Revan. Tangannya memegang bahu Revan. Ia menunduk dan berbisik dengan suara seksi.

"Apa kamu tertarik untuk ikut menikmati keuntungan dari resto ini? Aku bisa mengaturnya untukmu." Sambil berbisik tangan Angela menjelajahi dada dan leher Revan.

Lais melihat itu dengan gemetar. Ia ingat bagaimana Angela memperlakukan pemuda dalam kamar waktu dirinya diculik dulu.

Revan menepis tangan Angela. Ia cemas melihat keadaan Lais. Revan bangkit dari kursinya dan mendekat ke Lais.

"Kamu tidak apa-apa? Kita pergi saja dari sini!" ajak Revan yang sudah merasa sangat jijik dengan Angela.

Lais mengangguk. Ia berdiri dengan dipapah Revan.

"Tampan, kenapa dengan temanmu? Apa butuh bantuan ku untuk membuatnya tenang?" kata Angela merayu. Ia mendekati Revan dan Lais. Tangannya terulur hendak menjamah Lais. Revan dengan cepat menepis tangan kotor Angela.

"Jauhkan tangan kotormu darinya!" bentak Revan marah.

Angela terkikik tanpa rasa malu, "Oh kau cemburu rupanya. Tenang saja tampan, mungkin secara fisik temanmu lebih dari kamu, tapi dia penyakitan. Aku suka pemuda sehat dan kuat seperti mu." kembali Angela mengelus dagu Revan. Revan membuang muka.

"Ini kartu namaku. Hubungi jika kau menerima tawaranku!" Angela meletakkan kartu nama di meja lalu pergi.

"Ayo! Kau bisa jalan?" tanya Revan saat merasakan ia semakin berat menopang tubuh Lais. Lais tidak menjawab. Tubuhnya dipenuhi keringat.

"Tuan!" panggil Revan cemas. "Dia sudah pergi, sebaiknya kau duduk lagi."

Revan membantu Lais duduk. "Minumlah!"

Lais meminum air yang disodorkan Revan. Ia lalu memejamkan mata dan mengatur nafas. Pada saat seperti itu kata kata Aruna terngiang di telinganya. Wajah cantik istrinya itu terbayang di matanya. Sedikit demi sedikit Lais menjadi tenang.

"Aruna." desahnya.

"Tuan ingin menghubungi Nyonya Aruna?" tanya Revan. Lais mengangguk.

Revan segera membuat panggilan kepada Aruna melalui ponselnya. Ia mengubah mode panggilan ke loudspeaker.

"Hai penculik. Beraninya kau menculik suamiku pagi-pagi? Kembalikan suamiku secepatnya." semprot Aruna begitu mengangkat panggilan Revan.

Mendengar kata penculik, Lais kembali gemetaran.

"Aruna! Jaga bicaramu. Suamimu sedang dalam keadaan tidak baik. Hibur dia!"balas Revan kesal.

"Tuan anda tenang. Aruna hanya bercanda." Revan berusaha menenangkan Lais lagi.

Di seberang Aruna mendengar bagaimana Revan berusaha menenangkan Lais. Ia merasa menyesal kenapa tadi menyebut kata penculik.

"Tuan....." panggil Aruna lembut, "Tuan, ini Aruna. Jangan khawatir. Ada aku dan Revan. Tuan akan baik baik saja dan aman." Aruna mulai menenangkan Lais.

"Aruna!" panggil Lais

"Iya. Ini Aruna. Tuan semua sudah lewat. Ada saya. Saya tidak akan membiarkan ada yang menyakiti tuan. Jadi tuan tenang ya. Lihat sekeliling tuan. Tuan tidak lagi ada di kamar sempit itu."

Lais menatap sekeliling nya. Ia melihat beberapa orang mulai masuk untuk. makan di resto itu. Ia juga melihat Revan dan sopirnya.

Lais mulai kembali ke dunia nyata lagi.

"Aruna." Lais mengambil ponsel Revan dan berbicara dengan Aruna. Ia menonaktifkan loudspeaker.

Revan menghela nafas lega melihat Lais sudah kembali normal. Ia membiarkan Lais bicara dengan Aruna. Matanya lalu berpindah menatap kartu nama Angela. Revan mengambil kartu nama itu, memperhatikan nya sebentar kemudian memasukkannya ke saku jasnya.

"Nih!" Lais menyodorkan ponsel Revan. "Kita lanjutkan perjalanan." ajak Lais sambil berdiri dan berjalan meninggalkan resto itu.

Revan menerima ponsel nya dan menyimpannya di saku jas bagian dalam. Ia kemudian mengikuti Revan.

Di dalam mobil Revan terus berpikir sambil memainkan kartu nama Angela dengan jari jari tangannya. Ia memikirkan cara bagaimana menggunakan Angela untuk mengobati trauma Lais. Karena jika Lais bisa keluar dari traumanya, maka Lais akan hidup wajar seperti manusia pada umumnya. Tidak akan takut lagi bersosialisasi dengan orang baru.

"Apa yang kau lakukan?Apa yang kau pegang?" tanya Lais memperhatikan Revan.

"Bukan apa-apa." jawab Revan. Ia menyimpan kartu nama Angela ke dalam saku jasnya lagi.

Di mansion Lais.

Aruna menunggu kedatangan Rendy. Hari ini Rendy datang terlambat.

"Tumben telat, kak?" sapa Aruna saat Rendy datang.

Rendy tersenyum sedikit terpaksa. "Ada yang harus aku kerjakan dulu. Ayo kita mulai belajar!" ajak Rendy.

Aruna mengajak Rendy ke ruang baca. Dua orang pelayan yang disiapkan Lais dengan setia mendampingi Aruna selama ia belajar.

Setelah tiga jam belajar, Rendy pamit. Aruna mengantarnya ke pintu depan.

"Aku pamit dulu!" kata Rendy. Aruna mengangguk. Ia bermaksud mengikuti Rendy ke teras namun kakinya tersandung pinggiran pintu membuat Aruna terhuyung ke depan. Rendy menangkapnya. Aruna jatuh ke pelukan Rendy.

Pada saat itu sebuah mobil berhenti. Tuan Robert keluar. Ia menatap Rendy dan Aruna dengan penuh curiga.

Rendy segera melepaskan tangannya dari tubuh Aruna.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Rendy. Aruna mengangguk.

Tuan Robert menaiki tangga teras.

"Siapa kamu?" tanyanya pada Rendy.

"Saya orang yang dibayar tuan Lais untuk membantu nona belajar." jawab Rendy penuh hormat.

Tuan Robert memandang Rendy dengan pandangan penuh arti dan bibirnya sedikit tersenyum.

"Jadi kamu mengajar menantuku. Baguslah. Aku harus berterima kasih padamu kalau begitu. Ini kartu namaku. Datang saja ke kantorku besok. Ada hadiah untukmu dari aku." kata Tuan Robert lalu meninggalkan Rendy dan Aruna. Ia masuk ke mansion Lais.

Rendy memegang kartu nama tuan Robert lalu menyimpannya ke dalam saku.

Ia kembali berpamitan dan melangkah menuju mobilnya.

Sepeninggal Rendy, Aruna masuk. Ia melihat Tuan Robert duduk di ruang tamu bersama Bu Ira.

"Selamat datang, Tuan!" sapa Aruna. Ia menunduk tidak memandang tuan Robert.

"Bagaimana hubunganmu dengan Lais?" tanya tuan Robert.

"Kami baik-baik saja tuan." jawab Aruna.

Tuan Robert menanggapi jawaban Aruna dengan tak acuh

"Siapa mereka?" Tanya tuan Robert memandang pelayan Aruna.

"Mereka pelayan dan pengawal saya, Tuan."

"Hmm." tuan Robert menggumam. "Rupanya Lais sangat menjagamu ya." kata Tuan Robert, " Jadi Lais pasti sudah berangkat. Kalau begitu aku pergi saja." kata Tuan Robert lalu berdiri dan keluar.

Aruna dan Bu Ira mengantarnya sampai ke pintu.

"Bu Ira, kenapa tuan kemari? Apa beliau tidak berkata apa-apa pada ibu?"

"Saya juga heran, Non. Tiba-tiba datang, tiba-tiba pergi." jawab Bu Ira sambil mengangkat bahu.

"Kayak jelangkung ya, Bu. Datang tak diundang, pulang tak diantar." jawab Aruna cekikikan.

"Hush! Dia mertuamu, Non." jawab Bu Ira sambil tertawa.

Aruna yang pada dasarnya polos, tidak menaruh curiga akan kedatangan Tuan Robert. Namun beda dengan Bu Ira. Ia merasa khawatir melihat keanehan sikap tuan besarnya itu.

...🍃🍃🍃...

Jangan lupa jejaknya

1
Ari_nurin
Munir sadar diri donk .. haddew ngaca sana .. kamu aja ga bs ngebahagiakan Mak nah kok skrg ada yg niat bikin bahagia Mak nah kamu sewot hahaha
Ari_nurin
Halah si Munir bikin masalah aja .. orang Mak Nah aja dh ga gagas dia yg sok sok an mau buka masa lalu.
Ari_nurin
punya suami iblis yg sabar ya nyonya
Ari_nurin
ini yg namanya teman sejati.. bener bener teman si Revan .. hahaha malu tuh di Risa .. sok sok an perhatian tp aslinya mau nikung
Ari_nurin
hahaha pahlawan kesiangan muncul.. haddew jangan sok pahlawan Risa .. teman yg ga dianggap aja sok sok an
Ari_nurin
betul.. aku jg curiga si Robert dalangnya
Ari_nurin
lah kok ga ada yg lapor polisi ya?? heran aku .. dh nyata nyata diculik dg nyegat mobilnya . kok ga lapor polisi
Idhaas
Luar biasa
Nurlela Nurlela
kirain gk dilanjutkan lg, sampai udah lupa ama ceritanya😊
Novi Andra
upnya kok lama,, ditunggu kelanjutannya
Ella Hassan
Sangat menarik dan tidak membosankan
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R. ALICE off
penasaran aruna dan lais liat film apa kok lais langsung praktek😄
Oman Slank
lahh ko beda alir nya sama di apk novel lainya☹️
Putri Nganjuk
mana ni cerita sels selanjutnya lama sekali up nya thor..ditunggu ya 🤗🤗
Juna Dong
luar biasa
hafid nadhif
next
Eka Suryati
Apapun penyakit lais, author akan menyembuhkannya🤭🤭
sepertinya jodoh lais adalah aruna👍🏻👌🏻
Eka Suryati
cerita ini menarik
semoga semenarik cerita anggi dan langit. karya2mu kusuka thor.
Eka Suryati
good aruna👌🏻👍🏻
Eka Suryati
mas soleh e...🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!