Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berulah Lagi
Sebelum membaca, Please klik tombol Like dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian🌹Mohon dengan sangat untuk Like dan Vote nya juga 🙏
***
"Sayang, duduklah disini." Dave menepuk pahanya perlahan
Seketika raut wajah Raina merona merah dan spontan membuat dirinya melihat kearah kaca mobil yang saat ini Leo meliriknya dengan sekilas.
"Tidak tuan, terimakasih." Tolak Raina halus
"Kau yakin tidak ingin duduk disini?" Lirik Dave
"Aku sangat yakin." Ucap Raina mantap
Dave tersenyum tipis dan kini tatapannya beralih lurus kearah depan.
"Leo, putar balik." Suara Dave bergelegar
Leo menganggukkan kepalanya dan mencari arah putar balik, Raina yang melihat titah aneh seorang Dave Grissham kini mengernyitkan dahinya.
"Kita mau kemana?" Tanyanya bingung
"Kita akan segera kembali ke mansion." Ucapnya datar
"Kenapa begitu, apa ada yang salah?"
Dave tersenyum sinis dan menatap tajam kearah Raina.
"Karena kau tidak mau duduk dipangkuan ku, maka dari itu kita kembali ke mansion."
Raina mendengus kesal, dirinya benar-benar dibuat resah dengan ulah tuan muda mesum yang ada disampingnya. Dengan sigap Raina mendudukkan tubuhnya dipangkuan Dave dan merangkulkan pergelangan tangannya dilehernya.
"Apa kau sudah puas?" Raina mendelikkan matanya
"Leo, tidak jadi putar balik." Kekeh Dave
Leo yang hanya melihat dan mendengar perdebatan antara dua sejoli yang benar-benar dimabuk cinta kini hanya menggelengkan kepalanya sembari fokus menatap lurus kedepan.
"Kenapa kau begitu menyebalkan." Gerutu Raina
"Karena kau adalah wanita yang keras kepala." Sahut Dave yang kini tangannya mulai bergerilya kemana-mana
"Tuan, apa lagi yang sedang kau lakukan apa kau tidak ada capeknya menggoda ku?" Dengus Raina kesal
Dave tak menghiraukan ucapan apapun yang terlontar dari mulut Raina, tangannya kini sedang fokus menjelajahi setiap lekuk tubuh wanita, menerobos masuk kedalam pakaian dress berwarna peach tersebut dan bibirnya kini memanggut bibir mungil Raina dengan rakus.
"Emp." Desah Raina kehabisan oksigen dan nafasnya tersengal-sengal
Dave segera melepaskan pagutannya, lalu melirik kearah kaca mobil dan Leo menangkap gerak-gerik dan tatapan tajam Dave dari balik kaca tersebut. Dengan sigap Leo memencet tombol yang ada disampingnya lalu tak lama kemudian, sebuah ruang kemudi dan juga ruang penumpang tertutup dengan pembatas canggih dan jendela penumpang tertutup rapi.
"Tuan, kenapa mobilmu seperti ini." Raina mengedarkan pandangannya yang saat ini Leo tidak terlihat batang hidungnya diarea kursi kemudi
Tanpa banyak berkata, Dave mengangkat satu kaki Raina dan membuatnya berhadapan dengan tubuh Dave. Dave menyingkap dress milik Raina dan menarik satu benda yang melekat pada tubuh Raina bagian bawah.
"Tuan, apa yang akan kau lakukan." Pekik Raina cemas
Dave tak menyahutinya, fokusnya kini sedang membuka resleting celana dan mengeluarkan sesuatu yang sudah mengeras dan sesak dibalik celananya. Raina yang melihat tingkah Dave segera menutup matanya dan berteriak agar Dave tidak melakukan sesuatu yang tidak-tidak didalam mobil.
"Dasar tuan muda mesum, apa yang akan kau lakukan." makinya
Sesuatu itu sudah keluar dari sarangnya, dan mulai bermain-main diatas tempat favoritnya. Raina mendesah pelan lalu seketika menutup mulutnya menggunakan kedua tangan agar Leo tidak mendengar suaranya.
"Lepaskan tanganmu, aku lebih suka mendengar suara desahan mu." Pintanya
Raina menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ruang penumpang sudah dimodifikasi kedap suara." Ucap Dave sembari menarik tangan Raina dari mulutnya
Tanpa aba-aba, segera saja Dave mencium bibir mungilnya dan turun kearah leher jenjang Raina dan menikmatinya, tangannya tak hanya tinggal diam dan terus bermain-main komedi putar diarea bawah tubuh wanita yang sangat dicintainya. Suara desahan dari mulut Raina membuatnya ingin segera melakukan penyatuan dan tak lama Dave memasukkan sesuatu tersebut dan melakukan penyatuannya.
Setelah puas dan tuntas menyalurkan sesuatu yang ada dalam dirinya, Dave mulai memasangkan kembali sebuah kain yang sedari tadi ia lepaskan dari tempatnya dan menurunkan dress yang sudah disingkapnya lalu mengecup kening Raina dengan lembut sembari membisikkan.
"Kau adalah candu ku dan kau adalah milikku."
"Aku seperti seorang jalang." Sahut Raina masam
"Kau bukanlah jalang, kau adalah calon istriku sayangnya kau adalah wanita keras kepala yang susah untuk ditaklukkan." Jawab Dave dan mendudukkan tubuh Raina kembali ditempat semula
Pipi Raina merona merah dan Dave kembali menekan tombol yang ada disampingnya untuk membuka kembali pembatas antara ruang kemudi dan ruang penumpang.
Bersambung. . .
Hai Readers, Happy Reading dan jangan lupa untuk Like, Vote dan Comment!
Maaf ya, author sedikit telat update karena author masih disibukkan dengan Real Life. Jadi mohon pengertiannya dan pantau terus!
Terimakasih 🙏
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa