Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Selesai makan, Diandra merapikan kotak bekal miliknya dan menyimpan kotak bekal dari Safira untuk di makan Kaivalya nanti siang, setelahnya dia pamit untuk kembali ke mejanya tapi Diandra tidak langsung ke mejanya, dia pergi ke toilet untuk merapikan penampilannya karena dia makan sambal cukup banyak tadi bersama Kaivalya.
"Hei, kamu tahu tidak, katanya sekretaris pak Kaivalya itu sengaja loh menutup akses semua perempuan yang mau dekat dengan pak Kaivalya"
"Masa sih? bukannya memang dia nggak suka di dekati perempuan?"
"Ihh.. bukan, katanya sekretarisnya itu naksir pak Kaivalya, jadi dia sengaja melakukan itu"
"Kata siapa?"
"Bu Natalie, dia kan kandidat terkuat untuk jadi istri pak Kaivalya meskipun pak Kaivalya tidak pernah mengakui dia, aku bertemu dia kemarin di butik, dia bilang Diandra sekarang memblokir nomornya dengan alasan di minta pak Kaivalya, tapi Bu Nathalie tidak percaya"
"Masa sih? aku tidak percaya ah, soalnya Diandra itu sepertinya baik, kita saja yang tidak pernah mendekati dia karena dia tidak pernah turun untuk makan di kantin"
"Kamu jangan tertipu, dia itu pasti sengaja supaya bisa terlihat rajin"
Bisik bisik itu dia Diandra dengar saat dia ke toilet di lantai satu karena dia ingin mengumpat tanpa di ketahui Kaivalya, tapi sekarang dia malah mendengar fitnah kejam dari para karyawan yang terhasut omongan Nathalie.
"Sialan si Natalie ini coba saja pak Kaivalya mau tegas nolak dia, dia nggak akan kurang ajar ngaku ngaku tunangannya, apalagi sampai menjelekkan namaku, namaku sudah jelek di kantor ini sekarang jadi tambah jelek gara gara si Nathalie badut itu" gerutu Diandra segera pergi setelah para karyawan lain juga keluar dari toilet.
"Kenapa kamu manyun begitu? minta di cium?" tanya Kaivalya yang akan berangkat meeting.
"Tidak pak, saya tadi lihat cicak makan permen saya" jawab Diandra
"Astagfirullah, pantas saja pacar kamu di ambil orang, sama cicak saja kamu kalah cepat" sinis Kaivalya semakin membuat Diandra cemberut
"Ayo cepat berangkat, pastikan semua berkas kamu bawa termasuk bukti yang sudah di siapkan bang Altair, hari ini kita akan buat perusahaan saingan kita malu karena menjiplak karya orang" ucap Kaivalya
"Baik pak, semuanya sudah saya bawa" jawab Diandra segera berdiri dan mengikuti Kaivalya dari belakang.
•••••••••••
Ruang pertemuan itu kini jadi ricuh dengan banyak argumen yang disampaikan pihak perusahaan yang mengaku memiliki hak atas desain itu, Altair juga tidak mau kalah dengan memperlihatkan banyak bukti kalau desain dari perusahaan Orion adalah hasil jiplakan dari mantan karyawan Danendra konstruksi. bahkan Altair memperlihatkan kesalahan dari perhitungan sudut yang di lakukan pihak perusahaan Orion.
"Dengan beberapa garis yang salah saja, bangunan ini akan roboh, mungkin kamu melihat desain ini saat kamu masih bekerja di kantor kami, tapi kamu lupa, saya punya salinan desain saya di komputer, tanggal pembuatannya juga ada di sana dan itu adalah satu bulan sebelum kamu keluar dari perusahaan kami" ungkap Altair menatap tajam seorang perempuan yang sedang menunduk setelah ketahuan mencuri desain Altair
"Bisa saja kan anda mengambil desain Rara saat dia bekerja di sana" ucap direktur Orion yang bernama Rully.
"Saya punya videonya saat saya mempresentasikan gambar ini di ruang rapat, bukti CCTV juga ada dan itu sudah dua bulan yang lalu, sedangkan desain Rara, selesai baru beberapa minggu ini kan, dia mencuri desain saya, dan karena itu saya akan memprosesnya secara hukum" jawab Altair
"Lalu bagaimana dengan perusahaan kami yang sudah hampir tanda tangan kontrak pak Altair, saya tidak mau kalau sampai kita bekerja sama tapi ternyata ada perusahaan lain yang mengunakan desain bangunan yang sama dengan perusahaan saya" ungkap Yosi
"Tidak perlu khawatir pak, kita batalkan kerjasama kita karena saya sudah bekerja sama dengan perusahaan Raditya grup" Jawab Kaivalya membuat semuanya terkejut.
"Dan kalau ada yang berani memakai desain palsu ini, saya akan pastikan bangunan itu tidak pernah berdiri, apalagi anda berniat membuat bangunan real estate di tempat terpencil dan harus membabat hutan, saya tidak setuju" ungkap Kaivalya
"Tapi kita sudah sepakat sebelumnya" protes Yosi
"Kesepakatan itu adalah kalau kedua belah pihak jujur pak, tapi kesepakatan kita ini sudah batal karena anda berbohong mengenai lokasi pembangunan ini berada" jawab Kaivalya
"Rara katakan kalau kamu tidak mencuri karya orang!" bentak Rully
"Ma.. maafkan saya pak, saya memang menjiplak karya pak Altair, saat itu saya tertekan karena saya yang masih baru di minta untuk membuat desain bangunan dalam tempo yang singkat, jadi saya jiplak punya pak Altair, tapi ada beberapa titik dan sudut yang saya lupa ukuranya jadi saya asal membuatnya"
Brak.
"Kamu pikir perusahaan saya itu perusahaan yang kerja asal asalan!" bentak Rully
"Maafkan saya pak"
"Kamu saya pecat!"
Bentakan itu membuat Diandra terkejut apalagi saat Rara berlutut supaya dia tidak di pecat, ada rasa iba karena Diandra yakin kalau Rara juga hanya di manfaatkan saja oleh perusahaan saingan Danendra konstruksi itu.
"Kenapa kamu melihat lelaki kasar itu? kamu suka dia?" bisik Kaivalya bertanya
"Tidak pak, saya kasihan sama Rara" jawab Diandra
"Kenapa harus kasihan, salah dia sendiri tidak berbakat dan mau mau saja di jadikan kambing hitam" jawab Kaivalya kembali menegakkan badannya untuk menyaksikan drama bos dan karyawan tertindas itu.
"Tolong pak jangan pecat saya" lirihnya
"Saya tidak mau ada karyawan tukang jiplak di tempat saya" ucap Rully
"Sepertinya urusan kami sudah selesai di sini, saya pamit karena masih ada meeting yang harus kami hadiri" ucap Altair
"Saya masih berharap kerjasama ini bisa tetap dengan perusahaan saya, saya akan menandatangani kontrak yang lama" ucap Yosi
"Kami akan memikirkan semuanya lagi pak" jawab Altair
Kaivalya pergi lebih dulu karena dia paling malas berbasa basi dan mengobrol sesuatu yang tidak penting. Diandra juga hanya mengikuti bos nya itu tanpa banyak bicara karena dia tidak mau terlibat dalam pembicaraan para laki laki selain dari urusannya pekerjaan.
"Apa kamu takut?" tanya Kaivalya
"Iya, saya takut pak Altair hilang kendali saat pak Rully terus menekan dan memojokkan pak Altair tadi" jawab Diandra dan Kaivalya berhenti berjalan.
Bruk.
"Aduh" ucap Diandra saat keningnya menabrak punggung lebar Kaivalya.
"Kamu khawatir sama Abang saya?" tanya Kaivalya dan Diandra mengangguk polos.
Trak
"Kamu yang bawa mobil, tidak perlu tunggu bang Altair, dia akan pulang dengan supir yang ada di bawah" ucap Kaivalya datar melempar kunci mobilnya pada Diandra lalu pergi meninggalkan Diandra.