NovelToon NovelToon
SATU ATAP SERIBU DUSTA

SATU ATAP SERIBU DUSTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Merelakan masa mudanya merantau demi modal bisnis, Nesa berhasil membangun brand kosmetiknya seorang diri. Sebagai wujud bakti, ia memberikan posisi nyaman di perusahaan untuk kakak kandungnya, Sasya, dan mempercayakan hatinya pada Dika, suami yang dipacarinya sejak SMA.

​Namun, dunia Nesa runtuh seketika saat ia mendapati kenyataan paling menjijikkan: Dika berselingkuh dengan Sasya. Di saat yang sama, Sasya memanfaatkan fasilitas perusahaan untuk merintis skincare tandingan di bawah dukungan penuh Dika. Syok luar biasa akibat pengkhianatan berlapis itu merenggut nyawa bayi yang tengah dikandung Nesa.

​Berada di titik terendah setelah keluar dari rumah sakit, air mata Nesa berubah menjadi bara. Mengabaikan rasa sakitnya, Nesa bersiap membalas setiap tetes air matanya, membongkar kebusukan suami dan kakak kandungnya, serta merebut kembali apa yang sepenuhnya menjadi hak miliknya.

​Satu Atap, Seribu Dusta ketika bakti dibalas duri dan pengkhianatan harus dibayar mahal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SATU ATAP SERIBU DUSTA

​

​Suara dering lembut dari ponsel pintar yang diletakkan di atas meja kafe tersembunyi itu nyaris tenggelam oleh alunan musik instrumental piano yang mengalun tenang. Kafe berkonsep private lounge di sudut kota Jakarta Selatan tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Tempat ini jauh dari jangkauan pandangan karyawan NesAura Skincare maupun kerabat dekat yang bisa saja mengenali Nesa.

​Di hadapan Nesa, dua orang perempuan dengan penampilan modis dan profesional tengah duduk bersidekap, menatap cemas ke arah sang CEO muda. Mereka adalah Miya dan Kara dua orang sahabat karib Nesa sejak masa kuliah di luar negeri, jauh sebelum kesuksesan NesAura mengubah hidup Nesa sepenuhnya. Miya bekerja sebagai seorang analis forensik digital di sebuah firma hukum swasta terkemuka, sementara Kara adalah jurnalis investigasi senior yang memiliki jaringan luas di dunia hiburan dan bisnis korporat.

​Nesa menarik napas panjang, merapikan mantel rajut yang menutupi perut buncitnya yang mulai tampak, lalu mendorong map dokumen tipis dan sebuah flashdisk ke tengah meja.

​"Aku butuh bantuan kalian, Miya, Kara. Bantuan yang sifatnya sangat rahasia dan tidak boleh didengar oleh siapa pun di luar ruangan ini," ucap Nesa dengan suara bergetar pelan, menyiratkan beban berat yang selama ini ia pendam sendirian.

​Kara, dengan potongan rambut sebahu dan mata tajam penuh rasa ingin tahu, langsung merapat ke meja. Ia membuka map tersebut dan membaca lembar demi lembar rekam jejak digital serta dokumen kerja sama agensi iklan yang diserahkan oleh Bila kemarin. Sementara Miya, dengan sigap mengambil flashdisk kecil itu dan menghubungkannya ke tablet kerjanya untuk memindai isi datanya.

​Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang mencekam. Hanya suara dentingan sendok teh dan alunan musik latar yang menemani keseriusan mereka. Dahi Miya berkerut dalam, sementara Kara mendengis pelan sambil menggelengkan kepala tidak percaya.

​"Astaga, Nesa..." Kara mengangkat wajahnya, menatap Nesa dengan sorot mata penuh keprihatinan. "Data ini... ini bukan sekadar kebocoran data biasa. Ini adalah pencurian aset intelektual dan strategi korporat skala besar. Formula Glow Series milikmu ditiru secara presisi, dan agensi iklan yang menampung aliran dana penjualan produk tiruan itu terikat kontrak langsung dengan divisi humas perusahaanmu."

​"Iya, Kara," jawab Nesa lirih, suaranya hampir tak terdengar di atas meja. "Dan orang yang memegang kendali penuh atas divisi humas itu... adalah kakak kandungku sendiri, Sasya."

​Mendengar nama Sasya disebut, Miya menghentikan jari-jarinya yang sedang mengetik di atas layar tablet. Ia mendongak, menatap Nesa dengan pandangan nanar. "Kakak kandungmu? Sasya yang dulu sempat depresi dibantu mati-matian olehmu? Nesa, kamu tidak sedang salah mengira, kan? Bagaimana mungkin seorang kakak kandung menusuk adiknya sendiri dari belakang?."

​"Aku sangat berharap dugaanku salah, Miya," balas Nesa, matanya mulai berkaca-kaca menahan air mata yang mendesak ingin tumpah. "Tapi dokumen itu tidak bisa berbohong. Tanda tangan di atas otorisasi anggaran agensi iklan itu sah milik Sasya. Dan yang membuatku semakin gila... suamiku, Dika, terus-menerus memintaku untuk tenang, memaklumi Sasya, dan menepis semua kecurigaanku."

​Kara mengerjap cepat, insting jurnalistiknya langsung bergolak mendengar nama Dika disebut. "Tunggu sebentar. Suamimu, Dika... apa reaksinya saat tahu soal ini? Dia kan Direktur Operasional di perusahaanmu, posisinya sangat strategis untuk tahu semua celah keamanan pabrik dan gudang."

​"Dika bilang dia sudah mengecek pabrik di Cikarang dan semuanya aman," terang Nesa, meski ada keraguan tipis yang kembali mencuat di tenggorokannya saat ia mengucapkannya di hadapan kedua sahabatnya. "Dika justru memintaku fokus pada kehamilanku dan menyuruhku selalu membela Sasya di depan karyawan."

​Miya dan Kara saling berpandangan sejenak. Ada telepati diam-diam di antara dua sahabat setia itu sebuah kecurigaan kolektif yang langsung terbentuk di kepala mereka, namun sengaja belum mereka ucapkan demi menjaga perasaan Nesa yang tengah hamil muda. Sebagai orang luar yang melihat situasi ini dengan kepala dingin, keterlibatan Sasya saja sudah tidak masuk akal, apalagi sikap Dika yang terlampau tenang dan terkesan menenangkan Nesa agar tidak memperpanjang masalah.

​"Nesa, dengar," Kara mencondongkan tubuhnya ke depan, menggenggam jemari Nesa yang terasa dingin di atas meja. "Sebagai sahabat, kami tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian menghadapi hal busuk seperti ini. Tapi kamu harus berjanji satu hal: jangan bertindak gegabah atau langsung melabrak Sasya di kantor sebelum kita memegang bukti valid yang bisa menyeret mereka ke jalur hukum."

​Miya mengangguk menyetujui perkataan Kara. "Benar apa kata Kara. Tugas saya malam ini adalah membongkar metadata tersembunyi di balik aliran dana agensi iklan itu. Kita harus tahu ke mana persisnya uang hasil penjualan produk tiruan tersebut mengalir apakah murni ke rekening agensi, atau ada aliran dana susulan yang diteruskan ke rekening pribadi pihak internal."

​Mendengar dukungan penuh dari kedua sahabat setianya, pertahanan diri Nesa akhirnya runtuh. Air mata yang dari tadi ia tahan akhirnya tumpah juga membasahi pipinya. Nesa merengkuh tangan Kara dan Miya, merasa sangat bersyukur di tengah badai kehancuran yang mulai mengitari hidupnya, ia masih memiliki dua perempuan hebat yang siap berdiri di sisinya tanpa syarat.

​"Makasih, teman-teman... Makasih banyak," ucap Nesa terbata-bata di sela tangis tertahnya. "Aku cuma takut... aku takut kalau ternyata dugaanku benar, duniaku akan runtuh seketika. Bayi ini... perusahaan ini... dan suamiku..."

​"Sstt, jangan ngomong begitu," potong Miya tegas namun penuh kelembutan. "Fokuslah pada kesehatanmu dan calon bayi dalam kandunganmu. Serahkan urusan investigasi digital ini padaku, dan biarkan Kara melacak jaringan agensi iklan itu melalui narasumbernya di industri."

​Pertemuan rahasia di sudut kafe remang-remang itu berlanjut hingga larut malam. Di bawah lindungan persahabatan yang tulus, sebuah perlawanan diam-diam mulai dirajut untuk membongkar topeng kebohongan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh orang-orang terdekat Nesa di bawah satu atap perusahaan.

​

1
fatmiatun sahono
sy komen ya....pdhal di upload aja itu surat ancaman di media gosip seperti PD saat wkt makan siang rame gosip nya. nah surta ancaman itu akan rame klo di upload dg narasi ancaman pertama seru ne....
fatmiatun sahono
maaf emang sdh cerai ya Dika sama Nisa...apa sy ada yg kelewat ya...baca nya..
Mundri Astuti
kebiasaan dimanja si Sasa ...tapi dimana" mang Sasa cuma buat pelengkap bumbu 🤭
stela aza
bukan anak kandungnya x itu s nesa masa dr kecil sampai dewasa masih di beda bedakan 🤦
Sya Haron
Di bab 19 syasya dan dika sudah dijatuhi hukuman. Bila waktunya syasya dilepaskan?
blcak areng: Hay kak terima kasih ya revisi dari Kamu nya🙏🙏🙏.. maaf ya aku sedikit sibuk di dunia rl jadi beberapa kali mlh bikin kesalah 🙏🙏
total 1 replies
Agunk Setyawan
othornya lagi ngantuk kali ya🤣🤣🙏
blcak areng: udah di revisi ya kak
total 1 replies
Zhafran Althaf
waittt bentar bentar bukannya Dika udah di penjara yaaaa kok ini muncul lagi
Dewi Rahmawati
bagus ceritanya up terus kk 💪
Mundri Astuti
obatnya nesa nich
stela aza
kelamaan bertindak
Zhafran Althaf
aku hadierrrr kakak
Zhafran Althaf: kak
karyamu yang tamu di atap orang tuaku kamu hapus ta kak kok aku cari ga ada
total 2 replies
Zhafran Althaf
hallo Kaka aku hadirrrr😍
blcak areng: yeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee mksh Kakak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!