NovelToon NovelToon
Cinta Tanpa Syarat.

Cinta Tanpa Syarat.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: atikah@72

sejak lahir, dia tak sempurna.
ibunya ditinggalkan pergi oleh sang ayah, saat ia masih dalam kandungan.

sang ibu mengandung seorang diri, karena bapaknya pergi mencari nafkah dan biaya persalinan sang ibu.

sampai ia lahir ayahnya tak menghendakinya dan datang membawa madu untuk ibunya.
sejak lahir penduduk desa mengatakannya pembawa petaka, karena ia lahir tak sempurna. kini ia hidup berdua bersama sang ibu.

sementara sang ayah pergi dengan wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon atikah@72, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putusan Palu Hakim

palu hakim masih diatas.

Tinggi...

Semua di ruang sidang Pengadilan Negeri Waingapu tahan napas.

30 warga Kolorai di luar jendela juga diam, hanya suara angin Waingapu dan suara HP Pak Frans yang masih merekam, sudah 1 juta views live sidang tanah warisan Bintang.

Di meja hakim, ada 4 barang. Satu sertifikat biru asli tahun 1985 atas nama HARMAN ANAK LEMA yang baru dibawa Mama Lema turun gunung 40 tahun disimpan, satu surat wasiat tulisan tangan tahun 1996 "Tanah untuk cucu", satu foto polaroid 1996 almarhum Harman tanam bunga kuning, dan satu bunga kuning layu yang baru ditaruh Bintang 1 tahun 18 hari.

Di depan meja hakim, pria tato naga helm hitam yang tadi mau buang bunga kuning, sekarang mundur 2 langkah, keringat di dahinya banyak, karena dia lihat sertifikat biru asli itu, cap BPN asli, bukan fotokopi.

Pengacara PT Nikel yang map hitam tebalnya jatuh ke lantai, juga diam, tidak berani ambil lagi.

Hakim umur 50 tahun yang cucu nya juga umur 1 tahun suka bunga kuning, lihat Bintang yang berdiri kecil di depan meja hakim, lihat Mama Lema umur 70 tahun tenun merah yang turun gunung, lihat Ibu Ani yang pegang bunga kuning layu plastik, lihat Johan di kursi roda, lihat Sari hamil 3 bulan 2 minggu yang nangis peluk perut.

Hakim tarik napas panjang.

"Setelah lihat bukti sertifikat asli biru tahun 1985 atas nama almarhum Harman, bukan atas nama Ibu Ani, setelah lihat surat wasiat tulisan tangan tahun 1996, setelah lihat foto asli 1996, dan setelah dengar saksi Mama Lema umur 70 tahun ibu kandung almarhum Harman yang simpan sertifikat 40 tahun di gunung, dan setelah lihat bunga kuning dari cucu buyut sebagai saksi cinta tanah," hakim bicara pelan tapi tegas, suara AC ruang sidang saja kalah keras,

"Maka Pengadilan Negeri Waingapu putuskan, tanah 2 hektar Kolorai adalah tanah warisan sah keluarga Harman untuk cucu buyut Bintang, bukan milik PT Nikel Sejahtera Jakarta. Gugatan PT Nikel 5 Miliar ditolak. Tanah tidak bisa jadi tambang. Tanah tetap jadi Rumah Bintang."

TOK! Palu hakim diketok sekali! Keras! Bunyinya sampai ke luar jendela!

Semua di ruang sidang diam 2 detik, lalu...

"YEEEEEY!!!" 30 warga Kolorai di luar jendela teriak bersamaan! Mama Leni nangis peluk ember!

Sari yang hamil langsung peluk Bintang yang masih di depan meja hakim! Johan di kursi roda nangis keras, pertama kalinya setelah 7 tahun!

Ibu Ani yang pegang plastik bunga kuning layu, langsung berlutut lagi, tapi kali ini berlutut di depan Mama Lema umur 70 tahun, mertuanya yang 10 tahun tidak ketemu!

"Ma... maafkan Ani, Ma... Ani salah simpan sertifikat... Ani kira sertifikat itu punya Ani..." Ibu Ani nangis di kaki Mama Lema tenun merah.

Mama Lema umur 70 tahun itu elus rambut pirang Ibu Ani yang penuh debu, "Ani... kamu menantu saya... kamu takut seperti saya dulu takut tanah diambil preman Jakarta... sudah, sudah... kita bangun Rumah Bintang lagi..."

Bintang yang masih di depan meja hakim, lihat palu hakim yang sudah diketok, lihat bunga kuning layunya yang masih di atas sertifikat biru, lihat Nenek Ani berlutut di depan Nenek Buyut Lema, lihat Papa Johan nangis di kursi roda, lihat Mama Sari hamil peluk dia.

Bintang jalan 2 langkah kecil, ambil bunga kuning layu itu dari atas meja hakim, kasih ke hakim.

"Untuk cucu Pak Hakim... biar tidak jadi tambang..." Bintang bilang kecil.

Hakim umur 50 tahun itu terima bunga kuning layu itu, matanya merah, dia simpan di dalam buku putusan sidang.

Saat semua peluk-pelukan di ruang sidang, pria tato naga helm hitam yang kalah sidang, pelan-pelan jalan mundur ke pintu keluar ruang sidang, mau kabur.

Tapi di pintu keluar, sudah ada 2 polisi Waingapu yang tadi datang sama Mama Lema, bawa borgol.

"Pak Tato Naga, Anda ditahan atas laporan penculikan anak Bintang 4 hari lalu di sabana Kolorai dan pembakaran setengah Rumah Bintang semalam. Ada bukti video Pak Frans 2 juta views," polisi bilang.

Pria tato naga itu mau lari, tapi warga Kolorai 30 orang yang di luar sudah tutup pintu.

Borgol diklik! Klik! Suara borgol keras di ruang sidang yang tadi sunyi.

Pengacara PT Nikel yang map nya jatuh, juga ikut diborgol, karena di map hitamnya ada bukti transfer 50 juta ke hakim, tapi hakimnya tidak terima, hakimnya malah lapor polisi.

Sore jam 4, sidang selesai. Semua keluar gedung Pengadilan Negeri Waingapu.

Di halaman pengadilan, truk kayu pengangkut, warga Kolorai sudah tunggu. Di atas truk, sudah ada papan nama baru Rumah Bintang yang dibuat warga semalam, tulisan cat putih, "RUMAH BINTANG - TANAH WARISAN KAKEK HARMAN - BUKAN TAMBANG".

Papan nama baru itu dibawa balik ke Kolorai, dipasang lagi di tiang kayu jati hitam gosong yang masih berdiri.

Malam jam 8, di sabana Kolorai, Rumah Bintang yang gosong setengah, tiang utamanya sudah ada papan nama baru. Di bawah tiang itu, semua kumpul, Sari, Johan di kursi roda baru, Bintang, Ibu Ani, Mama Leni, Pak Frans, Mama Lema umur 70 tahun, dan 30 warga Kolorai.

Mereka bakar api kecil, bukan untuk bakar cek lagi, tapi untuk masak jagung.

Bintang duduk di pangkuan Mama Lema tenun merah, tangan kecilnya pegang sertifikat biru asli 1985 yang sudah menang di sidang.

Ibu Ani yang sudah ganti baju tenun Sumba juga, kasih Bintang satu kotak kayu kecil, sama seperti kotak kayu Mama Lema tadi.

"Bintang, ini kotak kayu ayah kakek Harman. Di dalamnya ada bibit bunga kuning. Nenek simpan 30 tahun. Sekarang untuk Bintang tanam lagi di tanah 2 hektar ini, biar tidak ada lagi yang bilang tanah ini kutukan, tapi tanah cinta," Ibu Ani bilang.

Bintang buka kotak kayu kecil itu, di dalamnya ada 20 bibit bunga kuning kecil.

Malam sabana Kolorai yang seminggu lalu jadi saksi penculikan, pembakaran, cek 500 juta dirobek, hari ini jadi saksi keluarga besar makan jagung bakar di bawah papan nama baru Rumah Bintang.

Tapi dari jauh, di balik pohon lontar tempat Sari melahirkan Bintang setahun lalu, ada cahaya HP menyala.

Seseorang masih rekam mereka dari jauh, pakai helm hitam baru, bukan helm tato naga yang sudah diborgol tadi.

Di layar HP orang itu, ada tulisan chat, "Bos Jakarta, sidang kalah, sertifikat asli muncul, tato naga ketangkap, tapi tanah 2 hektar masih ada nikel 5 Miliar di bawahnya, kita gali malam-malam saja?"

Orang helm hitam baru itu ketik balik, "Jangan malam ini, anak ajaib itu masih ada, tunggu 7 hari lagi pas Ibu Ani balik Jakarta."

Angin sabana Kolorai bawa bau jagung bakar dan bau bunga kuning yang baru mau ditanam Bintang besok pagi.

Apakah tanah 2 hektar warisan kakek Harman sudah benar-benar aman setelah palu hakim diketok? Atau PT Nikel Jakarta masih punya orang helm hitam baru yang mau gali nikel 5 Miliar malam-malam saat Bintang tidur?

Dan bibit bunga kuning 20 biji di kotak kayu itu, apakah akan tumbuh jadi 20 bunga kuning seperti kupu-kupu yang dulu dikejar Bintang?

Palu hakim sudah diketok untuk Bintang! Tanah 2 hektar menang! Tato naga helm hitam sudah diborgol! Tapi kenapa masih ada helm hitam baru rekam dari balik pohon lontar malam ini?

Menurut kalian, apakah Ibu Ani akan tetap di Kolorai bantu bangun Rumah Bintang atau balik Jakarta dan tanah 2 hektar diambil lagi?

Dan bibit bunga kuning 20 biji itu, kalau tumbuh semua, apakah Bintang akan jadi penjaga tanah warisan selamanya?

terimakasih sudah mengikuti perjalanan Bintang mempertahankan tanah warisan dari Mbah buyutnya, untuk memberi dukungan silahkan kakak beri masukan di kolom komentar. Hatur nuwun Semeton.

1
Saint, SN
👋🏻👋🏻
atikah@72: makasih kak, sudah mampir di kolorai🙏🙏
total 1 replies
Paulus Waruwu
kak jnagan lupa mampir di akun aku juga ya
atikah@72: iya kak, salam kenal ya, moga kakak sukses selalu🫰
total 1 replies
oding's
haii ka aku mampir nih semangat yaa😍 yuk mampir jga di karya ku xixi
oding's: semangat trs yaa✨
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!