NovelToon NovelToon
SANTANA MILIK SENJANA

SANTANA MILIK SENJANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:125
Nilai: 5
Nama Author: little ky

Kisah cinta yang tak usia saat masih berseragam abu-abu, akankah bisa terjalin kembali? Disaat keduanya sudah tak lagi sama, namun hati tak bisa dibohongi, cinta mereka nyatanya masih ada.
Namun, disaat cinta kembali mengalahkan logika, keadaan justru menyudutkan keduanya.
Akankah SANTANA masih bisa menjadi milik SENJANA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little ky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah ada orang lain

Kepulangan Senjana ke tempat ini bukan tanpa sebab. Tempat yang menjadi pelariannya dan sang mama disaat semuanya sudah tidak lagi seindah dulu. Tempat yang menjadi rumah untuk Senjana yang kala itu merasa bahkan dirinya tidak perlu terlahir ke dunia.

Tempat yang menyembuhkannya, sekaligus tempat yang mengantarkan sang mama ke peristirahatannya. Tempat yang akan selalu Senjana kunjungi kala hatinya sedang tidak baik-baik saja.

" Ma.. Pa.. Senjana pulang.. " ucapnya.

Dipandanginya kedua makan orang tuanya. Diusap pelan kedua nisan dua orang yang pernah menemaninya meski tidak selama orang tua lainnya.

Dalam diam, Senjana menebarkan bunga mawar merah dan putih di atas makam kedua orang tuanya. Sesekali dia hela nafas, merasa hidup ini terlalu kejam untuknya dan sang mama.

" Dia... kembali, ma. " ucapnya setelah selesai menaburkan bunga.

" Senja lihat dia baik, ma. Sehat, tambah ganteng, makin dewasa dan... dan... dia udah tunangan sama Yara, adiknya bos Senja. " air mata yang coba Senjana tahan sejak menginjakan kakinya di area pemakaman ini akhirnya menganak sungai, terjun bebas tanpa bisa lagi dia bendung.

" Sakit, ma.. sakit banget.. Bukan karena benci, tapi aku.. aku... ternyata masih sangat sayang sama dia, ma... Huuuuuuuuuuu..." tubuh Senjana menelungkup memeluk makan mamanya. Menangis tergugu di sana, meluapkan semua yang dia tahan selama ini.

Senjana mengetahui sebuah rahasia yang menjadi penyebab Santana akhirnya melepasnya kala itu. Saat mengetahuinya, Senjana menggila. Dia bahkan sampai marah dan memaki sang papa.

Malam bersejarah itu, saat Senjana bertengkar hebat dengan papanya. Hingga akhirnya sang papa kecelakaan dan meninggal dunia. Satu dari sekian penyebab Senjana yang saat itu mentalnya sudah hancur, menjadi semakin hancur. Senjana depresi, dia sempat dirawat di rumah sakit gila selama setahun lebih.

Setelah masa perawatan Senjana selesai, dia pun dibawa sang mama ke tempat ini. Kondisinya belum bisa dikatakan sudah baik, hanya saja Senjana sudah tidak lagi berusaha menyakiti diri sendiri. Senjana juga sudah bisa diajak bicara, meski tidak pernah menjawab.

Bertahun-tahun, Senjana hidup dalam diam sampai akhirnya dia pun membuka mulutnya di saat dia melihat mamanya pingsan tepat di depan matanya. Makanya divonis dokter menderita penyakit kanker otak stadium 3.

Senjana akhirnya memaksakan diri keluar dari penjara jiwanya, bahu membahu dengan mbok Jumi dan pak Seno untuk merawat sang mama. Hanya saja takdir berkata lain, mamanya sudah lelah dan memilih untuk menyerah pada penyakitnya. Empat tahun setelah meninggalnya sang papa, Senjana pun akhirnya kehilangan sang mama.

" Maaf ya, ma.. Senja selalu kesini kalau pas nggak baik-baik aja. " sesalnya setelah sejak tadi menangis.

" Senja nggak akan ganggu dia, ma. Senja malu, Senja benci diri Senja sendiri kalau sampai Senja serakah dan merugikan dia. Dia lebih pantes sama Yara, karena Yara nggak akan merenggut apa yang dia anggap berharga.. "

" Senja pulang ya, ma.. Senja pengen istirahat.. Nanti kapan-kapan Senja ke sini lagi.. "

Senjana pun meninggalkan makam kedua orang tuanya, bersama dengan mbok Jumi dan pak Seno, dia kembali pulang ke rumah yang selama ini menjadi tempatnya menenangkan semua kemelut hatinya.

**********

Makin hari makin Miyara merasa jika pria yang ada didepannya ini semakin dingin dan terasa semakin mempertebal batas di antara mereka. Padahal status pria ini adalah tunangannya, tapi batas itu ada. Sejak pertama kali Yara menyuarakan idenya dan disetujui lantaran pria ini lelah dikejar-kejar olehnya.

Yara pikir setelah hampir empat tahun mereka saling mengenal, sikap Santana akan lunak padanya. Hanya saja setelah sampai dititik ini, Yara tahu jika Santana masih tetap di sana, ditempat yang Yara sebut sebagai penjara untuk Santana.

Tempat dimana masih ada satu nama yang mengisi semua hati Santana. Nama yang tidak pernah mau Santana ucapkan, tapi nama itu melekat kuat dalam dirinya.

" Kamu makin hari makin ngejauh deh, beb.. " akhirnya terucap, kata-kata yang ada didalam benak Yara.

" Nggak ada yang menjauh. Aku tetap aku, dan selama ini aku tetap begini. " balas Santana masih tetap dingin.

" Mungkin kamu aja yang terlalu banyak berharap yang mana apa yang ada di depan kamu tidak lagi sesuai harapan mu. "

Skakmat..

Yara langsung dibungkam kenyataan yang tidak mau dia akui. Ucapan Santana seratus persen benar, dia memang berharap terlalu banyak pada hubungan mereka padahal dari awal Santana sendiri sudah pernah memperingatinya. Jika ada satu orang yang sampai kapanpun tidak akan pernah Santana lupakan.

" Aku pikir, setelah sekian lama kamu bisa..... "

" Nggak akan bisa.. Dia tetap di hati aku selama aku masih bernafas Yara.. " Yara tertunduk.

" Batas waktunya hanya sampai bulan depan. Kalau sampai saat itu tidak ada yang berubah, tolong kamu akhiri semua ini seberani saat kamu mengaungkan semuanya. "

Tak..

Santana meletakan uang di atas meja untuk membayar bill mereka, setelahnya dia langsung pergi begitu saja tanpa ada niatan sedikit pun menghibur Yara yang jelas sakit hati karena ucapannya barusan.

Anggap saja Santana itu baji*****. Biar saja seperti itu, Santana tidak akan peduli apapun pendapat orang tentangnya. Hubungan antara dia dan Yara bisa ada karena paksaan Yara yang dibalut rasa bersalah Santana karena pernah membuat Yara celaka.

Anggap saja iki harga yang harus Yara bayar karena memaksakan kehendaknya dan juga memanfaatkan rasa bersalah orang demi keuntungannya sendiri. Santana tidak peduli dan tidak mau peduli, apa lagi setelah dia kembali bertemu dengan belahan jiwanya..

******

Sepeninggal Santana, Yara masih tetap duduk terdiam sembari memandangi cangkir kopi yang isinya bahkan masih penuh dan sudah dingin. Yara terlalu shock akan ucapan Santana barusan. Dipikirnya setelah pertunangan mereka dua tahun yang lalu jalan untuk Yara mendapatkan pria pujaan hatinya sudah terbuka lebar. Nyatanya sama sekali tidak ada yang berubah.

Yara ingat betul ucapan Angkara saat dirinya ngeyel ingin bersama dengan Santana. Yara juga ingat, diantara semua anggota keluarganya, hanya Angkara yang menentang hubungannya dengan Santana. Meskipun hubungan keduanya baik sampai hari ini, tapi kalau untuk mempercayakan adiknya pada Santana, tentu saja Angkara tidak bisa.

Ngototnya Yara dan kegilaan Yara lah yang akhirnya membuat Angkara diam tak lagi menentang. Tapi restu untuk keduanya tidak pernah turun sampai sekarang. Karena Angkara tahu dengan jelas sebagai sesama laki-laki, kalau di mata seorang Santana, tidak pernah ada Yara.

" Kualat kali ya aku ini sama mas Ang. Kalau aja dulu aku dengerin omongan mas Ang, sekarang aku nggak akan sakit hati begini.. " Yara menghela nafas.

" Aku pikir dia mau datang ke sini karena dia udah nerima aku, ternyata.... " lidah Yara terlalu kelu untuk melanjutkan ucapannya. Yara yakin seyakin-yakinnya, kalau mulutnya ini masih bicara yang ada dia bakalan nangis kejer di tempat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!