NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:44.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Kekhawatiran Arka

Naya terus mendekap tubuh mungil Kenzie, menyalurkan kehangatan murni dari detak dadanya untuk meredam sisa-sisa getaran ketakutan pada anak itu. Di dalam keheningan ruang tengah yang kembali menguasai, Naya bisa merasakan bagaimana tangan kecil Kenzie meremas erat kerah blus linen miliknya, seolah takut jika pegangan itu mengendur, dunianya akan kembali runtuh.

"Mama ... Kenzie tidak mau pergi sama Tante seram tadi," bisik Kenzie dengan suara serak yang timbul tenggelam di balik tangisnya.

Naya mengusap punggung Kenzie dengan ritme yang teratur, menempelkan pipinya pada puncak kepala sang anak. "Kenzie aman bersama Mama, Sayang. Tidak akan ada yang bisa membawa Kenzie pergi selama Kenzie memegang tangan Mama. Sekarang, kita masuk ke ruang belajar yuk? Kita lihat tanaman bunga matahari yang kita tanam kemarin sore."

Kenzie mendongak pelan, mengusap air matanya dengan punggung tangan yang masih gemetar. "Bunganya sudah tumbuh besar, Ma?"

"Kalau kita lihat sekarang dan kita beri air, mungkin dia akan memberikan kejutan," jawab Naya dengan senyuman yang sangat teduh. Ketenangan wajahnya bertindak bagai sihir penenang yang instan bagi mental Kenzie.

Naya berdiri, menuntun jemari kecil Kenzie menuju ruang dalam dengan langkah yang anggun dan teratur. Di balik ketegaran sikapnya yang menghanyutkan, pikiran Naya sudah bekerja dengan kecepatan penuh. Kedatangan Saskia yang begitu impulsif membuktikan satu hal: mantan istri Arka itu tidak memiliki kesabaran taktis. Dia digerakkan oleh ego dan provokasi Clarissa. Dan bagi Naya, musuh yang bergerak dengan emosi adalah musuh yang paling mudah untuk dipatahkan di depan meja hijau nanti.

***

Dua jam kemudian, suara deru mesin SUV hitam milik Arka membelah kesunyian pelataran depan dengan kecepatan yang tidak biasa. Pintu mobil bahkan belum tertutup sempurna ketika kaki jenjang Arka melangkah lebar merobek selasar marmer menuju pintu utama.

Wajah tegas sang tuan muda tampak luar biasa pucat, dengan rahang yang mengeras sempurna dan sepasang mata elang yang memancarkan kilat panik yang pekat. Laporan dari kepala pelayan melalui telepon setengah jam lalu tentang kedatangan Saskia hampir saja membuat Arka membanting setir mobilnya di jalan tol.

"Naya! Kenzie!" panggil Arka, suaranya bariton meninggi, menggema di langit-langit ruang tengah yang luas.

Naya melangkah keluar dari arah koridor ruang belajar dengan pembawaan yang sangat tenang. Ia telah mengganti pakaiannya dengan gaun rumah kasual yang bersih, rambutnya yang hitam lebat dicepol rapi ke atas. Tidak ada sekerat pun riak kepanikan atau ketakutan di wajah jernihnya.

"Kenzie sedang tidur siang di kamarnya, Tuan Arka. Tolong kecilkan suara Anda," tegur Naya dingin, suaranya yang rendah seketika memotong gema kepanikan di ruangan tersebut.

Arka menghentikan langkahnya tepat dua langkah di depan Naya. Napasnya memburu kasar, dadanya naik turun dengan tidak beraturan. Pria yang biasanya selalu tampil sempurna dengan wibawa mutlak di depan ribuan karyawannya itu, sore ini tampak begitu rapuh dan berantakan karena ketakutan terbesarnya baru saja menjadi nyata.

"Saskia ... dia datang ke sini? Dia mencoba merebut Kenzie darimu?" tanya Arka, suaranya bergetar samar karena amarah yang bercampur dengan rasa takut kehilangan yang teramat sangat. "Apa yang dia lakukan padamu, Naya? Apa dia melukaimu atau menyentuh anakku?!"

Arka secara refleks meraih kedua pundak Naya, mencengkeramnya dengan tangan yang bergetar. Matanya bergerak cepat menyapu seluruh tubuh Naya, mencari tanda-tanda jika ada kekerasan fisik yang ditinggalkan oleh mantan istrinya yang terkenal histeris itu.

Naya menatap lurus ke dalam manik mata elang Arka yang sedang dipenuhi badai emosi. Jarak yang sangat dekat membuat Naya bisa merasakan kehangatan dan rasa putus asa yang mengalir dari telapak tangan Arka yang kokoh di bahunya. Jantung Naya sempat berdesir halus menghadapi kepedulian yang begitu intens dari pria di hadapannya, namun kekuatan batinnya segera menguasai keadaan.

Naya mengangkat kedua tangannya, memegang pergelangan tangan Arka dengan kelembutan yang tegas, lalu menurunkannya perlahan dari pundaknya demi memelihara jarak profesional mereka.

"Tenangkan diri Anda, Mas Arka. Duduklah terlebih dahulu," ucap Naya, sengaja menyisipkan panggilan 'Mas' dengan intonasi rendah yang menghanyutkan, bertindak bagai air es yang menyiram kobaran api kepanikan di dada Arka.

Arka menarik napas panjang secara teratur, mencoba meredam gejolak di dadanya meskipun tangannya masih terasa dingin. Ia mengikuti langkah Naya dan duduk di sofa beludru, menumpukan kedua tangannya di atas lutut dengan frustrasi yang luar biasa.

"Bagaimana aku bisa tenang, Naya? Wanita itu ... dia memiliki hak hukum darah atas Kenzie. Jika dia berani melangkah masuk ke rumah ini dan mengintimidasi kalian di saat aku tidak ada, itu artinya dia tidak akan segan-segan melakukan hal yang lebih nekat di persidangan minggu depan," ujar Arka, menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah yang mendalam. "Aku telah menyeretmu ke dalam pusaran masalah yang terlalu berbahaya, Naya. Seharusnya aku tidak membiarkanmu menghadapi Saskia sendirian."

Naya mengambil posisi duduk di sofa tunggal berseberangan dengan Arka. Ia menyandarkan punggungnya dengan tegap, melipat kedua tangannya di dada dengan keanggunan seorang nyonya rumah yang sesungguhnya.

"Saskia Maheswari tidak melakukan apa pun yang bisa melukai saya, Tuan Arka. Dia hanya memamerkan kedangkalan moral dan keangkuhannya sebagai seorang ibu yang gagal," tutur Naya, setiap kalimatnya tersusun sangat taktis tanpa ada emosi yang meluap-luap. "Dia datang bersama Clarissa dengan niat memancing kepanikan kita, dan mereka pulang dengan kekalahan telak karena saya telah memperingatkan mereka tentang hukum penculikan anak di bawah umur."

Naya menjeda sejenak, menatap Arka dengan pandangan mata bulatnya yang jernih sekeras baja.

"Kedatangan Saskia siang tadi justru menjadi keuntungan besar bagi kita, Mas Arka. Tindakannya yang memaksa masuk dan membuat Kenzie histeris ketakutan telah terekam sempurna oleh seluruh kamera CCTV di ruang tengah ini. Saya sudah menyuruh Pak Yusuf untuk mengamankan salinan rekamannya ke dalam diska lepas."

Arka mendongak dengan cepat, sepasang mata elangnya melebar menatap Naya dengan rasa takjub yang teramat besar yang kembali meruntuhkan egonya sebagai seorang Dewangga. "Rekaman CCTV? Kamu menggunakannya sebagai bukti?"

Bersambung...

1
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sugiharti Rusli
sekarang tinggal nanti Arka saja sih yang buat keputusan besar tentang hubungan dirinya dan Naya, apa akan seperti tertera dalam kontrak yang seperti mereka sepakati dulu,,,
Laila Umroh
baru ngerti kalau kaka author punya karya baru...
Sugiharti Rusli
dan bagaimana Naya mendidik dan merawat Kenzie dengan pemahaman" baru tentang hidup dan Kenzie bahagia kala bersama Naya,,,
Sugiharti Rusli
dan Kenzie begitu cepat hatinya terpaut pada Naya tanpa pdkt sebelumnya kan,,,
Sugiharti Rusli
apalagi bisa terlihat dengan kasat mata bagaimana Naya memperlakukan Kenzie selayaknya ibu teehadap anaknya,,,
Sugiharti Rusli
pada waktunya kertas kontrak itu akan kalah oleh tatapan polos Kenzie sih yah,,,
Sugiharti Rusli
entah kalo suatu saat Kenzie tahu kalo sanga mama ga akan bersama mereka lagi karena sebuah kesepakatan yah, kasihan sih dengan mentalnya nanti,,,
Sugiharti Rusli
tapi beriring berjalannya waktu, malah Kenzie mendapat nilai baru dan juga sangat mencintai dan menerima Naya sebagai ibunya,,,
Sugiharti Rusli
kalo yang jadi istri Arka bukanlah seorang Nayara, mungkin kedok pernikahan kontrak mereka sudah terbongkar sejak awal yah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi si Clarissa memiliki dugaan kalo Arka menikahi Naya bukan karena cinta, dan itu betul sih tujuan utamanya hak asuh putranya,,,
Sugiharti Rusli
meski dia memang melakukan pernikahan kontrak dengan Naya demi hak asuh Kenzie, tapi di perjalanan malah banyak hal tak terduga,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya di sini si Arka yang sangat diuntungkan dengan memperistri Naya yah
dyah EkaPratiwi
Naya 😍
NAYLA DWI
ok
Nandi Ni
dibalik kesulitan terbentang kemudahan,semoga ketulusan hatinya mampu menghantarkan pada kebahagiaan.
Nandi Ni
emang diluar nurul pemikiran Naya ini
Herman Lim
ga sabar lihat kehancuran mereka
Naufal Affiq
buat clarisa gak bisa ngomong lagi ya mommy,buat mereka kalah dalm persidangan,dan naya penenangnya
Mamah Nisa
di depan kenzie kok manggilnya tuan arka....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!