NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:154.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Kekhawatiran Arka

Naya terus mendekap tubuh mungil Kenzie, menyalurkan kehangatan murni dari detak dadanya untuk meredam sisa-sisa getaran ketakutan pada anak itu. Di dalam keheningan ruang tengah yang kembali menguasai, Naya bisa merasakan bagaimana tangan kecil Kenzie meremas erat kerah blus linen miliknya, seolah takut jika pegangan itu mengendur, dunianya akan kembali runtuh.

"Mama ... Kenzie tidak mau pergi sama Tante seram tadi," bisik Kenzie dengan suara serak yang timbul tenggelam di balik tangisnya.

Naya mengusap punggung Kenzie dengan ritme yang teratur, menempelkan pipinya pada puncak kepala sang anak. "Kenzie aman bersama Mama, Sayang. Tidak akan ada yang bisa membawa Kenzie pergi selama Kenzie memegang tangan Mama. Sekarang, kita masuk ke ruang belajar yuk? Kita lihat tanaman bunga matahari yang kita tanam kemarin sore."

Kenzie mendongak pelan, mengusap air matanya dengan punggung tangan yang masih gemetar. "Bunganya sudah tumbuh besar, Ma?"

"Kalau kita lihat sekarang dan kita beri air, mungkin dia akan memberikan kejutan," jawab Naya dengan senyuman yang sangat teduh. Ketenangan wajahnya bertindak bagai sihir penenang yang instan bagi mental Kenzie.

Naya berdiri, menuntun jemari kecil Kenzie menuju ruang dalam dengan langkah yang anggun dan teratur. Di balik ketegaran sikapnya yang menghanyutkan, pikiran Naya sudah bekerja dengan kecepatan penuh. Kedatangan Saskia yang begitu impulsif membuktikan satu hal: mantan istri Arka itu tidak memiliki kesabaran taktis. Dia digerakkan oleh ego dan provokasi Clarissa. Dan bagi Naya, musuh yang bergerak dengan emosi adalah musuh yang paling mudah untuk dipatahkan di depan meja hijau nanti.

***

Dua jam kemudian, suara deru mesin SUV hitam milik Arka membelah kesunyian pelataran depan dengan kecepatan yang tidak biasa. Pintu mobil bahkan belum tertutup sempurna ketika kaki jenjang Arka melangkah lebar merobek selasar marmer menuju pintu utama.

Wajah tegas sang tuan muda tampak luar biasa pucat, dengan rahang yang mengeras sempurna dan sepasang mata elang yang memancarkan kilat panik yang pekat. Laporan dari kepala pelayan melalui telepon setengah jam lalu tentang kedatangan Saskia hampir saja membuat Arka membanting setir mobilnya di jalan tol.

"Naya! Kenzie!" panggil Arka, suaranya bariton meninggi, menggema di langit-langit ruang tengah yang luas.

Naya melangkah keluar dari arah koridor ruang belajar dengan pembawaan yang sangat tenang. Ia telah mengganti pakaiannya dengan gaun rumah kasual yang bersih, rambutnya yang hitam lebat dicepol rapi ke atas. Tidak ada sekerat pun riak kepanikan atau ketakutan di wajah jernihnya.

"Kenzie sedang tidur siang di kamarnya, Tuan Arka. Tolong kecilkan suara Anda," tegur Naya dingin, suaranya yang rendah seketika memotong gema kepanikan di ruangan tersebut.

Arka menghentikan langkahnya tepat dua langkah di depan Naya. Napasnya memburu kasar, dadanya naik turun dengan tidak beraturan. Pria yang biasanya selalu tampil sempurna dengan wibawa mutlak di depan ribuan karyawannya itu, sore ini tampak begitu rapuh dan berantakan karena ketakutan terbesarnya baru saja menjadi nyata.

"Saskia ... dia datang ke sini? Dia mencoba merebut Kenzie darimu?" tanya Arka, suaranya bergetar samar karena amarah yang bercampur dengan rasa takut kehilangan yang teramat sangat. "Apa yang dia lakukan padamu, Naya? Apa dia melukaimu atau menyentuh anakku?!"

Arka secara refleks meraih kedua pundak Naya, mencengkeramnya dengan tangan yang bergetar. Matanya bergerak cepat menyapu seluruh tubuh Naya, mencari tanda-tanda jika ada kekerasan fisik yang ditinggalkan oleh mantan istrinya yang terkenal histeris itu.

Naya menatap lurus ke dalam manik mata elang Arka yang sedang dipenuhi badai emosi. Jarak yang sangat dekat membuat Naya bisa merasakan kehangatan dan rasa putus asa yang mengalir dari telapak tangan Arka yang kokoh di bahunya. Jantung Naya sempat berdesir halus menghadapi kepedulian yang begitu intens dari pria di hadapannya, namun kekuatan batinnya segera menguasai keadaan.

Naya mengangkat kedua tangannya, memegang pergelangan tangan Arka dengan kelembutan yang tegas, lalu menurunkannya perlahan dari pundaknya demi memelihara jarak profesional mereka.

"Tenangkan diri Anda, Mas Arka. Duduklah terlebih dahulu," ucap Naya, sengaja menyisipkan panggilan 'Mas' dengan intonasi rendah yang menghanyutkan, bertindak bagai air es yang menyiram kobaran api kepanikan di dada Arka.

Arka menarik napas panjang secara teratur, mencoba meredam gejolak di dadanya meskipun tangannya masih terasa dingin. Ia mengikuti langkah Naya dan duduk di sofa beludru, menumpukan kedua tangannya di atas lutut dengan frustrasi yang luar biasa.

"Bagaimana aku bisa tenang, Naya? Wanita itu ... dia memiliki hak hukum darah atas Kenzie. Jika dia berani melangkah masuk ke rumah ini dan mengintimidasi kalian di saat aku tidak ada, itu artinya dia tidak akan segan-segan melakukan hal yang lebih nekat di persidangan minggu depan," ujar Arka, menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah yang mendalam. "Aku telah menyeretmu ke dalam pusaran masalah yang terlalu berbahaya, Naya. Seharusnya aku tidak membiarkanmu menghadapi Saskia sendirian."

Naya mengambil posisi duduk di sofa tunggal berseberangan dengan Arka. Ia menyandarkan punggungnya dengan tegap, melipat kedua tangannya di dada dengan keanggunan seorang nyonya rumah yang sesungguhnya.

"Saskia Maheswari tidak melakukan apa pun yang bisa melukai saya, Tuan Arka. Dia hanya memamerkan kedangkalan moral dan keangkuhannya sebagai seorang ibu yang gagal," tutur Naya, setiap kalimatnya tersusun sangat taktis tanpa ada emosi yang meluap-luap. "Dia datang bersama Clarissa dengan niat memancing kepanikan kita, dan mereka pulang dengan kekalahan telak karena saya telah memperingatkan mereka tentang hukum penculikan anak di bawah umur."

Naya menjeda sejenak, menatap Arka dengan pandangan mata bulatnya yang jernih sekeras baja.

"Kedatangan Saskia siang tadi justru menjadi keuntungan besar bagi kita, Mas Arka. Tindakannya yang memaksa masuk dan membuat Kenzie histeris ketakutan telah terekam sempurna oleh seluruh kamera CCTV di ruang tengah ini. Saya sudah menyuruh Pak Yusuf untuk mengamankan salinan rekamannya ke dalam diska lepas."

Arka mendongak dengan cepat, sepasang mata elangnya melebar menatap Naya dengan rasa takjub yang teramat besar yang kembali meruntuhkan egonya sebagai seorang Dewangga. "Rekaman CCTV? Kamu menggunakannya sebagai bukti?"

Bersambung...

1
Fa Yun
tuh keluar aslinya wanita rubah gak tau maluu,Uda lihat arka sifat wanita yg kamu tolong 😕
Fa Yun
terlambat sudah penyesalanmu Arka, paling kasian sama Kenzie kalo Naya pergi 😕
Yayang Coedil
minta d ulek tuh wanita jadijadian🤭
Mulaini
Arka sifat asli Gisella sudah kelihatan dan kamu mau membelanya dan memilih dia atau memilih mempertahankan Naya yang sudah berkali² membela mu.
Mulaini
Arka kamu sudah tahu tapi tetap kamu lakukan jadi ya memang kamunya gak bisa mempertahankan Naya.
Lia Rahmawati
greget banget sama ceritanya,hayo lah Thor bikin si Naya pergi jauh sejauh mungkin sama ibunya,biar si arka menyesal 😡
Wiek Soen
arka buka matamu klo yg kamu tolong itu ulaaaarrrr😡😡😡
Wiek Soen
Giselle perempuan sampah berhati tamak serakah, menjijikan sekali
Rarik Srihastuty
dasar wanita ular, gimana arka orang yg katanya cuma minta perlindungan nekat secara terang2an mau jd pelakor rumah tanggamu. apa tindakan tegasmu arka? para pembaca sedang menunggu
Wiek Soen
makanya arka jangan bodoh ,nolong boleh tp lihat dulu yg di tolong,yg di tolong gigit kok ko GK rasa ,dasar dongoook,kok esmosi aq...sama arka
Ummee
dasar Gisella... kita lihat apa Arka terbuai tipu daya Gisella
Bagong
demi Alloh segala,,,,,,tahu g kambing bertelur aja lebih masuk akal
Zalmah Adiwi
perempuan 'GILA'..sampe segitux dia pny otak..🤦‍♀️🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
mmng wajar klo naya terluka..
Eni Istiarsi
ayolah Arkaaa... mikiiiir!.. pake logikamu, jangan cuma kedepankan perasaan bersalah dan kasihan pada Giselle yang nyatanya cuma memanfaatkan mu
Kar Genjreng
ihhh wanita menjijikan dan laki laki bodohhhhh padahall sudah di nasehatin orang tua nya dan di kasih tau siapa gisel ahh tapi memang CEO ceroboh nanti kalau sudah di kuasai barulah menyesal sampai ujung dunia,,,lihat harusnya dari kelicikan nya jadi apa bedanya siska satu sama kan bedanya siska bisa memberikan Kenzie walaupun saat ini sedang di perebutkan,,,, kalau Ak jadi Arka berusaha mati Matian buat mempertahankan Nayara Kenapa sudah terlihat wanita itu tidak ambisius tidak tamak tidak jahat terhadap putranya dan bisa membela dan m memberikan ide agar tidak kehilangan proyek trilyunan tidak membuang uang untuk shopping,,,tapi terserah biar tersesat kembali apabila tidak bisa mengusir Gisele,,salam waras gemes mommy sama arka jadi laki laki ko lihat mana wibawanya sebagai pemimpin kalah sama wanita abal abal,,👍🤭🤭
Rahmawati
jijik bgt sm gisel😡
Mamah Nisa
tuuh arka....buka matamu...buka otak dan pikiranmu....sdh tau blm liciknya mantanmu itu...pantesan bu ambar ga suka sm mantanmu itu...karena ibumu sdh tau yg sebenarnya siapa gisela ...wanita rubah....
arkaaaa....masih blm ke buka juga pikiranmu...
sorry mom....esmosi jd nya ...belain mantan sampe segitunya...guwwedek sy mom....
lanjut mom...makin seru....
Kar Genjreng
perasaan dan hati Naya sudah kadung terluka terlalu dalam,,,luka pisau mungkin bisa di obati tetapi luka dalam siapa yang
tau seberapa dalam dan sakitnya Naya,,,,Ku pikir akan bahagia ketika main layangan di luar dan ketawa bersama itu
ternyata kesempatan Arka yang di berikan Naya tetapi di sia siakan ,,, ketika kesekolahan bersama bergandengan tangan,,,kini tinggal kenangan tak mungkin terulang kembali,,,arka lupa jalan pulang atau memang ceroboh ahirnya lewat jalur yang salah,,,karena harusnya jalan kerumah Naya dan Kenzie,,,ini ketempat gisele Yo uwis piye maneh,,,biar pelajaran buat arka yang mengabaikan perasaan Naya seolah tidak penting,,,dan sekarang barulah menyesali sudah tertutup rapat hati Naya,,, ahirnya Kenzie lah yang jadi korban nya lagi,trim mommy sudah update,,,besok kalau mommy sibuk balap karung update nya malam ga apa apa 🤩🤭hua hua
Deasy Suryandari
ini kalau matanya Arka masih belom melek tentang Gisela wah wah wah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!