NovelToon NovelToon
Kaisar Naga Bela Diri

Kaisar Naga Bela Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di ujung terlupakan Kerajaan Tianhe, seorang anak yatim bernama Qin Mu tumbuh di Desa Canglan bersama seorang pemabuk tua yang mengaku petani. Yang ia miliki hanyalah pisau berburu berkarat, liontin batu hitam peninggalan ayah yang tak pernah kembali, dan satu pertanyaan yang tak terjawab: mengapa ia ditinggalkan?

Ketika dunia kultivator yang selama ini hanya ia dengar sebagai legenda tiba-tiba menghancurkan kedamaian desanya, Qin Mu dipaksa memasuki jalan yang telah ditentukan jauh sebelum ia lahir jalan yang berlumuran darah, penuh pengkhianatan, dan dibayar dengan harga yang tak seorang pun mau membayarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 22

Suara gemerisik ratusan kaki tajam yang menggores dinding batu menggema di sepanjang lorong sempit Tambang Roh Kuno, menciptakan simfoni kematian yang membuat bulu kuduk berdiri.

Di bawah cahaya obor hijau yang dipegang oleh delapan pembunuh Faksi Wei, puluhan Kelabang Batu Bermata Merah sepanjang lengan orang dewasa merayap turun dari langit-langit terowongan. Cangkang hitam mereka berkilau keras seperti besi, dan taring beracun di mulut mereka meneteskan cairan asam yang mendesis saat menyentuh batu.

"M-mundur! Kita kembali ke pintu gerbang!" jerit salah satu dari tujuh murid baru di belakang Qin Mu dengan suara pecah karena panik.

Namun ketika mereka menoleh ke belakang, tiga algojo berpenutup wajah hitam sudah menutup jalur naik dengan pedang terhunus, sementara di arah depan, lima algojo lainnya berdiri di belakang pagar hidup kelabang beracun tersebut.

Di barisan paling depan musuh, Zhao Kun menyeringai lebar sambil memegang sebuah pedupaan perunggu kecil yang mengeluarkan asap merah berbau manis. Selama pedupaan penjinak serangga itu berada di tangannya, kawanan kelabang buas itu tidak akan menyerang barisan Faksi Wei, melainkan hanya akan menerkam siapa pun yang tidak terlindungi oleh bau asap pusatnya.

Di sebelah Zhao Kun, berdiri pemimpin kelompok penyergap itu seorang pemuda berwajah bopeng bernama Chen Hu, algojo paling kejam di bawah komando Wei Tian yang telah mencapai Tahap Akhir Qi Gathering. Sebilah golok punggung tebal berlumuran Qi kuning tanah bersandar di bahunya.

"Kalian bertujuh yang tidak ada hubungannya dengan bocah dari Gubuk Nomor Satu dan Nomor Dua, berlutut di sudut dinding dan tutup mulut kalian jika masih ingin hidup!" bentak Chen Hu dengan suara berat yang menggetarkan debu di langit-langit. "Target kami hari ini hanya memotong kaki dan tangan Qin Mu serta pandai besi bodoh itu!"

Mendengar itu, ketujuh murid baru lainnya langsung mundur ketakutan, menempelkan punggung mereka ke dinding batu sambil gemetar hebat. Tak seorang pun dari mereka berani mengangkat senjata.

Kini, di tengah lorong terowongan yang berbatasan langsung dengan jurang patahan bawah tanah yang gelap gulita, hanya tersisa tiga orang yang masih berdiri tegak: Qin Mu, Han Lie, dan pemuda berwajah datar di sudut bayangan, Mo Cang.

"Qin Mu, jumlah mereka delapan orang di ranah Qi Gathering, ditambah serangga-serangga sialan itu," bisik Han Lie sambil menggeser kuda-kudanya, merapatkan punggungnya dengan Qin Mu. "Bagaimana kita membuka jalan?"

Qin Mu tidak mundur selangkah pun. Di balik kain penutup wajah yang telah direndam penawar miasma, mata hitamnya tampak begitu tenang saat memindai jarak terowongan, posisi obor di tangan musuh, dan pedupaan di tangan Zhao Kun.

Di saat yang sama, tangan kirinya di balik lengan jubah telah menyentuh tiga bendera perunggu mini dan tiga keping Batu Roh dari kantung peninggalan Penatua Luo, sementara tangan kanannya menggenggam bungkusan kulit berisi Bubuk Kabut Buta.

"Han Lie, tutup matamu saat aku menghitung sampai tiga, lalu hantamkan martilmu ke arah samping sekuat tenaga," bisik Qin Mu sangat cepat, sebelum melirik sekilas ke arah sudut gelap tempat Mo Cang berdiri. "Dan kau yang di sudut... jika kau tidak ingin mati dikubur bersama kami untuk menutup mulut, incar pemegang obor di barisan belakang begitu cahaya padam."

Mo Cang tidak menjawab, namun jari-jari pucatnya perlahan membalikkan genggaman belati tipis di pinggangnya. Sebagai sesama orang yang terbiasa berjalan di dunia gelap, Mo Cang tahu betul bahwa Wei Tian tidak akan membiarkan satu pun saksi mata dari sepuluh gubuk teratas keluar hidup-hidup hari ini.

"Beri makan mereka pada serangga!"

Zhao Kun tertawa kejam dan mengayunkan pedupaan di tangannya ke depan, memerintahkan puluhan Kelabang Batu Bermata Merah itu menerjang ke arah Qin Mu!

"Satu."

Qin Mu menjatuhkan tiga keping Batu Roh dan menancapkan tiga bendera perunggu mini tepat ke celah retakan lantai batu di bawah kakinya menggunakan hentakan tumitnya tanpa terlihat oleh musuh!

"Dua."

Gelombang kelabang beracun itu sudah berada kurang dari tiga tombak di depannya, membuka taring mereka yang berbau amis.

"Tiga!"

WUSH!

Tangan kanan Qin Mu mengayun cepat, melemparkan tiga kantung Bubuk Kabut Buta bukan ke arah kelabang di bawah, melainkan lurus menghantam obor-obor hijau di tangan para algojo Faksi Wei!

PUK! PUK! PSSSST!

Begitu kantung kulit itu pecah terkena api obor, serbuk alkimia di dalamnya langsung bereaksi memadamkan seluruh nyala api dalam sekejap mata, sekaligus meledakkan kabut abu-abu pekat yang mengandung bubuk lada spiritual dan racun perusak saraf mata!

"Sialan! Mataku! Dia melempar bubuk racun!"

"Jangan panik! Tebas lurus ke depan dengan Qi kalian! Lorong ini sempit, dia tidak bisa menghindar!" teriak Chen Hu sambil mengayunkan goloknya untuk menghalau kabut.

Namun tepat saat empat algojo Faksi Wei di barisan depan menerjang maju menembus kabut gelap untuk menebas posisi terakhir Qin Mu, kaki mereka menginjak area tiga tombak tempat tiga bendera perunggu mini tadi tertancap.

ZING!

Aliran tipis energi dari Batu Roh menyambungkan ketiga bendera tersebut di bawah debu lantai. Formasi Tiga Langkah Pembalik Arah formasi dasar, aktif dalam kegelapan!

Formasi tingkat dasar ini tidak memiliki daya serang untuk melukai kultivator Qi Gathering, namun di dalam lorong gelap yang tertutup kabut buta, formasi ini memutarbalikkan indra keseimbangan dan orientasi ruang siapa pun yang menginjaknya sebesar seratus delapan puluh derajat!

Di dalam benak keempat algojo yang matanya perih karena kabut itu, mereka merasa sedang berlari lurus ke depan menuju Qin Mu. Padahal kenyataannya, langkah ketiga mereka justru berbelok tajam, membuat mereka saling menabrak dan menebaskan pedang berlapis Qi ke arah rekan di sebelah mereka sendiri!

JLEB! AAAARGH!*

"Bajingan! Kenapa kau menebas bahuku?!"

"Bukan aku! Arah jalannya berputar!"

"Hantam sekarang, Han Lie!" suara dingin Qin Mu menggema dari balik kegelapan.

BOOM—!

Han Lie yang sejak tadi memejamkan mata sesuai instruksi Qin Mu, memutar tubuhnya dan menghantamkan martil godam seberat empat puluh kati miliknya tepat ke arah kiri tempat dua algojo yang kehilangan arah baru saja terhuyung keluar dari batas formasi!

Terdengar suara tulang rusuk yang remuk berkeping-keping. Kedua algojo tahap Awal Qi Gathering itu bahkan tidak sempat melihat apa yang menghantam mereka sebelum tubuh mereka terpental menghantam dinding batu dengan dada cekung dan tewas seketika!

Sementara itu, di tengah kekacauan formasi dan kegelapan, Qin Mu telah bergerak.

Langkah Pertama — Jejak Hantu Tanpa Suara!

Tubuh Qin Mu melesat menembus sela-sela algojo yang sedang kebingungan bagaikan embusan angin malam. Di tempatnya berpijak sedetik lalu, tertinggal sehelai bayangan hitam samar yang langsung ditebas sia-sia oleh pedang Zhao Kun, sementara tubuh asli Qin Mu sudah muncul tepat di sisi kanan Zhao Kun!

Mata hitam Qin Mu berkilat dingin di dalam gelap. Bagi orang lain, lorong tanpa obor ini adalah kebutaan, namun bagi pemburu yang terbiasa mengintai di hutan malam dan memiliki pendengaran tajam Penempaan Tubuh, kegelapan ini adalah rumahnya.

Sring!

Bilah Kembar Taring Hantu di tangan kiri Qin Mu berkelebat memotong pergelangan tangan Zhao Kun yang memegang pedupaan perunggu!

"Tangan...tanganku!!" Zhao Kun menjerit histeris saat telapak tangannya putus bersama pedupaan yang jatuh.

Qin Mu tidak membiarkan pedupaan itu jatuh ke tanah. Dengan tendangan memutar di udara, kaki Qin Mu menghantam pedupaan perunggu yang membara itu hingga pecah berhamburan, melontarkan seluruh abu dan bara Dupa Pemanggil Serangga Darah langsung menyiram jubah keempat algojo Faksi Wei dan wajah Zhao Kun!

Detik berikutnya, bau manis dupa serangga yang pekat menguar dari tubuh mereka.

Puluhan Kelabang Batu Bermata Merah yang tadinya kehilangan arah langsung berbalik serentak. Mata merah serangga-serangga buas itu menyala ganas di dalam gelap, dan dalam satu gelombang mengerikan, kawanan kelabang itu melompat menerkam Zhao Kun serta para algojo Faksi Wei yang berlumuran abu dupa!

"Tidak! Jangan mendekat! AAAARGH!!"

Suara cabikan daging dan jeritan pilu yang membuat darah membeku langsung memenuhi lorong bawah tanah. Para algojo yang matanya masih perih oleh kabut racun dan arahnya dikacaukan oleh formasi sama sekali tidak bisa bertahan saat puluhan kelabang sekeras besi merayap masuk ke balik jubah mereka, mengoyak leher dan wajah mereka hidup-hidup!

Di sisi belakang terowongan, tiga algojo penjaga jalur mundur yang hendak menyalakan obor baru untuk membantu rekan mereka tiba-tiba membeku.

Dari dalam bayangan yang menempel di dinding, sesosok siluet kurus keluar tanpa suara sedikit pun bahkan lebih hening dari tetesan air gua.

Srek! Srek!

Belati tipis di tangan Mo Cang bergerak seperti lidah ular hitam di dalam kegelapan. Tidak ada benturan Qi yang mencolok, hanya kilatan perak dingin yang secara akurat menusuk celah di antara tulang leher belakang ketiga algojo tersebut. Dalam tiga tarikan napas, ketiganya ambruk ke tanah sambil memegangi tenggorokan mereka yang bocor tanpa sempat mengeluarkan satu teriakan pun!

Di depan sana, Zhao Kun yang wajahnya telah separuh dikoyak oleh kelabang beracun berusaha merangkak mundur menuju Chen Hu sambil menangis darah. "Kakak... Kakak Senior Chen! Tolong aku—"

Sebelum tangannya sempat menyentuh sepatu Chen Hu, sepasang kaki telah mendarat tanpa suara di punggungnya.

Qin Mu menatap dingin ke bawah. Ia tahu jika Zhao Kun dibiarkan hidup keluar dari tambang ini, rahasia tentang kemampuan formasi, racun, dan langkah bayangannya akan sampai ke telinga Wei Tian.

Jleb!

Bilah Taring Hantu menghunjam lurus menembus jantung Zhao Kun dari punggung hingga menancap ke batu lantai. Tubuh tangan kanan Wei Tian itu mengejang sekali, lalu diam untuk selamanya.

"BOCAH KURANG AJAR!!"

Raungan kemarahan yang mengguncang seluruh terowongan meledak dari mulut Chen Hu.

Sebagai kultivator yang telah berada di Tahap Akhir Qi Gathering, Chen Hu akhirnya berhasil memusatkan seluruh Qi miliknya untuk menolak efek gangguan formasi dasar tersebut. Cahaya kuning tanah yang menyilaukan meledak dari tubuhnya, menyapu bersih sisa kabut buta, menghancurkan ketiga bendera formasi perunggu milik Qin Mu hingga berkeping-keping, dan menghempaskan belasan kelabang batu di sekitarnya hingga hancur!

Di bawah pendaran cahaya Qi kuning dari golok besarnya, Chen Hu melihat pemandangan yang membuat matanya hampir copot dari rongganya.

Hanya dalam waktu kurang dari satu menit sejak obor padam, tujuh bawahannya yang berada di ranah Qi Gathering telah berubah menjadi mayat yang mengenaskan! Dan di tengah tumpukan mayat serta bangkai kelabang itu, Qin Mu berdiri tenang sambil mencabut bilah kembarnya dari punggung Zhao Kun.

"Kau bukan sekadar murid baru... kau iblis!" suara Chen Hu bergetar antara murka dan rasa ngeri yang merayap di punggungnya. "Mati kau!!"

Chen Hu tidak lagi berani menahan diri. Ia melompat maju dengan kecepatan penuh Qi Gathering Akhir! Golok punggung tebalnya diayunkan dari atas ke bawah, melepaskan gelombang Qi kuning berbentuk bulan sabit sepanjang dua tombak yang membelah lantai batu terowongan, mengarah lurus untuk membelah kepala Qin Mu!

Tekanan serangan itu begitu dahsyat hingga batu pijakan di sekitar bibir jurang patahan mulai retak.

Qin Mu tahu tulang tahap Menengah Penempaan Tubuh-nya belum sanggup menahan tebasan senjata penuh dari praktisi Qi Gathering Akhir secara lansung.

Saat bilah Qi kuning itu hanya berjarak tiga jengkal dari dahinya, kaki Qin Mu menghentak tanah dengan sudut miring yang ekstrem Langkah Pertama: Jejak Hantu Tanpa Suara!

BRAAAK!

Tebasan golok Chen Hu menghantam sosok Qin Mu hingga terbelah dua!

Namun tidak ada darah yang muncrat. Sosok yang ditebasnya perlahan memudar menjadi bayangan hitam semu, sementara lantai batu di bawah tebasan itu hancur lebur!

"Bayangan?!" pupil mata Chen Hu mengecil drastis.

Tepat di saat golok besarnya tertancap di lantai batu yang hancur, dari balik bayangan di sisi kirinya, belati Mo Cang melesat menusuk bahu kanan Chen Hu untuk mengunci ayunan lengannya, disusul oleh hantaman martil raksasa Han Lie dari sisi kanan yang menghantam perisai Qi di pinggang Chen Hu hingga pecah!

Dan dari atas udara melompat dari dinding terowongan tepat di titik buta di belakang kepala Chen Hu tubuh asli Qin Mu menukik turun bagaikan elang maut!

Kedua tangan Qin Mu menggenggam Bilah Kembar Taring Hantu yang kini dihentakkan dengan seluruh kekuatan Sutra Penempaan Tulang Kehampaan.

SRING—! JLEB!

Sepasang bilah baja Batu Bintang itu menembus sisa lapisan Qi pelindung leher Chen Hu dan menancap dalam-dalam secara menyilang di kedua sisi pangkal leher sang algojo Qi Gathering Akhir!

Darah panas menyembur tinggi. Chen Hu membelalakkan matanya, mulutnya mengeluarkan suara gemeretak darah saat ia jatuh berlutut di tepi jurang patahan bawah tanah.

Namun, di detik-detik terakhir sebelum nyawanya putus, kegilaan muncul di mata Chen Hu. Tangan kirinya yang berlumuran darah langsung mencengkeram pergelangan tangan Qin Mu yang masih memegang gagang bilah di lehernya, sementara tangan kanannya menghantamkan seluruh sisa Qi di dalam Dantiannya lurus ke bawah tepat ke arah bibir tebing batu tua yang sudah retak di bawah kaki mereka!

"Kalau aku mati... kau ikut terkubur bersamaku di dasar neraka ini!!"

KRAAAAK—! BOOM!!

Seluruh tepian lantai batu terowongan di sepanjang bibir jurang itu runtuh seketika akibat ledakan Qi terakhir Chen Hu!

"Qin Mu!!"

Han Lie menjerit dan berusaha mengulurkan tangannya untuk meraih jubah sahabatnya, namun bongkahan batu yang ambrol terlalu besar. Mo Cang pun terpaksa melompat mundur agar tidak ikut terseret longsoran.

Di tengah runtuhnya pijakan di bawah kakinya, Qin Mu tidak panik.

Dengan ketenangan yang mengerikan di udara, Qin Mu menyentakkan kedua bilah kembarnya secara menyilang untuk memenggal putus leher Chen Hu agar cengkeraman tangan mayat itu terlepas, menyambar kantung penyimpan di pinggang Chen Hu dalam sepersekian detik, lalu menancapkan salah satu bilah Taring Hantu ke dinding tebing jurang untuk menahan laju jatuhnya!

SREEEEK—!

Bunga api memercik panjang di sepanjang dinding batu yang gelap gulita saat bilah baja hitamnya menggores tebing vertikal, menahan berat tubuh Qin Mu yang meluncur jatuh puluhan tombak ke dalam kegelapan jurang di bawah tambang.

Namun dinding batu di lapisan bawah itu ternyata rapuh oleh usia.

Krak!

Batu penahan bilahnya pecah, dan tubuh Qin Mu kembali terjatuh bebas menembus lapisan kabut dingin di dasar jurang sebelum akhirnya—

BYUUUR!

Tubuh Qin Mu menghantam permukaan sebuah kolam air bawah tanah yang sangat dalam dan sedingin es!

Benturan air yang keras itu membuat dadanya sesak, namun air kolam yang dalam berhasil meredam daya jatuh yang seharusnya meremukkan seluruh tulangnya. Dengan paru-paru yang terasa terbakar, Qin Mu mengayunkan kakinya, berenang naik ke permukaan air yang gelap, lalu merangkak naik ke atas sebuah tepian lantai batu rata sambil terbatuk-batuk memuntahkan air dingin.

Ia terbaring terengah-engah selama beberapa saat di dalam keheningan. Di atas sana, ratusan tombak di balik kabut gelap, suara teriakan samar Han Lie sudah tidak terdengar lagi.

Namun ketika Qin Mu menyeka air dari wajahnya dan hendak meraba luka di tubuhnya, kegelapan di dasar jurang itu mendadak terusik.

ZING... ZING...

Pecahan Logam Hitam yang terikat di dadanya bersama Cincin Giok Retak, tiba-tiba melepaskan panas yang begitu menyengat hingga merobek kain jubah di dada Qin Mu dan melayang naik beberapa jengkal di depan wajahnya sejauh panjang tali kulitnya!

Kepingan logam hitam yang selama empat belas tahun tampak seperti besi rongsokan itu kini berpendar dengan garis-garis rune berwarna emas gelap yang agung dan kuno.

Cahaya emas gelap dari logam hitam itu menyinari ruangan raksasa di dasar jurang tempat Qin Mu terdampar.

Napas Qin Mu terhenti seketika. Mata hitamnya membelalak lebar menatap apa yang berdiri menjulang di hadapannya.

Ini bukan dasar gua alami. Ia sedang berdiri di atas sebuah pelataran batu giok hitam yang sangat luas di bawah perut gunung Akademi Kekaisaran. Dan tepat lima puluh langkah di depannya, berdiri sebuah Gerbang Perunggu Raksasa setinggi tiga puluh tombak yang diikat oleh sembilan rantai besi sebesar batang pohon purba!

Di tengah-tengah Gerbang Perunggu yang terkunci rapat itu, terukir lambang kuno sebuah menara yang menopang langit lambang yang persis sama dengan pola garis pada Pecahan Logam Hitam milik ayahnya!

Dan yang lebih membuat darah Qin Mu berdesir dingin: tepat di depan gerbang perunggu itu, terbaring kerangka seekor binatang buas raksasa bersayap yang tulangnya berwarna hitam keperakan, sementara di dada kerangka monster itu tertancap sebilah pedang patah yang di sekitarnya berkumpul kristal-kristal Batu Elemen Bayangan Murni serta genangan Darah Inti Kuno yang belum mengering selama ratusan tahun!

Tepat di bagian bawah Gerbang Perunggu itu, sebaris tulisan yang diukir dengan jari menggunakan Niat Pedang tingkat tinggi memantulkan cahaya dari logam hitam di dada Qin Mu:

"Barang siapa dari garis darahku yang membawa Kunci Hitam Balai Penjaga Langit ke tempat ini... jangan buka segel kesembilan sebelum kau mencapai ranah Nascent Soul. Ambil apa yang kutinggalkan di luar gerbang, dan tetaplah hidup."

1
Am Mi
up
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Asta Hariadi
bagus, ceritanya menarik
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
Sang_Imajinasi: oke lanjut 4 bab
total 4 replies
Budi Wahyono
biasanya tokoh jahat ketika mau mati,ada aja yg nyelametin...
ini enak nih gak bertele2,tinggal musuh yg lebih kuat udah nunggu
Begin Bae
/Determined/
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
ibarumbung
keren 👍👍👍👍👍
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!