NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:125.7k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.

Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.

Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengobatan yang Dianggap Mustahil

Suasana di dalam aula masih terasa canggung dan mencekam. Meskipun Boqin Changing telah menjelaskan bahwa dirinya datang dalam kapasitas sebagai Tetua Keempat Sekte Dua Pedang Petir, tidak seorang pun berani menganggap kehadirannya sebagai sesuatu yang biasa.

Beberapa saat berlalu sebelum akhirnya salah seorang tamu tertawa canggung.

"Hahaha... Sepertinya Pendekar Chang salah paham. Kami sama sekali tidak bermaksud meragukan kemampuan Tabib Yi Min."

Pria itu segera melirik orang-orang di sekitarnya, seolah-olah berharap mereka membantunya mencairkan suasana. Seseorang langsung menyambung ucapannya.

"Tentu saja! Kami semua sangat percaya bahwa Tabib Yi Min mampu menyembuhkan dantian kedua bersaudara itu!"

"Benar, benar! Tabib Yi Min sudah terkenal sejak lama. Kemampuannya tentu tidak perlu diragukan!"

"Betul sekali! Kami datang ke sini justru karena ingin menyaksikan kemampuan Tabib Yi Min secara langsung."

Orang-orang yang sebelumnya ikut mempertanyakan kemungkinan keberhasilan pengobatan itu kini berlomba-lomba menyatakan dukungan mereka. Beberapa di antara mereka bahkan mengangguk berkali-kali, takut Boqin Changing mengira mereka masih menyimpan keraguan.

Dalam sekejap, suasana yang sebelumnya dipenuhi perdebatan berubah menjadi kumpulan pujian terhadap Tabib Yi Min. Tidak ada seorang pun yang berani kembali mempertanyakan kemungkinan kegagalan pengobatan tersebut.

Meskipun Boqin Changing telah mengatakan bahwa dirinya hadir sebagai Tetua Keempat Sekte Dua Pedang Petir, reputasinya sebagai salah satu pendekar terkuat di alam ini tetap membuat semua orang segan. Mereka tahu bahwa pemuda di hadapan mereka bukanlah seseorang yang bisa diperlakukan sembarangan.

Terlebih lagi, Boqin Changing memiliki reputasi yang cukup mengerikan di dunia persilatan. Ia memang dikenal berasal dari sekte aliran putih. Namun, cara bertarungnya yang brutal membuat banyak pendekar merasa bahwa dirinya justru lebih kejam daripada para pendekar aliran hitam.

Konon, jika Boqin Changing sudah menghunus senjatanya, ia sangat jarang memberikan kesempatan kepada musuh untuk melarikan diri. Orang-orang yang pernah menyaksikan pertarungannya bahkan menganggap bahwa menghadapi pendekar aliran hitam yang kejam masih lebih baik daripada menjadi musuh pendekar dengan julukan Dewa Kematian itu.

Tentu saja, tidak semua orang mengetahui kebenaran di balik berbagai cerita tersebut. Namun, reputasi semacam itu sudah cukup untuk membuat mereka berpikir berkali-kali sebelum menyinggung perasaannya.

Juan Ha, yang sejak awal paling ngotot mempertanyakan kemungkinan keberhasilan pengobatan Yi Min, kini hanya bisa terdiam. Wajahnya terlihat kaku. Kedua tangannya yang tersembunyi di balik lengan jubah mengepal erat. Ia masih ingin mempertahankan pendapatnya.

Sebagai seorang tabib terkenal di Kekaisaran Qin, Juan Ha telah mempelajari ilmu pengobatan selama puluhan tahun. Ia tidak ingin begitu saja mengakui bahwa metode yang selama ini dianggap mustahil ternyata dapat dilakukan.

Namun, ketika mengingat siapa yang sedang duduk di hadapannya, keberaniannya perlahan menghilang. Boqin Changing bukanlah orang yang bisa ia sentuh.

Jika ia terus berdebat, belum tentu ia bisa meninggalkan aula ini dengan selamat. Bahkan, kelompok yang berdiri di belakangnya mungkin tidak sanggup menanggung akibatnya.

Pada akhirnya, Juan Ha memilih menutup mulut. Ia menundukkan kepala sedikit, berusaha menyembunyikan ekspresi kesalnya.

Melihat tidak ada lagi yang berani mengajukan keberatan, Wang Zhou akhirnya menghela napas lega. Ia segera mengambil kesempatan itu untuk melanjutkan pertemuan.

"Baiklah. Karena semua pihak sudah hadir, mari kita kembali membahas persiapan pengobatan. Sebelum dimulai, kita perlu memastikan kondisi dantian kedua pasien secara menyeluruh."

Wang Zhou mengalihkan pandangan kepada beberapa orang yang telah dipersiapkan sebelumnya.

"Silakan kalian melakukan pemeriksaan."

Orang-orang yang dipanggil bukanlah tabib sembarangan. Mereka merupakan tabib senior dan ahli pemeriksa kondisi tenaga dalam yang memiliki reputasi baik, pengalaman panjang, serta integritas yang diakui berbagai kekuatan di wilayah tersebut.

Di dunia persilatan, orang-orang semacam ini dapat disebut sebagai tabib terkemuka dan ahli pemeriksa meridian dantian. Pendapat mereka cukup dipercaya untuk dijadikan dasar dalam menilai kondisi seorang pendekar.

Beberapa orang segera berdiri dan menghampiri Huo Jian serta adiknya. Kedua bersaudara itu telah menunggu di sisi aula sejak awal pertemuan. Setelah mendapat izin, mereka duduk di kursi yang telah disediakan, kemudian membiarkan para ahli tersebut memeriksa kondisi tubuh mereka.

Pemeriksaan berlangsung cukup lama. Para tabib menggunakan indra spiritual untuk memeriksa bagian dalam tubuh, mengalirkan sedikit tenaga dalam ke jalur energi pasien, serta mengamati keadaan dantian mereka dengan cermat.

Sesekali, mereka bertukar pandangan dan mendiskusikan hasil pemeriksaan dengan suara rendah. Semakin lama pemeriksaan berlangsung, semakin serius ekspresi mereka. Kerusakan yang dialami kedua bersaudara itu ternyata jauh lebih parah daripada perkiraan awal.

Setelah seluruh pemeriksaan selesai, salah seorang tabib senior berdiri dan melangkah ke hadapan Wang Zhou.

"Patriark Wang Zhou, kami telah menyelesaikan pemeriksaan."

Ia berhenti sejenak sebelum menyampaikan hasilnya.

"Kerusakan dantian Huo Jian mencapai sekitar sembilan puluh lima persen."

Suasana aula kembali hening.

Pria itu melanjutkan.

"Adapun dantian adiknya mengalami kerusakan sekitar sembilan puluh persen."

Beberapa tamu langsung menunjukkan ekspresi terkejut.

"Apa?"

"Sembilan puluh lima persen?"

"Kerusakan setinggi itu... Bukankah hampir tidak mungkin dipulihkan?"

Bisikan kembali terdengar di antara para tamu. Kali ini, bahkan beberapa orang yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap Yi Min tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka.

Mereka memahami betapa mengerikannya angka tersebut. Dantian merupakan pusat pengumpulan tenaga dalam seorang pendekar. Kerusakan ringan saja dapat mengganggu kultivasi, apalagi jika sebagian besar strukturnya telah hancur.

Kerusakan hingga sembilan puluh lima persen berarti dantian Huo Jian hampir kehilangan seluruh fungsinya. Kondisi adiknya pun tidak jauh berbeda. Jika bukan karena Boqin Changing telah menjanjikan bantuan, kedua bersaudara itu mungkin sudah dianggap kehilangan masa depan mereka sebagai pendekar.

Wang Zhou mengerutkan kening, lalu bertanya kepada para pemeriksa.

"Apakah kalian yakin dengan hasil ini?"

Tabib senior itu mengangguk mantap.

"Kami telah memeriksanya lebih dari sekali. Hasilnya tetap sama. Tingkat kerusakan kedua dantian tersebut memang sangat tinggi."

Boqin Changing yang sejak tadi duduk dengan santai akhirnya membuka mulut.

"Baik. Kalian sudah bekerja dengan baik."

Ia memandang kedua bersaudara itu sekilas sebelum mengalihkan pandangan kepada para tamu.

"Pengobatan akan dilaksanakan besok. Beberapa tamu undangan yang hadir hari ini akan dipersilakan menyaksikan prosesnya secara langsung."

Perkataan itu segera menarik perhatian semua orang.

Meskipun masih menyimpan keraguan, mereka tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menyaksikan metode pengobatan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Jika Yi Min benar-benar berhasil memulihkan dantian dengan kerusakan setinggi itu, peristiwa tersebut pasti akan mengguncang dunia pengobatan.

Boqin Changing kemudian berdiri dari kursinya. Sebelum meninggalkan tempatnya, ia mengalihkan pandangan kepada Juan Ha. Senyum tipis muncul di bibirnya, tetapi tatapannya justru terlihat menyindir.

"Namun, kupastikan orang yang satu ini tidak termasuk di dalamnya."

Juan Ha langsung membeku. Ia tahu betul bahwa Boqin Changing sedang membicarakan dirinya.

Beberapa tamu yang memahami situasi itu buru-buru menundukkan kepala. Bahu mereka sedikit bergetar ketika berusaha menahan tawa.

Mereka masih mengingat bagaimana Juan Ha dengan panjang lebar menjelaskan alasan pengobatan itu hampir mustahil dilakukan. Kini, bahkan sebelum pengobatan dimulai, ia sudah kehilangan kesempatan untuk menyaksikannya.

Wajah Juan Ha memerah karena malu. Ia ingin membalas perkataan tersebut, tetapi setelah melirik Boqin Changing, ia hanya bisa menelan kembali kata-katanya. Pada akhirnya, ia berdiri diam tanpa berani membantah.

Boqin Changing tidak lagi memedulikannya. Ia berbalik dan berjalan keluar dari aula dengan langkah santai.

Setelah sosoknya menghilang, suasana di dalam ruangan perlahan kembali normal. Wang Zhou kemudian menyelesaikan beberapa urusan terakhir sebelum menyatakan pertemuan berakhir.

Para tamu mulai meninggalkan aula satu per satu. Sebagian masih membicarakan hasil pemeriksaan kedua bersaudara itu. Sebagian lainnya sibuk menebak-nebak bagaimana Yi Min akan memperbaiki dantian dengan kerusakan mencapai sembilan puluh hingga sembilan puluh lima persen.

Satu hal yang pasti, perhatian mereka kini tertuju pada pengobatan yang akan dilaksanakan keesokan harinya.

...********...

Hari berganti keesokan harinya. Matahari pagi mulai menyinari kawasan Sekte Dua Pedang Petir. Embun masih membasahi dedaunan, sementara para murid sudah mulai menjalankan kegiatan mereka seperti biasa.

Di salah satu kediaman sekte, Yi Min telah menyelesaikan persiapannya. Ia mengenakan pakaian yang biasa digunakannya ketika menangani pasien, sementara sebuah tas berisi berbagai peralatan pengobatan telah disiapkan.

Li Quong berdiri tidak jauh darinya. Pemuda itu juga sudah bersiap, dengan beberapa perlengkapan yang diperlukan untuk membantu proses pengobatan.

Sejak semalam, ia hampir tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Kesempatan untuk menyaksikan dan membantu proses pemulihan dantian yang mengalami kerusakan sangat parah merupakan pengalaman yang amat berharga baginya. Terlebih lagi, pengobatan ini akan dilakukan di bawah pengawasan neneknya sendiri.

Yi Min menoleh kepada cucunya.

"Quong’er, apa kau sudah siap?"

Li Quong segera mengangguk mantap.

"Tentu, Nenek! Aku sangat siap."

Yi Min tersenyum melihat semangat cucunya.

"Bagus. Namun, ingatlah bahwa kita tidak boleh ceroboh hanya karena ingin menunjukkan kemampuan kita. Keselamatan mereka berdua tetap menjadi hal yang paling penting."

Li Quong mengangguk serius.

"Aku mengerti, Nenek. Aku akan mengikuti semua petunjukmu."

Yi Min mengangguk puas. Ia kemudian memandang ke arah tempat pengobatan yang telah dipersiapkan di wilayah sekte.

"Mari kita lakukan yang terbaik. Jangan sampai kita mengecewakan Tetua Boqin Changing yang sudah memberikan kepercayaan sebesar ini kepada kita."

Mendengar nama Boqin Changing, Li Quong segera menegakkan tubuhnya.

"Tentu saja! Aku tidak akan mengecewakan Chang gege!"

Yi Min tertawa kecil melihat reaksi cucunya.

“Hahaha...”

"Kau ini...”

Li Quong menggaruk kepalanya dengan malu.

"Aku hanya ingin membuktikan bahwa kepercayaan yang dia berikan kepada kita tidak salah."

Senyum Yi Min semakin hangat. Ia memahami perasaan cucunya.

Boqin Changing bukan hanya orang yang memberikan kesempatan kepada Li Quong untuk berkembang dalam ilmu pengobatan. Pemuda itu juga pernah menyelamatkan masa depan cucunya ketika dantiannya sendiri mengalami kerusakan. Kebaikan tersebut tidak pernah dilupakan oleh Li Quong.

Yi Min pun tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengangkat tas perlengkapannya, lalu berkata dengan nada tegas.

"Kalau begitu, ayo berangkat."

"Baik, Nenek!"

Keduanya segera meninggalkan kediaman dan berjalan menuju tempat pengobatan.

Hari ini, Yi Min bukan hanya akan mencoba menyembuhkan dua pasien dengan kondisi dantian yang hampir hancur. Ia juga akan membuktikan kepada dunia persilatan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap mustahil ternyata masih memiliki harapan untuk diwujudkan.

Sementara itu, di tempat pengobatan yang telah disiapkan, beberapa orang sudah mulai berdatangan. Hari yang dinantikan pun akhirnya tiba.

1
Ipung Umam
lanjutkan
rangga f4f4n4nd4
mulai lagi bertemu pertarungan.... gassss
Akhmad Baihaki
💪💪💪💪💪💪😀
mbono keling
👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪👍💪💪💪💪💪👍💪
Eko🍤
hahahaha..dia belum tau anak muda yang duduk bersama adalah raja dunia🤣🤣👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Perlu bantuan segera🔥🌽
Sarip Hidayat
waah jadi ingat kembali😍
will
mungkin dianya msh lapar mo pesenn lg tp malu....🤭
Jeffie Firmansyah
ada apa gerangan yang telah menimpa Luan Feng....? ceritalah pendekar dunia dihadapan Mu pasti membantu nya tuk membalas dendam Luan Feng 🤣🤣🤣💪💪💪💪👍👍👍👍
Jeffie Firmansyah: tunggu lanjutannya dengan sabar ya 😅😍🤭
total 1 replies
meiii
sama guru Tian udah begitu hormat, apa lagi nanti tau kalau di sebelahnya ada Raja Dunia... wkwkwwk😄😄😄❤️❤️❤️❤️
y@y@
⭐👍🏾👍🏿👍🏾⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
Mahayabank: lanjuuut keenn
total 1 replies
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍
Ipung Umam
lanjutkan
Sarip Hidayat
waaah knapa ini
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪💪👍💪
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!