seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34
Didalam kamar hotel Resty yang memang penasaran bertanya ke pada orangtuanya
"ada apa dengan maisha pih?" tanyanya
"kalau masalahnya papi gak tau, cuma katanya di suruh pulang sama Heru" jawabnya
"paling juga dia buat masalah, " ucapnya malas
"sudah2 lebih baik sekarang kita istrahat, sudah malam besok kita ada acara" ucap ibunya
Tanpa banyak bicara Resty berbaring di ranjang
......................
Pagi harinya para MUA sudah datang
mereka menuju tiap kamar yang sudah Sera
Beritahukan, disini tidak ada istilah mengantri di dandani karna Sera menyewa 1 MUA untuk satu kamar tamu
Di lantai 10 ada 15 kamar hotel ,dan Sera menyewa 15 MUA ternama, bisa di bayangkan berapa budget yang dia keluarkan ,
sama hal nya dengan di lantai 20 sudah ada 3 MUA , makeup artist terkenal dan tentunya sangat mahal.
Aluna sudah mandi sebelum subuh tadi
Sekarang dia sedang di makeup,
"mbak makeup nya natural aja yah, "ucap Aluna
"siap KA Aluna, kalau tidak nyaman bilang saja yah" jawabnya ramah
Aluna tersenyum dan mengangguk
1 jam Aluna selsai di makeup
"wah ,KA Aluna cantik sekali, " ucap MUA itu
Aluna lalu memandangi dirinya di depan cermin
"mbak, terimakasih ya, udah bikin saya pangling,saya suka makeup nya" ucap Aluna tulus
MUA itu tersenyum bahagia
"iya KA Aluna, memang dasarnya KA Aluna sudah cantik , di poles makeup tambah berkali-kali cantiknya" puji si MUA
Aluna hanya tersenyum tipis " jangan berlebihan mba"
"itu fakta KA Aluna, iya kan?"ucapnya meminta dukungan 2 asisten nya
"betul sekali, KA Aluna memang sudah cantik dari sana nya" ucap salah satu nya
Lalu mereka membantu Aluna mengenakan baju pengantin
Dilanjut pemasangan siger Sunda,
Pintu kamar Aluna terbuka
Muncul Sera ,Oma Kania dan eyang Dewi
Mereka semua menatap haru ke arah Aluna
"kamu cantik sekali sayang, iya kan jeng" Ucap eyang Dewi
" iya jeng Dewi, cucu kita memang sangat cantik" jawabnya
Setelah selesai aluna berdiri menatap pantulan dirinya di cermin besar
Dia tersenyum puas dengan hasil makeup nya
Sera menghampiri putrinya"sayang kamu pangling sekali" ucap Sera bahagia, sambil memegang tangan putrinya
Aluna berbalik pelan , mantap mommy nya dengan haru" terimakasih mom
Sera memasangkan cincin berlian putih simpel namun elegan
"ini apa mom" tanyanya
"ini untukmu, dari mommy sudah lama mommy menyiapkan nya" jawabnya
Mata Sera berkaca-kaca dia bahagia
Allah masih memberinya umur panjang sehingga dia bisa menyaksikan hari bahagia putrinya.
"Aluna akan jaga pemberian dari mommy " ucapnya pelan
" Sera ayo kita harus turun dulu menyambut besan, biar nanti Aluna di temani para bridesmaid " ucap Oma
Sera mengangguk setuju" kalua begitu mommy turun dulu " ucapnya
"iya mom"
Ke tiga wanita itu keluar dari kamar Aluna
Tidak lama para sepupu2 Aluna masuk dan menemaninya
Mereka menatap takjub wajah cantik Aluna
Semua sepupunya ikut memuji kecantikan nya
Aluna merasa malu mendapat pujian itu.
Sejak tadi dadanya berdebar, perasaan gugup mulai merayap.
Wajar saja biasanya memang seperti itu pengantin akan gugup saat menghadapi hari bahagianya.
Di ballroom hotel keluarga besar Daniel
sudah berdiri di depan pintu menyambut
calon pengantin pria dan keluarganya
Iring2an mulai terlihat Alfian berdiri di tengah di apit ke 2 orangtuanya
Di belakang nya ada tuan Hanggono dan istri
Lalu ibu dari Hera dan keluarga besar mereka.
Hantaran di serahkan kepada pihak perempuan
Yang isinya bukang barang2 murah ataupun kw
Semua isinya mahal2 dan branded.
Sera mengalungkan melati di leher Alfian
Fotografer mengabadikan momen itu
Dilanjut Alfian yang menyalami calon mertuanya
Setelah itu Daniel dan Sera yang menggandeng Alfian
iring2 an berjalan menuju meja akad
Alfian duduk , di sebelah kanan nya ada Ammar
Di depan nya sudah ada Daniel dan penghulu
Di sebelah kiri saksi dari ke 2 belah pihak.
Penghulu menginterupsi agar mempelai wanita segera hadir karna akad akan di mulai
Sera menghubungi Resty agar membawa Aluna turun
Pintu samping ballroom terbuka
semua mata menatap ke arah pintu
tatapan takjub para tamu dan keluarga mengiringi langkah Aluna dan para bridesmaid
Alfian saja sampai melongo menatap calon istrinya
Ammar yang melihat itu lalu menyenggol lengannya
Alfian tersadar saat Aluna sudah duduk di samping nya
Dia lalu menatap ke arah depan lagi
"sudah siap nak Alfian, nak Aluna" tanya penghulu
"siap pak" jawab ke 2 nya.
Lalu penghulu menginterupsi Daniel untuk menjabat tangan Alfian
"bismillahirrahmanirrahim, Alfian Rayyan Hanggono, saya nikah kan engkau dengan putri kandung saya Aluna Nasya Xander dengan maskawin saham Hanggono grup 50%, 2.026 dollar , dan sertifikat rumah dibayar tunai" ucap Daniel tegas
"saya terima nikahnya Aluna Nasya Xander binti Daniel Xander dengan maskawin tersebut tunai" jawab Alfian lantang dengan satu tarikan nafas
"bagaiman para saksi" tanya penghulu
"sah"
"sah".
"sah"
"Alhamdulillah "
Penghulu memimpin doa dengan khusyuk
Aluna dan Alfian sudah meneteskan airmata lega dan bahagia
begitu pula dengan keluarga mereka,
Airmata bahagia dan doa tulus mengiringi babak baru dalam hidup mereka nanti .
mereka menandatangani berkas2 pernikahan
Penghulu menyerahkan buku nikah kepada mereka.
Aluna mencium tangan alfian lalu di balas dengan kecupan hangat di kening nya
cukup lama Alfian mencium kening Aluna
sampai di Tegur penghulu
"sabar bro nanti malam di lanjut lagi" teriak Darren yang mengundang tawa dari semua orang.
Selesai mengambil foto2 Aluna dan Alfian
fotografer menyuruh keluarga untuk bergantian berfoto dengan pengantin.
setelah selesai berfoto dengan keluarga
Alfian dan Aluna kembali ke kamar untuk beristirahat
karna siang nanti jam 2 acara resepsi akan di mulai.
......................
di dalam kamar Aluna duduk di depan meja rias membersihkan makeup
Alfian keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk , menutupi sebatas pinggang sampai lutut
Aluna melirik dengan ekor matanya sebentar lalu menghapus kembali make-upnya,
Alfian melangkah mendekati Aluna
"butuh bantuan "ucapnya lirih tepat di samping telinga Aluna
"mas" ucap Aluna terkejut
Wajahnya sudah merona, jantungnya berdebar
"kenapa terkejut sekali" katanya santai
"ish mas, pakai baju dulu sana" ucap Aluna kesal karna gugup
Alfian tersenyum tipis, dia tau istrinya sekarang sedang menahan malu dan gugup
Tapi dia sengaja ingin menggoda istrinya
Aluna berdiri dan mencoba membuka gaun nya
Tangan nya kesusahan membuka resleting kebaya itu
Karna kesal dia pun menoleh ke arah Alfian yang sedang menatap nya
Aluna yang di tatap seperti itu sangat malu
Tapi dia memberanikan diri berbicara
"mas, tolong buka kan gaun nya" ucap Aluna lirih kepalanya menunduk
"kenapa menunDuk Hem,?" ucapnya sambil mendekati Aluna berdiri di belakangnya
Nafas Alfian mengenai tengkuk nya
Membuatnya merinding
"mas,tolong bukain" ucap Aluna kesal karna Alfian malah menggodanya
Alfian tertawa kecil "baiklah istriku" ucapnya sambil mengecup tengkuk Aluna
membuka resleting itu,
"sudah" katanya
"terimakasih mas, aku mandi dulu" Jawab Aluna
"iya sayang hati2" ucap Alfian lembut
Aluna melangkah pelan menuju kamar mandi lalu menutup pintu dan menguncinya
Alfian yang mendengar pintu di kunci malah tersenyum lebar Lalu memakai baju yang sudah di siapkan oleh istrinya.
Ah senang nya mulai hari ini segala sesuatu akan disiapkan istrinya
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤