Dianggap sebagai sampah karena meridiannya yang hancur, Ling Tian hidup dalam penghinaan dan keputusasaan. Namun, takdirnya yang kelam berubah selamanya saat ia secara tak sengaja membangkitkan Mutiara Naga Kosmik, sebuah artefak ilahi yang menyimpan jiwa Naga Purba dan rahasia ruang-waktu.
Dengan warisan yang menentang langit ini, perjalanan Ling Tian dimulai. Dari seorang pemuda yang dicemooh, ia bangkit untuk membalas dendam, mengguncang sekte, dan menaklukkan kerajaan. Perjalanannya membawanya melintasi dunia fana menuju alam abadi, di mana setiap langkah adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang sampah bisa naik menjadi penguasa kosmos, mengungkap konspirasi universal, dan memegang takdir jutaan dunia di tangannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Dasar-dasar Alkimia Naga
Malam telah tiba di kompleks Klan Ling. Halaman kecil Ling Tian diselimuti keheningan, sangat kontras dengan gejolak yang pasti sedang terjadi di kediaman Ling Feng.
Di dalam kamarnya yang remang-remang, Ling Tian dengan hati-hati meletakkan kuali perunggu kecil yang baru dibelinya di tengah ruangan. Di sekelilingnya, terhampar puluhan jenis ramuan spiritual tingkat rendah. Aroma tanah dan herbal yang samar memenuhi udara.
"Dasar-dasar alkimia, menurut warisan sang Naga, dimulai dengan pemurnian esensi dan kontrol api," gumamnya pada diri sendiri, mengulang kembali gelombang informasi yang telah terukir di benaknya.
Teknik alkimia biasa membutuhkan api eksternal atau api spiritual yang hanya bisa dibangkitkan oleh kultivator tingkat tinggi. Namun, 'Sutra Hati Kaisar Naga' menawarkan metode yang menantang langit. Teknik ini memungkinkan pengguna untuk mengubah Qi mereka sendiri menjadi 'Api Naga Kosmik'—api yang mampu memurnikan semua zat di alam semesta.
Tentu saja, dengan kekuatannya saat ini, api yang bisa ia hasilkan hanyalah versi yang sangat encer. Namun, itu sudah lebih dari cukup untuk memproses ramuan tingkat rendah.
Setelah memastikan tidak akan ada yang mengganggunya, ia duduk bersila di depan kuali, memegang Mutiara Naga Kosmik, dan memfokuskan pikirannya.
Swoosh!
Kesadarannya kembali memasuki ruang kosmik yang tak berujung. Di hadapannya, kuali perunggu dan semua ramuan yang ia beli juga muncul, ditarik masuk bersamanya oleh kekuatan mutiara.
"Kau ingin belajar alkimia?" suara Kaisar Naga bergema. "Pilihan yang bijak. Seorang kultivator sejati tidak pernah bergantung pada orang lain untuk sumber dayanya."
"Saya mohon bimbingan Senior," kata Ling Tian dengan hormat.
"Tidak perlu. Semua yang perlu kau ketahui sudah ada di dalam pikiranmu. Ingat, kontrol adalah kuncinya. Jangan serakah. Mulailah dengan pil paling dasar: Pil Pengumpul Qi."
Pil Pengumpul Qi adalah versi yang jauh lebih kuat dari Pil Pemurni Qi. Jika satu Pil Pemurni Qi biasa hanya memberikan satu unit energi, maka satu Pil Pengumpul Qi berkualitas rendah bisa memberikan sepuluh unit. Ini adalah pil yang paling umum digunakan oleh para kultivator di Alam Pemurnian Qi. Harganya tidak murah, sekitar 20 keping perak per butir.
Ling Tian menutup matanya, dan resep serta proses pembuatan Pil Pengumpul Qi langsung muncul di benaknya. Dibutuhkan tiga bahan utama: Rumput Roh Hijau, Bunga Matahari Merah, dan Jamur Batu Giok.
Ia mengambil satu set ramuan, melemparkannya ke dalam kuali, dan menarik napas dalam-dalam. Sesuai dengan instruksi dalam 'Sutra Hati Kaisar Naga', ia mulai mengedarkan Qi-nya dengan cara yang spesifik.
Telapak tangannya terulur ke arah dasar kuali. Perlahan, gumpalan api keemasan pucat yang berkedip-kedip muncul dari telapak tangannya. Ini adalah prototipe dari Api Naga Kosmik. Apinya tidak terasa panas membakar, melainkan hangat dan penuh dengan kekuatan kehidupan.
"Langkah pertama, pemurnian."
Di bawah kendali pikiran Ling Tian, api itu menyelimuti kuali. Ia harus menjaga suhu yang stabil untuk mengekstrak esensi dari ramuan tanpa membakarnya menjadi abu. Ini adalah tugas yang sangat sulit dan membutuhkan kontrol mental yang luar biasa.
Dalam beberapa menit pertama, ia gagal. Suhu apinya tidak stabil.
Poof!
Ramuan di dalam kuali berubah menjadi tumpukan abu hitam.
Ling Tian tidak berkecil hati. Kegagalan sudah ia perkirakan. Tanpa jeda, ia membersihkan kuali dan memasukkan set ramuan kedua.
Api menyala lagi. Kali ini, ia lebih berhati-hati, lebih fokus. Ia bisa merasakan setiap perubahan halus pada api dan ramuan di dalam kuali. Indra spiritualnya yang kuat menjadi aset terbesarnya.
Satu jam berlalu. Dua jam.
Poof! Poof! Poof!
Ia gagal lagi dan lagi. Tumpukan abu di sampingnya semakin tinggi. Ia telah menghabiskan hampir setengah dari ramuan yang ia beli. Uang senilai ratusan keping perak telah berubah menjadi sampah. Jika ini terjadi di dunia luar, hatinya pasti akan berdarah. Tetapi di sini, ia tahu bahwa setiap kegagalan adalah pelajaran yang berharga.
Pada percobaan kesepuluh, sesuatu yang berbeda terjadi. Saat api memanaskan ramuan, ia tidak lagi hanya melihatnya sebagai materi fisik. Ia mulai merasakan 'jiwa' atau esensi kehidupan di dalam setiap ramuan. Dengan pemahaman baru ini, ia tidak lagi secara paksa mengekstrak esensi, melainkan dengan lembut membujuknya untuk keluar.
Perlahan tapi pasti, tiga cairan berwarna hijau, merah, dan putih giok mulai merembes keluar dari ramuan yang layu, mengambang di dalam kuali.
"Berhasil!" seru Ling Tian dalam hati. Ini adalah langkah pertama yang paling krusial.
"Bagus. Kau mulai memahami 'Dao' Alkimia, bukan hanya tekniknya," komentar sang Naga dengan nada setuju.
Langkah selanjutnya adalah fusi. Ia harus menggabungkan ketiga esensi cair ini dalam proporsi yang tepat. Ini adalah langkah yang sama sulitnya.
Dengan kontrol mentalnya, ia dengan hati-hati menggiring tiga tetes cairan esensi itu untuk bertemu di tengah kuali. Saat mereka bersentuhan, reaksi yang bergejolak terjadi. Esensi-esensi itu saling menolak.
"Tenang... menyatulah..."
Ling Tian menggertakkan giginya, menyalurkan energi spiritualnya untuk menstabilkan proses fusi. Api Naga Kosmik di bawah kuali berkedip-kedip, menyesuaikan suhunya secara dinamis untuk membantu proses tersebut.
Setelah perjuangan yang menegangkan, ketiga cairan itu akhirnya mulai menyatu, membentuk sebuah massa kental yang berputar-putar.
Langkah terakhir: kondensasi pil.
"PADATKAN!"
Dengan teriakan dalam hati, Ling Tian meningkatkan output apinya secara tiba-tiba. Massa kental itu berputar semakin cepat, ukurannya menyusut, dan energinya menjadi semakin padat.
Beberapa saat kemudian, aroma obat yang menyegarkan dan kuat menyebar dari dalam kuali. Dengan satu pikiran, api padam.
Ling Tian menatap ke dalam kuali dengan napas tertahan. Di dasarnya, tergeletak tiga butir pil bundar seukuran kacang polong. Pil-pil itu berwarna hijau giok, permukaannya halus, dan memancarkan aroma obat yang pekat.
Ia mengambil satu butir. Meskipun ia tahu ini adalah hasil pertamanya, kualitasnya tampak jauh lebih baik daripada pil biasa yang dijual di pasaran.
"Pil Pengumpul Qi, kualitas menengah," suara sang Naga terdengar. "Tidak buruk untuk percobaan pertama. Sangat tidak buruk. Bakatmu dalam alkimia, tampaknya tidak kalah dengan bakat kultivasimu."
Mendengar pujian dari Kaisar Naga, Ling Tian merasakan gelombang kebanggaan dan kegembiraan. Ia berhasil! Pada hari pertama ia belajar alkimia, ia telah menghasilkan pil berkualitas menengah!
Ia menatap sisa ramuan di sampingnya, lalu pada pil di tangannya. Matanya bersinar terang dengan sebuah ide.
"Tiga bulan... Ling Feng, kau pikir aku hanya akan berkultivasi? Kau salah besar."
Dengan kuali, teknik alkimia, dan ruang percepatan waktu, ia kini memiliki cara untuk mengumpulkan kekayaan dan sumber daya dengan kecepatan yang tak terbayangkan.