"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Kebenaran Di Hari Pertama Kerja
“ Iya Edward Kakakku pemilik penginapan ini.” Jawab Eyden lembut.
Kiara hanya terdiam dan senang akhirnya Ia tau siapa nama lelaki menyeramkan itu.
Di depan ruangan Kiara, Kiara berterima kasih atas kejutan yang Eyden berikan walau ada sedikit ketakutan.
Eyden malah berjalan mendekatinya, dan seketika Kiara melangkah mundur. Namun Ia terjebak tidak bisa mundur lagi sedangkan Eyden terus berjalan sembari menatapnya tajam dan membuat Kiara sangat cemas dan takut.
Wajahnya sangat dekat dengan Kiara, seperti Ia hendak menciumnya.
“ Aku sangat senang hari ini, sampai jumpa besok nona cantik.” Bisik Eyden pada telinga Kiara lalu pergi meninggalkannya.
Kiara hanya terdiam melihat tingkah Eyden, Ia tampak terkejut dan perasaannya tidak karuan.
Kiara masuk kedalam dan mengunci diri. Tanpa Ia sadari ternyata dari tadi seseorang yang berada dikamar misterius itu memperhatikannya dibalik jendela.
Pagi hari Kiara bersiap untuk kerja, tampaknya semalaman Ia tidur nyenyak karena suara misterius itu tidak lagi terdengar.
Keesokkan harinya Kiara bersiap untuk berangkat kerja, saat Ia berjalan hendak keluar dari penginapan Ia mendapat pesan dari Eyden.
Eyden memberitahunya bahwa di parkiran ada sepeda untuk Kiara berangkat ke Kantor. Kiara bingung Dia belum menghubungi Eyden tapi lelaki itu tau nomor ponselnya.
Walaupun begitu Kiara senang setidaknya Ia aman tidak perlu naik taxi dan dekat – dekat dengan orang asing.
Di parkiran tidak sulit mencari sepeda pemberian Eyden karena hanya ada satu dan sisanya mobil mewah. Kiara langsung mengendarainya dan hendak keluar tapi Ia ingat ucapan Edward bahwa jalan raya hanya untuk mobil lalu dijalan mana Ia harus mengendarai sepeda.
Ia melihat Pak satpam yang berdiri tanpa gairah, Ia langsung menghampirinya.
“ Maaf Pak apa Saya boleh bertanya? Kalo naik sepeda lewat jalur mana ya Saya takut tertubruk mobil.” Tanya Kiara tersenyum.
Pak Satpam hanya diam memeperhatikan Kiara lalu Ia menunjuk jalan.
“Ikuti saja gambar sepeda itu jalur khusus sepeda.” Jawab Pak satpam cuek.
Kiara membungkuk terima kasih dan langsung pergi.
Sesampainya Di Kantor Ia langsung masuk dan mulai bekerja. Saat Ia memeriksa catatan sebelumnya Ia sangat terkejut dengan biaya pengeluaran dan pemasukkan kantor.
“ Perusahaan apa ini?” Tanya Kiara dalam hati.
Iya tidak memedulikannya dan lanjut mengecek takut ada kesalahan. Hari ini semua berjalan lancar saat hendak pulang Eyden menghampirinya.
“ Kiara bagaimana? Nyaman kamu kerja disini?” Tanya Eyden berdiri disampingnya.
“ Semua berjalan baik, hari ini Aku merasa nyaman dan senang. Tapi… ada yang ingin Aku tanyakan?” Tanya Kiara gugup.
“ Soal apa?” Tanya Eyden.
“ Aku ingin tau sebenarnya ini perusahaan apa?” Tanya Kiara gugup.
Eyden terdiam menghela nafas lalu fokus menatap Kiara.
“ Apa yang mengganjal dihatimu, terus teranglah padaku.” Ucap Eyden lembut.
“ Aku hanya perlu tau karena bagaimana pun Aku kerja disini, Aku hanya ingin memastikan perusahaanmu tidak menjual sabu.” Jelas Kiara sembari bercanda.
“ Kalo memang iya kenapa?” Ucap Eyden sembari sedikit membungkuk ke arah wajah Kiara dan membuatnya terkejut.
“ Aku terjebak.” Ucap Kiara panik.
Eyden yang tidak tahan melihat ekspresi menggemaskan Kiara Ia spontan tertawa.
“ Hahaha… Aku hanya bercanda. Perusahaan ini memproduksi hiasan mobil yang kamu temukan dimobilku dan menjualnya diseluruh kota.” Jelas Eyden sembari berusaha menahan tawa.
Kiara tersenyum melihat tawa diwajah Eyden, entah kenapa Ia merasa tenang saat melihat tawanya.
“ Oh Iya Kiara Aku lupa dengan tujuanku menghampirimu, Edward CEO perusahaan ini memanggilmu dan menunggumu diruangannya.” Ucap Eyden yang membuat Kiara sangat terkejut dan takut.
“ Apa Lelaki itu? CEO? Memanggilku? Aku dalam bahaya!” Ucap Kiara cemas.
“ Kamu tidak perlu gugup seperti itu, Dia tidak akan macam – macam padamu. Aku akan menjagamu dengan tetap berada disampingmu.” Ucap Eyden membuat Kiara sedikit tenang.
Mereka berdua masuk Ke Ruangan, Kiara teringat momen dimana Ia melihat Edward bertingkah aneh.
Kiara berdiri tepat dihadapan Edward yang bersandar diatas meja sembari menyilangkan kaki.
Kiara hanya menunduk ketakutan, sedangkan Eyden melangkah mendekati Edward dan hendak mengatakan sesuatu namun Edward mengangkat sedikit tangannya mengisyaratkan Eyden untuk diam.
Eyden hanya diam, sedangkan Edward mulai bangkit dari posisinya dan berjalan menghampiri Kiara dengan sangat angkuh.
Ia berdiri tepat disamping Kiara dan menatapnya dengan tajam serta penuh amarah.
“ Tolong pergi dari sini.” Ucap Edward tegas.
Kiara yang mendengar itu langsung berbalik badan dan hendak pergi.
“ Bukan kamu, Eyden.” Ucap Edward menatap Eyden