NovelToon NovelToon
CEO Itu Ayahku

CEO Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Single Mom
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: T Moel

Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan pertama

Tidak terasa hari terus berganti bulan dan tahun, sekarang kembar sudah berumur dua tahun. Zaidan semakin aktif, babby sitter nya kadang sampai kewalahan menghadapi kelakuan Zaidan, ada saja yang membuat babby sitter nya menangis namun tidak pernah berlangsung lama karena Zaidan akan langsung meminta maaf pada orang sudah mengasuhnya.

Hanya dengan Rania Zaidan akan merasa takut, apa yang di katakan Rania tidak akan membantah. dengan bu Arini Zaidan tidak terlalu nakal, tapi kadang sifat isengnya yang selalu membuat neneknya itu menjadi kesal.

Nyonya Erlina dan tuan Aditama pun tidak luput dari keisengan Zaidan, namun di balik sifatnya selalu tidak bisa diam dan iseng, rasa kasih sayang ada dalam dirinya.

Mungkin gen pintar dari ayahnya Leon menurun langsung ke otaknya Zaidan. Di usianya yang dua tahun lebih, Zaidan sudah menguasai lima bahasa asing, belajar menghitung pun tidak lupa. Rania sudah mempercayakan Zaidan untuk menggunakan laptop,, sengaja Rania membiarkan zaidan mengutak atik laptopnya.

Walaupun baru berumur dua tahun lebih tapi sudah bisa membantu mamahnya untuk sekedar memasukan data perusahaan yang mungkin bagi sebagian orang dewasa hal itu pasti akan sangat rumit namun tidak bagi Zaidan, hal itu sangat mudah menurutnya.

Tuan Aditama sudah melihat bakat Zaidan dalam mengelola perusahaan, jika ada waktu senggang melihat kedua cucunya, tuan Aditama akan selalu mengajarkan strategi mengurus perusahaan.

Jika Rania keluar kota untuk mengecek toko roti serta beberapa restoran yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, tuan Aditama sengaja mendatangkan seorang pakar telematika untuk mengajari Zaidan cara menjadi hacker. Karena otaknya yang encer, pelajaran apapun akan cepat di serap oleh Zaidan.

Tuan Aditama sangat bersyukur karena Zaidan menjadi anak yang pintar serta sangat penyayang dengan seluruh keluarga nya.

Tuan Aditama masih merahasiakan kehebatan Zaidan menjadi seorang hacker, karena tidak ingin ada segelintir orang yang memanfaatkan anak kecil seperti Zaidan.

Berbeda dengan Naila, karena sering dekat dengan nyonya Erlina dan sering kali di bawa ke butik nya, maka Naila lebih anggun dan juga lebih mirip model, dari mulai pakaian, sepatu dan alat make up khusus anak kecil sudah di sediakan oleh oma nya.

Setiap ada peluncuran tas branded, nyonya Erlina tidak pernah ketinggalan untuk memesan tas tersebut melalui koneksi dari suaminya sehingga jalannya sangat mudah sekali untuk mendapatkan barang yang si inginkan kedua cucunya.

Cara asuh Rania serta bu Arini sangat berbeda dengan nyonya Erlina Dan tuan Aditama. Rania lebih meneka kan agar kedua anaknya tidak boros dan manja. Tidak bergantung pada orang lain sedangkan dengan kakek neneknya kembar di manja dan di belikan apa yang kembar minta.

Walaupun usia kembar masih di bawah lima tahun , namun pemikiran keduanya sudah seperti orang dewasa. Sudah bisa menilai.

Jika berada di dekat Rania, mereka bersikap tidak manja, bisa melakukan semuanya sendiri.

"Ran, ibu lihat perlakuan tuan Aditama dan nyonya Erlina terhadap kembar seperti nya sangat memanjakan mereka, kamu tidak lihat di kamar bermain dan kamar mereka masing masing." keluh bu Arini.

"Iya bu, Ran juga sudah melihatnya, Naila koleksi tasnya semakin banyak dan minta di buatkan ruang sendiri. Kalau Ran tidak mengijinkan, mereka pasti akan minta kakek dan neneknya. "

"Coba kamu bicarakan dengan papah dan mamah kamu, semoga mereka berdua mengerti kerisauan kamu tentang kembar. "

"Iya bu, akan Ran coba bicara dengan mereka."

"Dan jangan lupa kamu beti pengertian pada kembar, agar mereka tidak selalu minta semua barang barang yang menurut ibu belum waktunya mereka memilikinya. "

"Iya bu, Ran sudah pernah bicara dengan mereka tapi hanya sebentar mereka tidak meminta nya, tidaknya kemudian mereka minta lagi. "

Rania sangat pusing dengan keadaan kembar yang selalu di luar Nurul. Hanya satu yang tidak pernah minta dari kakek dan neneknya yaitu bertemu dengan papah meteka yaitu Leon. Walaupun sesekali tuan Aditama atau pun nyonya Erlina membujuknya.

Kembar tahun ibu nya akan sakit hati kalau meteka bertanya tentang papah mereka. Karena Rania pernah memberikan pengertian tentang apa dan siapa papah mereka. Rania pernah memberitahu kan siapa Leonardo.

Suatu hari nyonya Erlina mengunjungi tempat kerja Rania, dengan alasan ingin mengajaknya makan siang di restoran favorit nyonya Erlina. Dan Rania pun mengiyakan ajakan mamahnya.

"Ran apa kamu tidak pernah ada niatan untuk memberitahu kan Leon pada kembar? "

Nyonya Erlina mulai berbicara saat mereka sedang menunggu pesanan makanan mereka datang.

"Kembar pernah tanya siapa papah mereka fan kenapa papah nya tidak pernah datang ke rumah. " Rania mulai berbicara.

"Kamu jawab apa? "

"Ran jelaskan siapa papah nya dan hubungan kembar dengan papah dan mamah. ada kaitannya dengan papah nya. "

"Bagaimana respon mereka? "

"Mereka sangat bahagia ternyata mereka punya papah yang selama ini mereka rindukan. "

"Apa kamu katakan apa yang sebenarnya telah terjadi? " nyonya Erlina penasaran dengan jawaban Rania.

"Ran jelaskan semua nya, Ran percaya walaupun usia mereka masih kecil tapi pemikiran mereka sudah dewasa mampu memilah dan memilih apa yang baik dan tidak baik untuk mereka dan juga Ran sebagai mamahnya"

"Bagaimana sikap mereka setelah kamu cerita kan? "

"Mereka hanya menangis seta memeluk Ran, Apalagi Naila anaknya sangat sensitif, tidak seperti Zaidan agak cuek memang tapi penyayang. "

"Jadi mereka sudah tahu kalau mamah fan papah adalah orang tua Leon ayah mereka.? "

"Iya mah, Ran tidak ingin mereka medasa tidak memiliki ayah. "

"Apa kamu mengatakan kalau mereka boleh menemui ayahnya? "

"Ran membebaskan mereka jika memang mereka mau bertemu dengan ayahnya. Ran tidak ingin mengekang mereka mah. Kalau semesta mengijinkan mereka bertemu pasti mereka akan mencari Leon. "

Pembicaraan selesai setelah makanan yang mereka pesan sudah datang, keduanya melahap makanannya dengan diam dan bergulat dengan pikiran mereka masing masing, hingga akhir nya makanan habis mereka kemudian pulang dab tidak membahas hal yang tadi mereka bicarakan.

Di saat rumah sepi hanya ada kembar dan babby sitter saja yang ada, Rania sedang berada di tempat kerjanya, bu Arini sedang ada acara pengajian di mesjid komplek. Kembar sedang bermain di halaman belakang di gazebo. Tempat favorit mereka.

"Ila ila... " panggilan Zaidan terhadap Naila

"Apa Idan? "

"Di lu mah ga ada ciapa ciapa cuma ada sustel, kita pelgi keluar yuk" Ajak Zaidan.

"Kita keluar mau apa telus kita pelgi ke mana?

" Kita pelgi ke kantolnya papah. "

"Memang Idan au di mana kantolnya papah? "

"Idan ga tahu tapi Idan bica cari di google. "

Naila tampak diam memikirkan ucapan Zaidan, Naila juga sebenarnya sangat merindukan papah nya hanya diam karena teringat janji dengan mamahnya kalau Naila akan bertemu papah nya kalau sudah besar nanti.

"Ayo Ila mau idak? " Zaidan kesal karena Naila hanya diam saja.

"Ila takut mamah malah. "

"Kita pelgi nya mamah angan tahu. "

"Telus sustel gimana? "

"Bilang aja anti kita pelgi sama akek. "

Naila masih bingung dan takut, tapi yang ada di pikirannya hanya ada satu nama yang bisa membantu yaitu neneknya.

"Idan, Ila mau minta tolong nenek bial bawa kita ketemu papah. "

"Kamu lupa, nenek kan itut akek kelual negeli." Jawab Zaidan mengingatkan Naila.

"Oh iya Ila lupa. " Naila menyentuh kepalanya dengan telapak tangan nya.

"Kalau pelgi ke kantol papah halus pake mobil, Idan puna uang idak buat ongkosna? "

"Idan puna uang, akek kasih Idan. "

"Uangna banak idak. "

"Ada banak. " Zaidan memperlihatkan beberapa lembar uang yang pernah di berikan kakeknya beberapa waktu yang lalu.

"Kalau kita pelgi, kacian sustel anti cali cali kita. " Naila merasa kasihan dengan susternya.

"Kita pelgi sama sustel aja, bial sustel ndak cari kita. "

"Ayo kita pelgi. "

Naila dan Zidan mencari suster yang sedang merapikan mainan yang berantakan di ruang bermain kemudian berbicara dengan suster, awalnya mereka menolak tapi akhirnya mereka mau karena jika mereka menolak kembar akan pergi sendiri, dari pada akhirnya mereka yang repot, lebih baik mereka ikut dengan kembar saja.

Berempat mereka naik taksi online agak jauh dari rumah karena pak satpam bertanya mau pergi ke mana, setelah di jawab main ke taman kompleks, barulah mereka di ijinkan pergi.

Setelah mendapat kan taksi online di luar kompleks perumahan, Zaidan dan Naila seray dua orang suster pergi menuju ke pusat kota dimana perusahaan papah nya berada. Zaidan tahu lokasi perusahaan tersebut dari google karena Zidan sangat ahli dalam bidang IT karena ajaran dari kakeknya.

"Nona Ila, bagaimana nanti kalau ketahuan ibu nya nona, nanti saya di marahin? " tanya suster.

"Sustel ga pintal, bilang aja sama mamah kalo kita udah jalan jalan. " jawab Zaidan kesal

"Tapi tuan muda. " jawab suster lagi.

"Sustel ga usah banak tanya. Diam aja ya. "

Akhirnya mau tidak mau suster diam saja walau sebenarnya ada rasa takut fi salahkan oleh majikannya karena membawa kembar keluar dari rumah untuk bertemu dengan papahnya.

Di dalam taksi, kembar tidak bisa diam, mulutnya terus berbicara walaupun tidak begitu jelas apa yang mereka bicarakan. Satu jam kemudian mereka sudah sampai di depan kantor perusahaan milik Leon.

"Idan, benal di cini kantolnya papah? "

"Iya, itu ada tulisan, ADITAMA CORP, itu tan nama na akek. " jawab Zidan sok tahu.

Kembar memang sudah di ajarkan baca tulis oleh Rania, sehingga mereka akan dengan mudah membaca berbagai tulisan.

"Tuan muda kita sudah sampai, mau ke mana sekarang, lihat di sana ada satpam yang berjaga, suster ga mau kena marah satpam kalau harus masuk. "

"Anti tundu aja di cini, papah pasti lewat cini. "

Dan benar saja sebuah mobil mewah melewati mereka yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat mereka menunggu.

"Ayo kita ke cana. " Ajak Zidan.

Ke empat nya berjalan melalui pos satpam, security yang sedang bertugas terkejut karena melihat badan dua anak kecil dan dua orang suster sedang berjalan menuju lobi kantor tanpa melapor.

"Hei kalian tunggu mau kemana? "

Teriakan security itu menarik perhatian dari beberapa orang karyawan yang sedang berada di lobi kantor, dan juga menarik perhatian Leon dan Ryan yang baru saja memasuki lobi kantor.

"Ada apa pak? " tanya Leon datar.

"Maaf tuan ini ada anak anak berlari ke lobi seperti nya akan masuk ke dalam kantor. " jawab security tersebut.

Leon melihat dua anak kecil bersama susternya menuju lift, merasa penasaran Leon menghampiri mereka yang masih berdiri di dekat lift.

"Permisi nak, kalian mau ke mana dan ada keperluan apa? " tanya Leon

"Tadinya ila mau temu papah. "

"Iya Idan uga. " jawab mereka dengan wajah polos.

"Papah nya kerja di kantor ini? "

"Iya." Jawab keduanya serenpak sambil mengangguk.

"Siapa papah nya, sudah ketemu belum? "

"Idan udah ketemu cama papah, cekalang Idan pulang. Ayo ila kita pulang. " ajak Zaidan.

"Ayo." Jawab Naila dengan tatapan sendu ke arah Leon.

Leon menatap wajah Naila dan Zidan merasa seperti ada sesuatu di hatinya yang berdesir ada sebuah getaran yang sama saat dirinya di berada di Kalimantan. Leon melihat wajah mereka seperti pernah melihat wajah itu.

Saat mereka sudah keluar dari lobi kantor, Leon dan Ryan berjalan ke arah lift khusus eksekutif, namun belum juga lift terbuka Ryan berkata.

"Tuan mengapa kedua anak itu sangat mirip sekali dengan tuan. " ucap Ryan

Seketika tubuh Leon mendadak merasa panas dingin, baru di sadari nya kalau wajah kedua anak itu mirip dengan dirinya, terutama yang laki laki. Tidak membuang waktu lagi, Leon seketika berlari ke luar dari lobi mencari keberadaan kembar. Namun mereka sudah tidak terlihat.

Leon sangat kesal dan menyesal karena terlambat menyadari kalau meteka adalah kedua anaknya.

"Sayang kalian berdua di mana, mengapa cepat sekali menghilangnya. " Leon berjaya dengan deraian air mata yang keluar tanpa bisa di hentikan.

Beberapa orang melihat Leon yang terduduk di aspal dengan tertunduk menangis. Dirinya sangat menyesal mengapa tidak menyadari kalau mereka adalah anak anaknya.

Pantas saja wajah mereka tampak tidak asing, Leon teringat saat kedua anak nya berkata ingin berjumpa dengan papah nya dan sudah bertemu.

Di sudut jalan, ada empat pasang mata yang melihat adegan Leon menangis sambil terduduk. Mereka adalah kembar dan suster yang belum pulang karena menunggu taksi datang. Dan mereka melihat papanya dengan air mata yang juga sama sama menangis karena menahan kerinduan.

"Ryan, kamu cek CCTV, lihat mereka kirimkan ke hp saya. Cepat.!!! " perintah Leon pada Ryan.

Walaupun hanya melalui CCTV melihat anaknya, mungkin bisa menyembuhkan kerinduan Leon terhadap kedua anaknya.

"Tuan sudah saya kirimkan rekaman CCTV ke ponsel anda. " lapor Ryan yang baru saja keluar dari ruang CCTV

"Kerahkan semua anak buah kamu, cari anak-anak ku. Di mana mereka tinggal. " perintah Leon.

"Baik tuan. " Ryan segera menelpon anak buahnya untuk mencari rumah kembar.

Sedangkan kembar baru saja naik ke dalam taksi, mereka pulang dengan rasa sedih karena hanya sebentar melihat ayahnya, tapi stidaknya mereka sudah melihat walaupun hanya sebentar.

"ila janan nangis, ya. " ucap Zidan

...****************...

1
tia
lanjut thor
tia
cepat satukan thor kembar sama papa nya
Nadia salma: ada lika liku dulu kak, biar ada gregetnya
total 1 replies
tia
tambah lagi Thor 🫢,,suka cerita ny
Nadia salma: siap kak...
total 1 replies
tia
update yg banyak lah thor
Nadia salma: akan saya usahakan kak, karena saya sambil kerja membagi waktu. Terima kasih sudah menyukai karya saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!