NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Kebenaran di Balik Darah dan Takdir

Namun masih ada satu pertanyaan besar yang mengganjal di benak Lin Feng.

“Kau bilang kau tahu tentang keluargaku, Tentang siapa yang membunuh mereka. Apa sebenarnya yang kau ketahui?”

Ekspresi Shen Yuan menggelap. Sorot matanya meredup seolah bayangan masa lalu kembali bangkit.

“Lebih banyak dari yang ingin kau dengar,” jawabnya lirih. “Dan sayangnya… lebih kelam dari yang bisa kau bayangkan.”

Ia menghela napas panjang. Seketika, sosoknya tampak jauh lebih tua dan lebih lelah, seakan beban waktu akhirnya runtuh di pundaknya.

“Keluargamu dibunuh oleh Sekte Bayangan Naga, sebuah organisasi rahasia yang berafiliasi langsung dengan Klan Langit Biru. Mereka digunakan oleh Klan Langit Biru untuk melenyapkan ancaman tanpa mengotori tangan mereka sendiri.”

“Kenapa?” tanya Lin Feng. Suaranya bergetar oleh emosi yang berusaha ia tekan. “Kenapa mereka membunuh keluargaku? Kami hanya keluarga biasa di desa kecil. Kami tidak punya harta berharga bahkan tidak punya musuh.”

“Karena ayahmu mulai mencari tentang garis keturunan,” potong Shen Yuan dengan lembut. “Mengapa Klan Lin muncul di banyak catatan kuno, tetapi tak satu pun mampu menjelaskan asal-usulnya. Ia mulai menggali, mencari jawaban. Dan tanpa ia sadari… ia terlalu dekat dengan kebenaran.”

“Kebenaran apa?” tanya Lin Feng.

“Bahwa keluarga Lin adalah keturunan langsung Lin Tian,” jawab Shen Yuan. “Bahwa selama berabad-abad, kalian telah diawasi oleh Klan Langit Biru. Karena mereka takut suatu hari nanti akan lahir seseorang dari Klan Lin yang mampu menggunakan Gulungan Naga Kekacauan.”

Dan ketakutan itu terbukti benar.

Lin Feng merasa dunia di bawah kakinya berguncang.

“Jadi… mereka membunuh keluargaku karena takut aku akan menjadi ancaman?”

“Bukan begitu,” koreksi Shen Yuan. “Mereka bahkan tidak tahu tentangmu secara khusus. Mereka membunuh keluargamu untuk mengirim pesan bahwa menggali masa lalu adalah hal berbahaya. Bahwa keluarga Lin harus tetap tidak terlihat dan tidak berarti.”

“Tapi aku selamat…” bisik Lin Feng.

“Ya. Dan itu adalah keajaiban atau mungkin takdir,” Shen Yuan tersenyum getir. “Kau selamat, tumbuh, dan akhirnya menemukan gulungan itu. Sama seperti yang diramalkan Lin Tian ribuan tahun lalu. Sang ahli waris akan muncul ketika dunia membutuhkannya.”

Lin Feng terdiam lama, berusaha mencerna semua kenyataan itu. Keluarganya tidak mati secara kebetulan. Mereka mati karena konspirasi yang telah berlangsung berabad-abad.

Karena ketakutan.

Karena kekuasaan.

Dan Klan Langit Biru, klan yang kini memburunya adalah dalang di balik segalanya.

“Aku akan membunuh mereka,” ucap Lin Feng dengan suara tenang. “Siapapun yang terlibat harus membayarnya.”

“Aku mengerti perasaanmu,” kata Shen Yuan. “Tapi dengarkan aku. Klan Langit Biru adalah salah satu dari sembilan klan terkuat di dunia. Mereka memiliki ribuan kultivator. Puluhan di Ranah Formasi Inti. Beberapa di Ranah Jiwa Baru Lahir. Dan pemimpin klan mereka Tian Lei telah mencapai Ranah Transformasi Jiwa.”

“Aku tidak peduli seberapa kuat mereka,” balas Lin Feng tegas. “Aku akan menemukan caranya.”

“Dan kau akan mati,” potong Shen Yuan keras. “Seperti keluargamu. Seperti semua orang yang menantang mereka tanpa persiapan.”

Lin Feng mengepalkan tinjunya. Qi di dalam tubuhnya mulai bergejolak dengan liar.

Shen Yuan mengangkat tangannya. “Aku tidak mengatakan jangan melawan. Aku mengatakan jangan ceroboh. Jika kau ingin membalas dendam, jika kau ingin benar-benar membuat mereka hancur, kau membutuhkan lebih dari sekadar amarah. Kau membutuhkan kekuatan. Pengetahuan. Dan kau membutuhkan… gulungan lainnya.”

Lin Feng mengangkat kepalanya. “Apa maksudmu?”

“Gulungan Naga Kekacauan adalah kunci utama,” jelas Shen Yuan. “Namun gulungan itu belum cukup untuk mencapai kekuatan sejati, kekuatan yang mampu menantang klan besar, kau harus mengumpulkan kesembilan gulungan, seperti yang direncanakan para pendiri.”

“Tapi gulungan lainnya berada di tangan delapan klan besar,” kata Lin Feng. “Bagaimana mungkin aku—”

“Dengan menjadi lebih kuat,” jawab Shen Yuan sederhana. “Dengan naik tingkat. Dengan menguasai teknik dari gulungan yang kau miliki hingga sempurna. Dan ketika waktunya tiba, menantang para pemegang gulungan itu satu per satu.”

“Itu akan memakan waktu bertahun-tahun,” kata Lin Feng. “Mungkin puluhan tahun—”

“Dan lalu kenapa?” Shen Yuan menatapnya tajam. “Balas dendam yang tergesa-gesa hanya akan berakhir pada kematian. Balas dendam yang terencana, sabar, dan matang itulah yang akan berhasil.”

Lin Feng terdiam, pikirannya berputar.

Sebagian dirinya ingin menolak. Ingin langsung mendatangi Klan Langit Biru dan menuntut keadilan saat ini juga. Namun bagian lain tahu, Shen Yuan benar.

Ia masih terlalu lemah.

Ranah Pembentukan Fondasi mungkin cukup kuat bagi kultivator biasa, tetapi sama sekali tidak berarti di hadapan kultivator tingkat tinggi dari klan besar.

“Jadi apa yang kau sarankan?” tanya Lin Feng akhirnya.

“Berlatih,” jawab Shen Yuan. “Kuasai Gulungan Kekacauan sepenuhnya. Naik ke Ranah Formasi Inti, lalu Jiwa Baru Lahir, lalu melangkah lebih tinggi lagi. Sambil itu, kumpulkan informasi tentang delapan klan lainnya. Tentukan siapa yang bisa menjadi sekutu, dan siapa yang pasti menjadi musuh.”

“Dan kau akan membantuku?”

“Itulah alasan aku menunggu seribu seratus tahun,” jawab Shen Yuan dengan senyum kecil. “Untuk membimbing sang ahli waris. Ya, aku akan membantumu. Dengan pengetahuan yang ditinggalkan Lin Tian. Dengan hubungan yang masih kumiliki meski telah tidur berabad-abad. Dengan apa pun yang kau butuhkan.”

Lin Feng menatap pria tua di hadapannya, murid terakhir dari leluhur jauhnya, yang telah menunggu lebih dari seribu tahun untuk pertemuan ini.

“Kenapa?” tanya Lin Feng. “Kenapa kau begitu peduli? Kenapa tidak membiarkan gulungan itu hilang selamanya?”

Shen Yuan terdiam lama sebelum menjawab.

“Karena Lin Tian adalah guru terbaik yang pernah kumiliki, dan ia percaya padaku saat tak seorang pun melakukannya.” Matanya berkaca-kaca saat menatap Lin Feng. “Dan karena tugas terakhir yang ia berikan padaku adalah memastikan ahli warisnya, seperti kau tidak berjalan sendirian.”

“Perjalanan?” gumam Lin Feng.

“Mengumpulkan sembilan gulungan bukan sekadar soal kekuatan,” ujar Shen Yuan serius. “Itu tentang menyelamatkan dunia. Formasi pembatas kultivator yang kau lihat dalam visimu telah mulai melemah. Entitas dari dimensi lain mulai menembus. Dalam beberapa dekade, bahkan mungkin beberapa tahun, formasi itu akan runtuh sepenuhnya.”

“Dan jika itu terjadi?”

“Invasi yang hampir memusnahkan dunia tiga ribu tahun lalu akan terulang. Namun kali ini, umat manusia tidak memiliki sembilan pendiri untuk melindungi mereka.”

Shen Yuan melangkah mendekat, menatap Lin Feng.

“Kecuali jika ahli waris itu berhasil mengumpulkan kesembilan gulungan dan menciptakan sistem baru. Sistem yang memberikan kebebasan, namun juga perlindungan. Seperti yang divisikan oleh Lin Tian.”

Beban yang luar biasa berat seakan jatuh ke pundak Lin Feng.

Bukan hanya balas dendam untuk keluarganya.

Melainkan tanggung jawab atas seluruh dunia.

Terlalu berat, pikirnya. Terlalu banyak untuk satu orang.

Namun bayangan wajah ibunya, ayahnya, dan adik kecilnya kembali muncul.

Ia mengingat jeritan mereka.

Darah yang mengalir.

Dan sumpah yang pernah ia ucapkan bahwa ia tak akan pernah menjadi orang yang hanya menonton saat orang lain menderita.

“Baik,” kata Lin Feng akhirnya, suaranya lebih mantap dari perasaannya. “Aku akan melakukannya. Aku akan mengumpulkan gulungan itu. Aku akan menjadi lebih kuat. Dan aku akan memastikan Klan Langit Biru membayar atas semua yang telah mereka lakukan.”

Shen Yuan tersenyum tulus yang membuat wajah tuanya kelihatan tampak lebih muda.

“Bagus. Kalau begitu kita mulai besok...” ia melirik ke arah pintu gudang, “temanmu di luar pasti sudah khawatir. Sebaiknya kau kembali.”

Lin Feng terkejut. “Kau tahu?”

“Aku sudah tua, tapi tidak buta,” jawab Shen Yuan sambil terkekeh. “Dan aku menghargai kehati-hatianmu. Tanda kultivator yang baik adalah selalu memiliki rencana cadangan.”

Ia menyerahkan sebuah slip giok kecil. “Ini alamat tempat tinggalku, rumah kecil di distrik selatan. Datang besok sore. Kita akan memulai pelatihan yang sesungguhnya.”

Lin Feng menerima slip giok itu dan menyimpannya dengan hati-hati.

“Satu pertanyaan lagi,” ucapnya sebelum pergi. “Sekte Bayangan Naga yang membunuh keluargaku… apakah mereka masih ada?”

“Masih,” jawab Shen Yuan dengan nada kelam. “Dan beberapa dari mereka berada di kota ini sekarang. Berburu dan mencari seseorang dengan qi sembilan elemen.”

“Mencari aku.”

“Ya.”

Lin Feng tersenyum. “Bagus. Maka mereka akan menemukanku. Dan saat itu terjadi… mereka akan menyesal.”

Ia pun berbalik meninggalkan gudang dan kembali.

Di belakangnya, Shen Yuan menatap punggungnya dengan perasaan campur aduk antara kebanggaan dan kekhawatiran.

“Seperti Guru,” bisiknya pada dua murid bertopeng di sisinya. “Keras kepala, berani, dan terlalu cepat mengambil risiko. Kita harus menjaganya dengan sangat hati-hati.”

“Ya, Guru,” jawab keduanya serempak.

Di dalam kegelapan gudang tua itu, tiga sosok mulai merancang masa depan yang penuh bahaya.

Zhou Ming muncul dari balik bayangan saat Lin Feng keluar dari area dermaga.

“Aman?” tanyanya.

“Aman,” jawab Lin Feng. “Tidak ada penyergapan. Hanya informasi.”

“Informasi yang bagus?”

Lin Feng terdiam sejenak sebelum menjawab.

“Informasi yang mengubah segalanya.”

Zhou Ming tidak bertanya lebih lanjut. Ekspresi di wajah Lin Feng sudah cukup untuk memberitahunya bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya.

“Ayo kembali,” katanya singkat. “Yue Lian pasti sudah khawatir.”

Mereka berjalan kembali menuju gedung Kuil Cahaya Suci dalam keheningan, masing-masing tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Dan Lin Feng, untuk pertama kalinya sejak keluarganya dibantai merasakan sesuatu yang baru tumbuh di dalam dadanya.

Bukan balas dendam yang membabi buta.

Melainkan tujuan.

Misi yang nyata.

Mengumpulkan sembilan gulungan.

Dan dalam prosesnya, menghancurkan mereka yang telah membunuh keluarganya.

Tunggu aku, Ayah. Ibu. Xiao Yue, pikir Lin Feng sambil menatap langit malam yang bertabur bintang. Keadilan akan datang. Mungkin tidak hari ini. Mungkin tidak besok. Tapi pasti akan datang. Aku bersumpah.

1
Green Boy
lanjut lagi thor
Green Boy
semangat thor💪💪💪
Green Boy
semangat thor💪💪💪💪
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
Arinto Ario Triharyanto
Yoi, MC terlalu naif, kyknya kalahan ini mah kalo tarung, apalagi sama cewek, Cemen 😄
rozali rozali
lanjut thor.
💪💪💪💪
Muh Nasrun
Thor, kenapa harus mencuri pil hanya utk meningkatkan kultivasinya, ini ga benar, kalaupun bisa tambah kuat tapi dgn cara yg tdk benar.
Arinto Ario Triharyanto
kebanyakan mikir lu Feng 🤣
Celestial Quill: masih belum pede dengan kekuatannya.😄
total 1 replies
Muh Nasrun
Tingkatan ke 3 tetapi bisa bertarung dgn level 8, apa2an ini, terlalu sekali, lebih baij tdk perlu ada level thor, tdk berguna level,kalau di cerita silat yg lainnya itu spt semut ketemu gajah, terlalu jauh rananya.
Celestial Quill: saya luruskan sedikit ya, Zhao Ming yang Lapisan Ketiga kenapa bisa bertarung dengan lapisan keenam atau Kedelapan bukan karena Lapisannya, melainkan karena teknik tempur nya kuat, tetapi ia tidak bisa bertarung dengan lama melawan lapisan yang lebih tinggi, karen Qi yang di milikinya terbatas berbeda dengan Lapisan yang lebih tinggi.🙏
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus, lanjutkan
Celestial Quill: Siap🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!