NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:804
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Auu..." Shena mengaduh kesakitan ketika keningnya di jentik oleh Arsen. Tidak terlalu kuat. Keningnya bahkan tidak memerah. Arsen terkekeh lucu sementara Shena memegang keningnya.

"Jangan main-main denganku" ketus Shena bersungut.

"Aku memikirkan hukuman lain yang jauh lebih pantas untuk teman sebangku ku" ucap Arsen santai.

"Apa?" Tanya Shena penasaran.

Arsen menundukkan kepalanya menatap Shena. Ia tersenyum licik penuh niat terselubung yang menjengkelkan. "Aku perlu babu untuk seminggu kedepan".

Shena melenguh tak percaya. "Hei, kau pikir harga diriku serendah itu. Aku tidak pantas sama sekali menjadi babu mu" ia menekan setiap kata dari kalimat terakhirnya.

Arsen tertawa meremehkan. Ia melengos berjalan lebih dulu dan berkata dengan santai. "Baiklah, mari kita lihat apa yang akan ku perbuat pada mu dan pacarmu dalam satu minggu kedepan". Matanya melirik ke arah Shena untuk melihat apakah pancingannya berhasil.

Mata Shena seketika terbelalak mendengar pacarnya di sebut-sebut. Alarm waspada langsung menyala di atas kepalanya. Ia menahan lengan Arsen dan berkata dengan terpaksa. "Aku akan menjadi babu mu selama satu Minggu".

Arsen tersenyum penuh kemenangan dan berbalik menatap Shena. "Baiklah kalau gitu aku akan jelaskan tugas mu apa saja selagi menjadi babu ku". Arsen tersenyum penuh kemenangan. Lihat saja, mukanya sangat sombong dan penuh intrik licik. "Ayo ikuti aku". Shena berjalan mengekor di belakang Arsen sambil mendengarkan ucapan Arsen kata demi kata dengan ekspresi yang terus memberengut.

"Sebagai seorang babu, kau harus menunggu ku di gerbang sekolah setiap pagi. Terus kau harus membawakan tas ku. Kau juga harus membawakan ku makan siang selama di sekolah. Ah iya, harus dibuat dengan tangan sendiri. Aku tidak terbiasa makan makanan sembarangan. Setelah pulang sekolah kau juga harus mengajakku jalan-jalan dan mentraktir ku. Apapun yang ku inginkan harus kau berikan. Kau mengerti?" Ucap Arsen. Tubuhnya di miringkan sedikit ke kiri untuk memastikan Shena mengerti.

Shena memberengut dan memutar bola mata malas. "Ya yang mulia" jawabnya sarkas.

Arsen tertawa jahil. "Ahhh aku suka panggilan itu. Panggil aku dengan sebutan itu selama menjadi babu ku". Shena kesal dan menatapnya sengit.

Mereka tiba di kelas dan duduk di kursi bersamaan. Lucas, Nick, dan Martin bahkan melongo. Mereka agak sedikit shock melihat Arsen dan Shena berjalan bersama.

Ello sedikit was-was melihat Arsen dan Shena masuk bersama. Ia cukup kaget melihat Shena nekat menemui arsen. Entah apa yang Shena lakukan sehingga mereka kini bersama. Ia khawatir Shena membuat masalah baru. Ia memperhatikan apakah shena terluka atau tidak. Sepertinya Shena baik-baik saja kecuali mukanya yang terlihat memberengut dan kesal. Itu wajar. Shena suka merajuk namun sekarang apa dia berani merajuk karena Arsen. Itu cukup aneh menurutnya.

.

.

.

Setelah pulang sekolah, Shena tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas lagi. Ia bertengkar dengan Ello. Lebih tepatnya Ello memarahinya ketika Shena mencoba membalas dendam untuknya. Shena kesal dimarahi Ello.

"Ting..."

Sebuah pesan masuk di hp nya. Lihatlah namanya yang membuat Shena ingin murka. Yang mulia tampan? Bukankah dia terlalu narsis membuat nama seperti itu tadi??? Batin Shena. Ia meraih ponsel dan membuka isi pesannya. Ada sebuah foto boneka labubu sepasang untuk gantungan tas. "Belikan aku sepasang dan besok bawa ke sekolah. Ini perintah yang mulia!!!"

"Dasar babi" umpat Shena. Ia mengetik dengan penuh emosi yang meluap-luap. "Ini sudah malam. Aku tidak tahu dimana membelinya".

"Ting..."

Pesannya masuk lagi. Sangat cepat bahkan. Shena membukanya. "Apa babu berhak membantah???" Hidung Shena bahkan mengernyit seperti banteng.

"Ting...."

"Ucapanku adalah perintah. Jangan membuat yang mulia mengamuk" isi pesan berikutnya.

Shena kesal hingga ingin membanting ponselnya tapi tidak jadi karena sayang. Harganya cukup mahal. Ia mengetik umpatan dan makian yang jahat. Bahkan ada stiker jari tengah yang banyak. Hampir ia kirim namun ia urungkan lagi niatnya. Ia menghapus semua kata buruk itu dan membalas singkat. "Ya, yang mulia".

Arsen tertawa puas membacanya. Ia membayangkan ekspresi kesal Shena dengan wajah memerah dan bibir yang memberengut. Itu pasti lucu. Ahh, hatinya pasti sangat puas jika melihatnya secara langsung.

Shena berjalan tak semangat keluar rumah. Ello tak menghubunginya sama sekali. Shena gengsi menghubungi lebih dulu karena ia masih kesal dengan Ello. Akhh, dunianya seperti hilang arah jika Ello tak ada.

Shena cukup kebingungan mencari dimana tempat yang menjual gantungan tas labubu. Ia tidak terlalu mengenal seluk beluk kota Wilow. Ia belum sampai seminggu di sini. Ello bahkan belum mengajaknya jalan-jalan keliling kota Wilow. Shena juga belum punya teman sama sekali.

Ia membuka ponselnya dan mencari di internet tempat yang menjual boneka labubu. Tidak banyak ternyata tempat yang menjual boneka labubu. Yang paling dekat adalah Mall, itupun adalah blind box. Ia harus membeli beberapa blind box boneka labubu untuk mendapatkan jenis yang Arsen mau. Itupun jika ia beruntung. Shena menghela nafas dan mengeluh. "Akhh... Ini akan sulit. Kenapa dia sangat merepotkan".

Shena bersiap-siap untuk pergi ke luar. Ia memakai topi hitam, sepatu sneaker putih, rok sepaha warna krem, baju kaus putih dan jaket kulit hitam yang cukup tebal. Rambut panjangnya terkuncir dengan rapih.

Shena pergi dengan naik taksi. Kalau menurut internet, mall hanya berjarak 15 menit dari tempat tinggal Shena. Ia memandang lingkungan sekitar melalui kaca jendela mobil. Jalanan cukup padat ketika malam hari. Sepertinya orang-orang banyak yang keluar ketika malam. Itu mungkin karena di siang hari mereka pergi bekerja atau sekolah. Mereka menggunakan waktu malam untuk bersenang-senang.

Perjalanan masih sekitar 5 menit lagi namun mobil taksi yang di tumpangi Shena perlahan melambat dan akhirnya mati mendadak. Shena kebingungan. Sopir berusaha beberapa kali menghidupkan mobil tetapi tidak bisa. Shena akhirnya bertanya. "Mobilnya kenapa pak?"

Sopir itu memutar tubuhnya menghadap Shena dan berkata dengan penuh penyesalan. "Nona, maafkan aku. Mobilnya tiba-tiba mati".

Shena sedikit panik. "Terus aku gimana pak?"

"Jalanan di sini cukup sepi. Nona coba berjalan saja, Mall tidak jauh lagi dari sini. Kau tidak perlu bayar sebagai kompensasi ". Ucap supir itu berusaha menjelaskan.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!