(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 2)
Setelah menaklukkan Laut Selatan dan membawa Long Tian ke Ranah Inti Emas, Han Luo menuju Kekaisaran Pusat untuk Turnamen Raja Laut. Di sana, ia mendeteksi potongan Pedang Darah Iblis lain yang dipegang oleh monster Ranah Jiwa Baru Lahir yang juga mengincar Mata Iblis Es.
Turnamen Raja Laut tahun ini akan sangat meriah!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Percikan Awal
Sinar matahari pagi menembus celah jendela kamar tamu Han Luo di Kediaman Bintang Darah. Pria tua bungkuk—wujud penyamaran Han Luo—itu masih duduk bersila, seolah-olah dia telah bermeditasi sepanjang malam.
Di dalam Dantiannya, Inti Emas Sempurna berputar perlahan, mencerna sisa-sisa energi murni dari Teratai Penambah Umur dan berbagai ramuan herbal langka yang dicurinya semalam. Jika ada kultivator yang bisa melihat ke dalam tubuhnya, mereka akan terkejut melihat kekuatan absolut yang tersembunyi di balik cangkang rapuh itu.
Tok. Tok.
"Tabib Qiu, apakah Anda sudah bangun?" suara seorang pelayan terdengar dari luar.
Han Luo membuka matanya. Warna abu-abu matinya yang redup kembali menutupi kilatan tajam aslinya. "Masuklah."
Pelayan itu masuk membawa nampan berisi sarapan mewah—bubur sarang burung walet dan teh ginseng merah. Di belakangnya, berdiri Tetua Mo Wu, ahli racun yang semalam memergoki Han Luo di gudang herbal.
"Tidur Anda nyenyak, Tabib Qiu?" tanya Mo Wu, matanya masih menyimpan sedikit kecurigaan, meski tidak setajam semalam.
"Cukup nyenyak untuk orang tua yang tulangnya sering ngilu," Han Luo terbatuk pelan, mengambil mangkuk bubur dengan tangan kanannya yang gemetar. Lengan kirinya (boneka sutra) tetap tersembunyi di balik jubah. "Bagaimana kondisi Tuan Muda Xue?"
"Sangat baik. Terlalu baik, malah," Mo Wu mengerutkan kening. "Pagi ini dia langsung berlatih di halaman utama. Kekuatannya meledak-ledak. Meridiannya seolah tidak pernah terluka."
"Ah, itu efek dari metode Sembilan Paku Pembuka Jalan," Han Luo menjelaskan dengan nada bangga yang dibuat-buat. "Metode itu tidak hanya membersihkan racun, tapi juga melebarkan jalur Qi. Selama dia tidak memaksakan diri melampaui batas absolutnya dalam waktu dekat, dia akan baik-baik saja."
(Sebenarnya: Jika dia memaksakan diri melebihi 100%, katup es yang kutanam akan meledakkan Dantiannya. Tapi biarkan dia merasa kuat untuk sekarang).
"Tuan Muda Xue sangat berterima kasih. Beliau mengundang Anda untuk menonton latihan paginya," kata Mo Wu.
Han Luo mengangguk. "Tentu. Sebuah kehormatan."
Halaman Utama Kediaman Bintang Darah.
Halaman luas itu telah diubah menjadi arena latihan darurat. Di tengahnya, Xue Mochen sedang mengamuk.
Pewaris Sekte Iblis Langit itu bertelanjang dada. Kulitnya memerah karena Seni Iblis Api Darah, sementara hawa dingin Es Kutub menyelimuti tinjunya. Dua energi ekstrem itu yang sebelumnya hampir membunuhnya, kini mengalir selaras di bawah kendalinya.
BAM! BAM!
Dua boneka latihan tingkat tinggi hancur berkeping-keping hanya dengan satu pukulan.
"Hahaha! Luar biasa!" Xue Mochen tertawa pongah. "Kekuatanku meningkat pesat! Su Qingxue tidak akan punya kesempatan melawanku di Turnamen Perebutan Takhta nanti!"
Di pinggir lapangan, Han Luo menonton dengan postur bungkuknya, ditemani Tetua Mo Wu.
"Tuan Muda sangat percaya diri," pancing Han Luo. "Kapan tepatnya Turnamen itu diadakan?"
"Dua hari lagi," jawab Mo Wu pelan. "Turnamen itu akan diadakan di Arena Bawah Tanah Sekte. Ini bukan sekadar pertarungan, ini adalah penentuan siapa yang akan memimpin sekte setelah Ketua saat ini pensiun."
"Dan lawan utamanya hanya Nona Suci Su Qingxue?"
Mo Wu mendengus meremehkan. "Wanita ular itu. Ya. Dia licik dan punya banyak trik. Tapi dalam pertarungan murni, dia bukan tandingan Tuan Muda. Terutama setelah pengobatan Anda."
Han Luo mengelus jenggot palsunya.
Dua hari lagi. Waktunya sangat sempit. Tapi itu cukup.
Jika Xue Mochen mati secara tragis di tengah turnamen (karena 'sabotase' Han Luo), Su Qingxue akan menang. Su Qingxue akan menjadi Ketua Sekte Iblis Langit. Dan sebagai Ketua, dia akan memiliki akses penuh ke Kolam Suci Iblis—tempat di mana Teratai Es Tulang Iblis berada.
Itulah tujuan akhir Han Luo di Benua Tengah. Mendapatkan Teratai itu untuk menyempurnakan fisiknya (dan mungkin mengobati kecacatannya jika teori alkimianya benar).
Tapi Han Luo tidak akan membiarkan Su Qingxue mendapatkan semuanya dengan mudah. Dia butuh asuransi.
"Tetua Mo Wu," Han Luo berbicara dengan nada pelan dan misterius. "Saya melihat Tuan Muda menggunakan gabungan Api dan Es. Itu sangat mengesankan. Tapi... sebagai tabib, saya harus memperingatkan."
Mo Wu menoleh, menatap Han Luo tajam. "Memperingatkan apa?"
"Keseimbangan. Jika Tuan Muda menggunakan teknik itu hingga batas maksimal, tubuhnya mungkin akan menolak. Saya punya sebuah... penawar darurat. Jika sesuatu terjadi padanya di arena, pil ini bisa menyelamatkan nyawanya."
Han Luo mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam pekat dari saku jubahnya. Bau amis darah tercium samar.
"Pil Pemecah Meridian?" Mo Wu yang juga ahli racun langsung mengenali jenis pil itu, matanya melebar marah. "Kau gila?! Pil ini akan menghancurkan kultivasi seseorang untuk menyelamatkan nyawanya! Kau ingin aku memberikan ini pada Tuan Muda?!"
"Hanya dalam keadaan kritis, Tetua," Han Luo tetap tenang. "Lebih baik kehilangan kultivasi daripada kehilangan nyawa, bukan? Keputusan ada di tangan Anda. Saya hanya memberikan opsi sebagai tabib yang bertanggung jawab."
Han Luo menyerahkan pil itu. Mo Wu ragu sejenak, lalu mengambilnya dengan ekspresi jijik dan menyimpannya.
Sempurna, batin Han Luo. Pil itu bukan Pil Pemecah Meridian. Itu adalah 'Pil Pemicu'. Jika Mo Wu memberikan pil itu pada Xue Mochen saat dia meledak nanti... ledakannya akan sepuluh kali lebih besar. Cukup untuk menghancurkan seluruh arena dan menyalahkan faksi Su Qingxue.
tpi gw demen....