NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:799
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setega itu ibu durhaka

Laluna duduk disisi ayahnya, lelaki tua berambut putih itu menoleh tanpa suara.

"Yah, sebenarnya ayah sakit apa dan kenapa tak menghubungiku?" tanya Laluna.

"Luna, sebagai seorang putri apakah kamu mau mengabulkan permintaan ayahmu untuk yang terakhir kalinya" akhirnya pak Rohman pun membuka mulutnya.

"Kalau aku bisa dan sanggup aku akan mengabulkan nya yah, ada apa?" tanya Luna.

"Ibumu menginginkanku untuk menikah dengan Ki Kusumo demi menyelamatkan kami berdua, apakah kamu mau berkorban demi kami?" ayah Laluna memohon dengan tatapan pilu, tapi terlihat kejam dan semena mena di mata Laluna, dia selama ini tak pernah sedikit pun merepotkan orang tuanya meski orang tuanya termasuk konglomerat, sejak lulus kuliah dia keluar dari rumah mewah itu untuk mengais rezeki dengan peluh nya sendiri masih harus berkorban? Mengorbankan dirinya untuk menikah dengan dukun cabul yang istrinya lebih dari selusin itu? Tega benar orang tuanya.

"Ayah, apakah ayah sudah berfikir waras sebelum bicara, ayah rela mengorbankan kami demi ambisi ayah? Luna tahu kejadian di masa lalu yang menimpa kakak kembar Luna, Zaki ,zio dan Zaen, bahkan mereka putra ayah yang mestinya punya masa depan yang bagus , yang ketika ayah dan bunda tua bisa merawat dan menjaga mereka punya masa depan sendiri keluarga dan anak, bahkan cucu, tapi demi ambisi ayah, ayah rela mempersembahkan jiwa mereka pada iblis? Sadar yah, ayah sudah tua apa yang ayah akan cari, ketenaran dan popularitas atau ingin di hormati orang banyak?".Laluna merepet saking geramnya.

"kamu mendoakan ayah cepat mati?" tanya ayahnya malah salah faham

Laluna tak menjawab, sia sia kedatangannya kali ini, tahu begitu dia tak akan pulang ke rumah, perhatian yang tulus ternyata di balas dengan kesombongan sang ayah, Laluna yang menahan dongkol pergi keluar dari kamar ayahnya, ternyata ibunya sudah membawa empat laki laki tinggi besar untuk menangkap Laluna.

"kamu harus mau di tiduri Ki Kusumo, karena yang di butuhkan Ki Kusumo hanyalah keperawanan mu, setelah beliau menikmati nya juga kamu akan di lepaskan ". Teriak nyaring sang ibu, betapa kejamnya wanita ini bahkan keperawanan sang putri pun tiada artinya bagi si ibu durhaka ini.

Laluna melongo hampir tak percaya dengan ucapan ibunya, setega itu wanita yang katanya telah melahirkan nya itu berbicara sekeji ini? Terbuat dari apakah hatinya, dari batu kali atau kerikil dari neraka, nauzubillahi min dzalik.

Laluna langsung di pegang oleh empat laki ini, Laluna belum siap langsung di semprot obat bius mukanya, dia lemas dan pingsan, padahal jika bertarung secara jantan jangan kan hanya empat cecunguk bahkan sepuluh amatiran macam ini habis sekali libas, tapi mereka menggunakan cara licik.

"bawa dia ke kamarnya, sebentar lagi kita Kusumo datang". Perintah ibunda Luna .

Bu Hayati dan pak Rohman menikah bukan karena cinta mereka menikah karena urusan bisnis dan status, tak ada cinta di hati keduanya, kepada siapapun bahkan kepada anaknya sekalipun, yang ada hanya haus akan harta dan kekuasaan.

Laluna yang pingsan di gotong ke kamarnya, dua lelaki mengangkat tubuh Laluna ke tangga atas, tubuh langsing sintal dan tinggi itu seperti sebuah balok besi beratnya, itu karena tubuh si gadis terbiasa latihan jadi isinya daging bukan lemak.

Laluna dibaringkan diatas bed king size bermatras lembut dan empuk, dia masih belum sadar juga, kedua begundal keluar kamar dan datanglah Ki Kusumo dukun cabul yang kali ini minta persembahan perawan bukan nyawa, dan itu memang perjanjiannya dengan iblis, karena sebenarnya yang bersemayam di tubuh dan jasad Ki Kusumo saat ini adalah iblis jahat bernama Baraka, iblis yang wujud aslinya berkaki buntung berkepala kerbau dan bertubuh manusia penuh bulu dengan perutnya yang buncit menggelambir hampir menyentuh bumi, tingginya setinggi pohon kelapa tawanya menggema jika manusia mampu mendengar seluruh desa akan mendengarnya dengan congor lebarnya yang berbentuk kerbau raksasa, giginya sebesar cangkul.

Kini iblis pemakan bayi dan jiwa manusia muda yang belum baligh itu ingin mencari korban baru, yaitu seorang perawan bernama Laluna demi memenuhi ambisi orang tuanya.

Baraka yang bersemayam di tubuh Ki Kusumo masuk kedalam kamar, bahkan orang tua Laluna tak menyadari dan tak tahu akan bentuk asli Baraka, yang iya tahu Laluna hanya akan di gagahi Ki Kusumo dan itu tak akan membuatnya mati, karena setelah puas di gagahi Luna masih tetap hidup, itu fikir mereka, dan janji Ki Kusuma yang manis akan menyembuhkan pak Rohman yang kini lagi sakit dan mengembalikan kejayaan dan keterkenalan mereka yang selama ini sempat redup karena saingan baik yang lurus dan pakai magic semakin banyak.

"Silahkan masuk Ki, ini kamar Laluna". Ibu durhaka itu mempersilahkan junjungannya masuk lalu menutup pintu kamar Laluna, tega sekali mengumpankan putri satu satunya demi kepuasan diri sendiri.

Ki Kusumo menyeringai, mendekati tubuh indah Laluna, dia duduk di sisi ranjang membelai wajah Laluna, dalam pingsannya Luna seperti sedang menaiki seekor harimau berwarna putih, mereka melaju dengan cepat dan suara di telinganya, "ayo bangun Laluna bahaya mengintaimu, aku akan mendampingi mu". Suara itu terdengar jelas di telinganya, Laluna terbangun seketika dengan muka bopeng yang berada tepat dimatanya, Laluna reflek menggulingkan badannya ke kiri, Ki Kusumo yang sudah hampir mencium bibir Laluna itu luput mencium bantal, Ki Kusumo murka dengan mata merahnya yang melotot tajam sambil menoleh kearah gadis itu yang kini berdiri tegak.

"Kurang ajar". Ki Kusumo langsung berdiri menghadap Laluna yang kini bertolak pinggang dengan berdiri tegak bagaikan seorang ksatria sejati.

"Beraninya kamu melawanku hai bocah ingusan, ku akui hebat juga pertahanan mu, biasanya orang yang ku bius dengan ramuan ini tak akan tersadar sampai esok pagi, tapi kamu hanya beberapa jam saja sudah sadar, rupanya kamu bukanlah gadis biasa". Ki Kusumo bicara merepet panjang lebat, dan Laluna hanya terdiam menyaksikan laki laki diatas 80 an itu ngoceh sendirian, dia merasa sangat jijik melihat lelaki tua itu.

"Hei lelaki tua bangka, berani sekali kamu kurang ajar diatas tak berdayanya korbanmu, tapi itu tidak berlaku bagiku, karena aku akan menjadikanmu korban ku sebelum kamu lebih kurang ajar lagi". Laluna mengeluarkan suara nya dengan dingin dan terdengar aura kekejaman dari gadis itu, tetapi Ki Kusumo tak gentar sama sekali, bagi ki Kusumo itu hanyalah gertakan anak TK, tak berarti sama sekali.

Ki Kusumo tertawa terbahak bahak sampai terdengar di luar ruangan, ibu nya Laluna bernama lestari itu malah merasa lega ,di pikirnya Ki Kusumo sedang menikmati tubuh anaknya.

Ki Kusumo ingin meraih pinggang Luna tapi dengan sekali libas Ki Kusumo terjengkang keatas ranjang, sungguh itu membuatnya makin marah, dia tak menyangka gadis itu mempunyai kemampuan bela diri yang mumpuni.

@@&&@@

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!