NovelToon NovelToon
Sebelah Mata

Sebelah Mata

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dunia Masa Depan / Keluarga / Karir / Persahabatan / Mengubah Takdir
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: joekris

Di Desa Oetimu, Nusa Tenggara Timur, hidup adalah perjuangan melawan tanah merah yang retak dan matahari yang membakar. Jonatan, seorang pemuda cerdas namun miskin, tumbuh besar dalam bayang-bayang penghinaan. Di sekolah, ia dijuluki "Anak Tanah" dan dipandang sebelah mata oleh mereka yang berpunya. Namun, di balik seragamnya yang menguning, Jonatan menyimpan mimpi besar: memutus rantai kemiskinan keluarganya.

Kesempatan emas datang ketika ia diterima di sebuah universitas ternama di Jawa. Namun, mimpi itu menuntut harga yang sangat mahal. Demi tiket berangkat, ayahnya, Pak Berto, secara rahasia menggadaikan tanah warisan leluhur kepada rentenir kejam. Kepergian Jonatan pun berubah menjadi sebuah pertaruhan hidup-mati; jika ia gagal, keluarganya akan kehilangan segalanya.

Jakarta ternyata jauh lebih dingin daripada kemarau di NTT. Jonatan harus berjuang melawan diskriminasi dan rasa lapar yang mencekik. Di tengah rasa putus asa saat kiriman uang terhenti karena ayahnya jatuh sakit,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon joekris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: GUGATAN BALIK DAN AUDIT FORENSIK

Debu-debu di halaman rumah Jonatan belum sepenuhnya mengendap setelah drama buldoser kemarin, namun atmosfer di dalam bengkel "Oetimu Mandiri" telah berubah total. Jika sebelumnya ruangan itu hanya berbau oli dan timah solder, kini aromanya bercampur dengan bau kertas tua dan tinta printer yang panas. Sarah telah menyulap meja kerja Jonatan menjadi pusat komando hukum. Tumpukan map biru dan hitam tersusun rapi, menutupi obeng dan tang yang biasanya berserakan.

"Kita tidak bisa hanya bertahan dengan pagar betis warga, Jon," Sarah bicara tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya yang dipenuhi tabel angka yang rumit. "Teror fisik terhadap Bapa Berto adalah kesalahan terbesar Markus. Itu memberi kita celah untuk melakukan counter-attack yang legal. Tapi musuh sebenarnya bukan Markus, dia hanya kacung. Musuh kita adalah gurita keuangan di belakang PT Tirta Abadi."

Jonatan, yang sedang mengompres luka di kening ayahnya di sudut ruangan, mendongak. "Apa yang kau temukan dalam audit kecilmu, Sar?"

Sarah memutar laptopnya ke arah Jonatan. "Pak Johan mengirimkan data dari relasinya di bursa efek dan laporan tahunan korporasi. Lihat ini. PT Tirta Abadi baru saja mendapatkan kucuran dana segar dari konsorsium luar negeri untuk 'Proyek Strategis Air Bersih di Wilayah Timur'. Nilainya triliunan. Masalahnya, dalam prospektus mereka, mereka mengklaim cadangan air di wilayah Oetimu dan Nekmese sebagai aset milik mereka sepenuhnya melalui Izin Prinsip yang dikeluarkan bupati lama."

"Tapi mereka belum membangun apa pun di sini," potong Jonatan.

"Tepat! Secara akuntansi, mereka melakukan penggelembungan aset. Mereka menjual 'janji' air Oetimu kepada investor internasional untuk menaikkan harga saham mereka. Jika inovasi desamu berhasil dan diakui secara nasional, maka klaim mereka bahwa air ini 'terlantar' dan butuh investasi asing akan gugur. Itulah alasan sebenarnya kenapa mereka begitu bernafsu menyegel pompamu. Ini bukan soal lingkungan, Jon. Ini soal penipuan publik skala besar."

Jonatan berdiri, rasa panas menjalar di dadanya. "Jadi, mereka menggunakan dahaga warga kami sebagai komoditas di lantai bursa?"

"Ya. Dan sekarang kita akan menyerang mereka di tempat yang paling sakit: kantong mereka," Sarah tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung kecerdasan predator. "Aku sudah menyusun gugatan balik perdata atas pencemaran nama baik, perbuatan melawan hukum, dan intimidasi. Tapi yang lebih maut adalah ini: Gugatan Audit Forensik atas izin prinsip mereka."

Sementara Sarah menyiapkan serangan hukum, Jonatan tidak membiarkan sisi teknisnya menganggur. Ia menyadari bahwa air dari Gua Nekmese tidak boleh hanya sekadar untuk minum. Jika ia ingin warga benar-benar lepas dari cengkeraman Tuan Markus, warga harus mandiri secara ekonomi.

Jonatan mulai merancang sistem irigasi pintar (Smart Irrigation) yang memanfaatkan gravitasi dan sensor kelembapan tanah yang murah. Ia ingin membuktikan bahwa air dari gua itu bisa mengubah sabana kering menjadi kebun-kebun produktif.

"Theus, kumpulkan botol-botol plastik bekas dan pipa-pipa sisa sabotase kemarin," perintah Jonatan kepada Matheus yang baru saja kembali dari patroli.

"Mau buat pompa lagi, Jon?"

"Bukan. Kita akan buat sistem irigasi tetes. Kita akan tunjukkan pada dunia bahwa dengan teknologi sederhana, warga Oetimu bisa panen tomat dan cabai di tengah musim kemarau. Kalau warga punya penghasilan sendiri, Tuan Markus tidak akan bisa membeli mereka dengan sembako lagi."

Hari-hari berikutnya adalah perlombaan melawan waktu. Di kota kabupaten, Sarah mulai mendaftarkan gugatannya. Kehadiran tim pengacara dari Surabaya yang dikirim Pak Johan membuat nyali para pejabat dinas menciut. Audit forensik terhadap aliran dana PT Tirta Abadi mulai mengungkap fakta mengejutkan: ada aliran dana gelap yang masuk ke rekening pribadi beberapa pejabat daerah untuk memuluskan surat penyegelan pompa Jonatan.

Berita ini meledak di media nasional. Dewi, jurnalis televisi itu, merilis laporan investigasi berjudul "Air Berdarah: Konspirasi Korporasi di Tanah Oetimu". Di layar kaca, wajah Pak Haris yang tertangkap kamera sedang menghindari wartawan menjadi simbol kerakusan korporat.

Namun, di Oetimu, ancaman belum berakhir. Tuan Markus, yang kini merasa terpojok seperti anjing gila, mulai melakukan langkah nekad. Karena akses airnya diputus oleh koperasi dan reputasinya hancur, ia mencoba melakukan sabotase ekonomi. Ia memerintahkan seluruh toko sembako di bawah pengaruhnya untuk berhenti menjual barang kepada warga yang ikut koperasi Jonatan.

"Biarkan mereka minum air jernih sepuasnya, tapi mari kita lihat apakah mereka bisa kenyang tanpa beras!" gertak Tuan Markus di depan balai desa.

Warga mulai panik. Beras dan garam mulai langka. Di saat kritis itulah, Jonatan membuktikan keajaiban dari Gua Nekmese.

Pagi itu, Jonatan mengundang seluruh warga ke lahan percontohan di belakang gua. Di sana, pipa-pipa darurat yang ia pasang telah menyulap tanah merah yang keras menjadi hijau. Tanaman sayuran cepat panen—kangkung, bayam, dan sawi—tumbuh subur berkat sistem irigasi tetes otomatisnya.

"Kita memang tidak punya beras hari ini, tapi kita punya ini," Jonatan memetik seikat kangkung yang segar dan hijau. "Sayur ini tumbuh dari air kita sendiri. Kita akan barter sayur kita dengan desa tetangga yang punya beras. Kita buat pasar mandiri. Kita buktikan pada Markus bahwa perut kita tidak bisa dibeli dengan ancaman kelaparan!"

Semangat warga kembali berkobar. Mereka menyadari bahwa air adalah awal dari segala rantai kehidupan. Koperasi Oetimu tidak lagi hanya mengurus kran air, tapi mulai mengurus distribusi pangan.

Puncak dari bab ini terjadi ketika tim audit dari kementerian keuangan dan KPK daerah tiba di Oetimu untuk memverifikasi temuan Sarah. Mereka dikawal ketat oleh brimob, membuat Tuan Markus tidak berani keluar dari rumahnya.

Jonatan mendampingi tim audit tersebut ke sumur yang masih terpasang garis kuning. "Silakan cek, Bapak-bapak. Apakah mesin ini merusak lingkungan, atau justru menghidupkan manusia?"

Ketua tim audit, seorang pria tua yang tegas, memeriksa instalasi Jonatan dengan teliti. Ia melihat sistem sensor yang dibuat Jonatan, yang secara otomatis berhenti menyedot jika debit air tanah turun di bawah ambang batas aman—sebuah fitur yang bahkan tidak dimiliki oleh pompa industri milik Tirta Abadi.

"Inovasi ini luar biasa," gumam sang ketua tim. "Dan melihat data keuangan yang dibawa pengacara Anda, jelas ada upaya sistematis untuk membunuh potensi lokal demi kepentingan spekulasi saham."

Sore itu, di depan ribuan mata warga, ketua tim audit tersebut secara simbolis memutus garis kuning yang melilit pompa Jonatan.

"Atas nama negara dan kebenaran, penyegelan ini dinyatakan batal demi hukum. Dan untuk PT Tirta Abadi, seluruh izin prinsip mereka di wilayah ini dibekukan untuk penyelidikan lebih lanjut."

Sorak-sorai warga Oetimu pecah, menggetarkan lembah Nekmese. Pak Berto, dengan perban yang masih menempel di keningnya, memeluk Jonatan erat-erat. Sarah berdiri di samping mereka, air mata haru mengalir di pipinya saat melihat dokumen penyegelan itu dirobek.

Namun, Jonatan tetap waspada. Ia melihat ke arah rumah Tuan Markus. Pintu rumah itu tertutup rapat, namun ia tahu bahwa seseorang yang kehilangan segalanya akan menjadi sangat berbahaya.

"Kita menang ronde ini, Sar," bisik Jonatan.

"Ya, Jon. Tapi ingat, korporasi seperti Tirta Abadi punya seribu kepala. Mereka akan mencoba mencuci tangan dan mengorbankan Markus."

"Biarkan saja," jawab Jonatan sambil menatap kucuran air yang kembali mengalir deras dari pompa utamanya. "Yang penting, malam ini Oetimu tidak akan tidur dalam haus, dan besok, tidak ada lagi perut yang lapar karena takut pada penguasa."

Bab 34 berakhir dengan pemandangan pasar malam darurat di Oetimu, di mana warga saling berbagi hasil panen sayur perdana mereka di bawah terang lampu bertenaga surya. Kedaulatan itu kini bukan lagi sekadar kata-kata dalam pidato, melainkan rasa kenyang di perut dan rasa dingin air di tenggorokan.

1
Kustri
terharu qu😳
tanah outimu menanti perubahan & akan mendukungmu jon, 💪💪💪
Kustri
pa johan, smoga kebaikanmu membuat jon smakin bersemangat
Kustri
ya Allah... sepatu pinjaman, itu tetangga baik hati'a
Kustri
penasaran bawa sepatu gk dr oetimu
Kustri
sumpah, setiap baca sedih bgt😭
smoga keberuntungan sll menyertaimu 💪💪💪
joekris: Amin kak
total 1 replies
Kustri
💪💪💪jon
Kustri
merinding baca'a
kasian
Kustri: insya Allah, thor
total 2 replies
Prabu Hangku
Gila gila asoy bener cerita nya
sendi syam
Keren
🦊 Ara Aurora 🦊
thor gue mampir nih 😅 maaf terlambat mampir yah baru sekarang bisa 🙏
Rizky Rahmat
Alur cerita nya dari kisah nyata kah?
Tarno Hangku
Keren
sendi syam
Semoga bisa bawa nama ntt ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!