Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ucapan Selamat Dara
Tiba giliran paman dan bibi Dara yang kini berada di hadapan Bagas.
"apa kabar mu Bagas. Pasti kamu sudah lupa ya dengan paman, karena seingat paman kita terakhir ketemu saat pernikahan mu dengan Dara selanjutnya kita gak pernah ketemu" ucap paman Agung.
"maafkan Bagas paman, Bagas tidak bermaksud apapun. Hanya saja saat dek Dara mudik ke Jawa timur Bagas selalu ada kerjaan yang harus di selesaikan. Lain waktu ketika dek Dara mudik Bagas akan berusaha segera menyelesaikan pekerjaan Bagas" ucap Bagas yang penuh kebohongan. Pasalnya Bagas dan Dara ketika bulan Ramadhan selalu merayakan di keluarga masing masing. Dara dengan keluarga Dara di Jawa Timur sedangkan Bagas memilih tidak ikut dia lebih memilih menjaga ibunya yang sendiri.
"hmm, kamu tidak usah repot repot lagi, mengatur waktu untuk Dara, kamu fokus saja dengan istri mu yang berada di samping mu katanya dia sedang hamil kan, sesuatu yang tidak bisa di berikan Dara makanya kamu Berpoligami. Kedatangan paman dengan bibi kesini sebagai perwakilan mertua kamu hanya sekedar silaturahmi dan memastikan mental Dara aman. Sekaligus menjemput ponakan paman atas perintah orang tuannya untuk pulang kerumah" ucap paman Agung yang panjang.
"eh, paman kenapa bisa begitu?, kenapa harus pulang ke Jawa Timur?, aku yakin bisa adil kok" ucap Bagas.
"karena Dara sudah tidak layak dan pantas tinggal bersama laki laki yang tidak bisa membela istrinya di hadapan keluarga mu dan sudah tidak pantas bersanding dengan laki laki yang pelit dan diam diam mendua. Ayo mas sudah cukup, kita sudah mengutarakan apa maksud kedatangan kita kesini" ucap bibi Dara dengan ketus.
"paman... Bibi.. Tunggu.. Tunggu" ucap Bagas yang belum sepenuhnya paham maksud ucapan paman dan bibinya. Sedangkan bibi Dara segera menggandeng tangan suaminya lalu berlalu dari hadapan Bagas.
Sedangkan pergelangan tangan Bagas dipegang erat oleh Dita agar suaminya tetap berdiri di sampingnya.
"mas,, sudah jangan bikin malu, tamu kita masih banyak. Aku yakin pasti si Dara tidak akan kemana mana" ucap Dita dengan lirih namun ketus.
"benar yang dikatakan istrimu kutu kumpret, kamu tidak perlu mengejar Dara. Karena tugas mu sekarang sudah selesai, selamat ya atas pernikahan kalian, semoga bahagia" ucap Riska namun tidak ada tanggapan dari Bagas karena Baga tidak mengenal Riska.
"oh iya, aku cuma mau bilang selamat kamu telah membuang berlian demi si Upik abu abu. Semoga kamu tidak menyesal di kemudian hari" ucap Riska lalu berlalu dari hadapan Bagas.
"tolong, sebenarnya ada apa ini" ucap Bagas yang bingung.
"di buka saja hadiahnya dari dara. Agar tidak penasaran" ucap Riska yang masih mendengar ucapan Bagas.
Bagas menoleh ke belakang tepatnya di kursi pelaminan tempat dia menaruh kado pernikahan yang di berikan oleh Dara. Mendengar tadi Riska menyarankan untuk membuka kado agar dia tau jawaban dari orang orang bilang tugas sudah selesai, Bagas pun hendak membuka box gift yang di berikan Dara. Saat Bagas hendak menaruh box gift di pangkuan dan akan membuka tiba tiba MC mendekatinya dan Dita lalu bertanya.
"apakah ada saudara dekat atau sahabat yang mau di tunjuk untuk mengucapkan selamat dan doa di atas panggung?" tanya MC.
"ada pak, namanya mbak Dara, dia sangat dekat sekali dengan kami" sahut Dita yang sebenarnya ingin mempermalukan Dara.
"kamu apa apaan sih yank. Kenapa kamu menyuruh mereka untuk memanggil Dara untuk naik ke panggung?" tegur Bagas dengan kesal.
"gak papa mas, dengan Mbak Dara memberi ucapan selamat itu bisa membuktikan kalau mbak Dara benar benar ikhlas aku menjadi adik madunya. Agar orang orang tidak ada berpikiran jelek tentang kita" sahut Dita.
tidak lama kemudian terdengar suara MC yang memanggil nama Dara untuk menaiki panggung.
"sebenarnya apa lagi sih maunya ular betina itu sampai sampai memanggil Bu boss ke panggung" ucap Riska dengan kesal.
"gak papa Ris, paman bibi aku izin ke panggung sebentar ya" izin Dara yang ditanggapi anggukan oleh paman dan bibinya
"kalau aku jadi dara setelah ngucapin selamat mending pulang nonton Drakor" ucap Riska yang tidak terima sahabat sekaligus bos nya di suruh suruh naik ke atas panggung.
"itu namanya menyelesaikan masalah secara dewasa. Kita di sini sampai acaranya selesai kok paling sebentar lagi" ucap bibi Dara yang menenangkan Riska.
Kembali lagi ke Dara, saat ini dara sedang berjalan dengan tenang dan anggun kearah panggung. Dara tetap tenang saat dia di atas panggung. Dan dengan santai dia bertanya kepada MC.
"maaf, kalau boleh tau, saya di suruh keatas panggung sebagai siapa ya?" tanya Dara.
"tentu saja sebagai istri pertama dari suami kita mbak" sahut Dita dengan kencang
Pembawa acara merasa tidak enak dengan Dara, saat tahu jawaban dari istri kedua Bagas. Dia merasa ada sesuatu diantara dua wanita yang menjadi istri sang pemilik acara. Yang satu ingin menjatuhkan, sedangkan yang ingin di jatuhkan bukannya merasa cemas karena ingin di permalukan tapi malah bersikap cuek tidak perduli.
"maaf ya mbak, saya tidak tahu kalau akan jadi seperti ini" ucap sang MC
"tidak apa apa mas, saya sudah menduga akan ada kejadian seperti ini. Kamu tidak perlu khawatir. Tenang saja" sahut Dara dengan tersenyum menunjukkan kalau dirinya baik baik saja.
"assalamualaikum, ehhmm,, sebenarnya saya sedikit kaget diminta oleh Dita untuk memberikan ucapan selamat dan doa harapan untuk kedua mempelai pengantin di atas panggung seperti ini"
"padahal saat ini saya tidak memiliki hubungan yang bisa dikatakan dekat dengan kedua mempelai. tali malah di tunjuk memberikan ucapan. Baiklah tanpa membuang waktu langsung saja. saya mengucapkan selamat atas pernikahan yang kedua mas. semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Selamat akhirnya mas telah menemukan dan bersanding dengan wanita yang mas anggap sempurna yakni bisa memberikan keturunan"
"oh iya mas, ada yang ingin di sampaikan oleh istri pertama mas Bagas ini eh, maaf sekarang hanya menjadi mantan istri pertama dan mumpung di beri kesempatan saya akan mengatakan nya disini. Mas disini dihadapan semua tamu yang hadir saya akan melepaskan mu dengan bismillah dan sebentar lagi Alhamdulillah. Alhamdulillah sekarang anda sudah menemukan wanita yang mas anggap mampu menyempurnakan hidup mu. Alhamdulillah saat ini akhirnya saya bisa menggapai surga melalui pintu yang lain. karena pintu yang sebelumnya bukanlah surga yang aku rindukan sehingga saya memilih untuk menutup pintu nya" ucap Dara dengan tenang tidak ada tetesan air mata yang jatuh tidak di undang. Karena Dara benar benar sudah ikhlas.
Jeder..