NovelToon NovelToon
DARAH ASTRA

DARAH ASTRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Epik Petualangan
Popularitas:472
Nilai: 5
Nama Author: DragonLucifer

Di kota futuristik Astra City, manusia biasa dan mereka yang memiliki kekuatan super hidup berdampingan setelah munculnya fenomena langit merah misterius. Raka Mahendra, pemuda dengan energi kosmik yang tak terkendali, harus menghadapi takdirnya, menyelamatkan kota, dan mengungkap rahasia di balik kekuatannya. Bersama Kayla, pengendali gravitasi, dan Adrian, bayangan dari masa lalu, Raka akan menghadapi peperangan, pengkhianatan, dan takdir kosmik yang akan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DragonLucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 – Pertarungan di Tengah Kota

Astra City masih dipenuhi debu dan reruntuhan dari ledakan meteor biru semalam. Jalanan retak, mobil terguling, dan sirine meraung tanpa henti. Di tengah kekacauan itu, Raka Mahendra berdiri, tubuhnya bersinar biru lembut, mencoba menenangkan energi kosmik yang baru saja bersatu dengannya.

Kayla Arunika melayang beberapa meter di atasnya, tangannya terbuka, menahan puing-puing yang jatuh dari gedung. “Raka! Jangan terlalu lama berdiri di sana! Mereka datang!”

Raka menoleh, dan dari ujung jalan, sosok-sosok tinggi muncul—Astra liar, manusia dengan kekuatan super yang liar dan tak terkendali. Tubuh mereka bercahaya merah dan hitam, mata mereka menyala seperti bara api. “Aku… aku siap,” gumam Raka, tangan bersinar biru. “Kayla, tetap di belakangku.”

Kayla menatapnya, penuh kekhawatiran tapi juga percaya. “Aku tidak akan meninggalkanmu, Raka. Tapi kita harus cepat. Mereka tidak akan memberi kita waktu untuk berpikir.”

Dari bayangan gedung, Adrian muncul lagi, hoodnya menutupi wajah, bayangan hitam di sekelilingnya bergerak seperti hidup. “Ini akan menjadi ujian pertamamu yang sebenarnya, Raka. Fokus, dan jangan biarkan emosimu menguasai tubuhmu.”

Raka menelan ludah, mengatur napas. Energi biru di tangannya berkedip, membentuk perisai kecil di depannya. Ia melangkah maju, dan segera, salah satu Astra liar menyerbu, tubuhnya berapi-api. “Huuuhhh!” teriak makhluk itu, menghantam jalan dengan pukulan keras yang membuat beton retak.

Kayla segera mengangkat tangan, menciptakan medan gravitasi untuk menahan reruntuhan jatuh di sekitarnya. “Raka! Cepat! Serang sebelum mereka menyerang lagi!”

Raka mengangguk, tangan bersinar biru terang. Ia mengayunkan tangannya, dan gelombang energi plasma meluncur ke Astra liar itu, menahan serangan sebelum mencapai warga sipil yang berlarian. “Aku… bisa melakukannya… aku harus bisa!”

Makhluk itu terhuyung, tapi segera membalas, menembakkan semburan api hitam ke arah Raka. Ia memutar tubuh, energi biru membentuk perisai, menahan ledakan itu. Suara dentuman keras mengguncang jalanan.

Kayla menatap cemas. “Raka! Kau bisa kehabisan tenaga kalau terus seperti ini. Aku akan menahan beberapa serangan, tapi kau harus menaklukkan mereka!”

Raka memejamkan mata, merasakan aliran energi di dalam tubuhnya. “Aku tidak akan menyerah… aku harus melindungi kota ini… aku harus melindungimu, Kayla!”

Adrian muncul di sisi lain, bayangannya bergerak lincah. “Bagus… gunakan emosi itu, tapi jangan biarkan marah menguasaimu. Fokus pada energi, bukan pada kemarahan!”

Raka membuka mata, matanya bersinar biru lebih terang. Ia memusatkan energi kosmik ke telapak tangannya dan melepaskan ledakan besar ke Astra liar yang menyerangnya. Tubuh makhluk itu terlempar beberapa meter, tapi segera bangkit lagi, lebih marah dari sebelumnya.

Kayla mengerutkan alis. “Mereka… mereka belajar dari seranganmu. Kau harus cepat beradaptasi!”

Raka mengangguk, mengangkat kedua tangannya. Gelombang energi membentuk medan biru besar di sekitarnya, menahan beberapa serangan makhluk lain yang mulai menyerang bersamaan. “Aku harus… lebih kuat…” gumamnya, merasakan energi plasma menari di sekeliling tubuhnya.

Salah satu Astra liar melompat ke arahnya, mata menyala merah. “Kau manusia? Kau bukan siapa-siapa!” teriaknya.

Raka tersenyum tipis, fokus. “Bukan manusia biasa… aku Raka Mahendra!” Seraya ia menjerit, ledakan plasma biru meluncur langsung ke makhluk itu, menghantamnya dengan keras dan menahannya di udara.

Kayla melayang lebih tinggi, memutar tubuhnya, mengendalikan gravitasi di sekitar Astra liar lain. “Aku akan menahan mereka sebentar. Kau fokus ke yang satu ini, Raka!”

Raka menatap makhluk yang tersisa, merasakan energi kosmik yang mengalir di dalam tubuhnya, semakin kuat dari sebelumnya. Ia mengangkat tangan, membentuk pusaran energi biru yang memutar cepat. “Ini… ini kekuatanku! Aku bisa mengendalikannya!”

Ledakan besar terjadi, cahaya biru menyebar ke seluruh jalanan, membuat beberapa makhluk terlempar mundur. Debu beterbangan, kaca pecah, dan suara teriakan rakyat kota bergema di antara reruntuhan.

Adrian menatap Raka dari bayangan, matanya penuh evaluasi. “Lihat? Kau sudah mulai mengerti. Tapi masih banyak yang harus kau pelajari. Setiap serangan yang kau lepaskan meninggalkan jejak. Helios dan Eclipse akan segera mengetahuinya.”

Raka menunduk sejenak, napasnya masih berat. “Aku… aku tahu. Tapi aku tidak akan mundur. Aku harus belajar. Aku harus bisa mengendalikan ini sepenuhnya.”

Kayla tersenyum tipis, meski wajahnya penuh debu. “Aku percaya padamu, Raka. Tapi kau harus tetap sadar… mereka bisa menyerang kapan saja, dan mereka lebih banyak dari yang kita kira.”

Tiba-tiba dari arah langit, beberapa makhluk muncul, menembus awan merah dengan energi yang lebih liar. Raka menatap mereka, matanya bersinar biru terang. “Kau bilang mereka lebih banyak… aku akan menghadapi semuanya!”

Adrian muncul di sisi lain, bayangan hitam menari di sekitarnya. “Bagus. Kau harus siap, Raka. Karena ini baru awal. Kota ini akan menjadi medan latihanmu… dan ujian pertamamu sebagai pewaris energi kosmik.”

Raka mengangkat tangan, seluruh tubuhnya bersinar biru. “Aku… Raka Mahendra… akan melindungi kota ini! Aku tidak akan membiarkan siapapun terluka!”

Kayla menatapnya, matanya penuh haru dan kekaguman. “Raka… kau benar-benar berbeda sekarang. Tapi jangan lengah… mereka masih banyak, dan aku tidak bisa menahan semuanya sendiri.”

Raka menatap ke depan, matanya menyala biru, energi plasma menari di sekitarnya. Ia melangkah maju, siap menghadapi serangan berikutnya. Kota mungkin hancur, makhluk-makhluk itu mengamuk, tapi satu hal pasti: Raka Mahendra telah lahir sebagai kekuatan yang tidak bisa diabaikan, dan pertarungan ini hanyalah awal dari perjalanan epiknya.

Di langit, cahaya merah dari awan dan cahaya biru dari Raka membentuk kontras yang menakjubkan, menandai awal dari pertarungan panjang yang akan menguji kekuatan, keberanian, dan tekad manusia sejati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!