NovelToon NovelToon
Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Spiritual
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Maya sabir

Novel ini mengisahkan hubungan antara seorang pria kristen bernama David Emmanuel Erlangga seorang pria yang terlahir dari keluarga yang begitu kental dalam menjalankan agama,anak dari seorang pendeta yang terkenal di negeri ini yang bertemu dan menjalin cinta dengan seorang muslimah yang taat serta merupakan anak salah seorang kyai terkemuka .

bagaimana kisah rumit mereka? dan akankah mereka mempertahankan hubungan yang penuh dengan penentangan dari kedua keluarga dan lingkungan?atau justru memilih berpisah demi bertahan dengan keyakinan masingmasing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Air mata terus mengalir di pipinya, menetes ke lantai dan membuat bintik-bintik kecil. Ia merasakan rasa bersalah yang luar biasa karena menyakiti wanita yang selama ini sudah menemani masa sulitnya dan menerima diri nya dengan masalalu yang belum usai ,dan juga rasa rindu yang tak bisa dijelaskan pada wanita yang sudah menjadi milik orang lain.

Pintu ruangan sedikit terbuka, Michael yang sepertinya belum benar-benar pergi muncul dengan wajah yang penuh dengan kesedihan melihat keadaan David. Ia tidak berkata apa-apa, hanya berdiri di sana sambil menatap temannya yang sedang menderita, menyadari bahwa masalah ini jauh lebih kompleks dari yang dia kira.

David mengangkat wajahnya, melihat Michael yang berdiri di pintu dengan mata penuh belas kasihan. Ia mencoba mengusap air mata dengan cepat, tapi tetesan baru terus mengalir.

"Maafkan aku, Mike..." Ucap David dengan suara serak. "Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir, atau menyakiti Naina."

Michael melangkah masuk dan berdiri di sebelahnya, juga menatap luar jendela yang sudah semakin gelap karena hujan yang semakin deras. "Aku tahu, Vid. Cinta tidak pernah mudah seperti itu. Tapi kamu harus membuat pilihan yang benar, baik untukmu sendiri, untuk Naina, dan juga untuk Aisyah yang kini sudah memiliki keluarga kecil."

Di ponsel masih terdengar napas Naina yang tenang namun penuh kesedihan. "Vid... kita bisa membicarakan ini besok pagi sebelum pertemuan. Sekarang, tolong istirahat saja ya? Kamu sudah terlalu lelah."

David mengangguk perlahan, menahan rasa sakit yang mendalam di hatinya. "Baiklah, maafkan aku..."

Setelah mengakhiri panggilan, ia jatuh ke kursi dengan tubuh yang lemas. Michael duduk di depan mejanya, menatap temannya yang sudah dikenal nya sejak kecil.

" Orang bilang bahwa cinta sejati bukan hanya tentang merasakan sesuatu yang dalam, tapi juga tentang memilih seseorang dan tetap setia padanya." Kata Michael dengan nada lembut.

David hanya terdiam mendengar nya, ia tak tahu harus menjawab seperti apa lagi.Tidak lama kemudian, David berdiri dan mengambil jasnya. Ia menatap foto itu satu kali lagi sebelum menyimpannya di laci meja kerjanya.

Di pagi harinya, ketika mereka tiba di lokasi pertemuan di Bandung, David melihat Aisyah yang sudah menunggu bersama Mayang dan beberapa mitra kerja mereka yang lain. Wajahnya tetap cantik dengan senyum ramah seperti biasa. Tatapan nya masih sama saat mereka baru pertama bertemu beberapa tahun lalu.Tatapan mata itu tak pernah berubah dalam pandangan David.

"Apa kabarmu, Vid? Dan kamu juga, Mike." Ucap Mayang dengan senyum hangat. "Naina, senang bertemu lagi denganmu."

Sedangkan Aisyah hanya terduduk diam dengan senyum tipis sebagai sapaan pada mereka yang baru datang.Sejenak pandangan Aisyah dan David bertemu hingga suara deheman dari Michael memutus pandangan mereka.

Suara pembukaan pertemuan yang diumumkan oleh moderator akhirnya menyita perhatian semua orang. David duduk di sebelah Naina dan Michael, tapi matanya tak bisa tidak sering melirik arah Aisyah yang duduk di beberapa meja di depan mereka. Setiap kali pandangan mereka hampir bertemu, salah satu dari mereka pasti cepat mengalihkan pandangan.

Saat sesi diskusi berjalan, Aisyah naik ke atas panggung untuk memaparkan hasil kerja timnya. Suaranya yang tenang namun tegas membuat seluruh ruangan sunyi mendengarkan. David melihat bagaimana ia dengan percaya diri menjelaskan setiap poin, tanggapi pertanyaan dengan cerdas, dan terkadang sedikit tersenyum ketika menjawab hal lucu dari salah satu mitra. Disaat Aisyah sedang berbicara tiba-tiba ia terbatuk dan dengan refleks dan penuh perhatian David mengambil air putih yang berada di depannya dan segera memberikannya kepada Aisyah. Tindakan David itu tidak lepas dari perhatian orang-orang yang menghadiri pertemuan itu,termasuk Naina.

"Terima kasih, Vid," ucap Aisyah dengan suara hampir tak terdengar, sembari mengambil botol air mineral dari tangan David lalu meneguknya.

David mengangguk perlahan, rasanya ia ingin sekali berkata banyak hal, tapi ia tahu bukan saatnya sekarang.

Saat ia hendak kembali ke tempat duduknya, Naina berdiri dan menghampirinya. Ia menggenggam tangan David dengan erat, tapi matanya penuh dengan kesedihan lalu membawanya kembali ke meja mereka.

Saat pertemuan memasuki waktu istirahat David, Michael, Naina, Aisyah, dan Mayang duduk di satu meja sembari menikmati makan siang .Suasana awalnya sangat kaku, hingga Mayang dengan cerdik membuka topik tentang kenangan masa kuliah mereka,meski saat itu mereka berbeda angkatan. Aisyah dan Mayang masih semester awal sedangkan David dan Michael semester akhir.

"Ingat kan saat kita harus mengerjakan proyek akhir semalam suntuk di apartemen David? Aisyah malah tertidur dengan wajahnya menempel di kertas gambar, dan David dengan hati-hati menyelimutinya dengan jaketnya!" teriak Mayang sambil tertawa, membuat semua orang yang ada di ruangan itu menoleh ke arah mereka.

Aisyah sedikit memerah dan tersenyum. "Dan kau lupa kan, Mike? Kamu yang sengaja mematikan lampu agar aku bisa tidur lebih nyenyak, padahal kamu sendiri juga sangat mengantuk!"

Semakin banyak kenangan manis yang mereka ceritakan, membuat suasana menjadi lebih hangat. Namun di balik itu, David merasakan Aisyah juga ikut membicarakan kenangan mereka seolah tak ada yang berubah dari hubungan mereka . Melihat antusias Aisyah membuat David tersenyum penuh arti. Dan di sisi lain, Naina selalu memberikan dukungan tanpa pamrih, bahkan ketika ia tahu bahwa hati David masih terkait dengan masa lalu. Ia hanya duduk mendengarkan cerita mereka dan sesekali ikut tertawa saat Mayang dan Michael menceritakan hal yang lucu.

Malam harinya, setelah acara makan malam resmi berakhir, David keluar ke balkon hotel untuk menikmati udara sejuk Bandung. Tak lama kemudian, ada orang yang menyusulnya bukan Aisyah seperti yang mungkin ia bayangkan, tapi Mayang.

"Permisi, bolehkah aku duduk di sini?" tanya Mayang dengan senyum ramah.

David mengangguk, sedikit terkejut.Mayang duduk di sebelah nya dan mulai berbicara dengan tenang.

" Bagaimana kabarmu,kak David?" Ujar Mayang sembari menatap langit malam yang penuh dengan bintang.

"Seperti yang kamu lihat." Jawab David sedikit canggung . Lama tak bertemu membuat dirinya terlihat asing di mata Mayang, padahal dulu mereka begitu dekat.Mayang lah orang yang selalu mendukung hubungan nya dengan Aisyah saat itu .

Mayang menghela napas panjang, matanya masih terpaku pada langit malam yang penuh bintang itu. "Aku tahu apa yang kamu rasakan, Kak Vid. Sejak tadi aku melihatmu dan Aisyah, seolah ada benang merah yang masih mengikat kalian berdua, meskipun sudah berlalu dua tahun."

David menutup matanya sejenak, mencoba menahan rasa sakit yang kembali muncul. "Aku sudah mencoba untuk melupakannya, May. Tapi setiap kali melihatnya, semua kenangan itu seperti kembali hidup lagi."

"Kamu tahu kan?" ujar Mayang dengan suara yang mulai bergetar, seolah ia juga sedang menahan emosi. "Saat kamu pergi meninggalkan nya begitu saja.Aisyah tidak pernah menangis di depan orang lain. Tapi setiap malam, aku menemukan dia menangis diam-diam sambil memegang foto kalian berdua di taman kota,aku ingat betul cerita di balik foto itu." Mayang menghentikan ucapan nya sejenak, menghela nafas berat ." Kak David...aku tahu kalian berdua masih memiliki perasaan yang sama satu sama lain,tapi bolehkah aku meminta agar kamu melupakan Aisyah,aku tahu ini bukan ranaku untuk berbicara tapi aku tidak ingin hubungan baru yang di bangun Aisyah dengan Rain hancur karena kehadiran mu kembali." Mayang menatap wajah David yang juga menatapnya dengan pandangan sulit di artikan.

David merasa dada nya sesak mendengar kata-kata Mayang. Air mata sudah mulai menggenang di sudut matanya, tapi ia berusaha sekuat mungkin untuk menahannya.

1
maya
makasih sudah mampir kk😍
Isabela Devi
waduh ada mata mata yg melapor tiap gerak gerik mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!