NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:100k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Siang itu langit cerah, awan putih berarak pelan seolah ikut menyimpan rencana kecil yang sudah disusun Azalea sejak pagi.

Elora berputar-putar di depan cermin, mengenakan gaun biru dengan pita kecil di pinggangnya. Rambutnya diikat dua, rapi dan manis.

“Mommy, Elora cantik, kan?” tanyanya sambil tersenyum lebar.

Azalea berjongkok, merapikan pita itu dengan jemari lembut. “Cantik sekali. Mommy sampai kalah.”

Elora terkikik, lalu meraih tas kecil berbentuk kelinci. “Kita jemput Kak Erza dulu, habis itu main pelayground, ya?”

“Iya,” jawab Azalea sambil tersenyum. “Habis itu makan es krim.”

“Elora mau yang pelangi!” seru gadis kecil itu antusias.

Azalea tertawa kecil. Melihat semangat Elora selalu membuat hatinya hangat. Sejenak, ia hampir lupa bahwa hidupnya dibangun dari luka-luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Di tempat lain, Enzo berdiri di depan meja kerjanya dengan wajah tegang. Tangannya mengacak isi tas kerja untuk ketiga kalinya. Flashdisk hitam kecil itu tidak ada.

“Harusnya ada di sini,” gumam pria itu.

Ramon yang berdiri di sampingnya ikut membantu mencari. Laci dibuka, map-map diangkat, bahkan kolong meja diperiksa.

“Di sini tidak ada, Pak,” ujar Ramon akhirnya.

Enzo menghela napas panjang. Di dalam flashdisk itu ada data penting. Proposal kerja sama dan dokumen internal yang belum sempat diunggah ke server. Ia memijat pelipisnya, lalu teringat sesuatu. Tadi malam, ia sempat membuka laptop di rumah.

Tanpa ragu, Enzo mengambil ponselnya dan menghubungi Azalea.

“Iya, Mas, ada apa?” suara Azalea terdengar lembut di seberang.

“Kamu sedang di rumah?” tanya Enzo langsung.

“Iya, baru mau keluar sama Elora.”

“Bisa tolong carikan flashdisk hitam di ruang kerjaku? Sepertinya tertinggal di sana.”

Azalea terdiam sejenak. “Baik. Aku cari sekarang.”

Telepon terputus.

Azalea menatap Elora yang sudah siap berdiri di depan pintu. “Elora tunggu sebentar, ya. Mommy mau ambil sesuatu.”

“Oke, Mommy,” jawab Elora patuh.

Azalea melangkah ke arah ruang kerja Enzo, ruangan yang selama ini selalu tertutup dan terasa seperti batas tak kasatmata di rumah itu. Ini pertama kalinya ia masuk ke sana.

Pintu dibuka perlahan. Ruangan itu rapi, didominasi warna gelap dan kayu. Aroma kopi dan parfum maskulin samar tercium. Di atas meja kerja, laptop tertutup rapi, beberapa map tersusun sejajar dan di sanalah flashdisk itu, terletak begitu saja di atas meja.

Azalea tersenyum kecil, meraihnya. Namun, sebelum berbalik pandangannya tertarik pada sebuah pigura di sudut meja. Ia mendekat.

Di dalam pigura itu, Enzo dan Jasmine berdiri berdampingan. Senyum mereka lebar, tulus, tanpa beban. Jasmine mengenakan gaun sederhana, rambutnya tergerai, wajahnya bersinar penuh kebahagiaan.

Azalea menatap lama. Tak ada rasa cemburu. Tak ada iri. Yang ada justru rasa haru yang dalam.

“Pantas saja Kak Jasmine selalu bercerita dengan mata berbinar,” batinnya. “Enzo benar-benar mencintainya.”

Azalea mengusap pigura itu perlahan, seolah menyapa kakaknya lewat waktu. “Kak kamu dicintai dengan sungguh-sungguh,” bisiknya lirih.

Azalea mengambil flashdisk itu, lalu keluar dari ruangan dengan hati yang terasa lebih tenang dan juga lebih memahami Enzo.

Setelah semuanya siap, Azalea dan Elora berangkat. Namun sebelum menuju TK Erza, Azalea memutuskan mampir ke gedung KAISER GROUP terlebih dahulu untuk mengantarkan flashdisk.

Mobil berhenti di depan gedung tinggi itu.

Karyawan berlalu-lalang dengan kartu identitas menggantung di leher. Beberapa tamu berdiri di depan resepsionis, sementara layar besar di dinding menampilkan profil perusahaan.

Azalea menggandeng Elora masuk. Tak satu pun tatapan heran tertuju pada gadis kecil itu. Semua orang di gedung ini tahu kalau Elora adalah putri Direktur Utama, Enzo Kaiser.

Beberapa karyawan bahkan tersenyum ramah. “Siang, Non Elora.”

“Mau main sama Daddy lagi ya hari ini?”

Elora tersenyum malu-malu, lalu bersembunyi di balik kaki Azalea.

Azalea hanya mengangguk sopan. Namun, langkahnya terhenti mendadak. Di dekat lift utama, seorang pria berdiri membelakangi mereka. Postur dan bahu itu, mirip dengan Reza.

Azalea refleks memperlambat langkah, jantungnya berdetak lebih cepat. Ia tidak berniat bersembunyi, tetapi juga tidak ingin membuka apa pun.

Reza menoleh. Tatapan mereka bertemu. Ekspresi wajah Reza jelas menunjukkan rasa terkejut.

“Azalea?” ucap Reza spontan, alisnya terangkat.

Azalea menarik napas, lalu tersenyum tipis, yang terkesan dingin, tetapi dewasa.

“Mas Reza.”

Pandangan Reza langsung turun ke Elora. Anak itu berdiri manis, berwajah cantik dan bersih, pakaiannya rapi, jelas bukan anak sembarangan.

Reza mengernyit. “Itu anak Pak Enzo, kan?”

Azalea mengangguk pelan. “Iya.”

“Oh,” Reza langsung paham. Senyum kecil muncul di sudut bibirnya. “Jadi kamu kerja di sini sekarang sebagai pengasuh?”

Nada suaranya berubah. “Ngurus anak bos?” lanjut Reza, nyaris meremehkan.

Azalea tidak tersinggung. Ia sudah lama tidak punya ruang di hatinya untuk kata-kata Reza.

“Aku cuma mengantar sesuatu,” jawab wanita itu singkat.

Reza menatap Azalea dari atas ke bawah, jilbab sederhana, tas tanpa merek, sepatu datar. “Ya, cocok sih,” katanya sambil mengangguk kecil. “Dari dulu kamu memang telaten ngurus orang.”

Kalimat itu menusuk. Namun, Azalea tetap tenang.

Elora menarik tangannya.

Azalea langsung berjongkok, sejajar dengan Elora. Nada suaranya lembut, tapi tegas. “Ada apa?”

“Ayo, kita pergi dari sini,” jawab Elora dengan muka cemberut.

“Kita harus ke tempat Daddy, dulu, ya.” Azalea mengusap pipi Elora dan gadis kecil itu pun mengangguk.

Reza tersenyum mengejek dan dalam kepalanya, kesimpulan sudah terbentuk sempurna, kalau

Azalea adalah pengasuh anak Direktur Utama. Tidak lebih, tidak kurang.

“Aku pikir kamu sudah balik ke kampung,” lanjut Reza.

“Eh ternyata dapat kerja di tempat bagus juga.”

Azalea mengangguk sopan. “Aku permisi dulu.” Ia menggandeng Elora menuju lift khusus.

Reza memperhatikan punggung mereka menjauh.

Ada rasa aneh yang menggelitik dadanya, bukan cemburu, bukan rindu, melainkan rasa tidak nyaman yang belum ia pahami.

Lift tertutup. Di dalam, Azalea menghembuskan napas panjang.

Elora mendongak. “Mommy, dia siapa?”

Azalea tersenyum kecil. “Orang yang dulu tidak tahu caranya menjaga.”

Elora mengangguk seolah mengerti, lalu tersenyum ceria lagi. “Kita ke playground sekarang?”

“Iya,” jawab Azalea lembut. “Hari ini adalah waktunya kita bersenang-senang.”

Namun, jauh di dalam hatinya, Azalea tahu Reza baru melihat kulit luar hidupnya sekarang. Dan ketika suatu hari nanti kebenaran terungkap

bahwa “pengasuh” itu adalah istri sah Enzo Kaiser,

bahwa wanita yang ia ceraikan kini duduk sejajar dengan dunia yang ia kagumi, maka saat itu, harga diri Reza akan runtuh tanpa Azalea perlu membalas apa pun.

***

Khusus bab ini aku kasih visual Elora dan Azalea lagi. Semoga bisa kebuka oleh semuanya.

Hari ini aku lagi lemes dan lesu 🤧, kasih semangat, ya, biar semangat ngetik 🤗

1
Tri Handayani
waduuh thor masak azaela harus ngerawat orang sakit lagi🤔🤔kasihan bangeeet thoor
Tasmiyati Yati
aku baca juga tapi belum mulai lagi
Sugiharti Rusli
apalagi sekarang dan kemaren dia ditakdirkan memiliki menantu yang bukan dari kalangannya kan, tapi sejati baik Jasmine dan Azalea perempuan baik meski berasal dari kampung
Sugiharti Rusli
seharusnya dia mencari profesional buat membantunya agar tidak selalu dibayang- bayangi keluarga ayahnya yang berselingkuh dengan orang dari latar belakang berbeda darinya,,,
Sugiharti Rusli
mungkin sejatinya mami Elsa baik yah, karena dia memilki traumatis dengan orang yang berasal dari kampung, yah padahal kan ga semua seperti itu,,,
Sugiharti Rusli
oh ternyata ada luka masa lalu dari apa yang mami Elsa alami dengan kedua ortu nya dulu,,
Tasmiyati Yati
anak kalau gak di ajari dari kecil untuk beribadah saat dewasa akan menyepelekan saat waktunya beribadah
Tasmiyati Yati
semoga mendapat hidayah ya Enzo
Tasmiyati Yati
semoga mendapat hidayah ya Enzo
Naufal Affiq
mertua gak punya hati,gak semua wanita dari kampung itu kerjanya merusak rumah tangga orang,jadi jangan sama kan dengan ayah,kakek mu yang selingkuh sama pembantunya lho
ken darsihk
Dan kecelakaan itu mengharuskan mami Elsa mendapatkan transfusi darah , akhir nya Azalea maju untuk me donor kan darah nya
Lisa
Moga dgn kecelakaan itu Mami Elsa jadi sadar dr kesombongannya
Kar Genjreng
ga ngertia. Mak teroma dengan ayah' nya
yang pilih nikah lagi dengan orang kampung,,,jadi kalau orang kmpung semua menjijikan ya,,,anakmu suka dengan orang kampung 😇😇
Esther
luka masa lalu Elsa membuat dia menganggap wanita kampung kelakuannya sama dgn gundik ayahnya.
Gak semua seperti dalam bayanganmu Elsa, 2 menantu mu itu wanita kampung yang baik dan berkelas.

Apakah Elsa akan terluka karena kecelakaan ?
Nar Sih
semoga dgn kejadian kecelakaan ini mami elsa sdr klau punya menatu dri kampung itu blm tentu ngk baik ,
Eonnie Nurul
gak semua orang kampung kayak gundik bapakmu Elsa,bisa jadi bapak mu dulu kenak pelet 🤪
Dian Rahmawati
sweet nya Enzo
~Ni Inda~
Terbuat dari apa hatimu nek
Tdk tersentuh oleh pemandangan yg begitu menyejukkan
Rumah yg damai tanpa teriakan & suara benda pecah
Rumah yg tenang dlm sentuhan sholat & Qur'an
Hatimu hitam legam...lebih keras daripada batu bara
Semoga segera mendapat hidayah
Berapa lama lah lagi kau hidup di dunia ini...sdh tua tp hati msh terkunci mati
Yasmin Natasya
lanjut thor 😁🙏😍🤗
~Ni Inda~
Note !
Ada kepuasan tersendiri jika kita bisa memberi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!