Rahmat hanyalah siswa SMA biasa—miskin, bodoh, diremehkan, dan dipaksa menanggung hutang satu miliar yang ditinggalkan ayahnya.
Ibunya terbaring di rumah sakit, deb collector bernama tomy terus mengancamnya, memukuli Rahmat sampai hampir mau mati, ia diberi waktu lagi selama dua bulan.
Waktu hanya tersisa dua bulan. Saat segalanya terasa mustahil, sebuah suara muncul di kepalanya.
[Sistem Analisis Nilai Aktif.]
[Menampilkan nilai sebenarnya dari segala hal]
Dari jam tangan rongsok bernilai jutaan, hingga saham perusahaan raksasa yang diam-diam akan runtuh—Rahmat kini bisa melihat apa yang tak terlihat orang lain.
Namun dunia investasi bukan taman bermain.
Satu kesalahan berarti kehancuran.
Satu langkah terlambat berarti ibunya menjadi “jaminan”.
Bisakah seorang bocah 16 tahun membalikkan nasibnya, menembus dunia finansial yang penuh manipulasi, dan menumbangkan perusahaan yang menghancurkan keluarganya?
(bismillah, ayo ramai, support penulis kecil ini yaallah 😭🙏wkw)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3—Membeli Motor Untuk Dijual
Angka itu masih terpampang di layar ponselnya. Ini pertama kali bagi dia mendapatkan uang sebesar belasan juta, ia hanya bocah berumur 16 tahun, masih sekolah maka dari itu ia sebenarnya agak ngeri-ngeri juga.
Rahmat duduk di tepi ranjang kamarnya yang sempit. Cat dindingnya mengelupas, kipas angin tua berdecit pelan di langit-langit. Semua masih sama seperti kemarin.
“Dengan uang ini, paling tidak cukup untuk membiayai ibu di rumah sakit.”
Rahmat bergegas menelpon pihak rumah sakit ternyata pihak sana belum bisa menerima jengukan karena masih hari sibuk, jadi besok rahmat akan menjenguk sang ibu sekalian melunas semua keperluan dan kesehatannya.
Ia sekarang bukan Rahmat yang dulu, ia tidak sama. Ia membuka kembali layar sistem.
━━━━━━━━━━━━━━━
Host: Rahmat
Level ; 2
Kekuatan: 6
Kecerdasan: 8
Ketahanan: 7
Keberuntungan: 5
━━━━━━━━━━━━━━━
Sekarang ia naik level 2 bersamaan dengan kemampuan sistem analisis nilai yang bertambah. Itu artinya ia dan sistem akan terus berekmbang.
[Ding!]
[Anda baru saja naik level]
[Anda punya 3 poin status sekarang]
[Status apa saja yang anda ingin tambahkan?]
Rahmat menatap statusnya. Ini sudah benar-benar game, kalau saja ini bergenre RPG action, maka ia akan meningkatkan kekuatan.
Tapi di sini ia ibaratkan sebuah mage. Kemampuan sistemnya adalah analisis nilai, ia butuh kepintaran yang hebat untuk mendapatkan hasil lagi, maka jawabannya sudah jelas.
Jarinya menekan poin status, meningkatkan semua kecerdasan.
Tiba-tiba saja tubuh Rahmat terasa hangat, otaknya menjadi lebih ringan.
[Ding!]
[Selamat tuan, kecerdasan anda meningkat sebesar 3 poin]
Rahmat menganggukan kepala puas, ia menatap ke atas, lalu menghela napas.
“Satu miliar dalam dua bulan. Kalau aku mau lunasi itu artinya aku harus mendapatkan paling tidak puluhan juta di setiap minggu.”
Itu artinya barang kecil seperti jam tangan akan kurang untuk kedepannya, ia butuh lebih banyak lagi, batu lonjakan yang lebih dan saat itulah sistem berbunyi untuk kesekian kalinya.
[Ding!]
[Analisis Makro terdeteksi.]
Rahmat membuka mata. Makro? Di hadapannya muncul sebuah layar yang lebih kompleks dari sebelumnya.
Perusahaan: PT Andalan Sentosa Finance]
[Status: Stabil (Publik)]
[Nilai Fundamental Sebenarnya: Overvalued]
[Indikasi: Manipulasi Laporan Arus Kas]
[Potensi Koreksi Pasar: 38% dalam 10–14 Hari]
Rahmat menelan ludah, perusahaan itu, perusahaan yang memberi hutang pada ayahnya.
Jadi sekarang kondisinya sedang begitu, jika sahamnya jatuh, maka banyak investor akan panik, harga akan anjlok, dan disitu ada peluangnya.
Tapi … ia belum pernah menyentuh saham seumur hidup. Ia hanya bocah SMA kelas dua, anak kasir part-time.
Namun ketika ia membuka aplikasi sekuritas dan membaca grafik, entah kenapa semuanya terasa lebih mudah dipahami. Seolah otaknya bekerja lebih cepat dari biasanya, mungkin efek dari peningkatan status poin kecerdasan.
Ia melihat pola, volume, dan ada pergerakan yang tidak wajar.
“Ada yang sedang bermain…” gumamnya. 'Pasti seseorang yang memanipulasi laporan kas .. orang dewasa penuh dengan kelicikan memang.”
Sistem mengonfirmasi.
[Indikasi Distribusi Saham oleh Pemegang Mayoritas.]
Rahmat tersenyum tipis. Artinya orang dalam sedang menjual perlahan sebelum harga jatuh.
Kalau begitu… Ia bisa ikut partisipasi.
Jika ia membeli saat turun… lalu menjual saat rebound… Atau masuk sebelum kejatuhan dan keluar tepat waktu… Keuntungan bisa berkali lipat.
Namun sistem kembali berbunyi.
[Peringatan.]
[Level Host Tidak Cukup untuk Investasi Skala Besar.]
[Rekomendasi: Bangun Modal Awal 100 Juta.]
Benar juga, Ia butuh setidaknya 100 juta pertama untuk terasa signifikan. 18 juta tidak cukup.
Rahmat berdiri. Ia tidak bisa hanya duduk dan menunggu. Saatnya memanfaatkan waktu dengan tepat.
**
Jika kita mencari barang-barang kuno maka rahmat tahu jawabanya. Ia pergi menuju deretan kios tua dan beberapa penjualan obral barang antik.
Bau oli, karet, dan debu bercampur jadi satu. Pasar jual barang kuno ini dipenuhi oleh pedagang, walau minim yang lewat.
Kemampuan sistem Rahmat terus aktif dalam radius 10 meter seolah memindai dunia.
Ia melihat beberapa nilai sebuah barang, beberapa bernilai jutaan, ratusan ribu, jutaan lagi, lalu puluhan ribu.
[Radio Tua – Margin Rendah]
[Laptop Rusak – Risiko Tinggi]
[Lukisan Replika – Nilai Palsu]
[Batu akik tua–nilai palsu]
Hingga—
[Ding.]
[Peluang Signifikan Terdeteksi.]
Rahmat berhenti.
Di depannya, sebuah motor tua dipajang seadanya. Catnya kusam, stiker asal tempel, knalpot bukan bawaan pabrik. Joknya sedikit robek dan rangka terlihat berkarat tipis.
Sekilas, itu hanya RX King tua yang sudah lewat masa jayanya.
Tapi sistem tidak pernah menilai dari tampilan.
Salin kode
[Objek: Yamaha RX-King 2002]
[Status: Surat Lengkap, Pajak Mati 3 Tahun]
[Harga Jual: Rp6.000.000]
[Nilai Pasar Aktual (Jika Direstorasi): ± Rp15.500.000 – Rp18.000.000]
[Kondisi Mesin Internal: Sangat Baik (Belum Overhaul)]
[Kerusakan: Karburator Kotor, Kampas Rem Aus, Kabel Speedometer Putus]
[Originalitas: 70% (Beberapa Part Aftermarket)]
[Biaya Restorasi + Pajak: ± Rp1.200.000]
[Potensi Keuntungan Bersih: ± Rp7.800.000 – Rp9.500.000]
[Tingkat Risiko: Rendah–Sedang]
[Alasan Harga Murah: Pemilik Terdesak Hutang Judi]
Rahmat merasakan sensasi yang sama seperti saat melihat jam tangan kemarin, adrenalin, ini bukan keberuntungan, melainkan takdir dan rezeki.
Jadi motor ini memiliki mesin yang masih sangat bagus, jika dengan modal tambahan paling tidak 1,2 juta ia bisa untung banyak.
[Ding! Anda mendapatkan misi acak]
[Beli motor tua ini]
\[Hadiah
-Anda akan naik level
-Uang senilai rp 100.000.000
-Bonus fitur terbuka : Analis Tren sosial\]
“BUSET 100 juta, langsung 1/10 dari hutangku!”
Rahmat tersenyum. “Sekarang semua jadi makin menarik.”
Total modal 7,2 juta termasuk harga perbaikan dia sekarang punya 18 juta itu artinya dia untung hampir 50% lebih belum ditambah hadiah dari sistem sebesar 100 juta.
Artinya uang 18 juta bisa menjadi hampir menjadi berkali-kali lipat.
Tapi kali ini sedikit berbeda, penjualnya bukan bapak tua, melainkan dua pria bertato dengan tatapan tidak ramah.
“Kenapa, dek? Mau beli?” Salah satu dari mereka menyeringai. “Apakah bahkan adek mampu, maksudku lihat penampilan adik, terlihat banget aura miskinnya.”
“Cih, dasar orang yang menilai dari penampilan saja,” gumamnya. “Orang dewasa memang pada licik.”
“Ha? Lo bisik-bisik apa bocah!” Seru temannya yang terlihat lebih garang.
Sistem berbunyi pelan.
[Tingkat Risiko: Sedang.]
[Catatan: Motor bukan hasil curian.]
[Alasan Harga Murah: Pemilik terdesak hutang judi.]
Rahmat mengangguk pelan. 'Asal bukan curian paling tidak aman.’
“Pergi sana bocah kalau cuma lihat–”
“Gue bayar om, gue beli motor sekarang juga!” Ucap Rahmat tegas.