NovelToon NovelToon
Putri Yang Dicuri Takdir

Putri Yang Dicuri Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Finda Pensiunawati

Kita akan mulai perjalanan novel panjang ini perlahan, dengan emosi yang dalam, masa lalu yang kelam, dan takdir yang kelak berubah menjadi cahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Finda Pensiunawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 — Retakan di Balik Kesempurnaan

Langit Manhattan pagi itu berwarna abu-abu pucat.

Seolah kota besar itu ikut menahan napas.

Email dari pihak administrasi telah menyebar semalam: penyelidikan terhadap forum anonim hampir selesai. Akun pelaku berhasil dilacak melalui jaringan internal kampus.

Suasana fakultas kedokteran terasa berbeda.

Bukan lagi bisikan.

Tapi keheningan yang penuh dugaan.

Valeria berjalan menyusuri lorong putih dengan langkah terukur. Jas lab-nya rapi, rambutnya terikat sederhana. Wajahnya tetap tenang, namun hatinya tidak sepenuhnya damai.

Ia tidak menginginkan siapa pun dihukum.

Ia hanya ingin kebenaran.

Saat ia membuka pintu kelas, beberapa kepala langsung menoleh.

Kali ini bukan dengan kecurigaan.

Tapi dengan rasa ingin tahu.

Daniel menghampirinya cepat.

“Mereka sudah tahu siapa pelakunya.”

Valeria menatapnya pelan.

“Siapa?”

Daniel ragu sesaat.

“Belum diumumkan resmi… tapi katanya dari kelompok kita.”

Jantung Valeria berdetak lebih lambat.

Kelompok mereka.

Artinya—

Camille.

Nama itu terlintas di benaknya, namun ia tidak ingin langsung menuduh.

 

⚖️ Panggilan Administrasi

Menjelang siang, seorang staf akademik masuk ke kelas.

“Camille Rivera, diminta ke ruang dekan sekarang.”

Ruangan mendadak senyap.

Camille bangkit perlahan.

Wajahnya tetap anggun. Tegak. Tidak menunjukkan panik sedikit pun.

Namun saat ia melewati bangku Valeria, langkahnya sempat terhenti.

Mata mereka bertemu.

Ada sesuatu yang retak di tatapan Camille.

Bukan kebencian.

Bukan kemarahan.

Tapi… ketakutan.

Valeria menunduk pelan.

Ia tidak tersenyum.

Tidak juga menghakimi.

Ia hanya diam.

Dan diamnya terasa lebih berat dari seribu kata.

 

🕰️ Waktu yang Lambat

Dua jam terasa seperti dua tahun.

Kelas berakhir tanpa fokus. Semua orang gelisah menunggu kabar.

Akhirnya, berita itu menyebar cepat.

Akun anonim dilacak ke perangkat pribadi Camille.

Ia mengaku membuat unggahan itu.

Dengan alasan: “keprihatinan akademik”.

Sebagian mahasiswa marah.

Sebagian kecewa.

Beberapa bahkan tidak percaya.

Camille dikenal sebagai mahasiswi cerdas, percaya diri, dan berasal dari keluarga terpandang.

Mengapa ia melakukan itu?

Valeria berdiri di dekat jendela lorong ketika Camille kembali.

Tidak ada lagi aura sempurna yang biasanya mengelilinginya.

Langkahnya lebih pelan.

Tatapannya tidak lagi tajam, melainkan kosong.

Daniel berbisik, “Dia dapat peringatan keras. Jika mengulang, bisa diskors.”

Beberapa mahasiswa menjauh saat Camille lewat.

Ironis.

Orang-orang yang dulu tertawa bersamanya kini menjaga jarak.

Valeria memperhatikan itu semua dengan perasaan campur aduk.

Ia tidak merasa menang.

Ia merasa… sedih.

 

🌧️ Konfrontasi Pertama

Sore itu, hujan turun tipis.

Valeria berdiri sendirian di bawah kanopi depan gedung fakultas.

Ia sedang menunggu hujan reda ketika suara langkah hak sepatu terdengar mendekat.

Camille.

Tanpa pengawal sosialnya.

Tanpa senyum angkuh.

Hanya mereka berdua.

Beberapa detik hening.

Lalu Camille berbicara.

“Kau pasti puas.”

Valeria menoleh perlahan.

“Aku tidak pernah ingin ini terjadi.”

Camille tersenyum pahit.

“Tentu saja. Kau selalu terlihat seperti orang yang terlalu baik untuk dunia ini.”

Nada itu tidak lagi sarkastik.

Lebih seperti lelah.

Valeria menatapnya lurus.

“Kenapa kau melakukannya?”

Pertanyaan sederhana.

Namun berat.

Camille tertawa kecil. Bukan tawa bahagia.

“Karena kau datang dari entah mana dan dalam hitungan minggu semua orang melihatmu seperti… bintang.”

Valeria terdiam.

“Kau tidak berusaha terlihat lebih baik,” lanjut Camille. “Dan itu yang membuatku semakin kesal. Kau hanya menjadi dirimu sendiri.”

Hujan semakin deras.

Suara air menutupi keheningan di antara mereka.

“Aku bekerja keras seumur hidup untuk berada di sini,” kata Camille pelan. “Keluargaku menuntut kesempurnaan. Tidak ada ruang untuk gagal. Tidak ada ruang untuk kalah.”

Valeria merasakan sesuatu di balik kata-kata itu.

Bukan iri.

Tapi tekanan.

“Aku tidak ingin mengambil tempatmu,” ucap Valeria lembut.

Camille menatapnya dengan mata yang untuk pertama kalinya… rapuh.

“Masalahnya, Valeria… kau bahkan tidak mencoba. Dan itu yang membuatmu terlihat lebih kuat.”

Angin dingin bertiup.

Valeria melangkah sedikit mendekat.

“Kita tidak sedang berlomba.”

“Kau mungkin tidak,” jawab Camille pelan. “Tapi aku selalu merasa sedang.”

Kalimat itu menggantung di udara.

Valeria tidak mengulurkan tangan.

Tidak memeluk.

Tidak menggurui.

Ia hanya berkata satu kalimat yang tulus—

“Aku tidak musuhmu.”

Camille menatapnya lama.

Dan untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu—

Tidak ada pertahanan di matanya.

 

🌙 Malam yang Berbeda

Malam itu, Valeria kembali ke apartemennya dengan perasaan yang sulit dijelaskan.

Ia tidak merasa menang.

Ia merasa… dewasa.

Konflik yang selama ini mengganggu ternyata bukan hanya tentang kecantikan atau kecerdasan.

Tapi tentang ketakutan kehilangan.

Ia duduk di tempat tidur, memandangi kota dari balik jendela.

Manhattan tetap berkilau.

Namun hatinya terasa lebih tenang.

Ia membuka ponsel.

Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

Namun kali ini bukan Alexander.

Isi pesannya singkat.

“Maaf.”

Tanpa nama.

Tanpa penjelasan.

Tapi ia tahu siapa pengirimnya.

Valeria tersenyum tipis.

Tidak membalas.

Tidak perlu.

Beberapa kata memang tidak membutuhkan jawaban.

 

🔥 Retakan yang Membuka Cahaya

Keesokan harinya, suasana kampus lebih stabil.

Camille masuk kelas seperti biasa.

Ia tidak lagi dikelilingi banyak orang.

Namun juga tidak dihindari sepenuhnya.

Saat sesi diskusi dimulai, Dr. Matthews menunjuk mereka berdua untuk memimpin debat klinis kecil.

Ruangan sedikit tegang.

Camille berdiri.

Menatap Valeria.

Dan untuk pertama kalinya, ia berkata—

“Kita bagi argumen secara adil.”

Bukan nada merendahkan.

Bukan sindiran.

Hanya profesional.

Valeria mengangguk.

Diskusi berjalan hidup.

Keduanya sama-sama cerdas.

Sama-sama tajam.

Namun kali ini, tidak ada kompetisi beracun.

Hanya pertukaran pemikiran.

Saat kelas berakhir, beberapa mahasiswa berkomentar—

“Kalian berdua luar biasa kalau bekerja sama.”

Camille tidak membantah.

Valeria hanya tersenyum.

Mungkin ini belum menjadi persahabatan.

Tapi setidaknya, perang kecil itu telah mereda.

 

🌅 Cahaya yang Tidak Padam

Sore itu, Valeria berjalan sendirian di trotoar dekat kampus.

Angin musim gugur menyapu rambutnya lembut.

Ia menyadari sesuatu penting—

Kekuatan bukan tentang membungkam orang lain.

Bukan tentang menjatuhkan.

Bukan tentang membalas.

Kekuatan adalah tetap berdiri tenang saat badai mencoba menggoyahkan.

Dan ia telah melewati badai pertamanya di kota ini.

Tanpa kehilangan dirinya.

Tanpa kehilangan kebaikan hatinya.

Dan jauh di dalam dirinya—

Ada api kecil yang semakin menyala.

Api yang suatu hari nanti tidak hanya akan membuatnya dikenal sebagai mahasiswi cerdas.

Tapi sebagai dokter bedah luar biasa.

Sebagai wanita yang mampu mengubah luka menjadi harapan.

Dan tanpa ia sadari—

Inilah awal dari reputasi yang akan melekat padanya.

Bukan karena gosip.

Bukan karena kecemburuan.

Tapi karena integritas.

 

1
Forta Wahyuni
jgn jd lelaki murahan ya alex, tegas jgn mudah luluh dan ksh celah. aq jijik klu lelakinya murahan, mau peluk2, cium2 or lbh dr itu n menyesal minta maaf n balikan lg. jgn mau valeria klu si alex model bgitu, hempaskan buang jauh krn lelaki bukan alex doank. kau seorang putri, jenius n mendekati sempurna, lelaki yg lbh dr alex bnyk n klu dia plin plan tinggalkan tdk ada kata beri kesempatan.
Finda Pensiunawati
love love 😍
Septriani Margaret
kk lanjut doang seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!