NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Emily membuka pintu rumahnya,para maid masih sibuk dengan aktivitas mereka.Beberapa maid yang melihat nona mereka pulang langsung menunduk hormat setelah seminggu tak kelihatan di rumah besar itu.

Gadis itu hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada mereka semua.Dia melangkahkan kakinya untuk naik ke atas menuju kamar utama.Tubuhnya sangat lelah,dia hanya ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur besar miliknya.

Kamar sudah rapi dan masih tercium aroma parfum yang sering dipakai Jeon.Besar kemungkinan pria itu baru saja meninggalkan kamar mereka.Emily menaiki ranjang tanpa mengganti baju terlebih dahulu.Dia sangat lelah setelah berdebat dengan Leon karena pria itu tak mengizinkan Emily untuk pulang hari ini.

Ponsel yang seminggu ini dia matikan akhirnya dia hidupkan lagi,ada begitu banyak pesan dan panggilan dari Jeon,juga beberapa pesan tak penting lainnya.

Gadis itu tanpa sadar sudah masuk ke alam mimpi tanpa tau jika Jeon sedang kelabakan karena dia melihat semua pesannya sudah centang biru tanpa dibalas.Pria itu meminta beberapa bawahannya untuk melacak dimana keberadaan kekasihnya.Semua proyek kerja sama sudah dibatalkan sepihak olehnya karena dia sedang tak ingin mengurusi perusahaan.

"Bos.. sepertinya saya sudah menemukan lokasi ponsel Nona Emily berada.."

Jeon mengangkat kepalanya dan segera mendekati salah satu anak buahnya yang tadi memanggilnya.

"Sebaiknya informasi yang kamu berikan valid,aku tak ingin membunuhmu di sini"

Semua orang yang mendengarnya bergidik ngeri, sudah satu minggu ini bos besar mereka menjadi sosok yang sangat asing.Memang benar Jeon adalah bos yang dingin tak pernah basa basi tapi mereka baru melihat sisi bos mereka yang sangat kejam .Dia bisa membunuh siapa saja yang membuat dirinya kesal.

Pria itu melihat laptop yang berada di meja, matanya menyipit seketika saat melihat lokasi yang ditunjukkan disana.Sinyal ponsel milik Emily terlacak berada di alamat rumah mereka.. Bulshit...

Gegas dia menelepon kerumah untuk memastikan bahwa memang gadis itu sudah kembali ke rumah mereka.Panggilan diterima oleh salah satu maid kepercayaannya,dia membenarkan jika Nona mereka sudah kembali.Mungkin satu jam yang lalu,tuan..

Kata-kata itu membuat jantung Jeon berdebar-debar dan dadanya sedikit menghangat.Dia segera menyambar kunci mobil yang berada di meja untuk segera pulang menemui kekasihnya.Semua orang yang berada di ruangan sedikit bernafas lega karena raut wajah bos mereka terlihat sedikit rileks.

Daniel hanya mengangguk sopan saat Jeon mengatakan untuk menghandle semua pekerjaan hari ini.Kemungkinan besar bos mereka tidak akan kembali ke kantor,biarlah daripada mereka terkena imbasnya, pikir Daniel.

Jeon mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Dia tak segan untuk menekan klakson berkali-kali untuk membuat mobil di depannya minggir dan memberikan jalan untuknya.Didalam mobil dia sudah merangkai semua kata yang harus dia ucapkan supaya Emily tidak lagi pergi tanpa pamit.

Jeon memarkirkan mobilnya dengan asal,dia tak perduli apapun untuk saat ini.Yang ada dipikirannya hanya bagaimana Emily bisa bertahan hidup diluaran sana tanpa dirinya.

"Mana dia..."ujarnya sembari melewati para maid yang sudah berbaris rapi di depan pintu.

"Nona di atas tuan...belum turun sampai sekarang"

Tanpa banyak bicara pria itu menaiki tangga dengan tergesa,dia membuka pintu kamar dengan sedikit kencang.Saat masuk kedalam kamar, yang dia lihat adalah kesayangan nya yang sedang tertidur sembari memeluk guling.Jeon membuka jas yang dia pakai dan menyampirkan di kursi meja rias.

Pria itu mendekati Emily tanpa sadar matanya berkaca-kaca.Jeon menangis karena gadisnya pulang kerumah.Tubuh gadis itu terlihat sedikit kurus, padahal mereka tidak bertemu hanya seminggu.

Jeon membelai rambut halus gadis itu,dia berkali-kali mencium pucuk kepala Emily."Apakah kamu makan dengan benar, apakah kamu tidur dengan nyaman, apakah kamu baik-baik saja selama diluaran sana"ucapnya lirih.

Jeon membiarkan gadis itu tertidur,dia tak ingin mengganggunya.Perlahan dia turun dari tempat tidur dan segera keluar kamar.Dia meminta maid untuk memasak makanan kesukaan Emily,semua masakan harus fresh dan enak tanpa terkecuali.Dia ingin saat gadis itu terbangun masakan sudah siap sedia.

Para maid yang biasanya tak pernah diberi perintah untuk memasak terkejut. Maid senior segera membagi tugas untuk para bawahannya supaya secepatnya mengerjakan perintah sesuai arahan dari tuan besar mereka.

Mata coklat itu terbuka entah sudah berapa lama Emily tertidur.Dia menatap langit-langit kamar dan baru menyadari jika dia sudah berada dirumahnya sendiri.Desahan lega terdengar dari bibir mungilnya, sungguh dia sangat merindukan kamar ini.

Gadis itu segera bangkit dan masuk kedalam kamar mandi hanya untuk mencuci wajahnya dan mengganti pakaian dengan pakaian rumah.Rasa lapar membuatnya segera turun untuk sekedar memasak sesuatu yang bisa mengganjal perutnya yang sudah berbunyi sedari tadi.Sampai dibawah dia sedikit terkejut karena di meja makan sudah terhidang begitu banyak makanan.Para maid juga sepertinya belum selesai untuk memenuhi meja itu dengan berbagai macam makanan.

"Sayang...kamu sudah bangun"

Emily menoleh ke sumber suara dia melihat Jeon sedang berjalan ke arahnya sembari membawa segelas minuman yang dia yakini itu wine.

Pria itu memeluk tubuh Emily mengelus punggung sempit itu berkali-kali.Dari bibirnya terdengar kata maaf berkali-kali ditujukan padanya.Emily hanya diam tak membalas pelukan Jeon.

"Aku lapar.."

"Iya sayang,ayo makan.. Aku memang sengaja meminta mereka untuk masak semua makanan enak untuk kamu"

Jeon menggiring gadisnya untuk duduk dan segera meminta semua maid untuk pergi dari sana. Jeon juga menyuruh mereka untuk pulang lebih awal hari ini. Semua maid berpamitan setelah mereka memastikan semua pekerjaan mereka selesai.

Jeon melayani Emily dengan menyendokkan nasi ke piringnya.Dia bertanya gadis itu ingin makan dengan apa saja.. Emily mengedarkan pandangannya pada masakan didepannya.

Disana tersaji beberapa masakan seperti Ayam kung Pao,fuyunghai,sapo tahu,ayam goreng mentega, capcay, ikan tim Hongkong juga buncis cabe garam.Tidak lupa makanan yang sangat disukai olehnya tempura dan yakitori.

Emily mencicipi semua makanan itu, walaupun sedikit tetap saja dia merasa kenyang.Dia sangat kesal karena makanan itu begitu banyak, bukankah akan mubazir karena mereka hanya makan berdua saja.

Jeon tak bertanya apapun padanya, tadinya dia pikir lelaki itu akan mengamuk karena dia sudah menghilang tanpa kabar.Jeon terus menerus mengusap punggung tangan Emily dan sesekali menatap wajah kekasihnya.Dia seperti tak percaya jika gadis itu kembali kerumah mereka.

"Terimakasih karena sudah pulang kerumah ini..kufikir aku akan kehilanganmu"

"Aku sudah kenyang.."

Emily hendak pergi meninggalkan Jeon, tapi tangan pria itu segera menarik tubuhnya dan tubuh mungil itu terduduk di pangkuan paha berotot milik Jeon.

"Sayang.. maafkan aku, aku sangat merindukanmu"Pria itu mengubur wajahnya di bahu milik Emily.Gadis itu hanya diam tak berniat mengatakan apapun,dia tak ingin berdebat dengan kekasihnya.

"Aku sangat merindukanmu.."gumamnya lagi.

"Aku sudah tidak ingin berdebat tentang apapun jadi tolong lepaskan aku.."

Pria itu langsung terdiam dan segera mengangkat wajahnya,dia berusaha untuk berbicara baik-baik dengan gadis itu.Apa maksud dari ucapan Emily, untuk melepaskannya.Apa-apaan..

Dibawanya gadis itu kedalam gendongan,tangan kekarnya mengangkat tubuh Emily seperti tak ada beban.Didudukan gadis itu di sofa panjang rumah mereka, dia tak ikut duduk.Jeon berlutut didepan Emily sembari memegangi lutut kekasihnya.

"Apa yang tadi kamu katakan...aku tidak akan melepaskan kamu sayang,aku cinta sama kamu.Memangnya kamu mau pergi kemana,demi Tuhan aku tidak akan melepaskanmu"

"Apa sih..aku hanya ingin mandi Jeon,aku minta dilepaskan dari pelukanmu karena merasa gerah"

Jeon menghela nafas lega karena ucapan Emily tidak seperti yang dia pikirkan.Terlalu takut kehilangan gadis itu sehingga Jeon berpikir jika kekasihnya ingin pergi dari hidupnya.Sialan Jeon..

Tangan Jeon masih mengusap paha Emily yang terekspos karena gadis itu hanya memakai celana pendek.Jeon menatap wajah cantik kekasihnya, bibirnya tak henti-hentinya tersenyum membuat Emily semakin jengah.

"Apa lagi...?"

"Aku kangen.. mau cium "

"Astaga... sudah setua ini masih saja.."

"Heyy..aku belum tua ya.."

Emily menangkup wajah Jeon memberikan kecupan di bibir kekasihnya.Sungguh dia juga merasa rindu dengan sentuhan Jeon yang selalu membuat dirinya menjadi manusia yang paling beruntung didunia.Dicintai sedemikian rupa oleh pria itu sungguh pencapaian hidup Emily yang paling luar biasa.

"Selama aku tak dirumah,kamu kemana..?kamu pergi menemui mantan istrimu lagi"tiba-tiba saja dia merasa kesal setelah menyadari dirinya tidak pulang selalu seminggu.

"Tidak sayang..kamu bisa bertanya pada sopir kita,aku hanya ke kantor, selebihnya aku menghabiskan waktu dengan mencari keberadaan kamu"

"Beneran..kamu gak bohong.."

"Untuk apa aku bohong,aku hanya ingin kekasih nakalku ini ditemukan.."Jeon mengusap bibir Emily karena dia gemas melihat bibir gadis itu yang mengerucut.

"Ini terakhir kalinya kamu pergi meninggalkan rumah saat marah,kamu harus janji hmm"

Emily tak menanggapi ocehan Jeon, gadis itu masih sibuk menyisiri rambut Jeon dengan jari lentiknya.Ada rasa bersalah dalam dirinya karena dia sudah memeluk dan mencium pria lain dibelakang Jeon.Bahkan mereka sudah saling memuaskan walaupun hanya dengan tangan.

Mendengar desahan Emily, Jeon langsung siaga takutnya gadis itu menginginkan sesuatu yang dia tidak sukai.

"Ada apa sayang...?"

"Aku berencana untuk pergi liburan.. sendiri.."

"Enggak.. enggak akan pernah terjadi,kita berdua yang akan pergi liburan.."

Emily memicingkan matanya, sedikit menjauhkan tubuhnya dari pria itu.

"Kamu bekerja Jeon... nanti pekerjaan kamu siapa yang handle "

"Kamu mau liburan kemana.. biar Daniel yang mengurus semuanya"pria itu tak mendengar ucapan Emily.Dia tak ingin membiarkan gadis itu pergi lagi, bagaimana jika gadis itu tak akan kembali kerumah dengan alasan pergi liburan.

"Swiss..aku ingin melihat pegunungan Alpen juga Danau Jenewa, Danau lucerne..Ohh jangan lupakan Danau Brienz.Disana juga ada air terjun Rhine falls air terjun terbesar di Eropa.."

"Iya sayang iya..."Jeon mendengarkan dengan seksama keinginan dari kekasihnya.Dia akan meminta bantuan dari Daniel untuk mencari tiket pesawat dan hotel terbaik untuk liburan mereka.Karena ini bukan hanya sebuah liburan semata, mungkin saja ini akan menjadi perjalanan yang tidak bisa dilupakan oleh mereka berdua.

\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_

Hai para readers yang baik..jangan lupa untuk menekan tombol like yaa.. terimakasih sudah membaca tulisan yang tidak seberapa ini🙏

Selamat membaca semuanya....

1
Nur Janah
harusnya Emily tak melarang jeon berhubungan dg istrinya karena mereka memang sah
Nur Janah
pasti setelah ini akan ada jeon jr lg🤭
Nur Janah
baru awal ceritanya Udah menarik thor
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!