NovelToon NovelToon
Pewaris Kekuatan Dewa Api

Pewaris Kekuatan Dewa Api

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Harem / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Wang Qiu'er

Di benua Xuanyuan yang luas, di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, keluarga besar Lin menguasai wilayah Selatan dengan gemilang. Lin Feng, putra sulung dari garis keturunan utama, seharusnya menjadi harapan masa depan keluarga. Namun, saat upacara pembukaan dantian di usia 12 tahun, kebenaran kejam terungkap: dantiannya rusak parah sejak lahir, meridiannya tersumbat, dan qi langit & bumi tak mampu mengalir masuk.

Sejak saat itu, julukan "Tuan Muda Sampah" melekat padanya. Saudara-saudara tiri yang iri, tetua keluarga yang kecewa, serta para pelayan yang dulu merendah kini berani menghinanya secara terang-terangan. Tunangannya yang cantik dari sekte terkemuka membatalkan pertunangan dengan alasan "tak layak", dan ayahnya sendiri, Patriark Lin, hanya bisa menghela nafas sambil menatap sedih anaknya.

Namun, takdirnya mulai berubah ketika Lin Feng mewarisi kekuatan Dewa Api.
Bagaimana kisah Lin Feng? Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wang Qiu'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Fajar baru saja menyingsing ketika Lin Feng melangkah keluar dari gua terlarang. Tubuhnya masih berbau belerang samar, tapi langkahnya kini berbeda—lebih tegas, lebih berat, seolah setiap injakan meninggalkan jejak panas tak kasat mata di tanah.

Ia tidak langsung kembali ke paviliun kecilnya di belakang gunung. Sebaliknya, ia berbelok menuju paviliun utama keluarga Lin—tempat di mana para anggota garis utama dan inti keluarga tinggal. Tempat yang dulu menjadi rumahnya, sebelum ia diusir seperti anjing liar.

Pagi itu, halaman paviliun utama ramai. Para pelayan sibuk menyapu daun kering, beberapa murid luar sedang berlatih teknik tinju dasar di lapangan latihan, dan di teras utama, Lin Hao sedang duduk santai sambil minum teh bersama beberapa saudara tiri lainnya. Di sampingnya, Lin Mei—mantan tunangan Lin Feng—duduk dengan anggun, jubah putih sekte Bunga Salju-nya berkibar lembut ditiup angin pagi.

Mereka sedang membicarakan upacara kemarin.

“Benar-benar memalukan,” kata Lin Hao sambil tertawa kecil. “Kakak sulung itu bahkan membuat batu uji retak. Kalau bukan karena nama keluarga, mungkin ayah sudah membunuhnya sejak dulu.”

Lin Mei menyesap tehnya pelan. “Aku sudah memutuskan untuk kembali ke sekte besok pagi. Tak ada alasan lagi tinggal di sini.”

Tiba-tiba, langkah kaki terdengar dari gerbang paviliun.

Semua kepala menoleh.

Lin Feng berdiri di sana.

Baju lamanya yang compang-camping masih sama, tapi auranya… berbeda. Rambutnya sedikit berantakan, matanya merah seperti bara yang baru padam, dan di sekitar tubuhnya terasa hembusan panas samar yang membuat daun-daun di sekitar kakinya menguning seketika.

Lin Hao mengerutkan kening. “Kau? Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah ayah sudah bilang kau hanya boleh tinggal di paviliun belakang?”

Lin Feng tidak menjawab langsung. Ia melangkah masuk, melewati barisan pelayan yang langsung mundur ketakutan. Beberapa di antaranya berbisik, “Itu… Tuan Muda Sampah?”

Saat Lin Feng berhenti di tengah halaman, sekitar sepuluh meter dari teras, ia akhirnya membuka mulut.

“Aku datang untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku.”

Lin Hao tertawa keras. “Miliki? Kau bahkan tidak punya dantian! Apa yang mau kau ambil? Tong sampah di dapur?”

Beberapa orang ikut tertawa.

Lin Mei hanya menatap dingin, tapi ada sedikit keraguan di matanya. Ada sesuatu yang salah dengan Lin Feng pagi ini.

Lin Feng mengangkat tangan kanannya perlahan.

“Lin Hao,” katanya pelan, “kemarin kau bilang aku hanya pantas jadi penutup pintu gudang obat. Hari ini… aku ingin kau coba rasakan sendiri apa artinya jadi ‘sampah’.”

Lin Hao berdiri, wajahnya memerah karena marah. “Berani sekali kau bicara begitu! Kau pikir karena ayah tidak ada, kau bisa—”

Belum selesai bicara, Lin Feng menggerakkan jari telunjuknya.

Seketika, setitik api merah gelap muncul di ujung jarinya—kecil, tapi berputar ganas seperti mata badai mini.

Api itu melesat.

Bukan ke arah Lin Hao, tapi ke arah pohon sakura besar di sisi halaman—pohon kesayangan Lin Mei yang ditanam khusus dari biji suci sekte Bunga Salju.

Api kecil itu menyentuh batang pohon.

Dan dalam sekejap—

WHOOSH!

Seluruh pohon terbakar. Bukan terbakar biasa. Api itu berwarna merah gelap, hampir hitam di pinggirnya, dan ia membakar dari dalam ke luar. Daun-daun hijau langsung menjadi abu sebelum sempat jatuh. Batangnya retak-retak, seolah tulang kayu di dalamnya meleleh. Dalam hitungan detik, pohon setinggi sepuluh meter itu runtuh menjadi tumpukan abu hitam yang masih mengepul.

Seluruh halaman menjadi sunyi.

Lin Hao membelalak. Lin Mei berdiri tegak, cangkir teh di tangannya jatuh dan pecah di lantai batu.

“Apa… yang baru saja kau lakukan?!” teriak Lin Mei, suaranya bergetar.

Lin Feng menatapnya. Matanya tidak lagi penuh kepedihan seperti kemarin. Yang ada hanyalah dingin.

“Ini baru percikan pertama,” katanya pelan. “Masih ada ribuan percikan lain yang menunggu untuk keluar. Dan kalian semua… adalah kayu bakarnya.”

Lin Hao akhirnya bereaksi. Ia melompat dari teras, tangan kanannya membentuk segel tinju. Qi biru langit mengalir deras di sekitar tubuhnya—tanda dantian kelas langit tingkat tinggi.

“Kurang ajar! Aku akan menghancurkanmu!”

**Tinju Angin Badai Langit**—teknik keluarga Lin tingkat menengah.

Angin menderu, membentuk pusaran di sekitar tinju Lin Hao. Ia meluncur ke depan seperti kilat, tinjunya mengarah tepat ke dada Lin Feng.

Lin Feng tidak bergerak.

Saat tinju itu tinggal beberapa senti dari dadanya, ia mengucapkan satu kata.

“Terbakar.”

**Telapak Api Menghancurkan Tulang.**

Telapak tangan Lin Feng terangkat santai, seolah menampar lalat.

Tapi begitu telapak itu bertemu tinju Lin Hao—

CRAAACK!

Suara tulang patah terdengar jelas.

Lin Hao terpental ke belakang seperti karung beras, tubuhnya menghantam tiang teras hingga kayunya retak. Ia jatuh terduduk, tangan kanannya patah dengan sudut aneh. Kulit di sekitar lengan itu menghitam, seolah dibakar dari dalam. Bau daging gosong samar-samar tercium.

“Arrrggghhh!!”

Jeritan Lin Hao memecah kesunyian.

Semua orang di halaman membeku.

Lin Mei berlari ke arah Lin Hao, wajahnya pucat. “Hao-ge! Tahan!”

Lin Feng hanya berdiri di tempatnya, tangannya masih terangkat. Api merah gelap di telapaknya perlahan meredup, tapi panasnya tetap terasa hingga ke barisan belakang.

“Mulai sekarang,” katanya dengan suara yang tenang tapi menggema seperti guntur di telinga semua orang, “siapa pun yang memanggilku ‘Tuan Muda Sampah’ lagi… akan merasakan apa yang baru saja Lin Hao rasakan. Tapi sepuluh kali lebih parah.”

Ia menoleh ke arah Lin Mei.

“Dan kau… Lin Mei. Kau bilang aku tidak layak. Besok pagi kau akan pergi? Bagus. Tapi ingat satu hal—suatu hari nanti, ketika sekte Bunga Salju-mu terbakar habis, jangan salahkan siapa pun selain dirimu sendiri.”

Lin Mei gemetar. Untuk pertama kalinya, ia merasa takut pada pemuda yang dulu ia anggap tak berguna.

Lin Feng berbalik, hendak pergi.

Tapi sebelum melangkah keluar gerbang, ia berhenti sejenak.

“Dan satu lagi… sampaikan pada ayah. Aku tidak lagi butuh belas kasihannya. Aku akan mengambil kembali segalanya yang pernah diambil dariku. Dengan api.”

Ia melangkah pergi.

Di belakangnya, halaman paviliun utama dipenuhi abu pohon sakura yang beterbangan seperti salju hitam.

Dan di dalam dada setiap orang yang menyaksikan, sebuah benih ketakutan baru saja ditanam.

Benih yang bernama: Lin Feng telah bangkit.

Di kejauhan, di dalam kesadaran Yan Di Shen Zun yang tersisa di gua, tawa pelan terdengar.

“Bagus, anakku… bara pertamamu sudah menyala. Sekarang… biarkan dunia ini merasakan panasnya.”

1
Dian Pravita Sari
gak gaya tamat Curtis ngambang srmua
Dian Pravita Sari
dlogok jarang gak teks aku pules kau smbil. links. gak tanggung jawab jgn hynkejst kontrak yo. lejat reputasi fukl th mana bagian boro konsumen mau aku protes biar do blek. list kmli
Lekat Wahyudi
😍👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍
Wang Chen: semoga terhibur ya kak
total 1 replies
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
Wang Chen: terimakasih, kak.
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
mantap
Wang Chen: terimakasih kak
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
ok
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
Mulai baca
Wang Chen: selamat membaca kak
total 1 replies
Wang Chen
Jika suka dengan karya ini, jangan lupa kasih like, comment, share, subscribe, dan follow ya hehe
Wang Chen
bantu likom ya gess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!