NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: tamat
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 - HUBUNGAN YANG BERKEMBANG

SATU BULAN KEMUDIAN - PEMBUKAAN CABANG SURABAYA

Akselia berdiri di depan gedung Kinanti Dojo Surabaya, cabang ketiga yang resmi dibuka. Gedung tiga lantai dengan fasilitas lengkap, didanai investor Ibu Ratna. Di sampingnya, Rangga tersenyum bangga melihat hasil kerja keras mereka.

"Dari mimpi jadi kenyataan," gumam Akselia.

"Dan ini baru cabang ketiga. Masih ada empat lagi." Rangga menyentuh punggung tangannya sekilas, sentuhan kecil yang sudah jadi kebiasaan mereka satu bulan terakhir.

Hubungan mereka berkembang pelan tapi pasti. Tidak ada drama besar. Tidak ada janji-janji muluk. Hanya keseharian yang nyaman video call malam, pesan pagi, diskusi kerja yang diselingi candaan, dan sesekali kencan sederhana saat jadwal memungkinkan.

"Nona Akselia, Pak Rangga, acara akan dimulai!" panggil Rina yang sudah siap dengan mikrofon.

Pembukaan berjalan meriah, ratusan orang hadir, termasuk Ibu Ratna, Arjuna, Pak Dharma, dan perwakilan pemerintah kota Surabaya. Akselia memberi sambutan, Rangga memimpin demo bela diri bersama instruktur lokal yang baru direkrut.

Di tengah acara, Akselia melihat wajah familiar di kerumunan... Bella. Dia datang dari Jakarta khusus untuk acara ini, mengenakan seragam perawat, terlihat bahagia dan sehat.

"Bella!" Akselia memeluknya setelah acara selesai. "Kamu datang!"

"Tentu aja! Ini momen penting!" Bella tersenyum lebar. "Dan aku mau lihat Pak Rangga yang kamu cerita itu."

Akselia tertawa. "Kamu kenalan sama dia nanti. Dia lagi sibuk dengan wartawan."

Mereka ngobrol sebentar Bella cerita tentang kuliahnya, tentang kehidupan barunya yang jauh lebih baik. Tentang bagaimana dia sudah benar-benar move on dari Kevin dan semua drama masa lalu.

"Dan kamu?" tanya Bella. "Dengan Pak Rangga, serius?"

"Kami pelan-pelan. Tapi ya, serius." Akselia tersenyum. "Dia beda, Bella. Dia tidak terburu-buru. Dia menghormati batasku. Dan yang paling penting, dia tulus."

"Aku senang dengarnya." Bella memeluk Akselia lagi. "Kamu layak bahagia."

***

MALAM HARI - HOTEL SURABAYA

Setelah acara pembukaan yang melelahkan, Akselia kembali ke hotel. Dia baru mau mandi ketika ada ketukan di pintu.

Rangga berdiri di luar dengan dua cup kopi dan kotak kue.

"Kukira kamu butuh ini," katanya sambil mengangkat kopi.

Akselia tersenyum, membiarkan dia masuk. "Kamu selalu tahu apa yang kubutuhkan."

Mereka duduk di sofa kecil kamar hotel, menyesap kopi sambil menatap pemandangan kota Surabaya dari jendela.

"Hari ini sukses besar," kata Rangga. "Pendaftaran sudah lima puluh orang, padahal baru buka."

"Terima kasih sudah kerja keras. Tanpa kamu, cabang Surabaya tidak akan selancar ini."

"Kita tim. Kerjanya bersama." Rangga menatapnya. "Dan aku senang bisa jadi bagian dari mimpi besarmu."

Akselia menatap balik dan merasakan sesuatu yang hangat di dadanya. Sesuatu yang sudah lama tidak dia rasakan sejak Kevin.

Tapi kali ini berbeda. Ini bukan cinta yang membabi buta seperti dulu. Ini cinta yang tumbuh dari rasa hormat, kepercayaan, dan kebersamaan.

"Rangga," panggilnya pelan.

"Ya?"

"Terima kasih. Untuk semua kesabaranmu. Untuk tidak memaksa. Untuk... untuk membiarkan aku belajar mencintai lagi dengan kecepatanku sendiri."

Rangga meletakkan cup kopinya, lalu menggenggam tangan Akselia lembut. "Aku akan selalu sabar. Karena kamu... kamu worth all the wait."

Mereka saling pandang dan kali ini, Akselia yang melangkah lebih dekat. Perlahan, dia condongkan tubuh, dan mencium bibir Rangga. Lembut. Singkat. Tapi penuh arti.

Saat mereka berpisah, Rangga menatapnya dengan mata berbinar. "Itu... itu berarti..."

"Itu berarti aku siap. Siap untuk hubungan ini. Siap untuk kita." Akselia tersenyum. "Kalau kamu masih mau."

"Masih mau?!" Rangga tertawa, menarik Akselia ke pelukannya. "Aku selalu mau. Dari awal."

Mereka berpelukan sangat erat dan Akselia merasakan kedamaian yang sudah lama tidak dia rasakan.

Ini benar. Ini terasa benar.

***

KEESOKAN PAGINYA - SARAPAN BERSAMA

Akselia dan Rangga sarapan di restoran hotel bersama tim Rina, Sari, dan beberapa instruktur baru. Semua orang bisa lihat ada yang berbeda dari mereka, cara Rangga menarik kursi untuk Akselia, cara Akselia tersenyum setiap kali mata mereka bertemu.

Rina berbisik pada Sari, "Lihat itu. Mereka resmi kan?"

Sari tersenyum. "Kayaknya. Dan aku senang. Kak Akselia layak bahagia."

Di tengah sarapan, ponsel Akselia berdering. Arjuna.

"Halo, Pak?"

"Akselia, aku dapat kabar dari polisi. Tentang Kevin."

Jantung Akselia berhenti sedetik. "Ada apa dengan dia?"

"Dia dapat pengurangan hukuman lagi. Kelakuan baik plus ikut program rehabilitasi intensif. Dia akan keluar, dua bulan lagi."

Akselia terdiam. Dua bulan. Kevin akan bebas dua bulan lagi, jauh lebih cepat dari prediksi awal enam tahun.

"Akselia? Kamu masih di sana?"

"Ya, Pak. Aku... aku dengar. Terima kasih sudah kasih tahu."

Setelah menutup telepon, Akselia menatap kosong ke piring sarapannya.

Rangga yang duduk di sampingnya langsung sadar ada yang salah. "Ada apa?"

"Kevin. Dia akan keluar dari penjara dua bulan lagi."

Wajah Rangga berubah tidak cemburu, tapi khawatir. "Kamu... kamu oke?"

Akselia menarik napas panjang. "Aku... aku tidak tahu. Seharusnya aku sudah tidak peduli. Tapi mendengar dia akan keluar..."

"Kamu takut bertemu dia lagi?"

"Bukan takut. Lebih ke tidak siap." Akselia menatap Rangga. "Aku sudah move on. Aku punya kamu sekarang. Tapi ada bagian dariku yang masih..."

"Masih punya pertanyaan yang belum terjawab?" Rangga menggenggam tangannya di bawah meja. "Itu wajar. Dan aku mengerti."

"Kamu tidak cemburu?"

"Cemburu dengan apa? Dengan masa lalu?" Rangga tersenyum. "Kevin itu bagian dari masa lalumu. Tapi aku... aku bagian dari masa depanmu. Aku yakin itu."

Kata-kata Rangga membuat Akselia merasa lebih baik. Dia menggenggam balik tangan Rangga. "Terima kasih."

"Sama-sama. Dan kalau suatu saat kamu harus bertemu dia, aku akan ada di sampingmu. Kalau kamu mau."

"Aku mau," jawab Akselia tanpa ragu.

***

SEMINGGU KEMUDIAN - JAKARTA

Akselia dan Rangga kembali ke Jakarta. Hubungan mereka sekarang resmi, meski mereka tidak umumkan secara terbuka, tapi semua orang di dojo sudah tahu. Dan responnya positif semua senang melihat Akselia bahagia.

Pak Dharma memanggil Akselia ke ruangannya suatu sore.

"Duduk," katanya sambil menuangkan teh.

Akselia duduk, sudah hapal kalau Pak Dharma punya sesuatu penting kalau sampai buat teh sendiri.

"Aku dengar kamu dan Rangga sekarang resmi?"

"Ya, Pak. Sudah seminggu."

Pak Dharma mengangguk. "Bagus. Aku suka Rangga. Dia pria baik. Tapi..." dia menatap Akselia serius, "...aku harus tanya. Kamu yakin kamu sudah benar-benar move on dari Kevin? Atau kamu cuma lari ke Rangga untuk lupa Kevin?"

Pertanyaan yang tajam. Tapi Akselia sudah menduganya.

"Awalnya mungkin begitu, Pak," jawabnya jujur. "Tapi sekarang... sekarang aku tahu perasaanku ke Rangga itu nyata. Bukan pelarian. Nyata."

"Bagus. Karena Rangga juga pernah terluka. Dia layak dapat hubungan yang serius, bukan sekadar rebound."

"Aku tahu, Pak. Dan aku serius. Sangat serius."

Pak Dharma tersenyum, senyum bangga. "Aku percaya padamu. Dan aku bangga melihat kamu akhirnya membuka hati lagi."

***

MALAM HARI - APARTEMEN AKSELIA

Rangga datang untuk makan malam, pertama kalinya Akselia masak untuk seseorang selain diri sendiri. Menu sederhana nasi goreng dan telur, tapi dibuat dengan hati.

"Ini enak," puji Rangga sambil makan. "Kamu jago masak juga ternyata."

"Jangan lebay. Ini cuma nasi goreng." Akselia tertawa.

Setelah makan, mereka duduk di balkon, tempat favorit Akselia untuk merenung. Rangga merangkul bahunya, Akselia bersandar di dada Rangga.

"Rangga," panggil Akselia pelan.

"Hm?"

"Kalau Kevin keluar nanti dan dia coba hubungi aku... aku harus bagaimana?"

Rangga terdiam sebentar. "Kamu mau ketemu dia?"

"Tidak. Tapi aku takut dia akan coba."

"Kalau dia coba, kamu bilang tidak. Tegas. Dan kalau dia tidak terima, aku akan bicara dengannya." Rangga mengecup puncak kepala Akselia. "Aku tidak akan biarkan siapa pun ganggu kamu lagi. Termasuk mantan yang tidak tahu diri."

Akselia tersenyum merasa aman dan dilindungi. Tapi bukan dilindungi karena dia lemah, dilindungi karena ada seseorang yang peduli.

"Aku mencintaimu," bisiknya tiba-tiba mengejutkan dirinya sendiri.

Rangga tersentak, lalu memeluknya lebih erat. "Aku juga mencintaimu. Sudah dari lama sebenarnya."

Mereka duduk dalam pelukan, menatap bintang yang jarang terlihat di langit Jakarta.

Dan malam itu Akselia tahu...

Dia sudah menemukan cinta yang benar.

Cinta yang tidak manipulatif. Cinta yang menghormati. Cinta yang semoga bertahan selamanya.

1
N Wage
kok 5 tahun yg lalu sih Thor,umur Aksa sj 5 THN + masa hamil+menikah setelah 2 THN kejadian yg menyakitkan bagi akkselia itu.
jadi seharusnya kurang lebih 8 THN yg lalu bukan?
maaf kalau salah.
Asyatun 1
keren banget thoor
Lienaa Likethisyow
terimakasih atas ceritanya thor..goodjob👍👍👍..tetap semangat💪💪💪/Heart//Heart/
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Arin
/Heart/
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Nada She Embun
puas banget Thor... makasih atas cerita yg terbaik inii😍
Erchapram: Terima kasih.
total 1 replies
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
Erchapram
Masih ada extra part, ditunggu ya... Terima kasih.
Nada She Embun
happy ending.. 😭.. makasih Thor... 😍
Nada She Embun: mantap thorr
total 2 replies
Nada She Embun
soo sweet.. 😍
Dew666
☀️☀️☀️☀️☀️
Nada She Embun
lebih baik d cintai.... kamu akan belajar menumbuhkan cinta juga... 💜
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
ealahhh, gak boleh rangga nyium tapi dia yg nyosor, 🤭🤭🤭
tipikal awal malu malu, tp akhirnya malu maluin, sok-sok'an masih takut membuka hati tp ternyata lebih agresif.... eeehhh....
🤭🤭🤭🏃🏃🏃
Erchapram: Wkwwkwk... malu malu meong 🤣🤣🤣
total 1 replies
mini
tapi Kevin ktemu akselia dalam keadaan yang tidak sehebat sekarang dr awal dia udah cinta, cuma emang Krn redfleg, tapi skrg kan dia udh sadar😁✌️
Dew666
💜💜💜💜
vj'z tri
pelan pelan sajaaaaaaaa 🎉🎉🎉
Lienaa Likethisyow
mosok karo rangga to thor???/Speechless//Speechless/
gk setuju aq/Drowsy//Drowsy/
Lienaa Likethisyow: wes manut njenengan ae thor🤭🤭🤣🤣
total 2 replies
N Wage
seru sekali...sampai nahan nafas😁
semangat❤️
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
aq merasa ada diantara penonton yg bersorak bahagia dan menangis bahagia karenamu Akselia👍👍👍...selamat Akselia jadi juara dalam hidup dan ring..💪💪💪tetap semangat thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!