Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13 Mendengar Rencana Jahat Sarah
Hari Senin aku berangkat kerja seperti biasa di antarkan mas Adit sampai tempat kerja aku saling diam dan aku juga malas untuk bicara aku seperti nggak rela membayangkan mas Adit nanti malam memeluk wanita lain aku nggak ngerti apakah aku mulai jatuh cinta aku ingin memiliki sendirian
" Kenapa kamu manyun terus" tanya mas Adit
" nggak papa lagi bad mood saja" jawabku
" Hati hati kalau kerja" kata dia sebenarnya aku sebel sama dia ngasih uang nafkah saja beda dan ku catat dengan satu ketidak Adilan tapi aku masih mencari bukti gimana cara nya aku harus berfikir keras aku ingin bercerita tapi takut ibu ku sakit
Sore aku pulang seperti biasa dan aku beli bakso buat makan malam nanti kalau lapar juga beli kentang goreng Sampai rumah masih sepi aku buka Dangan kunci cadangan dan aku masuk segera mandi karena sebentar lagi magrib .sebelum adzan aku makan bakso dulu biar kenyang kemudian aku ambil minum satu gelas besar dan ku masukkan kamar biar aku nggak keluar kamar kecuali ke toilet aku malas ketemu mereka lampu ruangan aku hidupkan aku berwudhu dan sholat magrib dan Santai di kamar menunggu isya
" Dek kamu sudah tidur" kata mas Adit sambil mengetuk pintu kamar. Aku pun membuka pintu kamar masih memakai mukena
" Ada apa mas kan waktunya sama Sarah" tanya ku
" Sarah belum datang Ayo temani mas minum kopi" kata dia
"Ogah nanti kamu modus" kata ku
" Ada yang aku omongin " kata dia
" Bentar aku Buka mukena dulu" jawabku kamudian aku buka mukena dan memakai hijab instan aku keluar kamar ternyata dia membuatkan aku minuman jus alpukat dan juga martabak manis
" Nggak ah ntar ada obat perangsang nya" Kata ku
" ngapain pakai perangsang sekarang aku bisa taklukkan kamu dengan sedikit memaksa kamu sudah takluk kan torpedo ku enak kan sayang " kaya dia berbisik dan kami duduk di teras belakang sambil minum jus alpukat dan martabak manis
" Makan ginian malam malam bisa gendut" kata ku
" Ini nggak pakai gula ini hanya pakai susu tanpa lemak sayang" jelasnya
" Enak kan juice buatan ku kamu pasti akan ketagihan" kata dia
" Iya sih enak tapi nggak enak jadi istrimu harus berbagi nggak bisa di miliki sendiri" kata ku dengan sarkas
Kami bercanda sambil makan martabak dan minum juice mas Adit mengoda ku dan memegang tangan ku kemudian mas Adit menciumku dengan lembut aku pun terpancing membalas ciumannya sambil gerilya tentunya ciuman semakin kasar dan semakin menuntut tiba tiba
" Hai kalian melanggar kesepakatan ini kan waktu malam nya mas Adit bersama ku kenapa sekarang kamu sama si dekil mas" teriak Tante Sarah mengagetkan dan ciuman ku pun berhenti seperti pelakor ketahuan istri sah
" Eh Sarah kapan kamu datang kamu mas tunggu nggak datang datang jadi ya adanya Ara maaf mas khilaf" kata mas Adit berusaha menjelaskan
Aku nggak mau berdebat langsung saja aku masuk kamar dan aku kunci aku menangis karena aku terlanjur on malah berhenti aku meraih selimut bagaimana nafsu ku sudah di ujung tanduk eh malah di hentikan dan aku pusing nggak bisa bobok dan dari kamar ku ku dengar mas Adit merayu Sarah setelah tidak ada suaranya aku ngintip ternyata mereka sudah masuk kamar aku pun mandi dengan air hangat selesai mandi aku masuk kamar dan sampai di kamar aku tutup pintu dan tidak lupa aku kunci dan aku membuka almari mau ganti baju tiba tiba ada yang membekapku dari belakang
"Huts" kata mas Adit sambil meletakkan jari telunjuknya ke bibir
" Jangan berisik Sarah lagi bobok mas dengar kamu menangis pasti karena belum tuntas ayo kita tuntaskan" kata dia
" Ogah aku sudah mandi" kata ku
" Nanti Mandi lagi mas yang mandiin" kata dia
"Nggak melanggar peraturan" kata ku
" Sarah datang bulan ayo kita tuntaskan biar bisa tidur nyenyak" kata dia sambil terus mengekangku. Pemaksaan sih tapi imronku sudang nggak tahan akhirnya jebol juga dan dia melakukan dengan tipe kasar dan aku akhirnya takluk sama dia dan nyerah kalah satu kosong maunya menolak tapi tubuh ini butuh asupan gizi yang berbeda dari mas Adit
" Terima kasih sayang kamu sekarang bobok mas akan pindah ke kamar sarah" Kata dia dan aku bobok dengan nyenyak sampai subuh aku bangun dan mandi besar kemudian sholat rambut aku keringkan dengan hair dryer aku pakai hijab instan keluar dari kamar bikin kopi aku nanti sarapan saja di warung kopi aku bawa ke kamar dan di kamar aku minum kopi sambil makan camilan yang aku simpan di kamar kalau bisa aku nggak mau ketemu Sarah karena aku cemburu dan hatiku sangat sakit melihat maduku.
Jam menunjukkan pukul tujuh aku berangkat dengan jalan kaki menuju jalan raya dan Sampai di jalan raya aku naik angkot berhenti di warung nasi dekat dengan showroom aku makan di sana dengan menu nasi campur yang sangat enak dan aku makan dengan lahan karena aku kelaparan
Waktu berjalan satu bulan sejak aku di madu dengan jatah bergantian karena aku merasa nggak enak badan aku ijin pulang lebih cepat aku santai karena nanti malam adalah jatahnya mas Adit dengan Sarah aku sebenar nya ingin mengakhiri pernikahan ini tapi aku takut penyakit darah tinggi ibu kumat aku naik gojek tapi aku turun agak jauh dari rumah sampai di rumah sepi tapi kamar si dempul jendela nya terbuka dan dia sedang telephon dengan teman nya aku yang kepo mendengarkan di bawah jendela dekat pot besar
" Iya aku sudah berusaha memutuskan hubungan Adit sama Bella dan ku rebut eh sekarang malah nikah sama si dekil kampungan,orang desa lagi" kata dia di telephon
" kalau ngaku sama aku sih dia nggak ingin punya anak jadi setiap Hb dia memakai pengaman nggak tahu kalau sama istri dekilnya pernah sih dia menyelinap keluar nggak tahu apa dia ke kamarnya sendiri atau ke kamar di dekil karena aku nggak mau pake pengaman" Kata dia lagi
" Awas kalau sampai di dekil hamil aku akan celakai dia kalau sekarang aku nggak berani dia ahli karate" kata nya lagi
" Belum saat nya Sarah bertindak sekarang masih ngalah biarin saja Adit curang tapi suatu saat dia harus merasakan penghianatan nya" kata nya dalam telephon
Aku sembunyi di bawah Jendela Sampai kesemutan mendengar dia tertawa dengan teman nya
" Bentar ya mas Adit datang nanti kita sambung" kata dia menutup sambungan telephon aku masih sembunyi takut ketahuan mas Adit dan untung nya mas Adit langsung masuk ke rumah kemudian aku keluar dari persembunyian ku dan aku duduk di teras sambil kembang kempis nafasku dan mas Adit keluar melihat aku
" Kamu kenapa kok nafasmu kok ngos ngosan" kata dia
" Aku takut di kejar orang gila untung aku masuk dan sembunyi di dekat teras ini" kataku. Mas Adit melihat keluar dan kemudian menutup pintu pagar
" Sudah nggak ada ayo masuk" kata nya sambil mengandengku
" kenapa kamu dekil" tanya Tante Sarah
" Aku takut di kejar orang gila katanya mau di bunuh" jawabku seenaknya
" Kok bisa ada orang gila masuk lingkungan perumahan memang satpam nya kemana saja" kata dia
" Nggak tahu kok bisa ada orang gila masuk" jawabku
" Kamu minum dulu" kata mas Adit sambil memberikan satu gelas air putih dan aku minum dengan cepat
" Kamu kan ahli karate kenapa takut orang gila" kata Tante dempul
" Dia bau baget nggak pernah mandi dan mulutnya menyemburkan bau dan bikin aku huek mungkin nggak pernah gosok gigi" jawabku dalam hati berkata dia orang gila itu dan mulutnya busuk dengan rencana jahatnya
Aku masuk kamar langsung aku tiduran di ranjang sambil memakai selimut dan berfikir apa yang harus aku lakukan sepertinya aku harus segera pindah dari sini karena sudah tidak aman
Bersambung .........