Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 : Kejutan di Pesta Malam
Malam itu, istana diterangi ribuan lilin yang memantul di marmer aula besar.
Suasana pesta malam berbeda dari hari biasa; musik lembut mengalun, pelayan berjalan gesit, dan tamu dari kerajaan tetangga bersosialisasi dengan senyum penuh kepalsuan.
Arvella duduk di pangkuan Liora, matanya merah bersinar, mencondongkan tubuh ke arah setiap gerakan tamu.
Ia membaca energi tersembunyi, niat yang disembunyikan, bahkan keraguan yang mencoba ditutupi di balik senyum ramah.
Kael berdiri di dekat bayi itu, matanya biru menyorot, tubuhnya tegap namun rileks.
“Arvella… sepertinya kau sudah mengetahui siapa yang ingin membuat masalah malam ini,” bisiknya pelan, suara hanya terdengar untuk bayi dan dirinya sendiri.
Bayi itu mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menunjuk ke arah bangsawan muda yang tampak terlalu dekat dengan meja Raja.
Liora tersenyum tipis, “Kau memang luar biasa, Arvella. Bahkan dalam pesta besar seperti ini, kau bisa membaca situasi lebih baik daripada banyak orang dewasa.”
Pesta baru saja dimulai ketika seorang bangsawan tetangga tersenyum manis kepada Raja, namun energi yang dipancarkan Arvella memberitahukan bahaya kecil: komentar sinis yang bisa memicu perdebatan.
Bayi itu mencondongkan tubuh, tangannya menunjuk Kael.
Kael segera mendekati bangsawan itu dengan sikap sopan namun tegas, mengalihkan percakapan ke topik netral.
Arvella menepuk kain Liora, matanya merah bersinar—bahaya sosial berhasil dicegah sebelum berkembang.
Di sisi lain, seorang tamu mulai bersandar terlalu dekat ke meja berisi hidangan mahal.
Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, tangan kecilnya menunjuk Kael lagi.
Kael segera menahan tamu itu, tersenyum tipis, dan menuntunnya ke sisi lain aula.
Bayi itu menggeliat puas, matanya bersinar—bahwa setiap potensi masalah kecil dicegah dengan cepat.
Namun, ancaman baru muncul ketika seorang bangsawan muda mencoba menyinggung bangsawan lain melalui komentar halus, berharap memicu intrik.
Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, membaca niat tersembunyi itu.
Kael segera berdiri di sisi bayi itu, menatap tajam, dan dengan sopan tapi tegas, ia mengubah alur percakapan, menjaga agar tidak muncul gesekan nyata.
Bayi itu menepuk kainnya lagi, puas.
“Kerja sama kita semakin lancar,” gumam Kael.
Seiring malam berlalu, Arvella mulai memperhatikan nuansa halus dalam interaksi tamu: tatapan mata, gerakan tangan, nada suara, dan jarak tubuh.
Ia mencondongkan tubuh ke arah seorang bangsawan yang tampak ingin menyelinap ke ruang privat Raja.
Kael segera menahan gerakan itu, menatap bayi itu dengan mata biru bersinar.
“Arvella… kau benar lagi. Ada sesuatu yang tidak beres,” bisiknya.
Bayi itu menggeliat, tangan kecilnya menunjuk ke arah lorong sempit yang bisa menjadi jalur bahaya.
Tidak lama kemudian, beberapa pelayan muda tampak gugup, hampir menumpahkan hidangan atau minuman ke tamu penting.
Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, tangannya menunjuk Kael.
Kael bergerak cepat, menata ulang hidangan, menenangkan pelayan, sambil tetap menatap bayi kecil itu.
“Sepertinya aku mulai terbiasa bekerja denganmu, Arvella,” gumamnya pelan.
Bayi itu menggeliat, matanya bersinar, menandakan persetujuan—bahwa kerjasama mereka kini alami dan efektif.
Malam semakin larut, musik semakin lembut, dan beberapa tamu mulai meninggalkan aula.
Arvella mencondongkan tubuh, tangannya menunjuk ke arah sudut gelap, matanya merah bersinar.
Kael menatap bayi itu, matanya biru bersinar, menyadari ada pesan tersembunyi di antara tamu yang tersisa.
Seorang bangsawan tua berbisik kepada pengawal, mencoba mengatur sesuatu yang bisa menimbulkan intrik besok.
Arvella mencondongkan tubuh, tangannya menunjuk Kael, memberi isyarat agar mereka tetap waspada.
Kael melangkah perlahan, menenangkan situasi sebelum berkembang.
Di tengah pesta, sebuah momen halus terjadi.
Kael duduk dekat Arvella, memegang tangan kecil bayi itu sebentar, memastikan ia aman.
Bayi itu mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, tangannya menepuk Kael—seakan menyetujui kehadirannya.
Senyum Kael semakin tulus, matanya biru bersinar hangat.
Momen itu singkat tapi penuh arti, menguatkan hubungan alami mereka, meski tetap polos dan sesuai usia Arvella.
Ketegangan meningkat ketika seorang tamu mulai menyoroti keputusan Raja, mencoba menyulut opini negatif.
Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, membaca energi tamu itu dengan presisi.
Kael menatap bayi itu, mengangguk, dan segera mengalihkan topik dengan sopan, menenangkan semua pihak yang hadir.
Bayi itu menepuk kain, puas, mengetahui bahwa konflik berhasil dihindari lagi.
Menjelang akhir pesta, lilin-lilin perlahan mulai dipadamkan.
Arvella mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menunjuk ke arah lorong-lorong yang gelap, matanya merah bersinar.
Kael berdiri di sampingnya, matanya biru bersinar, siap menghadapi ancaman atau intrik baru yang mungkin muncul di malam berikutnya.
Liora menatap keduanya, tersenyum tipis, menyadari bahwa Arvella kini bukan sekadar bayi biasa—ia sudah menjadi pusat pengawasan sosial, penjaga istana kecil, dan partner Kael dalam menghadapi misteri serta intrik istana.