NovelToon NovelToon
The Punchline

The Punchline

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cintapertama
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Sepuluh tahun lalu, Victor menyebut cinta Achell sebagai 'lelucon'. Sekarang, Achell kembali untuk memastikan Victor merasakan betapa pahitnya akhir dari lelucon itu. Sebuah kisah tentang penyesalan yang terlambat, cinta yang mati rasa, dan harga mahal dari sebuah keangkuhan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Pasien Paling Keras Kepala

Achell duduk di meja makan apartemennya, memijat pelipisnya yang berdenyut. Suasana pagi yang seharusnya tenang berubah menjadi medan perang dingin. Sophie masih mengoceh tentang betapa "beraninya" Victor membeli unit sebelah, sementara Julian sedang sibuk menelepon pihak pengelola gedung dengan nada tinggi, menanyakan bagaimana bisa kerahasiaan mereka bocor.

​"Berhenti berteriak, Julian," ucap Achell lirih. "Dia Victor Edward. Dia bisa membeli gedung ini jika dia mau."

​"Tapi ini pelecehan, Achell! Dia mengikutimu!" sahut Julian geram.

​Tepat saat itu, sebuah suara debuman keras terdengar dari arah koridor, diikuti suara gelas pecah yang sangat nyaring. Achell, dengan insting dokternya, langsung berdiri tegak. Suara itu berasal dari depan pintu unit Victor.

​"Apa lagi sekarang?" gumam Sophie sambil membuka pintu apartemen.

​Mereka bertiga tersentak. Di lantai koridor yang dingin, Victor Louis Edward terkapar dengan posisi setengah terduduk, bersandar pada pintu unitnya. Wajahnya yang biasanya gagah kini nampak pucat pasi, keringat dingin membasahi dahi dan berewok tipisnya. Di sampingnya, nampan perak yang tadi ia bawa sudah terbalik, kopi tumpah ke mana-mana, dan pecahan gelas berserakan.

​Victor memegangi dadanya dengan tangan gemetar, napasnya tersengal-sengal, pendek dan berat.

​"Victor?" Achell berlari menghampiri, mengabaikan rasa benci yang tadi ia agungkan. Ia berlutut di samping pria raksasa itu. "Victor, dengarkan aku. Di mana yang sakit?"

​Victor tidak menjawab. Matanya yang abu-abu tampak sayu, menatap Achell dengan tatapan yang sulit diartikan—antara rasa sakit yang nyata atau kerinduan yang mendalam. Ia hanya mengerang pelan, mencengkeram kemeja putihnya tepat di bagian jantung.

​"Jangan menyentuhnya, Achell! Mungkin dia hanya akting!" seru Julian waspada.

​Achell menoleh dengan tajam. "Julian, lihat wajahnya! Dia pucat dan berkeringat dingin. Ini tanda-tanda iskemia atau serangan jantung. Aku seorang dokter, aku tidak bisa membiarkan siapa pun mati di depan mataku, bahkan dia sekalipun!"

​Achell segera memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Victor yang besar. Denyutnya cepat dan tidak teratur. "Sophie, ambilkan tas medisku di kamar! Cepat!"

​Sophie berlari masuk, sementara Achell mencoba melonggarkan kancing kemeja Victor agar pria itu bisa bernapas lebih lega. Saat jemari Achell menyentuh kulit dada Victor yang hangat dan kokoh, ia merasakan jantung pria itu berdegup sangat kencang di bawah telapak tangannya.

​"Bernapaslah perlahan, Victor. Ikuti instruksiku," ucap Achell lembut, suaranya kembali ke mode dokter yang profesional.

​Victor menatap wajah Achell yang begitu dekat dengannya. Aroma lili dari rambut curly Achell merasuki indranya, membuat rasa sakit di dadanya terasa... sedikit manis. Ia memejamkan mata, menikmati sentuhan tangan Achell di dadanya—sesuatu yang sudah lima tahun tidak ia rasakan.

​"Maaf..." bisik Victor parau di tengah napasnya yang berat. "Maaf merepotkanmu... Dokter."

​Sophie datang membawa tas medis. Achell dengan sigap mengeluarkan stetoskop dan menempelkannya ke dada bidang Victor. Ia mendengarkan dengan seksama. Detak jantungnya memang tidak normal, namun ada sesuatu yang aneh. Achell menyipitkan mata. Sebagai dokter bedah saraf yang juga paham dasar kardiologi, ia mulai merasakan ada yang tidak beres.

​Tekanan darahnya tinggi, detak jantungnya cepat, tapi... apakah ini benar-benar serangan jantung?

​Achell menatap mata Victor. Pria itu sedikit meringis saat Achell menekan bagian ulu hatinya.

​"Julian, bantu aku membawanya masuk ke unitnya. Dia butuh tempat tidur," perintah Achell.

​Dengan susah payah, Julian yang bertubuh atletis namun kalah jauh dari ukuran Victor (190 cm) harus membahu pria itu. Victor merangkul bahu Julian, namun sebagian besar berat tubuhnya sengaja ia tumpukan pada Achell yang memegang sisi pinggangnya. Achell bisa merasakan otot perut Victor yang keras bersentuhan dengan lengannya.

​Begitu sampai di kamar utama unit Victor yang masih minimalis, mereka membaringkan tubuh raksasa itu di atas ranjang king size.

​"Kalian berdua keluarlah," ucap Achell pada Sophie dan Julian. "Aku harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Julian, siapkan mobil kalau-kalau aku harus membawanya ke rumah sakit."

​"Tapi Achell"

​"Keluar, Julian. Ini perintah medis."

​Setelah kedua sahabatnya keluar dengan wajah tidak puas, kamar itu menjadi sangat sunyi. Achell berdiri di samping ranjang, menatap Victor yang masih menutup mata dengan napas yang mulai teratur.

​Achell melipat tangan di dada. "Buka matamu, Tuan Edward. Aku tahu kau tidak sedang terkena serangan jantung."

​Seketika, mata abu-abu Victor terbuka. Warna pucat di wajahnya perlahan menghilang, digantikan oleh senyum miring yang tipis dan maskulin. Ia duduk perlahan di atas ranjang, menyandarkan punggungnya pada headboard dengan santai.

​"Bagaimana kau tahu?" tanya Victor, suaranya kembali berat dan berwibawa, tidak ada lagi nada tersengal.

​"Kau lupa siapa aku? Aku lulusan terbaik Zurich," sahut Achell dingin. "Kau memang berkeringat dan pucat, tapi itu karena kau sepertinya sengaja meminum sesuatu yang memicu detak jantungmu—mungkin dosis kafein yang berlebihan atau suplemen tertentu. Dan aktingmu soal nyeri dada tadi... sedikit terlalu dramatis."

​Victor terkekeh rendah. Tawa itu terdengar sangat jantan di ruangan yang sunyi. "Aku hanya ingin kau masuk ke sini, Achell. Aku ingin kau menyentuhku lagi, meskipun hanya sebagai dokter."

​"Kau gila! Kau mempertaruhkan kesehatanmu hanya untuk ini?!" bentak Achell. "Kau tahu betapa paniknya aku tadi?!"

​Victor tiba-tiba meraih tangan Achell dengan gerakan cepat, menarik wanita itu hingga terduduk di tepi ranjang, tepat di hadapannya. Jarak mereka kini hanya tersisa beberapa sentimeter.

​"Kau panik?" bisik Victor. Matanya mengunci mata cokelat Achell. "Itu artinya kau masih peduli, Gabriella. Kau tidak sedingin yang kau tunjukkan di lorong rumah sakit kemarin."

​Achell mencoba menarik tangannya, namun genggaman Victor sekuat baja. "Lepaskan, Victor! Ini pelecehan terhadap tenaga medis!"

​"Laporkan saja aku," tantang Victor. Ia membawa tangan Achell ke pipinya yang sedikit kasar karena berewok. "Aku merindukanmu sampai rasanya jantungku benar-benar ingin berhenti berdetak setiap kali kau memalingkan wajah. Jika aku harus berpura-pura mati agar kau menoleh padaku, maka aku akan melakukannya setiap hari."

​Achell tertegun. Ia melihat kerapuhan yang nyata di balik sosok Victor yang makin gagah dan dominan ini. Pria ini telah menjadi monster, benar seperti kata Jake monster yang rela menghancurkan dirinya sendiri demi mendapatkan perhatian dari mangsanya.

​"Kau tidak akan mendapatkan apa pun dengan cara seperti ini," ucap Achell dengan suara bergetar.

​"Aku sudah mendapatkan sesuatu," balas Victor. Ia mencium telapak tangan Achell dengan lembut, sebuah sentuhan yang membuat bulu kuduk Achell meremang. "Aku mendapatkan waktumu selama sepuluh menit di kamar ini. Tanpa Julian, tanpa Sophie, tanpa Liam."

​Achell segera berdiri dan menyambar tas medisnya. "Istirahatlah, Tuan Edward. Dan berhentilah meminum stimulan jantung. Jika kau benar-benar mati, aku tidak akan menangis. Aku hanya akan menulis laporan kematianmu dengan tinta hitam paling pekat."

​Achell berjalan keluar dengan langkah cepat, jantungnya sendiri kini berdegup jauh lebih kencang daripada jantung Victor tadi. Di dalam kamar, Victor menatap telapak tangannya sendiri, tersenyum puas.

​"Laporan kematian, ya?" gumam Victor. "Setidaknya namaku akan tertulis di kertas yang kau pegang, Achell. Itu sudah cukup untuk hari ini."

1
shabiru Al
akhirnya ngaku juga achell cinta sama victor
shabiru Al
sama sama keras kepala angkuh dan berego tinggi,,, kapan bisa bersama keburu victornya makin tua 🤭
shabiru Al
eleehhh sanksi saja terus,, dan akan berubah sesuai keadaan.. klo begini kapan selesainya....
shabiru Al
siapa marco,, kenapa begitu detail tahu kisah victor dan achell ?
panjul man09
/Cry//Cry//Cry//Cry/
Hanja
🤍🫶🏻
panjul man09
author memang 👍 diawal ,pemeran victor kami benci, tapi saat ini victor bisa menarik simpatik dan dukungan untuk mendapatkan achell 😄
christian Defit Karamoy
mantap thor👍
panjul man09
sosok victor yg dulu dan yg sekarang sangat kontras
panjul man09
untuk bisa sepenuhnya lepas dari victor ,achell harus menikah dgn orang lain .
panjul man09
untuk laki2 usia 32 bukan tua tapi matang , kenapa di cerita ini victor selalu disebut tua.
Anny
jgn kau hukum Victor begitu keras Gabriel aku merasa kau terlalu kejam dan tidak punya hati untuk seukuran perempuan yg pernah mencintai dan memujanya dahulu
Anny
Menurut aku yaa disini tg paling tersiksa adalah Victor karena kesalahan dia yg tidak terlalu berat dimasa lalu harus menerima hukuman yg berkali kali lipat GK adil bgt bagi dia
panjul man09
di awal cerita disebut usia victor 25 dan memasukkan achel ke asrama selama 3 tahun ,saat achel lulus usia victor 28 ditambah achel kuliah 4 tahun berarti usia victor sudah 32 tahun ,iya kan thor ???
panjul man09
sangat puitis dan/Cry//Cry//Cry//Cry/
panjul man09
alur ceritanya sangat menarik ,terlihat sangat berbeda dari novel2 yg lain , sangat menyentuh hati , ada pelajaran yg bisa diambil , tata bahasanya sangat bagus ,saat membaca novel ini seolah olah kita menonton film barat romance di layar tv .
panjul man09
hanyut terbawa cerita ....lanjut
panjul man09
semoga achell mau membuka hatinya
shabiru Al
semangat up nya ya thor,, ntar senin ta kasih vote.. besok ta kasih bunga sampe abis tuh poin 😄🤭
panjul man09
jangan pernah mengingatnya lagi achell !!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!