kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
" bang pocong tadi ketuk pintunya pake apa ? keras banget ketuk pintunya " tanya Azam
Azam menanyakan keheranannya karena di bilang Ayahnya pocong gak bisa ketuk pintu karena gak ada tangannya.
orang tua Azam dan juga Rahma yang mendengar pertanyaan Azam juga penasaran.
" hehehe,,tadi itu aku pake kepalaku buat ketuk pintunya, maaf ya agak kekencangan tadi ketuk pintunya " jawab pocong cengengesan
" hahahah,,,pake kepala rupanya, iya juga ya bang pocong " ketawa Azam
orang tua Azam dan Rahma jadi kaget ternyata pocong gedor pintu pake kepalanya pantesan aja keras banget ketuk pintunya.
mereka akhirnya tidak penasaran lagi karena terjawab sudah kenapa pocong bisa ketuk pintu.
" oh iya bang pocong tadi mau minta tolong apa " ucap Azam
" aku mau minta tolong buat lepasin ikatan kepalaku yang belum sempat di lepaskan dek " kata Pocong
ternyata selama ini pocong yang berkeliaran bukan untuk meneror apa lagi untuk menganggu para warga.
si pocong cuma mau minta tolong untuk melepaskan ikatannya yang belum di lepas.
" oww begitu ya, bentar ya bang pocong Azam panggilin dulu Ayah azam " ucap Azam
Azam lalu menghampiri ayahnya dan mau minta bantuan ayahnya. " ayah bantuin Azam ya, Ayah gendong Azam buat lepasin tali bang pocong itu "
" aduhh zam, jangan sama Ayah, ayah takut zam " kata Fathir ngeri
sang Ayah ketakutan karena anaknya minta bantuannya. kalau di bantu otomatis Ayahnya pasti dekat banget sama pocongnya. dari jauh aja serem apa lagi dari dekat apa gak tumbang Pak Fathir.
" bantuin aja kenapa yah, kan si Azam yang lepasin bukan Ayah. anaknya aja gak takut kok malah Ayahnya yang takut " omel Ibu Wati
" bukan gitu bu, Ayah juga punya rasa takut, liat aja itu pocongnya serem banget bu " kata Fathir dengan bergetar tubuhnya
Ibu Wati kesal melihat suaminya yang penakut. karena anaknya saja tidak takut.
" ayok Yah kasian bang pocongnya, kita bantuin yok Yah " desak Azam
" i...iya nak, ayah bantu kamu " walaupun takut demi anaknya Pak Fathir mau bantu.
pak fathir kemudian mengendong Azam dan mendekati pocong tersebut.
setelah mendekat Pak Fathir gemetaran karena melihat wajah pocong dari dekat. itu adalah pengalaman Pak Fathir seumur hidupnya.
" maaf ya pak ngerepotin bapak " ucap pocong itu
" i...iya gak apa apa " jawab Pak Fathir dengan gemetar ketakutan
Azam langsung meraih pucuk ikatan kepala pocong tersebut dan melepaskan ikatannya. ikatan kini terlepas dan pocong itu jadi senang karena sudah lepas ikatan di kepalanya.
" terima kasih ya dek udah bantu lepasin ikatan tali aku, terimakasih banyak pak udah mau bantu, saya pamit pergi " ucap Pocong
" iya sama sama bang pocong, jangan berkeliaran lagi ya bang kasihan orang orang kampung " kata Azam
" i...iya sama sama " tergagap Fathir
pocong itu menganggukan kepalanya lalu perlahan lahan mengilang.
akhirnya semuanya selesai, Pak Fathir menghela napas lega sama dengan halnya Ibu Wati dan Rahma.
pintu di tutup kembali lalu Pak Fathir dan Azam kembali ke ruang keluarga.
" alhamdulillah, kalian gak apa apa kan ? " tanya Ibu Wati
" alhamdulillah bu, ayah gak apa apa cuma lemas aja dekat sama pocong " kata Fathir
" Azam gak apa apa bu, bang pocong juga gak jahat cuma minta bantu aja " timpal Azam
" walaupun serem tapi pocong itu ramah juga ya, Rahma baru ini liat hantu dengan jelas begitu " ucap Rahma
" iya rahma, aku juga gak nyangka dengan kejadian ini. kek liat film horor secara nyata " kata Wati
" ya udah ayok kita tidur istirahat, Ayah udah capek nahan gemetaran tadi " ucap Fathir
mereka kemudian kembali ke kamar dan beristirahat.
di rumah Pak Kades sudah kumpul dengan para warga. mereka membahas untuk pengusiran pocong tersebut.
" apakah dari kalian ada yang punya ide atau saran untuk masalah ini ? " tanya Pak Kades
para warga tidak ada yang punya saran ataupun ide. mereka tidak punya kenalan atau masalah hal ghaib seperti ini.
Pak Agil yang ikut berkumpul memberi saran kepada Pak Kades.
" Pak Kades saya ada saran untuk masalah ini " sahut Pak Agil
sontak mereka melihat Pak Agil yang menyuarakan ada saran.
" Pak Agil silahkan kalau ada saran agar para warga bisa mendengar saran dari Pak Agil " ucap Pak Kades
" saya menyarankan untuk meminta bantuan sama anaknya Pak Fathir " kata Pak Agil
para warga yang mendengar langsung riuh mendengar saran dari Pak Agil.
" Pak Agil, apa mungkin anaknya Pak Fathir bisa membantu ? sedangkan Ki Ambar aja langsung pingsan " ucap salah satu warga
" apa kalian tidak ingat dengan kejadian anak saya yang kerasukan ? berkat anaknya Pak Fathir anak saya tidak kerasukan lagi " jelas Pak Agil
para warga sontak kaget, mereka juga ingat dengan kejadian itu. mereka ingat bahwa yang menyembuhkan anaknya Pak Agil adalah Azam anaknya Pak Fathir.
" iya Pak Kades kami juga lihat kejadian anaknya Pak Agil, kami setuju dengan saran dari pak agil " ucap para warga yang setuju
" baik lah kalau seperti itu, saya dan juga Pak Agil akan menemui Pak Fathir untuk meminta bantuan anaknya " ucap pak kades
pak kades, pak agil dan beberapa warga lalu pergi menuju kerumah Pak Fathir.
Pak Fathir yang ada di rumah sudah siap untuk berangkat kerja. saat keluar dia kaget melihat Pak Kades dan warga lainnya datang kerumahnya.
" Assalamualaikum Pak Fathir ! apa boleh kami ganggu waktunya sebentar ada hal yang ingin kami bicarakan " ucap Pak Kades
" Walaikumsalam, ohhh boleh Pak Kades silahkan masuk " kata Fathir
Pak kades, Pak Agil dan beberapa warga masuk kerumah. untuk yang lainnya menunggu di luar.
Ibu Wati yang di dalam rumah kaget melihat ada Pak Kades dengan warga lainnya datang kerumahnya.
" ehh ada Pak Kades, sebentar saya buatkan minuman dulu " ucap Wati
" ahh tidak usah repot repot bu kami hanya mau bicara sebentar saja " kata Pak Kades
Pak Fathir dan Ibu Wati kemudian duduk bersama dengan Pak Kades dan juga dengan yang lainnya.
" begini pak kami kemari mau minta bantuan sama anak Pak Fathir untuk membantu kampung kita " ucap Pak Kades
" mau minta bantuan apa pak dengan anak saya Azam " kata Fathir penasaran
" jadi kami mau meminta bantuan Azam untuk mengusir pocong yang meneror kampung kita, kata Pak Agil anak bapak bisa dengan hal hal yang seperti ini " jelas Pak Kades
mendengar minta bantuan Pak Kades, Pak Fathir dan Ibu Wati saling berpandangan.
" ohh jadi seperti itu Pak Kades, begini Pak Kades sebenarnya untuk masalah pocong yang meneror kampung kita sudah selesai semalam " ucap Fathir
Pak Kades, Pak Agil dan juga warga lainnya terkejut mendengar Pak Fathir yang bilang sudah selesai.
" maksudnya bagaimana Pak Fathir ? saya belum paham apa maksud perkataan Pak Fathir " bingung Pak Kades
" jadi semalam pocong itu datang kerumah kami dan Azam yang membantu pocong tersebut " jelas Fathir
Pak Fathir kemudian menceritakan seluruh kejadian tersebut kepada Pak Kades dan warga lainnya dengan detail.