NovelToon NovelToon
CINTA TAK KENAL USIA

CINTA TAK KENAL USIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Karena orang tua serta para keluarga selalu mendesak untuk menikah. Akhirnya Adelia Aurellia nekat menikahi seorang anak magang yang jarak usianya sepuluh tahun dibawahnya. Hal itu malah membuat orang tua Aurel menjadi murka. Pasalnya orang tua sang supir yang bernama Adam Ashraf adalah seorang pengkhianat bagi keluarganya Aurel.

Padahal itu hanya fitnah, yang ingin merenggangkan persahabatan antara Ayahnya Aurel dan juga Ayahnya Adam. Makanya Adam sengaja bekerja pada mereka, karena ingin memulihkan nama baik sang Ayah. Dan karena tujuan itu, ia pun langsung menerima tawaran dari Aurel, untuk menikahinya.

Akankah, Adam berhasil membersihkan nama baik sang Ayah? Dan Akankah mereka mendapatkan restu dari keluarga Aurel? Yuk ikuti karya Ramanda, jangan lupa berikan dukungannya juga ya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BADAI DATANG KEMBALI.

Malam merangkak naik, namun ruang kerja di rumah baru keluarga Bramasta masih terang benderang. Adam duduk mematung di depan laptopnya, menatap grafik saham A-Games yang meluncur turun seperti air terjun merah. Di sampingnya, Ansel berdiri dengan tangan bersedekap. Tidak ada lagi rengekan manja atau wajah konyol. Tatapan mata Ansel berubah menjadi tajam dan dingin, sisi seorang Direktur Operasional yang sesungguhnya akhirnya muncul.

"Ini bukan sekadar peretasan biasa, Adam," ujar Ansel dengan nada berat. "Mereka menggunakan backdoor yang sudah ditanam bertahun-tahun. Ini adalah bom waktu yang memang disiapkan untuk meledak tepat saat kita sedang berada di titik paling bahagia."

Adam mengangguk, ia memijat pelipisnya. "Rian bilang ada pengkhianat di level eksekutif Surabaya. Aku harus ke sana sekarang juga."

"Pergilah," sahut Ansel mantap. "Selesaikan masalah ini sampai ke akarnya. Soal rumah, Mbak Arumi, Mama, dan terutama Kak Adel... serahkan padaku."

Adam mendongak, menatap adik iparnya dengan sedikit terkejut. "Kau yakin, Ansel? Musuh kali ini tidak menggunakan anjing untuk menakutimu, mereka menggunakan peluru dan konspirasi."

Ansel menyeringai tipis, sebuah seringai yang menunjukkan kedewasaan yang jarang ia perlihatkan. "Kau lupa kalau aku ini anak tunggal keluarga Syaputra selama sepuluh tahun sebelum kau datang? Aku sudah menyiagakan dua puluh personel keamanan bersertifikat untuk menjaga kompleks ini. Rumah Mama dan rumah ini akan aku buat seketat penjara bagi orang asing. Tidak akan ada yang bisa masuk tanpa izin dariku." katanya dengan wajah tampak serius.

Adam menjadi sedikit tenang setelah mendengar perkataan Ansel. "Oke, kalau gitu Aku serahkan semuanya padamu. Dan pastikan semuanya Aman," katanya sambil menepuk pundak Ansel.

Ansel langsung berdiri tegap dan memberikan hormat bak tentara."Siap Pak Bos. Laksanakan!"

Setelah itu Adam melangkah masuk ke kamar utama dengan gerakan sepelan mungkin. Ia melihat Aurel yang sedang tertidur lelap dengan posisi miring, tangannya mendekap perut yang masih rata. Hati Adam terasa tersayat; ia baru saja ingin memberikan ketenangan, namun badai kembali memanggilnya.

Aurel terbangun saat merasakan kecupan lembut di keningnya. "Adam? Kau belum tidur?"

Adam duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan istrinya. "Maaf membangunkanmu, Sayang. Ada masalah mendesak di kantor Surabaya. Data audit IPO kita sedikit berantakan karena kesalahan sistem. Aku harus berangkat subuh ini untuk menyelesaikannya."

Aurel mengerutkan kening, mencoba mengumpulkan kesadarannya. "Kenapa harus sekarang? Apa tidak bisa Rian yang urus?"

"Rian kewalahan, Adel. Aku harus turun tangan agar investor tidak panik. Ini hanya soal penyesuaian teknis yang tertunda selama kita di Maldives kemarin," jawab Adam dengan senyum yang dipaksakan. Ia terpaksa berbohong agar tidak membebani pikiran Aurel yang sedang hamil.

Aurel menghela napas panjang, ia bangkit dan memeluk suaminya. "Pergilah jika itu memang penting. Tapi janji, jangan telat makan dan segera pulang. Aku dan bayi kita menunggumu."

"Aku janji. Ansel dan timnya akan menjaga kalian di sini. Jangan keluar rumah sendirian, ya?" pinta Adam.

"Iya, Pak CEO. Hati-hati di jalan," bisik Aurel sebelum akhirnya kembali terlelap karena pengaruh hormon kehamilan yang membuatnya cepat lelah.

Perburuan di Kota Pahlawan

Begitu mendarat di Surabaya, Adam tidak langsung menuju kantor. Ia menemui Rian di sebuah lokasi rahasia, sebuah kafe kecil di pinggiran kota. Rian tampak kacau, matanya merah karena tidak tidur.

"Siapa dia, Rian?" tanya Adam tanpa basa-basi.

Rian menyodorkan sebuah tablet. "Kepala Keamanan IT kita, Baskara. Dia yang memegang kunci enkripsi level tinggi. Ternyata, dia adalah sepupu jauh dari istri mendiang Subandi. Dia dijanjikan posisi tinggi jika A-Games hancur dan asetnya diambil alih oleh pihak ketiga."

Adam menggeram. "Di mana dia sekarang?"

"Dia mencoba melarikan diri lewat pelabuhan Tanjung Perak. Dia membawa hard drive fisik yang berisi data mentah keuangan kita. Jika itu sampai ke tangan kompetitor, kita tamat."

"Siapkan tim elit kita! Malam ini juga kita harus menangkapnya," titah Adam terdengar tegas.

Rian langsung menghubungi tim mereka. Pengejaran pun terjadi. Adam bersama tim elitnya mencegat mobil Baskara tepat sebelum memasuki gerbang pelabuhan. Dengan taktik penjepitan yang sempurna, mobil Baskara terhenti. Adam keluar dari mobil dengan aura yang mematikan.

"Baskara! Keluar!" bentak Adam.

Pria itu keluar dengan tangan gemetar, memeluk sebuah tas hitam. "Pak Adam, tolong... aku dipaksa! Mereka mengancam keluargaku!"

"Kau mengkhianati perusahaan yang memberimu makan demi orang-orang yang sudah membusuk di penjara!" Adam merebut tas itu dengan kasar. "Bawa dia ke pihak berwajib. Pastikan dia tidak punya kesempatan untuk bicara dengan siapa pun kecuali pengacaraku."

"Siap Bos,"

Baskara pun dibawa pergi. Sedangkan Adam dan Rian langsung menunju keperusahannya. Selama dua belas jam berikutnya, Adam bekerja nonstop di server utama. Dengan keahlian pemrogramannya yang jenius, ia menutup semua celah keamanan dan meluncurkan serangan balik ke situs-situs yang menyebarkan rumor palsu. Ia juga mengirimkan siaran pers resmi yang meluruskan segala simpang siur data.

Menjelang sore, grafik saham A-Games mulai stabil, bahkan perlahan merangkak naik karena investor melihat betapa cepat dan tangguhnya manajemen menangani krisis.

"Masalah selesai, Bos. Peretasan berhenti total, dan semua data sudah kembali ke brankas digital kita," lapor Rian dengan lega.

Adam menyandarkan punggungnya di kursi kerja. Ia menatap layar monitor yang kini sudah berwarna hijau kembali. Beban di bahunya seolah terangkat. Hutang darah yang dimaksud ternyata hanyalah gertakan dari pengikut setia Subandi yang ingin mengacaukan stabilitas mentalnya.

Setelah kekacauan telah teratasi, Ia segera menghubungi Ansel melalui panggilan video.

"Situasi aman, Ansel. Bagaimana di Jakarta?" tanya Adam.

Ansel muncul di layar dengan kacamata hitam, berdiri di depan pintu rumah Bramasta dengan gaya ala agen rahasia. "Aman terkendali, Jenderal! Tidak ada lalat pun yang berani masuk tanpa KTP. Kak Aurel sedang makan mangga muda di taman dengan Mbak Arumi. Mereka terlihat sangat bahagia. Kau bisa pulang dengan tenang sekarang."

Adam tersenyum tulus. "Terima kasih, Ansel. Kau benar-benar bisa diandalkan."

"Tentu saja! Tapi jangan lupa, sepulangnya kau nanti, aku minta komisi satu unit motor trail terbaru ya? Untuk patroli kompleks!" canda Ansel yang kembali ke sifat tengilnya.

Adam tertawa. "Akan kupikirkan. Sampai jumpa besok pagi."

Sambil mematikan ponselnya, Adam menatap langit Surabaya yang mulai senja. Semua duri dalam daging perusahaannya sudah dicabut. Sekarang, tidak ada lagi penghalang. Ia akan pulang ke Jakarta, meninggalkan semua intrik dan bahaya, untuk fokus pada Aurel dan calon buah hati mereka. Badai besar telah berlalu, dan kini saatnya menyambut mentari yang hangat.

1
Sheila Aquariana
lanjut thoorrr
tiara
Dasar Ansel cari perhatian malah dicuekin kasian dah
tiara
dengan bersatunya beberapa orang akan kuat dalam menghadapi tantangan walaupun berat pasti ada cara untuk menyelesaikanya.
tiara
ya itu keputusan yang sangat baik, jadi kalian bisa bejerja sambil menjaga keamanan dan kenyamanan keluarga besar dan dua perusahaan sekaligus
tiara
berbahagialah dan saling menguatkan walau apapun yang terjadi,karens esok mungkin akan lebih menguras kesabaran kalian
Uba Muhammad Al-varo
ayo Adam lawan mereka buat mereka kalah dan menyesal telah menyerangmu💪💪💪💪
tiara
lanjuut thor semangat upnya sehat selalu
tiara
semangat Adam selalu kompak dengan sahabat dan keluarga dalam menghadapi berbagai cobaan yang silih berganti
Nifatul Masruro Hikari Masaru
semangat authornya
tiara
Akhirnya semuanya menemukan kebahagian dan mereka bertambah kuat karena selalu bersama dalam segala hal
tiara
ada apakah dengan Ansel,
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh masalahnya gak kelar2
Uba Muhammad Al-varo
inilah waktunya Rian sadar dan sembuh kembali
tiara
Akhirnya semua ujian dapat dilalui adam, dan Rian pun sudah bangun dari koma
tiara
ayo Rian semangat untuk sembuh bantu Adam dan bahagiakan ibu dan adikmu
Nifatul Masruro Hikari Masaru
semangat untuk sembuh rian
♛⃟⭕
Bapak nya Lily ga di selamatkan dlu yaaa....??🤔
Nindya Sukma
menegangkan dan seru
Uba Muhammad Al-varo
Rian.......ibumu sudah datang menemuimu, sekarang buka mata kamu sambut ibumu dengan pelukan hangat mu
tiara
bangun Rian ibumu datang, jangan pernah menyerah mereka menunggu kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!