NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman Nyata

​Zavian menatap tumpukan berkas di depannya, namun pikirannya melayang jauh. Di hadapannya, Azlan duduk menanti keputusan.

​"Apa poin modal bahan baku tidak bisa dibuat lebih minimal?" tanya Zavian sambil mengetukkan jarinya ke meja.

​Azlan menggeleng pelan. "Itu kita menggunakan kualitas menengah, Kak. Bisa dibuat lebih kecil lagi, tetapi kualitas juga akan menyesuaikan. Budget ini memang realistis, tidak berlebihan dan sesuai dengan harga pasar. Tapi dalam lelang proyek kali ini, dengan pengajuan dana seperti ini tidak akan diterima. Pasti banyak perusahaan lain yang budgetnya lebih rendah, bahkan jauh di bawah harga pasaran."

​"Tapi perusahaan kita tidak muluk-muluk dengan pengajuan dana seperti itu, kita juga tidak mengambil untung banyak," sanggah Zavian.

​"Tapi yang namanya bisnis, mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, Kak. Perusahaan pasti akan mencari rekanan yang bisa membuat budget minimal dengan hasil maksimal," balas Azlan logis.

​Zavian menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis. "Sudahlah Kak, kita ajukan saja sesuai budget. Ada harga, ada kualitas. Perusahaan Hersa sudah lama terjebak di dunia bisnis dengan sangat menjaga kualitas. Jangan sampai hanya mengejar keuntungan sedikit tetapi merusak citra perusahaan yang telah Papa bangun dengan susah payah."

​"Iya, kamu benar juga," Zavian membubuhkan tanda tangannya di lembar pengesahan. "Ini Kakak ACC. Kamu tinggal buat power point-nya, buat konten semenarik mungkin. Kita tonjolkan apa yang menjadi kelebihan perusahaan kita. Kualitas adalah jati diri Hersa."

​Setelah Azlan keluar, Zavian merebahkan punggungnya di kursi kerja. Kepalanya berdenyut. Ia meraih sebuah pigura foto di sudut meja, foto saat pertunangan Nalea dan Kayzo. Di sana ada Grace. Itu pertama kalinya Zavian melihat wajah natural Grace, anggun, manis dengan sanggul sederhana dan kebaya modern. Meski awalnya Grace ogah-ogahan karena merasa itu bukan dunianya, Nalea berhasil membujuknya.

​"Apa kamu merasa senang sekarang, Grace? Bisa bebas melakukan apa pun di luar sana," gumam Zavian pelan. Ia mengusap kaca pigura itu. "Entah apa yang tengah kamu lakukan, Abang hanya berharap kamu bisa menjaga diri. Tunggu Abang menjadi kuat dan pantas untuk menjadi pelindungmu."

​Lamunan itu pecah saat ponselnya bergetar hebat. Sebuah nomor tak dikenal, namun Zavian tahu siapa itu.

​"Boss, Nona Nalea terlihat keluar rumah dengan terburu-buru," lapor suara di seberang telepon.

​Zavian langsung tegak. "Kayzo yang menjemputnya?"

​"Tidak Boss, pergi dengan motor kesayangannya. Kecepatannya di atas rata-rata."

​"Ikuti ke mana Nalea pergi. Jika ada hal yang mencurigakan, segera hubungi aku kembali," perintah Zavian tegas.

​Dua puluh menit berlalu seperti berjam-jam. Ponsel itu berbunyi lagi.

​"Boss, Nona Nalea mendatangi sebuah rumah sakit besar. Ada Kayzo yang sudah menunggu di lobi. Wajah mereka tampak sangat cemas. Apa ada anggota keluarga Anda yang sakit?"

​Dahi Zavian berkerut. Papa dan Mama baik-baik saja tadi pagi. "Ikuti saja diam-diam. Jangan sampai ketahuan, apalagi ada Kayzo di dekat Nalea. Instingnya sangat peka, dia mantan intelijen lapangan. Setiap ada informasi sekecil apa pun, beritahu aku."

​Zavian menutup telepon. Rasa cemas mulai merayap di dadanya. Rumah sakit? Untuk apa Nalea ke sana dengan terburu-buru?

​Koridor Rumah Sakit – Depan Ruang Perawatan Grace

​Suara langkah sepatu boots Nalea bergema di koridor yang sunyi, diikuti oleh Kayzo yang berusaha mengimbangi langkah cepat tunangannya. Di depan kamar VIP, Miller masih berdiri tegak, meski matanya menunjukkan kelelahan yang luar biasa.

​"Di mana dia?!" Nalea berseru tanpa basa-basi begitu melihat Miller.

​"Nalea, tenanglah," Kayzo memegang bahu Nalea, namun gadis itu menepisnya.

​"Miller! Katakan padaku apa yang terjadi pada Grace! Kenapa dia bisa masuk rumah sakit dengan status 'perawatan intensif'?" Nalea menatap Miller dengan mata yang berkaca-kaca sekaligus marah.

​Miller menghela napas, ia melirik pintu kamar Grace yang tertutup. "Dia mengalami infeksi pada lukanya, Madam Nalea. Dan... ada tekanan mental yang hebat."

​"Tekanan mental? Apa maksudmu?" Nalea melangkah maju, memojokkan Miller ke dinding. "Jangan berputar-putar. Apa yang dilakukan Andreas padanya? Aku tahu Grace, dia tidak akan ambruk hanya karena luka ringan. Dia petarung!"

​Miller terdiam sejenak, wajahnya mengeras. "Tuan Muda Andreas... semalam dia sedang tidak dalam keadaan sadar sepenuhnya. Dia melampaui batas. Dia mencoba melakukan sesuatu yang sangat buruk pada Grace."

​PLAK!

​Satu tamparan keras mendarat di pipi Miller. Bukan karena Miller yang bersalah, tapi karena Nalea tidak tahu harus meluapkan kemarahan ini kepada siapa lagi.

​"Dan kamu diam saja?!" teriak Nalea. "Kamu asistennya! Kamu tahu Grace itu sahabatku, kamu tahu dia dikirim ke sana untuk bekerja, bukan untuk dilecehkan!"

​"Nalea, cukup," Kayzo menarik Nalea ke dalam pelukannya. Kayzo menatap Miller dengan tatapan dingin yang mengancam. "Jelaskan semuanya, Miller. Sebelum aku sendiri yang menyeret Andreas ke kantor polisi."

​Miller mengusap pipinya yang panas. "Aku yang menyelamatkannya semalam. Aku membawanya ke sini. Aku sangat menyesal, Nalea. Aku gagal menjaga keseimbangan di rumah itu."

​"Aku kecewa, Miller. Sangat kecewa," suara Nalea bergetar. "Grace diperlakukan seperti sampah di sana. Dia luka karena hukuman nyonya besar dan... dan hukuman itu sebenarnya tidak pantas untuk Grace. Tapi aku masih mentolerirnya. Sekarang aku mendapatkan kabar jika Grace dilecehkan oleh tuan muda brandal itu? Ini gila! Aku minta kompensasi. Aku minta kontrak Grace dihentikan sekarang juga! Kirim orang lain untuk menjaga Andreas, jangan Grace!"

​"Aku tidak punya wewenang untuk itu, Madam Nalea," jawab Miller lemah. "Semua keputusan ada di tangan Andreas. Dia yang memegang kontrak eksklusif Grace."

​"Keputusan di tangan Andreas? Setelah apa yang dia lakukan?" Nalea tertawa sinis. "Kalau begitu, katakan pada bosmu yang brengsek itu. Jika dia tidak melepaskan Grace secara baik-baik, jangan salahkan aku jika Tuan Besar Hadi. Dan kalian tahu sendiri, jika Tuan Besar Hadi sudah turun tangan, bukan hanya kontrak yang akan hancur, tapi kebebasan satu-satunya pewaris keluarga utama Hadi akan hilang!"

​"Nalea, jangan bawa-bawa Tuan Besar dulu," Kayzo memperingatkan.

​"Kenapa tidak?!" Nalea menoleh pada Kayzo. "Baru kali ini aku mendapatkan pekerjaan yang seperti memungut sampah seperti ini! Jangan karena klien membayar mahal, lalu mereka bisa memperlakukan kita dengan sangat rendah. Tidak! Hutang kehormatan ini aku tagih!"

​Miller tertunduk. Ia tahu Nalea benar. Badai besar sedang menuju ke arah mereka, dan Andreas masih terlalu angkuh untuk menyadarinya. Di dalam kamar, dalam tidurnya yang gelisah, Grace merintih pelan, memanggil sebuah nama yang membuatnya merasa aman.

​"Abang... tolong..."

​Suara rintihan itu terdengar sampai ke luar pintu, membuat pertahanan Nalea runtuh. Ia jatuh terduduk di lantai, menangis sejadi-jadinya, sementara Kayzo hanya bisa menatap pintu itu dengan kepalan tangan yang memutih.

1
Valencia
Nah ksn grace jadi gak sadar lagi, ini semua gara2 ksmu andreas, lagian sakit hazi sama cewek kok mabuk2an
Valencia
Aduh Andreas main sosor aja, gimana kalau sampai Zavian tau grace di cium coeok lain🙈
Valencia
Astaga Andreas sampai segitunya mau merubah penampilan grace, sampai manggil penata rias sehals🤣
Valencia
Wahh Zavian keren gak sia2 mengjilang dan belajar bels diri di swis
Valencia
syukurlah Zaviang datang tepat waktu dan busa membantu grace melawan tikus2 got itu, semoga aja zavian terus menjadi pelindung
Valencia
Wahh untung ada grace coba gak bakal ketipu tuh si Andreas, pasti andreas tambah kagum sama Grace
Valencia
wahh ternyata yang jadi pembunuh bayaran paman nya andreas adalah penerus lyus, jadi lenasaran apakah mereka akan berhasil menghabisi Andreas
Valencia
Grace benar2 hebat bisa mengwtahui niat musuh, dan untungnya cuma grace cuma luka lecet
Valencia
wkwk ngakak kasihan Andreas udah cerita banyak tapi grace tetap pads pendiriannya tetap dingin dan gak kepo sama urusannya si tuan muda🤣
Valencia
Wahh ada saingan Zavian nih,jadi penasaran gimana kalai Zavian lihat andreas bersama grace
Valencia
wajar sih kalau Grace takut secara biasanya Zavian ngomel2 mulu kek mak2, ini tiba2 mellow kan Grace malah takut🤣
Valencia
Bagus lah kalau kamu sadar diri zavian emang itu yang harus kamu lakukan, menjadi pelindung buat grace
Valencia
nah kan akhirnya kamu tau kevenarannya Zavian, percuma kamu nyesel sekarang grace juga belum sadar, makanya jadi cowok itu jangan terlalu posesif dan selalu marah2
Valencia
Zavian ini otaknya udah miring apa gimana sih, di pikirannya mau marah mulu
Valencia
Codet benar2 cari mati dah di kasih tau masih aja ngeyel, kalau udah gini siapa yang mau nolingin
SENJA
menjijikan lu sumpah 😤
SENJA
lu menjijikan soale 😤
SENJA
dih gila lu dasar 😤
SENJA
hadeeeh mabok ga jelas 😤
SENJA
grace udah ada kontrak kerja, lu jangan bikin blackrats juga rusak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!