NovelToon NovelToon
Belenggu Setelah Pernikahan : Terobsesi Kamu Season 2

Belenggu Setelah Pernikahan : Terobsesi Kamu Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Pelakor
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Drezzlle

Terobsesi Kamu Season 2


Demi bakti pada orang tua, Vira merelakan waktunya Jakarta-Bandung merawat sang ayah.

Namun, tanpa disadari, jarak yang ia tempuh justru menciptakan celah lebar di rumah tangganya sendiri. Ia perlahan kehilangan pijakan sebagai pendamping suami dan sosok ibu sambung bagi putri mereka.

Celah itu tak dibiarkan kosong. Hadirnya seorang tutor muda—Cintya yang begitu akrab dengan sang putri membawa badai hasutan yang mengguncang pondasi pernikahannya.

Ketika pengkhianatan mulai membayangi dan kenyamanan rumahnya mulai direbut, Vira tidak membiarkan kebahagiaannya dirampas begitu saja oleh mereka yang berniat menghancurkan.

"Kau terobsesi ingin memiliki suamiku?" Vira menatap tajam wanita muda yang menjadi tutor putrinya.

"Aku akan merebutnya dan menggantikan posisimu secepatnya, Vira," balas Cintya dengan seringai dingin.

Akankah Vira dan William mampu bertahan dalam menjalani pernikahan yang mulai terkoyak karena orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drezzlle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencuri Kesempatan

William memutar tubuh istrinya dengan lembut, lalu mulai memijat kedua pundak Vira yang terasa kaku. "Kau pasti sangat lelah, bukan?" bisiknya pelan.

Ia menyingkap helai rambut Vira ke depan, membiarkan tengkuk istrinya terekspos, lalu mendaratkan kecupan hangat di sana. "Biar aku yang berjaga di rumah sakit malam ini. Kau pulanglah dan istirahat bersama Chika di rumah," tambahnya dengan nada protektif.

Pijatan itu perlahan merelaksasi urat-urat leher Vira yang semula menegang. Namun, William sepertinya tidak hanya ingin memberikan kenyamanan. Kecupan itu berlanjut menjadi isapan lembut, hingga berakhir dengan gigitan kecil yang meninggalkan bekas kemerahan di kulit putih Vira. William menyesap aroma tubuh istrinya dalam-dalam, sebelum akhirnya menarik wanita itu kembali ke dalam dekapannya yang erat.

"Maaf, aku tidak bisa memberikan apa yang kau inginkan malam ini, Sayang," bisik Vira dengan nada penuh penyesalan. Ia bisa merasakan gairah yang mulai terpancar dari suaminya, namun situasi saat ini benar-benar tidak memungkinkan.

"Aku tahu. Aku hanya ingin memelukmu, tidak ada keinginan lain," dusta William. Padahal, sebagai pengantin baru yang masih berada dalam fase candu terhadap sentuhan satu sama lain, ia sangat ingin menjamah tubuh istrinya lebih jauh.

Namun, tubuhnya tidak bisa berbohong. Saat Vira mencoba memberikan ciuman lembut di bibirnya sebagai tanda permintaan maaf, 'reaksi' alami William justru terbangun dengan cepat. Vira tersentak ketika tanpa sengaja bagian tubuhnya bersentuhan dengan ketegangan yang mulai mengeras di balik celana suaminya.

"Sayang, sepertinya setelah kita menikah, ciuman singkatmu saja sudah cukup untuk membuat 'pasukan' di bawah sana bangkit berdiri," ucap William segera, berusaha mencairkan suasana sebelum istrinya merasa terganggu.

"Astaga..." Vira mengeluh pelan, namun sedetik kemudian ia justru mengusap bagian yang menegang itu dengan sengaja selama beberapa saat, menggoda suaminya.

William mengerang pelan dan semakin mengeratkan dekapannya, gemas melihat tingkah nakal istrinya di tengah situasi kalut seperti ini.

"Sudah, kau pulang saja sekarang. Kasihan Chika sendirian di rumah. Biar aku yang menjaga Ibu. Besok pagi baru kau kembali ke rumah sakit," pinta William sekali lagi, mencoba mengalihkan pikirannya dari gairah yang mulai membakar.

Vira akhirnya mengangguk, menyetujui saran suaminya. Ia pun tak ingin putri sambungnya itu merasa asing atau sendirian di rumah orang tuanya, mengingat Chika masih sering merasa canggung berada di lingkungan keluarga Vira.

William menyalakan mesin mobilnya, perlahan meninggalkan area parkir rumah sakit untuk mengantar Vira pulang.

.

.

Keesokan harinya, matahari Bandung menyapa dengan sisa-sisa dingin yang menusuk tulang. Dokter baru saja memberikan laporan medis terbaru bahwa Ibu Aina masih harus menjalani serangkaian tes darah lanjutan. Meski kesadarannya sudah pulih sepenuhnya, tubuh wanita tua itu masih terlalu ringkih untuk dipulangkan, sehingga masih menjalani rawat inap.

Pagi itu, William kembali ke kediaman mertuanya. Ia berniat mengantar Vira kembali ke rumah sakit, sekaligus membawa Chika pulang ke Jakarta. Besok adalah hari sekolah, dan William tidak ingin pendidikan putrinya terganggu.

Tiba di lobi rumah sakit, suasana mendadak menjadi melankolis. Sebelum turun dari mobil, Vira menarik Chika ke dalam pelukannya. Ia mendekap putri sulungnya itu dengan sangat erat. Kecupan lembut mendarat di kening dan pipi Chika.

"Sayang, Mama titip Adik Anggi dulu di rumah ya. Selama Mama di sini menemani Oma sampai pulih, kamu harus jadi kakak yang baik," bisik Vira sembari mencium puncak kepala Chika penuh kasih.

Chika hanya mengangguk pelan. Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya, namun matanya menunjukkan bahwa ia mulai memahami beban yang sedang ibu sambungnya rasakan.

Vira kemudian turun dari mobil didampingi William. Di depan pintu lobi yang ramai, sepasang suami-istri itu berdiri berhadapan, enggan untuk segera berpisah. William menarik pinggang Vira, membawa istrinya ke dalam dekapan hangat.

"Jaga selalu hatimu saat jauh dariku, tunggu aku kembali," ucap Vira lirih. Ia meraih tangan suaminya dan mengecup punggung tangan itu dengan lembut dan lama.

William mengerutkan kening, sebuah senyum tipis tersungging di bibirnya. "Sepertinya aku pernah mendengar kalimat itu ... di mana ya? Kedengarannya sangat familier," candanya.

Vira tertawa kecil, jemarinya mengusap rahang tegas suaminya yang ditumbuhi rambut-rambut halus. "Kau sudah cukup tua, Sayang. Jangan terlalu keras mengingat-ngingat, nanti kepalamu pusing," goda Vira dengan binar jenaka di matanya.

"Astaga..." William berpura-pura kesal, lalu kembali mendekap Vira lebih erat. Sejujurnya, ia merasa berat harus meninggalkan istrinya sendirian.

Perlahan, pelukan itu melonggar hingga akhirnya terlepas sepenuhnya. Vira berbalik, melangkah masuk ke dalam lobi rumah sakit tanpa menoleh lagi.

William tetap terpaku di samping mobil, menatap punggung istrinya sampai benar-benar menghilang di balik kerumunan orang.

Setelah memastikan Vira aman di dalam, William menarik napas dalam-dalam. Ia kembali duduk di kursi kemudi,

menghidupkan mesin BMW merahnya, dan mulai membelah jalanan Bandung menuju Jakarta Utara.

.

.

Mobil BMW merah itu akhirnya berhenti di halaman luas sebuah perumahan elite di Jakarta Utara. Chika, yang tampak sangat kelelahan setelah perjalanan panjang dari Bandung, keluar dari mobil dengan langkah gontai. Bahunya merosot, menunjukkan betapa terkurasnya energinya.

William tidak ikut turun. Ia menurunkan kaca jendela mobilnya, menatap putrinya sejenak. "Chika, Papa ada urusan sebentar. Kamu masuklah duluan, oke?"

Chika hanya mengangguk tanpa menoleh, terus berjalan memasuki rumah.

Suara deru mesin mobil William kembali terdengar, meluncur keluar dari halaman.

Kedatangan Chika disambut oleh Inneke yang sudah menunggu di balik pintu utama. Wanita paruh baya itu segera mendekati cucunya dengan raut wajah penuh tanya. "Loh, mana Papa dan Mamamu?" tanya Inneke sembari melongok ke arah halaman, mencari keberadaan putra dan menantunya.

"Papa pergi lagi, katanya ada urusan. Kalau Mama ... dia di Bandung, menjaga Oma Aina di rumah sakit," jawab Chika ketus, rasa lelah membuatnya kehilangan selera untuk berbincang lama.

Inneke mengembuskan napas berat, lalu berdecak kesal. Wajahnya menunjukkan rasa tidak suka yang nyata. "Kenapa lagi dengan keluarga mereka? Ada saja masalahnya tanpa henti," gumam Inneke sinis. Baginya, keluarga Vira seolah-olah menjadi sumber drama yang tak kunjung usai.

Chika tidak memedulikan gerutuan omanya. Ia berniat segera naik ke lantai atas, merindukan kasur empuknya. Namun, saat kakinya baru saja menginjak anak tangga pertama, langkahnya terhenti seketika.

Seorang wanita dengan dress floral dan rambut panjang yang tergerai indah berdiri di sana, menatapnya dengan binar mata yang sulit diartikan. Wajah itu sangat familiar.

"Hai, Chika?" sapa wanita itu lembut.

Chika terpaku. Itu ternyata Cyntia. Wanita yang seharusnya sudah tidak boleh lagi berada di rumah ini, kini justru berdiri dengan santai di ruang tengah, seolah-olah ia adalah bagian dari pemilik rumah.

Cyntia sengaja datang dengan dalih ingin belajar membuat kue bersama Inneke.

"Miss ... Cyntia?" gumam Chika lirih, antara terkejut dan bingung melihat tutornya kembali hadir di hadapannya.

Bersambung...

1
kusuma ningsih
ceritanya sangat menarik sehingga yg membacanya tertawa emosi.. /Angry//Angry//Angry//Angry/
Drezzlle: Terimakasih kak, semoga berujung tertawa bahagia ya 🙏🤣
total 1 replies
Rain
😭😭 Gue ngga bisa bayangin vira bangun dari pingsan diomelin inneke mending kt gua lu hijrah ke arab cari juragan minyak drpd sma si will kgk bsa ngatasin sundel satu itu citya
Drezzlle: sabar buk 😩
total 1 replies
suryani duriah
siular sirubah silampirhadeeh kesal bgt2😡ada cctv ini nenek mudah bgt ditipu udah will suruh david eksekusi eeeh sabar2😁😁😁
suryani duriah: semangat👍👍
total 4 replies
D'Mas0712
astaga.. duh nenek lampir kurang ajar. dasar gila
D'Mas0712
pasti si vira jadi dilema. antara menjadi anak atau seorang istri
Vanilla Ice Creamm
awas aja kl vira mati, ya thor 😏
Drezzlle: paling lumpuh 🤣😒
total 1 replies
Icha sun
bener2 gak waras si cyntia, William bakalan ngamuk nih
Addb_Rh
Dan Vira pun mulai munjukkan tanduknya.. eh taringnya, eh cakarnya..

🤣🤣semuanya aja lah
Addb_Rh: menunjukkan mksdnya😌
total 1 replies
Addb_Rh
mama mertuanya, ih innalillahi bgt. Jadi pen ku jorogin. Ikut campur bgt ngatur-ngatur. heeeey🙄
Adyvi
Setidaknya Chika liat, jadi dia tahu kejadian yang sesungguhnya 🥲
Adyvi
Takutnya kalau punya mertua kek gitu 🙈 jadi berasa berdosa karena gabisa ngurusin ortu dikala sakit, hiks.
Rain
Sundal.. kurang puas thor mending cewe ky gtu diunyeng unyeng dulu minimal beberpa rambut botak lah ya😌 Klo ada apa2 sm vira apa iya William kgk naik darah😌😌 Yg bingung si chika knapa msih seneng aja ama cintiaa dh tau ini manusia stgh hewan😭
Drezzlle: Kan udah berubah sedikit tuh bocah 🤣
total 1 replies
Aruna02
si ineke kenapa sih malah miara si Cintia dah tau anak nya udah nikah 😏
Drezzlle: karena nggak punya piaraan yang bisa menjilat seperti Cyntia 🤣🤣🤣
total 1 replies
suryani duriah
weeeh cintya bakalan masuk hotel prodeo ato pindah alam🤔vira wanita kuat moga nggak apa2 awas yaa thor jgn dibikin patah2😏😁😁👍
Drezzlle: aamiin 🤲

nggak jamin ya kalau tulang nggak patah mungkin kepalanya memar 🤣
total 1 replies
Jun
/Sob//Sob//Sob/ jangan bilang Vira mati dan si uler jadi mama baru thor
Drezzlle: bisa jadi 🤣🤣
total 1 replies
Alessandro
siklus hormonal emg gk bs ditebak sih, kdg bs dtg lbh cpt atau lbh lambat.

mulai bsk dicatat tiap bln-nya will spy bs jaga, sblm 'dapat' minta jatah dl🤭
Alessandro
pak will, berhub istrimu newbie.. jgn gaya yg aneh2, konvensional aja dl spy nyaman.. kl ud pro, baru deh side-back, fellatio, 69, cowgirl, cunnilingus, helikoper atau spiderman
Alessandro: insting 😏
total 2 replies
Alfatia🌷
Chintya, lintah darat emang🔪🔪
Alfatia🌷
Arghhh... nikah sama laki-laki banyak duit, tapi lingkungannya rumit.
Drezzlle: enak kan yg penting banyak duit
total 1 replies
Aruna02
lagian si wiliam banyak duit kok masih tinggal sama orang tua sih
Drezzlle: ya kan dia duda ada ada anak 2, apalagi cuma tinggal ada ibu doang. pastilah pengen nglindungin ibunya apa lupa pas Miranda nyulik Anggi.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!