Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta yang Mengejutkan
"Sebaiknya kita bawa ke rumah sakit aja ga sih?? Ga mungkin kan jenazah, di biarin lama kaya gini di luar." saran Haiba
"Tapi yang lainnya belum sadar, apa ga akan sakit hati nanti. Begitu mereka siuman, udah berada di tempat lain. Mereka masih hidup, sedangkan salah satu temannya harus berujung maut." jawab Doni
Serempak kelima orang itu, Hazley, Haiba, Kenan, Kaif dan Bara menoleh dan menatap arwah Kania. Dia terlihat masih shock, ia tak percaya dengan kematiannya yang ia sendiri tak sadari.
Kania tengah berjongkok, di samping jenazahnya sendiri. Dengan meletakkan dagu, di atas kedua lututnya. Menatap kosong ke arah raga, yang nyawanya sudah terpisah.
Anggun memegang lengan Kenan atas, ia juga ingin lihat apa yang mereka lihat. Kenan tersenyum, ia menggenggam tangan kekasihnya. Lambat laun, Kania terlihat olehnya. Anggun selalu takjub dengan hal ini, melihat makhluk tak kasat mata.
'Apa gue... Gue beneran udah ga bisa balik lagi ke dalem situ?' tanya Kania, Kenan dkk menghembuskan nafas panjang
"Waktu kita nemuin lo, masih ada pendar kehidupan yang ngelilingin arwah lo. Tapi semakin kita dekat, dengan keberadaan raga dan temen-temen lo. Pendar itu perlahan berkurang, tak lama... menghilang. Sorry, kita datang terlambat." jawab Hazley, Kania tersenyum perih. Tetap dengan posisinya, tak ingin menatap sekitarnya.
'Gue ikhlas, karena gue juga punya firasat kalo gue ga bakal selamat. Dari awal, tubuh gue emang lemah. Gue tadinya ga akan ikut, tapi Fika terus maksa. Katanya dia ga ada temen, masa cewek sendiri katanya. Selama di perjalanan, gue ngeliat hal-hal janggal. Yang ga bisa di liat temen-temen gue, dari situ gue semakin yakin. Makin lama kondisi tubuh gue, makin drop. Dan akhirnya...' Kania menegakkan kepalanya
'Gue ikhlas, asalkan keluarga gue bisa liat jasad gue buat yang terakhir kalinya. Gue ga mau, mereka harus naik ke gunung ini. Dengan tujuan, buat bisa nemuin jasad gue. Makasih ya, kalian udah nemuin jasad gue.' lanjutnya tersenyum tulus
"Lu di paksa?? Yang maksa lu, tau ga kondisi lu?" tanya Anggun, Kania mengangguk.
'Dia tau, tapi sejak dulu dia selalu maksa. Apapun yang ia mau, harus di turutin.' jawab Kania sendu
"Egois itu namanya, pengen menang sendiri. Udah tau naik gunung itu, kudu punya fisik dan mental yang sehat. Ga bisa sembarangan naik, kalo ga kaya gini akhirnya." balas Anggun kesal, Kenan mengusap pelan punggungnya
'Ya, dia sangatlah egois. Dan bodohnya gue, ga pernah bisa nolak maunya dia.' semua orang terdiam
"Lu yakin?? Kalo dia tulus temenan ma lu?" tanya Haiba, membuat yang lain menoleh padanya
'Entah, dia terkadang sangat baik. Terkadang, bisa sangat menyebalkan. Sering buat gue kudu nahan marah gue, selalu gue yang harus ngalah.' jawab Kania
"Maksud pertanyaan lu apa?" tanya Kenan, Haiba menunjuk ke arah jari jemari. Bukan, lebih tepatnya pada kuku jenazah.
"Kalian bisa liat di kukunya, muncul garis-garis putih atau orang lain menyebutnya Mees lines. Itu merupakan, salah satu ciri-ciri seseorang di racun. Buat bikin kalian makin yakin... Coba periksa dibagian tungkai, Nggun." titah Haiba, Anggun mengangguk. Dia mendekati jenazah, ia pun memeriksa area yang diminta oleh Haiba.
Para lelaki berbalik, saat Anggun hendak mengangkat celana ke atas. Beruntung celananya, dari bahan yang elastis dan juga tak ketat. Memudahkan Anggun, untuk menggulung celana tersebut.
Anggun terkejut, karena warna kulit di area tersebut kebiruan. Bukan hanya itu, kulitnya semakin menggelap. Dan ada ruam juga di beberapa bagian. Anggun hanya membuka di bagian tungkai bawah, rasanya segan bila harus sampai ke atas. Apalagi pemilik raga, tengah berjongkok di samping jenazahnya.
"Ini..." Anggun menoleh, ia menatap Haiba
"Ya, itu merupakan ciri-ciri tubuh terkena racun Arsenik. Karena itulah, tadi kita sempat melihat pendar kehidupan. Namun tak lama, hal itu pun hilang. Kematian terjadi cepat, ada kemungkinan pelaku memberikan sesuatu beberapa menit sebelum tumbang. Lebam mayat muncul sangat cepat, biasanya dalam 2 jam. Dan lihat di bagian area mulut, ada luka seperti luka bakar." jelas Haiba
"Dan jenazah ini juga, mengalami dehidrasi ekstrem." lanjutnya
Air mata Kania menetes, tak lama ia terkekeh. Lambat laut, isakan berubah menjadi tangisan. Semua orang terdiam, memberikan waktu padanya melepaskan semua beban dengan tangisan.
'Kak, apa kita bisa dapetin pelaku dengan cara cepat?? Aku yakin, saat pelaku bangun nanti. Dia pasti bakalan mengelak...' bisik Anggun, yang kini sudah duduk di samping Haiba
"Coba kamu lihat di jari orang, yang bernama Fika itu. Arsenik sering berbentuk bubuk putih, yang menyerupai gula atau garam. Siapa tau masih ada yang menempel, kamu foto buat di jadiin bukti. Selain itu akan ada Iritasi Kulit dan peradangan, pada kulit yang kontak langsung dengan arsenik. Dapat menjadi merah, bengkak, dan gatal." jawab Haiba pelan, Anggun mengangguk dan masuk ke salah satu tenda.
Dimana ada Fika, yang masih belum sadarkan diri. Tapi tak lama Anggun masuk, terdengar suara...
BUGH
"MAU NGAPAIN LO, MAU HILANGIN BUKTI KAN?" terdengar bentakan Anggun, gegas Bara dan Doni menyusul masuk. Sedangkan Zandra bersaudara, memilih diam.
Mereka tau, bila teman dari Kania itu sudah sadar. Perempuan bernama Fika itu, menguping dan mengumpat. Hazley dan Haiba menggelengkan kepala, pelaku melakukan hal ini. Di picu karena laki-laki, ck ck ck.
Pria yang di sukai Fika, menyukai Kania. Sedangkan Kania, dia tak tau menau bila salah satu teman lelakinya menyukai dirinya.
'Miris' Hazley
'Kek cowok di dunia ini cuma satu, padahal banyak ya.' Kaif
'Mereka belum liat laki-laki di keluarga kita, si Pikachu itu... kalo liat si Kenan atau Kaif pasti klepek-klepek.' Hazley
'ANJAAAYYY' ucap Kaif dan Kenan serentak
Tanpa Haiba sadari, ada yang menatapnya penuh kekaguman padanya. Sejak awal, ia selalu curi pandang padanya.
Tak lama, keempatnya di kejutkan dengan Fika yang di seret oleh Anggun. Dengan wajah yang sudah babak belur, Haiba dan Hazley hanya menggelengkan kepala.
'Buseeet Ken, calon bini lu garang bener. Lu bikin masalah dikit aja, gue curiga lu langsung jadi kasim.' celetuk Haiba, membuat Kaif dan Kenan serentak memegang asetnya.
'Bacot lu Hai...' Haiba terkekeh pelan
"Iket aja Nggun, tangan nya di belakang. Saling membelakangi, biar dia ga bisa ngapa-ngapain." saran Hazley dengan wajah takjubnya, melihat Anggun menyeret perempuan itu.
Karena mendengar teriakan Fika, membangun Yanto, Asep dan Regan. Mereka terkejut, saat tau mereka masih hidup dan berada di dalam sebuah tenda. Keterkejutan mereka buyar, saat mendengar suara temannya berteriak di luar.
"F-Fika... Apa yang kalian lakukan pada temanku?" tanya Yanto, nada pelan tentunya. Ia tak mungkin gegabah, apalagi belum tau permasalahannya.
"KANIA"
DEG
.
.
"Lu... Mau nemuin keluarga lu duluan?" tanya Hazley, membuat Kania menatapnya lama.
'Bisakah?'
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
lgi serius matelengin ini😊
votenya emak😘
eh ternyata ada penguasa nya di rumah sakit
gasss kasus baru d mulai cussss beraksi