Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam ini
Di tempat para pangeran, pangeran Zian mendatangi pangeran Yan kakaknya. Dengan langkah kaki yang sedikit ragu pangeran Zian masuk ke tempat pangeran Yan.
"Apa yang sedang kakak lakukan?" tanya pangeran Zian.
Pangeran Yan menoleh, dia yang sedang membuka bajunya nampak enggan menjawab panggilan adiknya.
"Kakak." panggil pangeran Zian kembali.
Tetap saja tak ada jawaban, pangeran Yan kemudian mengganti pakaiannya tidak tak ada niatan untuknya mengatakan apapun. sedangkan Pangeran Dian terus mencoba untuk berbicara dengan sang kakak walaupun dari tadi kakaknya tidak menghiraukan sama sekali.
"Kakak, Apakah kakak marah denganku?" tanya Pangeran Zian. Dia kemudian menghela nafas, dia kemudian berbicara dengan pangeran Yan mengenai kedatangan Ling Xu-mei ke tempat itu.
Pangeran Yan sangat marah, dia ingin sekali membuat Putra menteri Xun Jaek mendapatkan hukuman karena dia terus-menerus mengganggunya. "Sudah, pergilah dari sini, kamu benar-benar membuat aku kesal." kata Pangeran Yan.
Pangeran Zian tidak mau pergi, dia kemudian duduk sembari menatap kakaknya yang sedang membaca sebuah buku. "Aku tahu kamu sangat kesal padaku." ucap Pangeran Zian.
Pangeran Yan kemudian menghela nafas kembali, Dia menatap adiknya yang hanya berbeda satu tahun dengannya itu. "Kelihatannya kamu sangat suka bersama wanita itu, Apakah dia sudah membuatmu menyukainya?" tanya Pangeran Yan.
Pangeran Zian menggelengkan kepalanya, dia kemudian sedikit tersenyum kepada saudaranya itu. "Kakak, ibunda tidak sejahat itu, lagi pula ibunda adalah wanita yang sangat baik." kata Pangeran Zian.
Sedangkan Pangeran Yan dia tidak mau mendengarkan perkataan adiknya, baginya semua wanita yang ada di kerajaan semuanya jahat, mereka hanya menginginkan ayahnya namun tidak menginginkan mereka. Mereka selalu saja dianggap sebagai penghalang yang harus disingkirkan.
"Aku sudah bilang kan jangan terlalu dekat dengan wanita itu, dia itu sama saja dengan wanita-wanita yang ada di kerajaan ini." kata Pangeran Yan.
Namun Pangeran Zian terus mengatakan kepada Pangeran Yan Kalau Ling Xu-mei adalah wanita yang berbeda. Dia adalah wanita baik dan dia adalah satu-satunya wanita yang mau menolongnya ketika semua orang mengganggunya. Pangeran Zian juga menceritakan mengenai apa yang terjadi padanya, selama ini dia juga menceritakan bagaimana ibu sambungnya itu selalu membelanya.
"Tentu saja di depanmu dia melakukan hal itu, ketika kamu tidak ada, dia pasti akan menyakiti kita." kata pangeran Yan yang masih belum bisa menerima kehadiran Ling Xu-mei.
"Tidak Kak, ibunda itu orangnya sangat baik. Dia sangat berbeda dengan para wanita yang ada di kerajaan ini." sangkal Pangeran Zian. tetap saja pangeran yang tidak mau mendengarkan perkataan adiknya itu, dia masih bersikukuh kalau Ling Xu-mei adalah wanita yang mempunyai otak licik sama seperti para wanita yang lain.
"Sudahlah, jangan mengatakan apapun lagi, lagi pula aku tidak berniat menerima wanita itu sebagai ibu kita." kata Pangeran Yan yang kemudian meminta Pangeran Zian untuk segera kembali ke kamarnya sendiri.
Sedangkan Pangeran Yan dia mengambil buku yang lain kemudian dia memanggil salah satu pelayan, dia ingin mengetahui apakah yang diceritakan oleh adiknya itu benar adanya. Ketika pelayan wanita itu masuk dia menceritakan mengenai apa yang terjadi kepada Pangeran Zian, bahkan dia juga menceritakan kalau guru Man sudah dihukum pancung karena berani menyakiti Pangeran Zian selama ini.
Mendengar penuturan dari pelayan itu seketika kedua mata Pangeran Yan membulat. Dia mungkin masih belum percaya dengan apa yang diceritakan oleh pelayannya, namun melihat dari sikap yang ditunjukkan oleh adiknya mungkin ada sedikit kebenaran mengenai cerita itu.
"Apakah kamu yakin dengan ceritamu itu?" tanya Pangeran Yan kepada pelayan.
Pelayan itu menjawab dengan anggukan, dia selama ini selalu memata-matai Ling Xu-mei, di kamarnya dia juga mencari tahu mengenai apa saja yang dilakukan oleh Ling Xu-mei.
Ling sendiri yang berada di kamarnya Dia sedang memikirkan mengenai dayang Bong, dayang yang selalu menemani permaisuri Lin-xi. Ling Xu-mei menanyakan beberapa hal kepada Mumu, dia mencari tahu mengenai identitas dayang Bong. Setelah mendengar semua cerita mengenai dayang Bong Ling Xu-mei kemudian menulis setiap detail yang diceritakan oleh pelayan Mumu.
Sore itu Kaisar Qin telah selesai dengan semua pekerjaannya. Dia berjalan dengan senyum yang merekah, dia memasuki paviliunnya dan melihat sang istri yang sedang menyisir rambutnya. Kaisar Qin mendekati isterinya, mengambil sisir yang ada di tangannya kemudian menyisir rambut istrinya.
"Kamu cantik sekali, isteriku." puji kaisar Qin.
"Terima kasih, suamiku." jawab Ling Xu-mei yang kemudian tersenyum.
Tangan kaisar Qin menyisir rambut istrinya dengan begitu lembut, dia kemudian memberikan kecupan di kepala isterinya.
"Apakah tamunya sudah pulang, sayangku?" tanya kaisar Qin.
Ling Xu-mei tidak menjawab, dia hanya tersenyum kemudian menarik bajunya. "Apakah suamiku tidak mau menghangatkan tubuhku?" tanyanya dengan nada godaan.
Setelah menikah Ling Xu-mei datang bulan, hal itu membuat Kaisar Qin harus menerima kenyataan pahit. Selama dua bulan kaisar Qin harus bersabar dengan perasaan tak terkatakan. Hari ini Ling Xu-mei telah mengundangnya, memberikan godaan yang teramat mengairahkan
"Kamu harus bersiap-siap tidak tidur, isteriku." bisik kaisar Qin.
Ling Xu-mei tersenyum, dia kemudian mulai memberikan ciuman yang sangat menggairahkan. Kaisar Qin yang mendapatkan perlakuan seperti itu.. tentu saja sang kaisar langsung menyambutnya dengan begitu bersemangat.
"Ya dewa..," ucap Ling Xu-mei yang terkejut ketika suaminya langsung memberikan ciuman yang begitu luar biasa.
Ciuman yang begitu menggairahkan, sentuhan yang memabukkan. Bahkan Ling Xu-mei benar-benar merasakan perasaan yang begitu luar biasa. Pengalaman pertama yang akan membawanya pada babak baru. Sentuhan yang sangat memabukkan ketika jari jemari sang kaisar mulai bergerilya.
"Kamu akan jadi milikku selamanya." bisik kaisar Qin di telinga Ling Xu-mei. setelah itu dia mulai semakin tenggelam dalam gairah mereka.
Ling Xu-mei hanya bisa mendesah ketika tubuhnya mulai merasakan sentuhan-sentuhan yang begitu hangat. Suara desahan yang begitu menggoda itu membuat sang Kaisar begitu bersemangat. Malam pertama yang akan menjadi babak baru bagi mereka, suara desahan dan sedikit rintihan antara nikmat dan kesakitan. Malam panjang yang begitu menggairahkan, malam itu Ling Xu-mei akhirnya mendapatkan statusnya sebagai seorang wanita dewasa.
Sang Kaisar memeluknya dengan begitu erat, menciumnya terus-menerus sehingga membuat Ling Xu-mei hanya bisa tersenyum. "Yang mulia benar-benar sangat hebat." goda Ling Xu-mei yang membuat Kaisar Qin tersenyum kemudian memberikan ciuman di bibirnya.
Ling Xu-mei menatap suaminya, seorang pria yang berani melawan Kaisar Han dan membawanya pergi dari kerajaan yang benar-benar sudah membuatnya hancur tersebut.
"Selamanya Kamu tidak akan lepas dariku, Kamu adalah milikku seutuhnya, kamu milikku." kata Kaisar Qin yang kemudian membawa Ling Xu-mei tenggelam dalam mimpi mereka, malam panjang penuh dengan keindahan.
*bersambung*
semangat berkaryaa