NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku, Tuan Jason

Lepaskan Aku, Tuan Jason

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO Amnesia / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / Romansa Fantasi / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.

Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.

Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.

Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25| Bertahan

“Apa kau ingin melakukan sebuah hal baru?” bisik Nara kepada Ara yang masih mengamati Jason dan Heori yang sedang memilih barang-barang kecantikan.

Ara menatap sahabatnya dengan kening yang berkerut, Nara hanya tersenyum lebar di balik masker yang ia gunakan.

“Sudahlah ini akan membuatmu semakin yakin dengan pilihanmu nanti!” serunya menarik lengan Ara mendekat ke arah Jason dan Heori.

Ara membulatkan kedua matanya dan menahan Nara. Nara menatapnya bingung.

“Tidak! Aku tidak mau!” geleng Ara membuat Nara menjitak jidatnya dengan keras.

“Kau ini! Mau sampai kapan hanya diam saja? Kita tidak akan menghampiri mereka, kita hanya mengamati dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Aku tahu kau sangat penasaran 'kan?” Nara kembali menarik lengannya menyusul Jason yang sudah keluar dari toko tersebut.

Mereka berjalan pelan di belakang Jason dan Heori. Hati Ara begitu sakit saat melihat suaminya merangkul pundak Heori.

“Kita lebih dekat lagi agar tahu apa yang mereka bicarakan!” seru Nara.

Mereka berdua berjalan lebih cepat untuk bisa mendengar percakapan Jason dan Heori.

“Sayang, kau janji kan akan membelikanku gaun terbaru itu 'kan?” suara Heori mulai terdengar di telinga mereka berdua, Nara yang mendengarnya merinding jijik, sedangkan Ara memejamkan matanya.

“Tentu saja, apa sih yang tidak untukmu,” balas Jason membuat Ara semakin panas, ia sudah menahannya agar tidak menegur mereka berdua.

Tapi, Ara juga sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh pasangan di depannya itu.

“Kita akan ke mana?” tanya Jason sambil memainkan surai rambut Heori yang berwarna ungu.

Tangan Nara sudah sangat gatal untuk mematahkan tangan milik lelaki itu. Ara hanya bisa terdiam dan mencoba untuk tetap bersabar.

“Aku ingin pergi lihat-lihat tas terbaru yang aku dengar dari temanku kemarin. Apa kau akan membelikan aku salah satu dari tas-tas itu?” tanya Heori dengan suara manjanya.

Sungguh, dari tadi Nara sudah menahan mualnya, tapi ia tidak mungkin pergi ke toilet hanya untuk memuntahkan isi perutnya yang baru saja diisi. Sehingga, Nara mencoba menahannya sekuat mungkin.

“Kau tidak apa?” tanya Nara dengan suara kecilnya kepada Ara yang berada di sampingnya.

“Kau tenang saja, aku sudah mulai mencoba untuk menahannya. Aku ingin belajar bertahan dan berharap Jungkook akan sadar, kau tidak perlu khawatir denganku,” jelas Ara dengan penuh keyakinan.

Nara menepuk pelan pundaknya dan tersenyum kepadanya.

“Kau memang sahabatku yang paling hebat dan aku sangat menyayangimu,” balas Nara sambil merangkul pundak Ara kembali mengikuti Jason dan Heori.

“Suamimu itu terlalu boros ya untuk menuruti segala keinginan wanita matre seperti Heori!” seru Nara dengan nada kesalnya.

Ara hanya menatap sahabatnya itu sekilas sebelum kembali melihat ke arah Jason dan Heori yang sedang memilih tas-tas yang harganya bisa disumbangkan kepada orang yang membutuhkan, Ara tidak suka dengan barang-barang seperti itu. Ia akan memilih uangnya di tabung dan disumbangkan kepada orang yang membutuhkan.

“Kau ingin membelikan siapa?” tanya Heori saat melihat Jason ikut memilih tas juga.

“Untuk Ara,” jawab singkat lelaki itu yang masih memilih tas.

“Kenapa kau memberinya sebuah tas?” tanya ketus Heori yang di balas kekehan oleh Jason.

“Bagaimana pun Ara adalah istriku, aku hanya ingin memberinya hadiah satu tas saja. Kau kan sudah aku belikan tiga tas sekaligus,” jelas Jason dengan tenang.

“Terserah kau saja!” balas Heori yang masih dengan suara ketusnya.

Jason menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya, kemudian ia memberikan tas yang sudah ia pilih kepada pelayan toko untuk dibungkus.

...***...

“Bagaimana perasaanmu?” tanya Nara saat mereka duduk di salah satu Kafe dekat mall. Ara mengembangkan senyumnya.

“Aku semakin yakin dengan aku tetap bertahan cepat atau lambat waktu itu akan tiba juga,” jawab Ara sambil menyesap cokelatnya.

“Aku akan tetap mendukung apapun keputusanmu,” ucap Nara.

“Astaga! Aku lupa! Ibuku menyuruh untuk menjemput adikku di tempat lesnya dan aku sekarang sudah terlambat satu jam. Ra, aku balik dulu ya. Kau pulang bersamaku atau tidak?” tanya Nara yang mulai membenahi barang-barangnya.

“Aku di sini dulu, kau hati-hati!” ingat Ara kepada Nara yang sudah berlari keluar dari Kafe.

Setelah beberapa saat kepergian Nara...

“Kau sendirian?” tanya seseorang yang membuat Ara terkejut.

Ara melihat ke belakang dan menemukan Marten yang tersenyum manis sehingga matanya tidak terlihat.

“Kau membuatku terkejut terus!” kesal Ara yang dibalas tawa kecil.

Marten mengambil tempat yang di duduki Nara tadi, sehingga mereka kini saling berhadapan.

“Kau sendirian di sini?” tanya Marten lagi yang di balas gelengan.

“Tidak, tadi aku bersama sahabatku. Tapi, dia ada urusan penting,” jawab Ara yang membuat Marten menganggukkan kepalanya.

Setelah itu, tidak ada percakapan di antara mereka berdua. Marten terlihat sedang berpikir dan Ara hanya menatap ke arah luar, di mana terdapat jalan besar yang terhubung dengan jembatan.

Mengingat kata jembatan membuat Ara kembali mengingat sosok itu, sosok di mana yang membuatnya cukup terpuruk kala itu.

“Apakah kau bahagia bersama Jason?” tanya Marten tiba-tiba membuat Ara mengalihkan pandangannya menatap lelaki di depan.

“Aku sangat bahagia,” ucap Ara yang tentunya berbohong.

“Benarkah?” tanyanya lagi, seperti Marten masih belum bisa mempercayai perkataannya.

Ara tersenyum lebar dan menatap ke gelas minumannya.

“Benar, aku dapat merasakan cinta di setiap saatnya. Jason selalu membuatku menjadi orang yang sangat spesial dan aku sangat bahagia,” jelas Ara.

“Syukurlah kalau begitu,” desah lega Marten saat mendengarnya langsung dari Ara.

“Kenapa kau tidak menghabiskan malam ini bersama Jason?” tanya Marten lagi setelah mereka saling terdiam cukup lama.

Ara yang memainkan ponselnya menatap ke arah Marten yang menunggu jawabannya, untuk ini Ara hanya bisa menampilkan wajah kesalnya, wajah kesal yang memang ia buat-buat sendiri untuk meyakinkan Marten.

“Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tidak bisa menemaniku malam ini,” jawab Ara dengan nada kesalnya.

Marten tertawa kecil dan mengacak rambutnya dengan gemas.

“Biasalah! Jason kan CEO baru, jadi banyak proyek yang harus dia selesaikan,” kata Marten yang membuat Ara tersenyum kecut.

“Iya kau benar, Jason memiliki banyak pekerjaan, sehingga tidak bisa meluangkan waktunya denganku. Dia lebih mencintai pekerjaannya itu daripada aku,” kekeh Ara.

“Kau ini sungguh sangat menggemaskan! Apa kau ingin menghabiskan malam bosanmu ini denganku?” tawar Marten yang membuat Ara sedikit tertarik, ia memang begitu bosan dan ingin menghibur dirinya sendiri setelah berperang batin.

“Boleh! Kita akan ke mana?” tanya balik Ara yang membuat Marten mengeluarkan senyuman misteriusnya.

“Kau akan tahu nanti, sekarang ayo kita berangkat!” Marten mengulurkan tangannya di hadapan Ara dan wanita itu langsung menerimanya.

Mereka keluar dari Kafe dan menuju ke arah parkiran di mana mobil Marten berada.

Bersambung...

1
Piyah
ara lebayy
Mita Paramita
jason lagi akting baik yaaa🤨 curiga ada udang dibalik batu 🤣🤣🤣
Piyah
lanjut
Piyah
dialognya kurang banyak
Ara putri
mampir kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!